- lengkapnya: Malley O'Letto.Y 

Setelah gagal tes intelijen tempohari, tokoh kita si Malley yang demen 
ngeributin hal-hal kecil, bebelit, nyinyir, dan bisanya cuma debat kusir itu 
tetep nekat pengin jadi agen rahasia. 

Entah gimana ceritanya kali ini si Malley keliatan ngantri di kantor agen 
rahasia khusus perempuan. Bersama dua perempuan lain Malley harus diuji dulu 
konsistensinya jadi agen rahasia. Ujian masuk yang sungguh berat, mereka harus 
membunuh orang tercinta. 

Perempuan pertama dipanggil masuk. 

"Kami harus yakin, apapun situasi yang dihadapi, kalian akan tetap menjalankan 
perintah," ujar sang instruktur. 

"Nah, di kamar sana ada seseorang yang duduk di kursi. Pura-puranya dia adalah 
pacarmu dan kamu harus membunuhnya," kata instruktur mengangguk pada 
asistennya. 

Sang asisten menyodorkan sepucuk pistol. Si perempuan kebingungan. "Kalian 
gila, mana mungkin saya membunuh pacar saya!" 

"Well," kata si instruktur, "kamu nggak cocok kerja di sini." 

Perempuan kedua dipanggil. 

"Kami harus yakin, apapun situasi yang dihadapi, kalian tetap menjalankan 
perintah," kata instruktur. 

"Di kamar sana ada seseorang duduk di kursi. Pura-puranya dia suamimu dan kamu 
harus membunuhnya." 

Asisten menyodorkan pistol. Si perempuan merasa ngeri, tapi diterima juga itu 
pistol. Ragu-ragu ia berjalan masuk ke kamar kemudian menutup pintunya dengan 
hati-hati. 

Setelah 5 menit tidak terdengar apapun, pintu kamar terbuka. Si perempuan 
keluar dengan berlinang airmata. "Saya berusaha menembaknya, tapi saya nggak 
bisa membunuh suami saya. Kayaknya saya nggak cocok kerja di sini." 

"Okey, jangan memaksakan diri. Pulang dan istirahatlah," bujuk instruktur 
prihatin. 

Sekarang giliran Malley. 

"Kami harus yakin, apapun situasi yang dihadapi situ tetep jalanin perintah. Di 
kamar sana ada seseorang duduk di kursi. Pura-puranya dia adalah...suamimu.. 
Nih pestol, bunuh dia!" 

Tanpa banyak cincong Malley menyambar pistol lalu dengan beringas mendobrak 
pintu kamar. Belum lagi pintu tertutup, terdengar tembakan bertubi-tubi, lalu 
suara gaduh gedumbrengan disusul gedebuk krompyang bercampur jerit kesakitan. 
Suasana seru begitu berlangsung selama beberapa menit sebelum akhirnya sunyi 
senyap. 

Pintu kamar terbuka pelan. Malley berdiri di sana menyeka keringat. Tidak 
terlihat pistol di tangannya. 

Sambil melangkah Malley bertanya kalem pada sang instruktur, "Anda tahu yang 
namanya anjing?" 

Tanpa menunggu jawaban, Malley langsung melengking. "Anda adalah anjing!!! Anda 
juga adalah bangsat! Dungu seperti bonobo berpantat bebek!!!" 

"Anda nggak bisa tunjukin bukti kalau pistol itu berisi peluru! Saya ulang, 
pistol itu cuma berisi peluru kosong! Kosong seperti comberan di musim kemaro!" 
berondong Malley asal ngaco. Dia lalu berhenti dekat jendela. Menyeka mukanya 
dengan horden. 

"Bagusnya di kamar ada kursi." Malley nyengir. Nadanya menurun. 

"Itulah yang saya gunakan untuk - setiap ada kesempatan - memuncratkan darah 
orang yang mengaku-ngaku suami saya. Ini adalah cara yang murah. Lebih hemat 
dari anggaran serdadu mana pun.." 


[disambung dari http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/212125] 










      

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke