tanya gepe..

i'm straight dude ...
--- In [email protected], "Yonathan Rahardjo"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> aku lihat di kamar depan ada dua temanku, yang satu tanpa baju yang satu
> duduk di lantai menghadap komputer. yang tanpa baju rebah satu sisi
tubuh di
> atas franjang., persis seorang istri yang setia menunggu suaminya kerja.
> lain waktu aku melihat tiga kawanku di kamar yang lain. dua tanpa
baju dan
> satunya dengan kaos T tergeletak di atas lantai beralasan kasur gulungan
> atau tanpa alas. yang dua orang tanpa baju itu sepertinya sebagai
> laki-laki.; sedang yang satunya tampak seperti wanita. padahal
rambut mereka
> pendek potongan laki-laki semua, dan pakaian mereka juga pakaian
laki-laki.
> anehnya aku merasakan kok mereka seperti pasangan lelaki dengan
perempuan.
> bahkan yang terakhir tadi seperti dua lelaki dengan seorang
perempuan yang
> pakai kaos. aku hanya merasakan sesuatu melihat mereka itu.  apakah
pasangan
> homo dapat dirasakan juga energinya macam itu? rasanya
ya.(yonathanrahardjo)
> 
> Pada 22 November 2008 14:50, hadingrh <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> 
> >   my goshhhh...
> >
> > aku baru nyadar kalo si malley itu homo.
> > :lol lol lol
> >
> > sumprit gw yakin si grepe demen sama si malley
> >
> >
> > --- In [email protected] <proletar%40yahoogroups.com>, ajegile
> > <ajegilelu@> wrote:
> > >
> > >
> > > - lengkapnya: Malley O'Letto.Y
> > >
> > > Setelah gagal tes intelijen tempohari, tokoh kita si Malley yang
> > demen ngeributin hal-hal kecil, bebelit, nyinyir, dan bisanya cuma
> > debat kusir itu tetep nekat pengin jadi agen rahasia.
> > >
> > > Entah gimana ceritanya kali ini si Malley keliatan ngantri di kantor
> > agen rahasia khusus perempuan. Bersama dua perempuan lain Malley harus
> > diuji dulu konsistensinya jadi agen rahasia. Ujian masuk yang sungguh
> > berat, mereka harus membunuh orang tercinta.
> > >
> > > Perempuan pertama dipanggil masuk.
> > >
> > > "Kami harus yakin, apapun situasi yang dihadapi, kalian akan tetap
> > menjalankan perintah," ujar sang instruktur.
> > >
> > > "Nah, di kamar sana ada seseorang yang duduk di kursi. Pura-puranya
> > dia adalah pacarmu dan kamu harus membunuhnya," kata instruktur
> > mengangguk pada asistennya.
> > >
> > > Sang asisten menyodorkan sepucuk pistol. Si perempuan kebingungan.
> > "Kalian gila, mana mungkin saya membunuh pacar saya!"
> > >
> > > "Well," kata si instruktur, "kamu nggak cocok kerja di sini."
> > >
> > > Perempuan kedua dipanggil.
> > >
> > > "Kami harus yakin, apapun situasi yang dihadapi, kalian tetap
> > menjalankan perintah," kata instruktur.
> > >
> > > "Di kamar sana ada seseorang duduk di kursi. Pura-puranya dia
> > suamimu dan kamu harus membunuhnya."
> > >
> > > Asisten menyodorkan pistol. Si perempuan merasa ngeri, tapi diterima
> > juga itu pistol. Ragu-ragu ia berjalan masuk ke kamar kemudian menutup
> > pintunya dengan hati-hati.
> > >
> > > Setelah 5 menit tidak terdengar apapun, pintu kamar terbuka. Si
> > perempuan keluar dengan berlinang airmata. "Saya berusaha menembaknya,
> > tapi saya nggak bisa membunuh suami saya. Kayaknya saya nggak cocok
> > kerja di sini."
> > >
> > > "Okey, jangan memaksakan diri. Pulang dan istirahatlah," bujuk
> > instruktur prihatin.
> > >
> > > Sekarang giliran Malley.
> > >
> > > "Kami harus yakin, apapun situasi yang dihadapi situ tetep jalanin
> > perintah. Di kamar sana ada seseorang duduk di kursi. Pura-puranya dia
> > adalah...suamimu.. Nih pestol, bunuh dia!"
> > >
> > > Tanpa banyak cincong Malley menyambar pistol lalu dengan beringas
> > mendobrak pintu kamar. Belum lagi pintu tertutup, terdengar tembakan
> > bertubi-tubi, lalu suara gaduh gedumbrengan disusul gedebuk krompyang
> > bercampur jerit kesakitan. Suasana seru begitu berlangsung selama
> > beberapa menit sebelum akhirnya sunyi senyap.
> > >
> > > Pintu kamar terbuka pelan. Malley berdiri di sana menyeka keringat.
> > Tidak terlihat pistol di tangannya.
> > >
> > > Sambil melangkah Malley bertanya kalem pada sang instruktur, "Anda
> > tahu yang namanya anjing?"
> > >
> > > Tanpa menunggu jawaban, Malley langsung melengking. "Anda adalah
> > anjing!!! Anda juga adalah bangsat! Dungu seperti bonobo berpantat
> > bebek!!!"
> > >
> > > "Anda nggak bisa tunjukin bukti kalau pistol itu berisi peluru! Saya
> > ulang, pistol itu cuma berisi peluru kosong! Kosong seperti comberan
> > di musim kemaro!" berondong Malley asal ngaco. Dia lalu berhenti dekat
> > jendela. Menyeka mukanya dengan horden.
> > >
> > > "Bagusnya di kamar ada kursi." Malley nyengir. Nadanya menurun.
> > >
> > > "Itulah yang saya gunakan untuk - setiap ada kesempatan -
> > memuncratkan darah orang yang mengaku-ngaku suami saya. Ini adalah
> > cara yang murah. Lebih hemat dari anggaran serdadu mana pun.."
> > >
> > >
> > > [disambung dari
http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/212125]
> > >
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke