Dipo ini jelas nggak waras... Ngomong ngaco begini terus.
Inilah yang saya tulis: http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/214982 "Dipo bilang Indonesia yang dedel duwel bantu Belanda yang adalah negeri makmur. Korban lumpur Lapindo Minta Suaka Politik ke Belanda http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/10445193/korban.lumpur.lapindo.minta.s\ uaka.politik.ke.belanda" --- In [email protected], ajegile <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Berapa hari lalu Jusfiq yang pengetahuannya cetek itu buru-buru pentang bacot, korban lumpur Lapindo minta suaka ke Belanda, katanya. > > Padahal, para korban itu cuma numpang ngungsi ke kedutaan Belanda. > > > --- > > Cuma "Numpang Ngungsi", Korban Lapindo Tak Mau Jadi Warga Belanda > > Korban lumpur Lapindo mengancam akan bertahan dan tinggal di pelataran > Kedutaan Besar Belanda. Mereka melakukan aksi duduk di pelataran > kedubes yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu > (3/12) siang. > > Rabu, 3 Desember 2008 | 13:29 WIB > > JAKARTA, RABU - Korban Lapindo Geppres dan perwakilan warga dari > Perumtas I telah menyerahkan sekitar 100 halaman berkas beberapa > perjanjian yang telah dibuat dengan pihak Pemerintah. Data tersebut > diterima oleh Kepala Biro Bagian Politik Kedubes Belanda Paul Ymkers > dan masih akan dipelajari. > > "Kami lihat Pemerintah Belanda lebih memerhatikan hak ekonomi sosial > warganya dan kami tak ingin pindah kewarganegaraan, tetapi mau > mengungsi di Kedubes karena tak punya tempat tinggal," kata pendamping > korban Lapindo Paring Waluyo Utomo di depan Kedubes Belanda, Rabu (3/12). > > Saat ini, para korban masih menunggu keputusan dari Kedubes Belanda > untuk menerima mereka tinggal di Kedubes Belanda. Menurut Paring, > pihaknya tidak akan meminta pindah kewarganegaraan, tetapi hanya ingin > mengungsi. "Kalau pindah kewarganegaraan ya kita tak bisa ngurus kasus > dengan Bakrie," tuturnya. > > "Tadi perwakilan dari Belanda akan mempelajari berkas perjanjian kami > yang tak kunjung ada hasilnya, pihak Kedubes akan membicarakan dengan > pemerintah RI mengenai masalah Lapindo dan permintaan pengungsian > kami," kata Paring. > > Secara terpisah, Paring mengatakan, saat ini juga dilakukan pertemuan > antara Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, > dan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Istana Negara. "Melalui pesan > singkat staf Menteri PU yang saya terima, hari ini ada tiga menteri > itu dipanggil Presiden pukul 12.00 WIB terkait penyelesaian Lapindo, > pihak Bakrie juga dipanggil. Tapi kami tetap akan mengungsi di Kedubes > negara mana pun yang menerima kami," tegas Paring. "Kami sementara > tinggal di Kontras hingga hari ini karena memang sudah tak punya > tempat tinggal," sambung Paring. > > Hingga berita ini diturunkan, mereka masih bertahan di depan Kedubes > Belanda menunggu kepastian diterima sebagai pengungsi oleh pihak > Kedubes. * > > http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/1329120/cuma.numpang. ngungsi.korban.lapindo.tak.mau.jadi.warga.belanda > ------------------------------------ Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
