Bukan, korupsi bukan kebudayaan Indonesia, bahkan bukan budaya tapi kewajiban Quran seperti zakat, infaq dan sadaqoh itu semuanya merupakan nama lain dari korupsi.
Karena dalam Quran dengan jelas dikatakan bahwa zakat, infaq, dan sadaqoh merupakan kewajiban setiap muslimin untuk menyerahkannya karena dianggap sebagai bagian dari penghasilan yang merupakan harta dibawah kekuasaannya. Contohnya, hasil rampasan orang2 Yahudi dulunya di-bagi2kan nabi Muhammad kepada semua pelaku2 yang ikut merampok para pedagang Yahudi yang lewat. Mulanya harta rampasan ini dikumpulkan untuk diserahkan kepada nabi Muhammad, dan nabi Muhammad inilah yang mendapatkan kekuasaan untuk mem-bagi2kannya. Bahkan, meskipun hasil rampokan ini bukanlah milik nabi Muhammad, namun karena berada dibawah kekuasaannya, nabi berhak menentukan siapa yang mendapatkan bagian yang lebih banyak atau siapa yang harus mendapatkannya lebih sedikit bahkan berhak menentukan siapa yang tidak perlu dibagi. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], ajegile <ajegil...@...> wrote: > > > Sudah terlalu lama Indonesia memandang dirinya lewat kacamata orang lain. Banyak hal yang dalam tradisi ketimuran berlaku wajar jadi punya arti berbeda ketika dilihat melalui kacamata bangsa lain, khususnya Barat. Sifat 'kekerabatan' misalnya, dengan gampangnya dianggap sebagai 'persekongkolan' (KKN) dalam pandangan Barat yang berbudaya individualistik. > > Oleh karena itu definisi korupsi harus dipertegas, mana yang korupsi dan mana yang bukan. Jangan sampai pemberian 'tip' atas jasa digolongkan juga sebagai korupsi padahal dalam budaya Barat pemberian tip juga menjadi tradisi, terutama di dunia perhotelan dsk. > > Singkatnya, bolehlah sesekali kita pinjam kacamata orang lain untuk melihat pandangan mereka tentang kita. Kalau ada pandangan yang kurang tepat ya dijelaskan saja supaya si pemilik kacamata mau melihat persoalan yang sebenarnya. > > Contoh paling parah dari cara pandang Barat ialah soal demokrasi. Kalau tidak memakai ukuran dan bentuk yang cocok dengan pandangan mereka, bukanlah demokrasi. Aksi jemur diri (pepe) masyarakat tempo doeloe tidak dihitung sebagai suara rakyat karena peserta aksi tidak memakai ukuran & bentuk demokrasi yang dipahami Barat yaitu memilih apa yang ditawarkan panitia. Mereka juga senang mengatakan bahwa musyawarah itu antidemokrasi, padahal mereka sendiri menjalankan tradisi lobi & konsultasi. > > Jadi, hanya karena tidak mampu memahami ukuran & bentuk yang berbeda maka Barat menggiring seluruh dunia memakai ukuran & bentuk yang mereka pahami. Dalam hal demokrasi, seluruh dunia digiring menganut demokrasi yang sama, tunggal. Katanya demokrasi, tapi harus seragam. > > Momen seabad kebangkitan bangsa tahun ini mestinya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kembali kepada kerja membangun watak bangsa. Tanpa itu Indonesia tidak akan pernah menjadi dirinya sendiri. Bahkan tidak berdaya kalau korupsi dicap sebagai budaya asli Indonesia. > > ajeg= > > --- bakri arbie <dayatek@> wrote: > > > > Yth Rekan milis, > > > > Hasil studi Geert Hofstede, berdasarkan pengalaman beliau di banyak > > negara di negara berkembang,saat beliau sebagai konsultan di > > perusahaan minyak. > > Power distance menurut Hofstede ini perlu dikaji lebih dalam oleh > > ahli Indonesia. > > Oleh karena parameter PD,Power Distance�ini bisa diubah maka > > korupsi bukanlah budaya Indonesia�saja,tetapi kondisi lingkungan > > yang mempengaruhi terjadinya korupsi. > > Korupsi adalah kelemahan manusia dalam menghadapi kondisi yang > > memudahkan kecenderungan atau adanya katalisator untuk bisa korupsi. > > Tantangan bagi para sosiolog�Indonesia untuk mengkaji > > dan �memikirkan konsep untuk menghilangkan korupsi di Indonesia. > > � > > Salam Hormat, > > Bakri Arbie > > > > --- Rahadian Permadi <rahadian01@> wrote: > > > > > > Analisis ini kok mirip dengan mereka yang bilang bahwa budaya amuk > > > adalah sifat alami bangsa Malay. Kalau tak salah World Bank pernah > > > dikritik gara-gara berpendapat bahwa masyarakat adat dan metode > > > tradisionalnya menyebabkan kerusakan hutan. Sama halnya dengan para > > > elite yang bicara bahwa masyarakat Indonesia sakit ketika kekerasan > > > terjadi. > > > Capek juga mendengar analisis model begini, yang selalu > > > mengkambinghitamkan budaya, mengedepankan otentisitas budaya, dan > > > membingkai budaya dalam oposisi biner (tradisional versus modern). > > > > > > Jika korupsi dikatakan sebagai budaya 'asli', apakah lantas mereka > > > yang tidak melakukan korupsi patut dipertanyakan ke-Indonesiaan- > > > nya? Selain itu, analisisnya cenderung pesimis dan simplistis, > > > menempatkan persoalan sekompleks korupsi ke dalam kategori > > > otentitas budaya. > > > > > > rahadian > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
