Cen...Ini Bukan Puisi

Di sudut tangga Fakultas Ekonomi, disana aku duduk sambil menangis 
ketika teringat akan cantik rupamu.
Sirna sudah semua pengharapan dan kebahagiaan berganti dengan 
kekosongan dan kehancuran.
Tak pernah melintas sedetikpun, bahkan dalam mimpiku yang paling 
mengerikan...Sang Bencana menari ketika cinta itu bersemi dan di saat 
pengharapan menemukan tempatnya.
Sungguh memang cinta itu pernah ada, ketika tatap matamu masih 
menggelayut di pelupuk mataku, ketika tawamu masih terngiang di 
telingaku, ketika senyummu masih menghiasi ingatanku dan harapan 
akanmu menjadikan hari-hariku pernah begitu cerah...

Cen...Tidak akan pernah sedetikpun ingatan tentang saat-saat yang 
berlalu denganmu terhapus dari sanubariku sebab itu yang terindah 
bagiku.
Cen....Kini kerinduan akanmu sudah menjadi terlarang untukku.
Cen...Ampuni aku yang tidak berdaya melawan suratan takdir.Sehingga 
tangan ini tidak kuasa lagi menjangkaumu, walau sesungguhnya inginku 
adalah di sampingmu, berbagi tawa dan bahagia.
Cen...Pecundangkah aku di matamu?
Cen...Saya percaya jika cinta yang tersucikan oleh basuhan airmata 
akan terabadikan di hati selamanya, walau tangis ini tak sedikitpun 
kuasa meredakan duka terhadap kehilangan asa akan hari bahagia 
bersamamu.

TUHAN, jika memang sinar dari sang rembulan tidak kauizinkan untuk 
dapat selamanya menerangi langkahku di kegelapan malam...
Maka ketika semua itu berlalu...
TUHAN,ingatkanlah diriku bahwa sesungguhnya tidak pernah sedetikpun 
ia menjadi milikku....walau di hati ini akan selalu ada ruang baginya 
yang takkan mungkin tergantikan oleh cinta yang lain...

JAKARTA, 9 September 2008. (Memperingati 70 hari wafatnya Sang Asa 
akan terwujudnya mimpi yang sempurna di kehidupan nyata)

NB: Cen, maafkan saya. Saya sadar barangkali kau benci puisi puisiku 
dulu...Dan aku pernah berjanji takkan ada puisi yang lain lagi 
setelah si "Puisi Terakhir",bukan aku hendak mengingkari kata kataku 
sendiri, bukan pula hendak mencari pembenaran diri. Tapi yang kutulis 
ini tidak lebih dari ratapan hati di sudut tangga Fakultas Ekonomi, 
bukan puisi tapi tangisan akan kandasnya asa.
Cen...sungguh hari-hariku suram tanpa hadirmu, namun langkahku tak 
kuasa lagi menghampirimu.
Cen...jika Dikau baca semua tulisan ini, sudikah kiranya katakan 
sesuatu padaku ?


------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke