FYI
sur ( yah gara gara eksekutif di pilih langsung )
http://indolobby.blogspot.com
----- Original Message ----- 
From: "alfaqirilmi" <[EMAIL PROTECTED]>


> Duta Masyarakat  Rabu, 10 September 2008
> Giliran Dewan Soroti ?Borok? Disdik Jatim
> Genteng Kali Sarang Korupsi?
> 
> 
> Makin kencang saja desakan untuk mengusut ?borok? di Disdik Jatim. 
> Bahkan kalangan dewan meminta Polda dan Kejati jangan ragu lagi 
> dalam melangkah.
> 
> Setelah Gerakan Masyarakat Peduli Pendidikan (GMPP) mendorong aparat 
> penegak hukum segera mengusut dugaan penyimpangan Dana Alokasi 
> Khusus (DAK) dan dana Dekonsentrasi Pendidikan 2008 di Dinas 
> Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidik) Jatim, giliran DPRD Jatim 
> menyuarakan hal yang sama.
> 
> Anggota Komisi E (bidang kesra) DPRD Jatim, Imam Ghazali Aro, Selasa 
> (9/9) mengatakan, sudah semestinya Polda Jatim dan Kejati Jatim 
> segera turun tangan untuk menyelidiki dugaan penyimpangan tersebut.
> 
> ?Polda dan Kejati seharusnya merespon desakan dari elemen masyarakat 
> untuk segera menguak dugaan-dugaan penyimpangan di tubuh Disdik 
> Jatim. Jangan hanya kabupaten kota, tetapi langsung ke sentralnya di 
> Genteng Kali (kantor Disdik Jatim),? tegasnya.
> 
> Desakan ini menurutnya masuk akal. Sebab, dari catatan Komisi E DPRD 
> Jatim, pengelolaan dana di dinas itu yang setiap tahunnya mencapai 
> triliunan rupiah, namun pengelolaannya tidak pernah transparan. 
> 
> ?Nilainya triliunan rupiah tiap tahun. Dan itu (pengelolaannya, red) 
> tidak pernah transparan. Dalam posisi ini, sangat rawan terjadi 
> penyimpangan,? tandasnya.
> 
> Selain itu, dalam catatan Komisi E, Kadisdik Jatim, Ir Rasiyo sudah 
> berkali-kali ditegur Karena melakukan kesalahan namun tetap 
> membandel. Di antaranya berperan sebagai tim sukses Cagub. 
> 
> Itu diunjukkan dengan pengedaran kalender, buku pelajaran dan buku 
> panduan bergambar Soekarwo. Selain itu, menggelar berbagai kegiatan 
> atas nama Dinas pendidikan Jatim namun disusupi kampanye Cagub.
> 
> 
> ?Ini jelas penyimpangan dan masuk kategori korupsi. Sebab 
> menggunakan anggaran pemerintah atau rakyat untuk kepentingan 
> pribadi atau orang lain. Padahal anggaran 20 persen pendidikan akan 
> segera direalisasikan. Bisa-bisa anggaran itu tidak jelas 
> jeluntrungannya. Untuk kampanye misalnya,? tandasnya.
> 
> 
> Terjun Mengusut
> 
> Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Jatim, Saleh Ismail Mukadar 
> mengatakan, Disdik Jatim tidak bisa dipercaya untuk mengelola 20 
> persen dari APBD yang dialokasikan bagi pendidikan. Saat ini saja, 
> banyak anggaran tidak terpakai. 
> 
> 
> Politisi PDIP itu menyoroti anggaran untuk wajib belajar sembilan 
> tahun hanya tersalur 20,33 persen. Padahal, program itu program 
> wajib Disdik Jatim Jatim. 
> 
> ?Dari dana lebih dari Rp 22 miliar, hanya tersalur Rp 4,6 miliar. 
> Pada saat yang sama terungkap ribuan anak usia sekolah tidak 
> sekolah,? ujarnya. 
> 
> Anehnya, dana untuk program pendidikan dewasa dan umum banyak 
> tersalur. Bahkan untuk pos-pos kebudayaan tersalur lebih dari 90 
> persen. Menurutnya, dewan sulit untuk tidak mencurigai tujuan 
> penggunaan itu. 
> 
> Sebab, program yang tersalurkan penuh hanya untuk orang yang punya 
> hak pilih dalam Pilgub Jatim. Sedangkan untuk anak-anak yang belum 
> punya hak pilih, dananya tersisa banyak sekali. 
> 
> ?Apa karena arena kebudayaan dan pendidikan dewasa bisa ditunggangi 
> kepentingan Pilgub? Dia itu (Kadisdik Jatim Ir Rasiyo, red) pejabat 
> tim sukses atau pejabat abdi masyarakat?? ujarnya. 
> 
> Saleh juga mendesak agar aparat penegak hukum terjun langsung 
> mengusut dugaan?dugaan penyimpangan di Disdik Jatim. ?Kalau ada 
> dugaan penyelewengan, sudah seharusnya aparat mengusut,? tegasnya.(*)
> 
> 
> 
> Harian Memorandum Senin, 08/09/2008 22:40 WIB
> 
> GMPP Laporkan Disdik Jatim ke Polda dan Kejati
> 
> 
> Reporter : Arif Fajar A
> Surabaya- Sekitar 100-an massa dari Generasi Muda Peduli Pendidikan 
> (GMPP) mendatangi Markas Polda Jatim dan kantor Kejati Jatim di 
> Jalan A Yani, Senin (8/9/2008). 
> 
> Mereka menuntut dua institusi penegak hukum tersebut tidak loyo dan 
> segera turun tangan mengusut dugaan korupsi di Dinas Pendidikan 
> (Disdik) Jatim.
> 
> Di depan gerbang pintu masuk Mapolda Jatim, massa yang dipimpin 
> Taufik Hidayat ini sempat berorasi dengan membawa poster dan spanduk 
> serta melakukan aksi teatrikal pentas wayang yang menggambarkan 
> bagaimana modus penyimpangan di Disdik Jatim dijalankan tanpa 
> tersentuh tangan hukum.
> 
> Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Taufik Hidayat dalam 
> pernyataannya mengungkapkan, kasus dugaan penyimpangan di Disdik 
> Jatim sudah cukup bukti untuk membuat penegak hukum turun mengusut.
> 
> "Seperti dugaan penyimpangan dana Dekonsentrasi Pendidikan 2007 
> untuk SMP di 6 sekolah di Bojonegoro dan 6 sekolah di Pacitan 
> senilai Rp 1,6 miliar. Kuat dugaan proyek itu fiktif," katanya.
> 
> Ditambahkannya, di Disdik Jatim juga terindikasi melakukan praktik 
> monopoli yang melanggar Undang-Undang. Diantaranya dalam persoalan 
> Dana Aloksi Khusus (DAK) pengadaan buku pendidikan untuk SD dan MI 
> senilai sekitar Rp 713 miliar. Ini terungkap dalam pertemuan di 
> Hotel Orchid Batu pada 9 Juli 2008 antara oknum Disdik Jatim dengan 
> salah satu rekanan proyek yang justru difasilitasi penegak hukum.
> 
> GMPP dalam aksinya kemudian mengeluarkan 4 pernyataan sikap. Yakni, 
> meminta Polda Jatim segera mengusut dugaan penyelewengan DAK di 
> Disdik Jatim dalam pengadaan buku SD dan MI. Kedua, meminta Polda 
> Jatim segera mengusut tuntas dugaan proyek fiktif Rp 1,6 miliar di 6 
> SMP Bojonegoro dan 6 SMP di Pacitan yang melibatkan oknum pejabat 
> Disdik Jatim.
> 
> 
> Ketiga, meminta Polda untuk konsisten mengganyang korupsi, monopoli 
> dan persekongkolan jahat di Disdik Jatim. Keempat, meminta 
> pemerintah untuk mengawasi Disdik Jatim dalam pengelolaan anggaran 
> DAK yang mencapai Rp 713 miliar agar tidak digunakan sebagai alat 
> politik.
> 
> Di Polda Jatim, Taufik sempat menyerahkan surat tuntutan yang 
> diserahkan ke Sekretariat Umum (Settum) Polda Jatim yang diterima 
> Kasat C Kompol Timbul. ""Polda meminta masukan data dan berjanji 
> akan menindaklanjuti," ujar Taufik.
> 
> GMPP lalu bergerak longmarch menuju kantor Kejati Jatim. Di Kejati, 
> GMPP juga menyuarakan hal yang sama. Mereka juga meminta agar 
> kejaksaan bertindak profesional dengan tidak menjadi alat dari 
> perpanjangan kekuasaan atau istrumen penyimpangan.
> 
> Sebelum menggelar aksi, Taufik kembali menyerahkan surat tuntutan 
> yang diterima Asintel Kejati Jatim, AF Darmawan. Kejati diangap 
> cukup responsif dan bersedia menindak lanjuti laporan GMPP. Bahkan, 
> AF Darmawan ikut turun dari ruangannya menemui massa GMPP dan turut 
> menyaksikan pagelaran wayang kertas yang disuguhkan GMPP. Ia juga 
> ikut bergabung dengan memegang spanduk yang dibawa massa aksi.
> 
> "Kami akan menjadikan ini sebagai masukan yang baik untuk menentukan 
> langkah lanjutan dalam mendalami apa yang dilaporkan GMPP ini. Kami 
> pasti akan tindaklanjuti," ujarnya. (bj2)

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke