Apakah yang ini juga sama??? Maksudnya sambungan yang ke 19 ??? Memang lebih baik pakai judul seperti ini, tapi lebih baik lagi, setelah nomornya, diberikan nama pengarangnya dalam tanda kurung
Mungkin juga untuk praktisnya boleh hanya judulnya saja seperti sebelumnya, tetapi diakhir ceritanya diberi link ke nomor 1,2,3, dst sehingga para pembaca yang baru tinggal klik saja. Sehingga dengan cara ini, bisa cuma ditulis judulnya Silat-1,2,3... dst Dan dalam nomor 1 nya dilengkapi dengan judul dan nama pengarangnya, dengan begitu, posting cersil anda bisa jadi serial bagi moderatornya dan bisa dibaca selengkapnya meskipun oleh para pembaca yang baru masuk. --- In [email protected], Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dua hari kemudian .. > Kota kecil Liao Tung kelihatan sepi, tak kelihatan lagi keramaian ; dirumah Si Tiga Dewa yang menjadi markas besarnyapun kelihatan lengang sekali seperti tak ada penghuninya; hari itu kelihatan masuk dua orang yang satu tua dan satu lagi sastrawan muda; itulah dia Si Baju Hijau dulu hari dengan si Sastrawan tampak memasuki kota yang lengang itu. Kini Si Baju Hijau sudah tak memakai baju Hijau lagi. Mereka berduapun kelihatan sangat heran melihat keadaan kota Liao Tung yang sangat sepi itu, mereka langsung menuju ke gedung markas Tiga Dewa, dengan hati hati mereka menuju pintu gerbang dan bertemu dengan penjaga pintu yang kelihatan sangat ketakutan. Si orang tengah baya mengatakan ingin menemui Si Tiga Dewa; si penjaga dengan rasa was was mengatakan Tiga tuan itu tak ingin bertemu siapapun hari ini; tapi dua orang itu tetap memaksa ingin masuk; sedang kedua orang itu ngotot keluarlah kepala rumah tangga gedung besar itu; tentu saja dia salah satu murid > tiga Dewa. Begitu melihat siapa yang datang lantas saja dia bersoja; yang dibalas oleh keduanya; dia sedikit menanya keperluan kedua orang itu dengan sangat hormat; dan ketika dia mengetahui maksud kedatangan tua muda ini, maka kepala rumah tangga itu berkata: > "Maaf ,Jiwie memang tamu yang diharapkan bisa datang sebagai sahabat oleh tuan kami bertiga; akan tetapi kali ini Sam Looya sedang dapat halangan besar, tak bisa menerima tamu siapapun juga, maafkan." Dia bersoja sekali lagi tanda secara halus mengusir kedua tamu itu. > "Hehehe, saat ini kami berdua datang ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting; diterima atau tidak tetap kami akan memaksa masuk; dan itu merupakan kepastian." Begitulah Si Tua berkata dengan sangat keren. > Mendengar kata kata yang setengah memaksa itu Si Kepala Rumah Tangga sedikit berobah mukanya, tapi kemudian berkata dengan getir:"Kami sedang mendapat kesulitan, bila Jiwie Sianseng memaksa . Tunggulah sebentar, aku akan tanyakan dulu pada Sam Looya, dan sebutkan Nama besar jiwie serta gelarannya sekalian, akan kusampaikan pada Sam Looya." > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
