Harga Ayam Potong Makin Mahal Kalo Harus Halal ala Syariah !!

Sewaktu biaya hidup makin naik sementara lapangan kerja makin turun
maka penghematan yang dilakukan masyarakat adalah mengurangi
sumbangan, mengurangi infaq, mengurangi zakat yang diberikannya.

Dalam hal ini Dunia Agama-lah yang paling hebat dampaknya, para kiyai,
guru ngaji, guru2 agama akan benar2 kehilangan nafkahnya padahal
mereka yang hidup dari professi agama Islam ini merupakan mayoritas di
Indonesia.  Guru2 agama makin banyak sementara petani makin turun
jumlahnya.  Lebih terhormat menjadi guru agama yang menyewakan sorga
mahal katimbang petani yang mensupplai makanan murah.

Ketimpangan2 ini bisa anda saksikan bagaimana MUI terus menaikkan
harga stiker halal yang dipaksa jual kepada pengusaha2 produksi
makanan di Indonesia.  Sementara ulama2 dikalangan bawah yang tidak
mendapatkan rezekinya dari MUI berusaha me-nakut2i atau menteror umat
Islam dikelas bawah untuk tidak membeli ayam2 yang dipotong tidak
menggunakan nama "Allah".  Kembali dibuktikan disini, masyarakat tidak
peduli dengan nama "Allah" sewaktu diluar mesjid, mereka hanya
ber-pura2 prihatin dengan menyebut nama "Allah" hanya dilingkungan
mesjidnya saja.  Akibatnya, banyak ulama di Banjarmasin mengeluh
mengharapkan tindakan MUI juga diarahkan kepada pedagang2 kecil yang
tentu akan membebankan kenaikan biaya hidup kepada masyarakat yang
sudah babak belur diterpa badai krisis ekonomi akibat penyelewengan2
negara dari UUD-nya.

> BANJARMASIN, BPOST - Diperkirakan 80 persen pembeli ayam potong
> di pasar jarang menanyakan kepada penjual apakah hewan tersebut 
> disembelih dengan menyebut nama Allah atau tidak. Hal ini 
> dikemukakan ustadz Reza Rahmani Lc Minggu (17/2) usai shalat
> Maghrib di hadapan jamaah Masjid Ar Rahim, Sultan Adam,
> Banjarmasin Utara. Padahal, lanjutnya, dalam Alquran surah
> Al Maidah dikatakan bahwa menyembelih hewan tanpa menyebut nama 
> Allah hukumnya haram dimakan.

Banyak mesin2 pemotong ayam yang bekas dijual di Amerika kemudian
ditambahkan casset player sehingga setiap memotong kepala ayam maka
kaset itu berbunyi "Allahu Akbar".

Mesin2 pemotong ayam ini kemudian diexport dijual di negara2 Islam
atau di negara2 yang mayoritasnya Islam seperti di Indonesia.

Mesin2 ini di Iklankan sebagai mesin pemotong ayam yang HALAL.

Masalah anggapan yang saling bertentangan mengenai halal tidak nya
pengucapan nama Allah dengan kassete, bisa disamakan dengan saling
bertentangan dengan anggapan boleh tidaknya meneriakkan suara azan
dengan kassete.

Artinya, kalo mesin potong ayam yang menggunakan kassete Allahu akbar
ini mau dianggap tidak syah, lalu kenapa teriakan Azan dipagi buta
yang menggunakan kassete bisa dianggap syah ???

Ny. Muslim binti Muskitawati.










Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke