Nggak dong. Si gondrong nggak sempet ngajarin apa-apa. Keburu dikhianati &
dibajak murid-muridnya. Satu-satunya pelajaran yang bisa diambil dari si
gondrong ya cuma kepasrahannya dikhianati, kalau perlu kooperatif
cipika-cipiki, yang diterjemahkan secara ngawur sebagai 'kasih'.
Hasil bajakan yang terlanjur populer dan menguntungkan itu kemudian dibajak
(lagi) sama Romawi yang jualan dengan pedang. Mereka menuntut orang lain
membeli dengan pasrah. Kalau nggak pasrah nanti dicipika. Kalau dicipika, wajib
dicipiki. Harus kooperatif. Kalau melawan, pedang pun bicara. Sampai ke
Kartago.
--- selarasmilis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Penjajahan Islam sampai spanyol,
> tapi jangan salah agama itu mulai dimarketingkan pencetusnya
> adalah yesus sendiri, karena musa sudah membatasi hanya bagi
> warga yahudi, dialah yang menyarankan untuk menyampaikan kabar
> gembira ke seluruh pelosok, sedang mohammad itu banyak belajar
> dari yesus saja.
>
> akan lebih damai jika agama itu individual, tidak untuk
> dimarketingkan.
>
> Konsep memarketingkan agama itulah yang mulai menjadi cikal bakal
> perusakan dan kekejaman dunia.
>
> salam
> wawan
>
> --- "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
------------------------------------
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/