Ah, dipo yang emang nggak begitu waras bilang Indonesia perlu bantu Belanda....
------ Korban Lumpur Lapindo Minta Suaka Politik ke Belanda MAYA SAPUTRI Korban lumpur Lapindo mengancam akan bertahan dan tinggal di pelataran Kedutaan Besar Belanda. Mereka melakukan aksi duduk di pelataran kedubes yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (3/12) siang. Rabu, 3 Desember 2008 | 10:44 WIB JAKARTA, RABU - Korban Lumpur Lapindo gabungan dari Geppres (Gerakan Penegakan Perpres 14 Nomor 2007) dan perwakilan warga dari Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera I (Perumtas I) akan mencari suaka politik ke Kedubes Belanda di bilangan Kuningan, Jakarta, pukul 10.00 WIB, hari ini. "Kami sudah berkali-kali berdialog dengan pihak pemerintah. Terakhir kali kami berdialog dengan Menteri Pekerjaan Umum di kantornya dua minggu yang lalu, Komnasham berkali-kali sudah memfasilitasi pertemuan itu, tapi tak juga ada keseriusan pemerintah untuk menyelesaikan ini," kata pendamping korban Lumpur Lapindo Paring Waluyo Utomo saat dihubungi Rabu (3/12) pagi. Paring mengatakan akan meminta suaka politik ke negara-negara Eropa, karena dinilai Pemerintah sudah angkat tangan dan tak memperhatikan lagi rakyatnya. "Kami pilih negara-negara Eropa karena mereka lebih concern pada persoalan HAM, tadinya kami mau ke kantor perwakilan Uni Eropa, tapi ternyata tidak ada pejabatnya, jadi kami ke Kedubes Belanda. Kalau ke Kedubes Belanda tidak diterima kami akan datangi kedubes Negara-negara Eropa lainnya sampai ada yang menerima," tegas Paring. Sebelumnya, gabungan korban Lpindo yang berjumlah 70 orang itu bertemu dengan Menteri PU Djoko Kirmanto di kantornya, Jalan Pattimura Nomor 22, Jakarta, Selasa minggu lalu pukul 20.00. Menurut Komisioner Subkomisi Mediasi, Syafruddin Ngulma Simeulue, hasil pertemuan tersebut belum menyentuh persoalan konkret para korban. "Menteri hanya mendengarkan keluhan warga bahwa semua hasil kesepakatan baik itu korban di dalam maupun di luar peta terdampak dan di Perum TAS berdasar kesepakatan tanggal 29 Agustus tak jalan di lapangan. Ternyata hasil laporan yang diterima menteri tak sama dengan yang dikeluhkan warga, Menteri PU selaku ketua dewan pengarah BPLS akan menindaklanjuti laporan korban," kata Syaffrudin. Dalam pertemuan itu, Menteri PU juga berjanji pada korban akan melaporkan kejadian tidak sinkronnya kesepakatan dengan apa yang terjadi di lapangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pertemuan itu berakhir dengan kesepakatan informal bahwa korban akan bertemu dengan pejabat BPLS untuk menyerahkan berkas sekaligus menyelesaikan beberapa permasalahan, seperti intimidasi dan pemaksaan oleh pihak tertentu pada warga untuk menerima skema cash and resettlement. Tetapi dikatakan Paring, sampai hari ini belum ada hasil konkret dari pertemuan-demi pertemuan dengan Pemerintah. MYS Dapatkan artikel ini di URL: http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/10445193/korban.lumpur.lapindo.minta.suaka.politik.ke.belanda ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
