Nasib Korban Penjarahan Islamiah Terhadap Umat Islam Ahmadiah ! Cari kerjaan makin susah. Cuma bermodal kemauan keras untuk bekerja tidak berarti bisa mendapatkan pekerjaan. Pencari kerja meningkat bertambah banyak setiap tahunnya seiring makin banyaknya lulusan SMA, lulusan Sarjana, dan lulusan2 berbagai kejuruan lainnya. Meningkatnya jumlah tenaga kerja diikuti dengan menurunnya tempat bekerja, menurunnya investor asing dan domestik yang membuka lapangan kerja baru bahkan disusul dengan meningkatnya pemecatan, meningkatnya pelarian para investor dari negeri ini.
Semua kesulitan yang dihadapi rakyat jelata diperberat lagi oleh ajaran agamanya yang mendorong umatnya untuk saling menjarah. Agama yang seyogyanya membantu, menolong, dan memberi jalan kepada semua umatnya malah sebaliknya, melalui institusi resmi MUI dikeluarkan fatwa2 yang menghalalkan penjarahan terhadap umat Islam Ahmadiah. Kalo dizaman RAJA2/CALIPH2 dulunya, RAKYAT WAJIB MEMBERI JAMINAN KESEJAHTERAAN KEPADA RAJANYA, maka dalam negara DEMOKRASI sebaliknya, NEGARA BERKEWAJIBAN DAN BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MENJAMIN KESEJAHTERAAN RAKYATNYA. Adalah aneh dan menyesatkan, negara RI menginstitusikan lembaga MUI untuk memberi legitimasi penjarahan sesama umat Islam sehingga banyak jatuh korban dari umat Islam Ahmadiah sebagai hasil produksi fatwa2nya. Lalu adakah yang pernah membahas bagaimana nasib dari ribuan petani miskin yang mengalami penjarahan harta benda yang dikumpulkan melalui jerih payah keringat mereka ??? Kalo para korban bencana alam bisa berhak mendapatkan berbagai bantuan, lalu bagaimana nasibnya para korban penjarahan yang dihalalkan oleh negara ini ??? Adakah negara bisa bertanggung jawab atas korban2 penjarahan ini ??? Logisnya, kalo negara tidak mampu memberi kesejahteraan kepada rakyatnya, maka janganlah melegitimasi penjarahan dari satu kelompok rakyat terhadap kelompok sesama rakyat lainnya. Apalagi, petani2 miskin umat Ahmadiah ini mendukung pemerintah dalam memproduksi pangan sementara MUI merupakan lembaga yang tidak berproduksi malah merupakan parasit yang menggerogoti negara ini. Melalui tulisan2 ini, saya mengajar semua pembaca untuk menyebarkan isi tulisan ini ke semua media2 untuk sama2 kita merenungkan nasib bangsa ini. Disatu saat, umat Islam Ahmadiah dijarah, dilain saat, umat Islam lainnya dianggap sesat untuk sama2 dinasibkan sebagai halal untuk dijarah. Waktu yang berjalan dalam kegiatannya MUI hanya akan men-cari2 korban2 baru untuk halal dijarah. Islam Kejawen, Islam aliran Semar, Islam Syiah, Islam Kurdi, Islam Bahai, dan Islam2 lainnya kesemuanya sudah masuk ke Indonesia dan menunggu giliran waktu untuk menjadi korban2 yang halal dijarah. Melindungi petani2 dari para penjarah yang beriman ini jauh lebih produktif bagi negara katimbang membiayai institusi korup seperti lembaga MUI ini. Anehnya, MUI memberi usulan penyelesaiannya dengan cara melarang umat Islam Ahmadiah untuk mengaku Islam, namun urusannya pasti tidak akan selesai karena selanjutnya dianggap murtad karena menolak mengaku sebagai Islam, dan hukuman bagi orang murtad menjadi lebih parah dari sekedar dijarah atau dibakar mesjidnya. Islam bukan cuma satu, oleh karena itu tidak informatif kalo media hanya memberitakan bahwa Islam membomb Islam dimana seharusnya Islam sunny membomb Islam Syiah. Oleh karena itu sudah menjadi kewajaran apabila media berita menyebarkan berita2nya secara lebih informative daripada sekedar menutupi realitas apa yang terjadi sesungguhnya dilapangan yang penuh dengan tragedy akibat pelaksanaan fatwa2 syariah Islam yang melanggar nilai2 kemanusiaan yang universal dalam memilih kepercayaannya. Bagaimana mungkin negara ini bisa melindungi kesejahteraan rakyatnya kalo UU-nya mem-beda2kan warganegaranya berdasarkan agama yang dianutnya ??? Gangguan kesejahteraan rakyatnya akan mengganggu juga kemanan maupun SosPolEkBud negara secara keseluruhan. Pengamalan Syariah Islam bukan membuka lapangan kerja tapi menyebabkan larinya investor, ditambah lagi jatuhnya korban2 masyarakat yang tidak berdosa akibat legalisasi fatwa2 halal menjarah mereka yang sudah miskin. Mau kemana nasib bangsa dan rakyat ini dibawa para pemimpinnya ??? Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
