creet

On 10/23/08, Anti Bullshit <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> croooooottttttttttttttttt................kehabisan kata ya?
> apa lu yang FRUSTASI???????
>
> haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: great pretender <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Tuesday, October 21, 2008 9:52:43
> Subject: Re: [proletar] Pemilu dan Massa Pemilih ( 2 )
>
>
> creet..
>
> 2008/10/21 Anti Bullshit <anti.bulshit@ yahoo.com>
>
>>   frustasi?
>> kalo orang yang tahu ciri-ciri orang fustasi cuman orang frustasi Goblok!
>> hiaaa....haiaiaaa. ...
>> makanya keluarin dulu tahi dari otak lu! tahi!
>> hiaaa.....hiaaa. ...hiaaaa
>> mau ngecap di ini milis?
>> ngapain musti belajar dulu, cuman ngadepin orang-orang begok kok harus
>> belajar dulu, hahaha.....huahauhau hah
>>
>> ayo sini mendingan lu bales lagi aja postingan gw ini, OK!
>> biar lu tambah begok!
>> huaaa....huaa. ...huaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaa
>> aaaaaaaaaaa
>>
>> ----- Original Message ----
>> From: great pretender <great.pretender2000 @gmail.com<great.pretender200
>> 0%40gmail. com>
>> >
>> To: [EMAIL PROTECTED] s.com <proletar%40yahoogr oups.com>
>> Sent: Sunday, October 19, 2008 20:08:24
>> Subject: Re: [proletar] Pemilu dan Massa Pemilih ( 2 )
>>
>> Anti Bullshit Frustasi ya..? hehehe
>> Makanya belajar dulu....
>>
>> GP
>>
>> 2008/10/19 Anti Bullshit <anti.bulshit@ yahoo.com>
>>
>> > wah rupanya lo bisa juga mikir bener Sur?
>> > begini dong jangan kayak yang lain di otaknya cuman ada tahi dan tahi
>> > doang, akhirnya tahinya diubah jadi Tuhan...hahaha. .....haha. ...
>> > bener kaum proletar harus lo sadarin menjelang pemilu ini..
>> >
>> > awas jangan ikut0ikutan lagi ngebahas TAHI ANJING kayak member proletar
>> > lainnya
>> >
>> > n.b
>> > jangan merasa dipuji lo, gw gak muji lo!, gw cuman secara logis ngeliat
>> lo
>> > di postingan lu, lu udah bertindak lebih mencerahkan, daripada postingan
>> lu
>> > sebelumnya
>> >
>> >
>> > ----- Original Message ----
>>  > From: gsuryana <[EMAIL PROTECTED] net.id <gsuryana%40indo. net.id>>
>> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com <proletar%40yahoogr oups.com> ;
>> > PersIndonesia@ yahoogroups. com <PersIndonesia% 40yahoogroups. com>
>> > Sent: Saturday, October 18, 2008 18:19:01
>> > Subject: [proletar] Pemilu dan Massa Pemilih ( 2 )
>> >
>> > Massa Pemilih saat ini bisa dibilang hanya dibutuhkan dukungan suara
>> > didalam
>> > bilik pemilihan suara, setelah pesta pemilihan usai kehidupan berjalan
>> > kembali seperti sedia kala.
>> > Hal ini terlihat dari dua kali pemilu Legislatif ( 1999 dan 2004 ) dan
>> > pemilu yang akan datang ( 2009 ), dimana masyarakat masih diberi pilihan
>> > banyak partai yang sebenarnya malah membuat pening kepala, terutama
>> setelah
>> >
>> > masuk kamar bilik pemilih, dimana harus memberi 1 pilihan pada masing
>> > masing
>> > lembar dari 3 lembar kertas pilihan dengan isi yang hanya dikenal
>> > lambang
>> > partai semata.
>> > ( Untuk daerah khusus seperti Jakarta hanya memilih 2 lembar, untuk DPR
>> > Pusat dan DPRD ).
>> >
>> > Dengan situasi dan kondisi seperti ini, penjelasan mengenai pengetahuan
>> > politik menjadi bukan lagi prioritas, sedang untuk jangka panjang hal
>> > seperti ini tentunya kurang baik untuk pembelajaran politik.
>> >
>> > Sayangnya hal hal yang berhubungan dengan politik justru sering kali
>> > diabaikan, sehingga massa pemilih pada akhirnya lebih memilih
>> > kepentingan
>> > jangka pendek, dimana seperti pepatah habis manis sepah dibuang, tak
>> > berbeda
>> > banyak dengan yang dialami oleh masyarakat awam politik.
>> >
>> > Dengan sistim pemilihan yang ada saat ini dimana seorang pemilih dalam
>> > kurun
>> > waktu 5 tahun harus memberikan suaranya minimal 5 kali mengakibatkan
>> > kebosanan dan kerancuan berfikir, semisal untuk memilih Walikota/Bupati
>> > seorang pemilih akan diberi pilihan mencoblos seorang calon yang
>> > didukung
>> > koalisi beberapa partai politik, sedang disaat lain harus memilih satu
>> > partai saja, tanpa penjelasan mengenai koalisi dan tidak memahami apa
>> > itu
>> > koalisi mengakibatkan kebingungan dan pada akhirnya menimbulkan apatisme
>> > untuk memilih dan mengakibatkan meningkatnya golput.
>> >
>> > Untuk yang sudah memahami politik, memang tidak menjadi masalah, dan
>> > bagi
>> > yang tidak memahami politik terutama dari kader partai akan
>> > mengakibatkan
>> > kinerja partai menjadi tidak maksimal.
>> >
>> > Semisal sebuah partai nasionalis berkoalisi dengan partai agamis, untuk
>> > kader partai militan dari kedua kelompok ini akan sulit bersinergi
>> terutama
>> > di kalangan bawah, karena pada saat pemilu Legislatif setiap kader
>> > secara
>> > tidak langsung dibekali kelemahan kelemahan dari partai saingannya.
>> > Bilamana kader partai militan saja sudah setengah hati bekerja, apalagi
>> > dengan masyarakat pemilih yang memang tidak memahami politik.
>> >
>> > Dengan situasi dan kondisi seperti ini pemilu bisa dibilang memang
>> menjadi
>> > pesta yang benar benar sebuah pesta semata, sedang pembelajaran
>> politiknya
>> > sendiri masih berjalan tersendat sendat, dimana setelah usai pemilihan
>> > kondisi masyarakat kembali ke kesibukan seperti biasanya.
>> > Hal ini juga mengakibatkan massa pemilih bisa berubah ubah dari satu
>> partai
>> >
>> > ke
>> > partai lain, karena situasi dan kondisi yang berjalan selain tidak
>> > berkesinambungan dan konsisten juga kurangnya program nyata dari peranan
>> > partai politik.
>> >
>> > Tidak sedikit atribut yang dipakai untuk massa kampanye yang nilainya
>> tidak
>> >
>> > sedikit sebagian menjadi mubazir seperti bendera, spanduk, iklan dimedia
>> > massa dan baliho, sedang untuk atribut seperti kaus akan tetap dipakai
>> bila
>> >
>> > partainya minimal memiliki suara yang cukup significant sedang bila
>> > perolehan suara kurang maksimal akan membuat malu pemakainya.
>> >
>> > Atribut partai yang diterima masyarakat pemilih tentunya tidak sama di
>> > setiap wilayah, karena adanya image wilayah tersebut sudah dikuasai oleh
>> > partai tertentu, sedang di dalam kenyataan hal demikian belum tentu
>> terjadi
>> > di semua wilayah, karena banyaknya partai akan membuat masyarakat
>> > pemilih
>> > memiliki beberapa pilihan, tinggal kemampuan kader partai di wilayah
>> > tersebut dalam mendekati para pimpinan dimasyarakat sekitarnya..
>> >
>> > Memiliki kemampuan mendekati tokoh nasional yang memiliki basis massa
>> besar
>> > bukan menjadi jaminan sebuah pemilu menjadi menang, semisal ditahun 2004
>> > lalu dimana pada pemilihan Presiden Megawati berpasangan dengan Hasyim
>> > Muzadi tidak memperoleh suara sesuai dengan jumlah massa NU yang
>> merupakan
>> > suara terbanyak didalam sebuah pemilu, hal ini terjadi karena peranan
>> > Toga/Tokoh Agama setempat tidak dirangkul dengan baik oleh kader partai
>> > dibawahnya, sedang didalam proses pemilu Toga tidak tergantung dengan
>> > pimpinan hierarki agama yang sudah mendukung Mega & Hasyim.
>> > Sayangnya pendekatan ditingkat atas kurang dibarengi dengan di tingkat
>> > bawah, sehingga terjadi miss komunikasi dan adanya pikiran kurang
>> dihargai
>> > di tingkat yang lebih bawah.
>> >
>> > Pemilihan umum baik Pilkada, Legislatif maupun Presiden saat ini memang
>> > lebih banyak menjadi pesta semata, tak heran angka golput menjadi
>> > pilihan
>> > dari beberapa kelompok masyarakat, dan sekali seorang Tomas memilih
>> golput,
>> > secara tidak langsung akan membawa masyarakat di sekitarnya akan menjadi
>> > golput.
>> >
>> > Sedang golput biarpun menjadi pilihan yang tidak melanggar hukum, pada
>> > akhirnya akan membuat masyarakat banyak sadar bahwa golput sebagai salah
>> > satu keputusan karena apatisme dengan situasi politik secara umum yang
>> > berjalan tanpa arah yang jelas.
>> >
>> > Khusus untuk masyarakat yang memilih golput pada dasarnya berwawasan
>> > Nasionalis, karena dari masyarakat agamis pada umumnya sudah mempunyai
>> > pilihan partai politik yang berbasis agama, sehingga partisipan untuk
>> > memilih menjadi tinggi.
>> >
>> > Akhir kata pemilu akbar Legislatif dan Presiden akan berlangsung di
>> > tahun
>> > 2009, semoga partai partai yang sedemikian banyaknya menjadi peserta
>> pemilu
>> > mampu meneruskan visi dan misi partai nya kepada masyarakat pemilih
>> dengan
>> > bahasa awam yang mudah dimengerti oleh masyarakat pemilih, sehingga
>> pemilu
>> > sebagai salah satu syarat berdemokrasi bisa dipahami oleh masyarakat
>> awam.
>> >
>> > sur.
>> > http://indolobby. blogspot. com..
>> >
>> > http://indolobby. blogspot. com
>> >
>> > [Non-text portions of this message have been removed]
>> >
>> > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .
>> yahoo.com
>> >
>> > [Non-text portions of this message have been removed]
>> >
>> >
>> >
>>
>> --
>> Salam, Great Pretender
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>> Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
>> .yahoo.com
>>
>> [Non-text portions of this message have been removed]
>>
>>
>>
>
> --
> Salam, Great Pretender
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>       Get your new Email address!
> Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>


-- 
Salam, Great Pretender

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke