--- duke <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya pribadi menyenangi karya Pink Floyd, juga amat menikmati
> Norah Jones secara lagu maupun parasnya ehehee .. Dengan meninjau
> analogi di atas, apakah lantas karya seorang Beethoven bisa 
> berarti punya kemiripan spectrum dengan lolongan anjing depresi 
> tersebut? Maka perlu tinjauan dan pertimbangan yang lebih 
> sistematis dan komprehensif, serta pada akhirnya memerlukan 
> sebuah metodologi dalam kerangka berfikir ilmiah maupun secara 
> filosofis yang antara lain bisa ditemukan dalam aspek keilmuan 
> bernama ethomusikolog.
>
> Meski pada dasarnya musik itu eksak, karena manusia adalah mahluk
> emosional, maka pada tahap yang lebih tinggi telah menuntut nilai
> musik sebagai apresiasi bernilai abstrak. Karena berbeda dengan
> anjing, walaupun sesama hewan mamalia,  musik sebagai salah satu
> aspek seni telah merupakan sarana berhubungan dgn emosi dan 
> memori.
>
> Maka manusia yang 'nyeni' telah memiliki  kemampuan dalam ber
> ekspresi. Baik secara aktif (pelaku seni) maupun pasif (penikmat),
> serta kemampuan yang disebut interpretasi. Konon faktor inilah 
> yang melengkapi manusia sebagai mahluk sempurna : musikalitas.
>

Wow! 

hehe...

Secara seni, beethoven, fredy mercury, roger waters, ataupun doel sumbang, 
punya nuansa lolongan anjing depresi itu. Ini pujian lho. Mereka menunjukkan 
kemampuan menangkap warna alam (anjing) lalu mengekspresikannya dalam bunyi. 
Jadi, setuju sekali kalau kemampuan muskalitas seperti itu dibilang melengkapi 
kemanusiaan mereka sebagai makhluk sempurna. 

Tapi, eksak itu soal lain lagi. Itu soal kemampuan lain dari manusia untuk 
memetakan keindahan, dalam hal ini keindahan bunyi. Pemetaan notasi nada, 
ketukan tempo dst itu jelas sangat membantu, sehingga orang yang minim 
kemampuan musikalitasnya sekalipun bisa ikut merasakan dan membunyikan 
keindahan. 

Jangan lupa, bahkan keindahan yang paling subyektif yaitu: 'perempuan', sudah 
lama bisa dipetakan dengan kemasan berjudul "ukuran vital" :) 

Apalagi di jaman digital sekarang ini, nyaris nggak ada keindahan yang nggak 
bisa dipetakan. Mulai dari bunyi (musik), bentuk (gambar), sampai gabungan 
keindahan bunyi-bentuk-gerak pesawat tempur seperti yang barusan dilaporkan 
habe. 

Dengan kata lain, kesempurnaan manusialah yang membuat sesuatu jadi indah. 
Sebab, kesempurnaan manusia yang terletak di antara dua kuping itulah yang 
membedakan manusia dari makhluk lain. Tanpa adanya akal, mustahil orang bisa 
menyusun nada & irama dari bunyi-bunyian apa adanya seperti di Beatles Barker 
ini misalnya..:) 

http://franklarosa.com/vinyl/Audio/Barkers_LoveMeDo.mp3








      

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke