Sudah terlalu lama Indonesia memandang dirinya lewat kacamata orang lain.
Banyak hal yang dalam tradisi ketimuran berlaku wajar jadi punya arti berbeda
ketika dilihat melalui kacamata bangsa lain, khususnya Barat. Sifat
'kekerabatan' misalnya, dengan gampangnya dianggap sebagai 'persekongkolan'
(KKN) dalam pandangan Barat yang berbudaya individualistik.
Oleh karena itu definisi korupsi harus dipertegas, mana yang korupsi dan mana
yang bukan. Jangan sampai pemberian 'tip' atas jasa digolongkan juga sebagai
korupsi padahal dalam budaya Barat pemberian tip juga menjadi tradisi, terutama
di dunia perhotelan dsk.
Singkatnya, bolehlah sesekali kita pinjam kacamata orang lain untuk melihat
pandangan mereka tentang kita. Kalau ada pandangan yang kurang tepat ya
dijelaskan saja supaya si pemilik kacamata mau melihat persoalan yang
sebenarnya.
Contoh paling parah dari cara pandang Barat ialah soal demokrasi. Kalau tidak
memakai ukuran dan bentuk yang cocok dengan pandangan mereka, bukanlah
demokrasi. Aksi jemur diri (pepe) masyarakat tempo doeloe tidak dihitung
sebagai suara rakyat karena peserta aksi tidak memakai ukuran & bentuk
demokrasi yang dipahami Barat yaitu memilih apa yang ditawarkan panitia. Mereka
juga senang mengatakan bahwa musyawarah itu antidemokrasi, padahal mereka
sendiri menjalankan tradisi lobi & konsultasi.
Jadi, hanya karena tidak mampu memahami ukuran & bentuk yang berbeda maka Barat
menggiring seluruh dunia memakai ukuran & bentuk yang mereka pahami. Dalam hal
demokrasi, seluruh dunia digiring menganut demokrasi yang sama, tunggal.
Katanya demokrasi, tapi harus seragam.
Momen seabad kebangkitan bangsa tahun ini mestinya dimanfaatkan sebaik-baiknya
untuk kembali kepada kerja membangun watak bangsa. Tanpa itu Indonesia tidak
akan pernah menjadi dirinya sendiri. Bahkan tidak berdaya kalau korupsi dicap
sebagai budaya asli Indonesia.
ajeg=
--- bakri arbie <daya...@...> wrote:
>
> Yth Rekan milis,
>
> Hasil studi Geert Hofstede, berdasarkan pengalaman beliau di banyak
> negara di negara berkembang,saat beliau sebagai konsultan di
> perusahaan minyak.
> Power distance menurut Hofstede ini perlu dikaji lebih dalam oleh
> ahli Indonesia.
> Oleh karena parameter PD,Power Distance�ini bisa diubah maka
> korupsi bukanlah budaya Indonesia�saja,tetapi kondisi lingkungan
> yang mempengaruhi terjadinya korupsi.
> Korupsi adalah kelemahan manusia dalam menghadapi kondisi yang
> memudahkan kecenderungan atau adanya katalisator untuk bisa korupsi.
> Tantangan bagi para sosiolog�Indonesia untuk mengkaji
> dan �memikirkan konsep untuk menghilangkan korupsi di Indonesia.
> �
> Salam Hormat,
> Bakri Arbie
>
> --- Rahadian Permadi <rahadia...@...> wrote:
> >
> > Analisis ini kok mirip dengan mereka yang bilang bahwa budaya amuk
> > adalah sifat alami bangsa Malay. Kalau tak salah World Bank pernah
> > dikritik gara-gara berpendapat bahwa masyarakat adat dan metode
> > tradisionalnya menyebabkan kerusakan hutan. Sama halnya dengan para
> > elite yang bicara bahwa masyarakat Indonesia sakit ketika kekerasan
> > terjadi.
> > Capek juga mendengar analisis model begini, yang selalu
> > mengkambinghitamkan budaya, mengedepankan otentisitas budaya, dan
> > membingkai budaya dalam oposisi biner (tradisional versus modern).
> >
> > Jika korupsi dikatakan sebagai budaya 'asli', apakah lantas mereka
> > yang tidak melakukan korupsi patut dipertanyakan ke-Indonesiaan-
> > nya? Selain itu, analisisnya cenderung pesimis dan simplistis,
> > menempatkan persoalan sekompleks korupsi ke dalam kategori
> > otentitas budaya.
> >
> > rahadian
>
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/