Berapa hari lalu Jusfiq yang pengetahuannya cetek itu buru-buru pentang bacot, 
korban lumpur Lapindo minta suaka ke Belanda, katanya. 

Padahal, para korban itu cuma numpang ngungsi ke kedutaan Belanda. 


--- 

Cuma "Numpang Ngungsi", Korban Lapindo Tak Mau Jadi Warga Belanda

Korban lumpur Lapindo mengancam akan bertahan dan tinggal di pelataran
Kedutaan Besar Belanda. Mereka melakukan aksi duduk di pelataran
kedubes yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu
(3/12) siang.

Rabu, 3 Desember 2008 | 13:29 WIB

JAKARTA, RABU - Korban Lapindo Geppres dan perwakilan warga dari
Perumtas I telah menyerahkan sekitar 100 halaman berkas beberapa
perjanjian yang telah dibuat dengan pihak Pemerintah. Data tersebut
diterima oleh Kepala Biro Bagian Politik Kedubes Belanda Paul Ymkers
dan masih akan dipelajari.

"Kami lihat Pemerintah Belanda lebih memerhatikan hak ekonomi sosial
warganya dan kami tak ingin pindah kewarganegaraan, tetapi mau
mengungsi di Kedubes karena tak punya tempat tinggal," kata pendamping
korban Lapindo Paring Waluyo Utomo di depan Kedubes Belanda, Rabu (3/12).

Saat ini, para korban masih menunggu keputusan dari Kedubes Belanda
untuk menerima mereka tinggal di Kedubes Belanda. Menurut Paring,
pihaknya tidak akan meminta pindah kewarganegaraan, tetapi hanya ingin
mengungsi. "Kalau pindah kewarganegaraan ya kita tak bisa ngurus kasus
dengan Bakrie," tuturnya.

"Tadi perwakilan dari Belanda akan mempelajari berkas perjanjian kami
yang tak kunjung ada hasilnya, pihak Kedubes akan membicarakan dengan
pemerintah RI mengenai masalah Lapindo dan permintaan pengungsian
kami," kata Paring.

Secara terpisah, Paring mengatakan, saat ini juga dilakukan pertemuan
antara Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah,
dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Istana Negara. "Melalui pesan
singkat staf Menteri PU yang saya terima, hari ini ada tiga menteri
itu dipanggil Presiden pukul 12.00 WIB terkait penyelesaian Lapindo,
pihak Bakrie juga dipanggil. Tapi kami tetap akan mengungsi di Kedubes
negara mana pun yang menerima kami," tegas Paring. "Kami sementara
tinggal di Kontras hingga hari ini karena memang sudah tak punya
tempat tinggal," sambung Paring.

Hingga berita ini diturunkan, mereka masih bertahan di depan Kedubes
Belanda menunggu kepastian diterima sebagai pengungsi oleh pihak
Kedubes. *

http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/1329120/cuma.numpang. 
ngungsi.korban.lapindo.tak.mau.jadi.warga.belanda 






      

------------------------------------

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke