Menarik untuk disimak bagaimana Israel dibantu sekutu dan mPek Be Bek 
membuat masyarakat Palestina semakin habis.

sur.
ps.
Mohon di koreksi bila informasi dibawah ini ada yang keliru.
++++++

Sejarah Konflik Palestina - Israel dari Masa ke Masa
Jumat, 02-01-2009 06:45:33 oleh: Anwariansyah
Kanal: Opini
Pada tanggal 1 Januari 2009 ini serangan rezim zionis Israel ke Gaza atas 
bangsa Palestina sudah berlangsung 5 hari (27 Desember 2008). Ratusan orang 
sipil Palestina tewas menggenaskan, sedangkan ratusan lainnya luka-luka. 
Kutukan atas serangan tersebut berdatangan dari berbagai negara, namun 
sayangnya Amerika Serikat ternyata mem-veto resolusi PBB atas serangan 
Israel ke Gaza tersebut

Konflik Palestina - Israel menurut sejarah sudah 31 tahun ketika pada tahun 
1967 Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria dan berhasil merebut Sinai 
dan Jalur Gaza (Mesir), dataran tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan 
Yerussalem (Yordania).. Sampai sekarang perdamaian sepertinya jauh dari 
harapan. Ditambah lagi terjadi ketidaksepakatan tentang masa depan Palestina 
dan hubungannya dengan Israel di antara faksi-faksi di Palestina sendiri. 
Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengingat sekaligus upaya membuka pemahaman 
kita mengenai latar belakang sejarah sebab terjadinya konflik ini.

 2000 SM - 1500 SM
Istri Nabi Ibrahim A.s., Siti Hajar mempunyai anak Nabi Ismail A.s. 
(bapaknya bangsa Arab) dan Siti Sarah mempunyai anak Nabi Ishak A.s. yang 
kemudian mempunyai anak Nabi Ya'qub A.s. alias Israel (Israil, Qur'an). Anak 
keturunannya disebut Bani Israel sebanyak 7 (tujuh) orang. Salah satunya 
bernama Nabi Yusuf A.s. yang ketika kecil dibuang oleh saudara-saudaranya 
yang dengki kepadanya. Nasibnya yang baik membawanya ke tanah Mesir dan 
kemudian dia menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika masa paceklik, Nabi 
Ya'qub 
A.s. beserta saudara-saudara Yusuf bermigrasi ke Mesir. Populasi anak 
keturunan Israel (Nabi Ya'qub A.s.) membesar.

 1550 SM - 1200 SM
Politik di Mesir berubah. Bangsa Israel dianggap sebagai masalah bagi negara 
Mesir. Banyak dari bangsa Israel yang lebih pintar dari orang asli Mesir dan 
menguasai perekonomian. Oleh pemerintah Firaun bangsa Israel diturunkan 
statusnya menjadi budak.

 1200 SM - 1100 SM
Nabi Musa A.s. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di 
gurun Sinai menuju tanah yang dijanjikan, asalkan mereka taat kepada Allah 
Swt - dikenal dengan cerita Nabi Musa A.s. membelah laut ketika bersama 
dengan bangsa Israel dikejar-kejar oleh tentara Mesir menyeberangi Laut 
Merah. Namun saat mereka diperintah untuk memasuki tanah Filistin 
(Palestina), mereka membandel dan berkata: "Hai, Musa, kami sekali-kali 
tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang yang gagah perkasa 
di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu (Tuhanmu), dan 
berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini 
saja." (QS 5:24)
Akibatnya mereka dikutuk oleh Allah Swt dan hanya berputar-putar saja di 
sekitar Palestina. Belakangan agama yang dibawa Nabi Musa A.s. disebut 
Yahudi - menurut salah satu marga dari bangsa Israel yang paling banyak 
keturunannya, yakni Yehuda, dan akhirnya bangsa Israil - tanpa memandang 
warga negara atau tanah airnya - disebut juga orang-orang Yahudi.

1000 SM - 922 SM
Nabi Daud A.s. (anak Nabi Musa A.s.) mengalahkan Goliath (Jalut, Qur'an) 
dari Filistin. Palestina berhasil direbut dan Daud dijadikan raja. Wilayah 
kerajaannya membentang dari tepi sungai Nil hingga sungai Efrat di Iraq. 
Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel Raya seperti 
yang dipimpin raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (sungai Nil 
dan Eufrat) dan Bintang Daud. Kepemimpinan Daud A.s. diteruskan oleh anaknya 
Nabi Sulaiman A.s. dan Masjidil Aqsa pun dibangun.

922 SM - 800 SM
Sepeninggal Sulaiman A.s., Israel dilanda perang saudara yang 
berlarut-larut, hingga akhirnya kerajaan itu terbelah menjadi dua, yakni 
bagian Utara bernama Israel beribukota Samaria dan Selatan bernama Yehuda 
beribukota Yerusalem.

 800 SM - 600 SM
Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah Swt maka kerajaan 
tersebut dihancurkan oleh Allah Swt melalui penyerangan kerajaan Asyiria.
"Sesungguhnya Kami telah mengambil kembali perjanjian dari Bani Israil, dan 
telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang 
rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu 
mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh." 
(QS 5:70)
Hal ini juga bisa dibaca di Injil (Bible) pada Kitab Raja-raja ke-1 14:15 
dan Kitab Raja-raja ke-2 17:18.

600 SM - 500 SM
Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia. Dalam 
Injil Kitab Raja-raja ke-2 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak 
lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di 
Babylonia.

500 SM - 400 SM
Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bangsa Israel kembali ke 
Yerusalem.

330 SM - 322 SM
Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan 
hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa 
resmi Israel, sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani dan 
bukan dalam bahasa Ibrani.

300 SM - 190 SM
Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.

1 - 100 M
Nabi Isa A.s. / Yesus lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan 
penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi (dengan 
ancaman hukuman tertinggi yakni dihukum mati di kayu salib), ajaran Yesus 
sendiri ditolak oleh para Rabbi Yahudi. Namun setelah Isa tiada, bangsa 
Yahudi memberontak terhadap Romawi.

100 - 300
Pemberontakan berulang. Akibatnya Palestina dihancurkan dan dijadikan area 
bebas Yahudi. Mereka dideportasi keluar Palestina dan terdiaspora ke segala 
penjuru imperium Romawi. Namun demikian tetap ada sejumlah kecil pemeluk 
Yahudi yang tetap bertahan di Palestina. Dengan masuknya Islam kemudian, 
serta dipakainya bahasa Arab di dalam kehidupan sehari-hari, mereka lambat 
laun terarabisasi atau bahkan masuk Islam.

313
Pusat kerajaan Romawi dipindah ke Konstantinopel dan agama Kristen dijadikan 
agama negara.

500 - 600
Nabi Muhammad Saw lahir di tahun 571 M. Bangsa Yahudi merembes ke 
semenanjung Arabia (di antaranya di Khaibar dan sekitar Madinah), kemudian 
berimigrasi dalam jumlah besar ke daerah tersebut ketika terjadi perang 
antara Romawi dengan Persia.

621
Nabi Muhammad Saw melakukan perjalanan ruhani Isra' dari masjidil Haram di 
Makkah ke masjidil Aqsa di Palestina dilanjutkan perjalana Mi'raj ke 
Sidrathul Muntaha (langit lapis ke-7). Rasulullah menetapkan Yerusalem 
sebagai kota suci ke-3 ummat Islam, dimana sholat di masjidil Aqsa dinilai 
500 kali dibanding sholat di masjid lain selain masjidil Haram di Makkah dan 
masjid Nabawi di Madinah. Masjidil Aqsa juga menjadi kiblat umat Islam 
sebelum dipindah arahnya ke Ka'bah di masjidil Haram, Makkah.

622
Hijrah Nabi Muhammad Saw ke Madinah dan pendirian negara Islam - yang 
selanjutnya disebut khilafah. Nabi mengadakan perjanjian dengan bangsa 
Yahudi yang menjadi penduduk Madinah dan sekitarnya, yang dikenal dengan 
"Piagam Madinah".

626
Pengkhianatan Yahudi dalam perang Ahzab (perang parit) dan berarti melanggar 
Perjanjian Madinah. Sesuai dengan aturan di dalam kitab Taurat mereka 
sendiri, mereka harus menerima hukuman dibunuh atau diusir.

638
Di bawah pemerintahan Khalifah Umar Ibnu Khattab ra. Seluruh Palestina 
dimerdekakan dari penjajah Romawi. Seterusnya seluruh penduduk Palestina, 
Muslim maupun Non Muslim, hidup aman di bawah pemerintahan khilafah. 
Kebebasan beragama dijamin sepenuhnya.

700 - 1000
Wilayah Islam meluas dari Asia Tengah, Afrika hingga Spanyol. Di dalamnya, 
bangsa Yahudi mendapat peluang ekonomi dan intelektual yang sama. Ada 
beberapa ilmuwan terkenal di dunia Islam yang sesungguhnya adalah orang 
Yahudi.

1076
Yerusalem dikepung oleh tentara salib dari Eropa. Karena pengkhianatan kaum 
munafik (sekte Drusiah yang mengaku Islam tetapi ajarannya sesat), pada 
tahun 1099 M tentara salib berhasil menguasai Yerusalem dan mengangkat 
seorang raja Kristen. Penjajahan ini berlangsung hingga 1187 M sampai 
Salahuddin Al-Ayyubi membebaskannya dan setelah itu ummat Islam yang terlena 
sufisme yang sesat bisa dibangkitkan kembali.

1453
Setelah melalui proses reunifikasi dan revitalisasi wilayah-wilayah khilafah 
yang tercerai berai setelah hancurnya Baghdad oleh tentara Mongol (1258 M), 
khilafah Utsmaniah dibawah Muhammad Fatih menaklukan Konstatinopel, dan 
mewujudkan nubuwwah Rasulullah.

1492
Andalusia sepenuhnya jatuh ke tangan Kristen Spanyol (reconquista). Karena 
cemas suatu saat umat Islam bisa bangkit lagi, maka terjadi pembunuhan, 
pengusiran dan pengkristenan massal. Hal ini tidak cuma diarahkan pada 
Muslim namun juga pada Yahudi. Mereka lari ke wilayah khilafah Utsmaniyah, 
diantaranya ke Bosnia. Pada 1992 Raja Juan Carlos dari Spanyol secara resmi 
meminta maaf kepada pemerintah Israel atas holocaust (pemusnahan etnis) 500 
tahun sebelumnya. (Tapi tidak permintaan maaf kepada umat Islam).

1500 - 1700
Kebangkitan pemikiran di Eropa, munculnya sekularisme (pemisahan agama / 
gereja dengan negara), nasionalisme dan kapitalisme. Mulainya kemajuan 
teknologi moderen di Eropa. Abad penjelajahan samudera dimulai. Mereka 
mencari jalur perdagangan alternatif ke India dan Cina, tanpa melalui 
daerah-daerah Islam. Tapi akhirnya mereka didorong oleh semangat 
kolonialisme dan imperialisme, yakni Gold, Glory dan Gospel. Gold berarti 
mencari kekayaan di tanah jajahan, Glory artinya mencari kemasyuran di atas 
bangsa lain dan Gospel (Injil) artinya menyebarkan agama Kristen ke penjuru 
dunia.

1529
Tentara khilafah berusaha menghentikan arus kolonialisme/imperialisme serta 
membalas reconquista langsung ke jantung Eropa dengan mengepung Wina, namun 
gagal. Tahun 1683 M kepungan diulang, dan gagal lagi. Kegagalan ini terutama 
karena tentara Islam terlalu yakin pada jumlah dan perlengkapannya.
". yaitu ketika kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah 
yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang 
luas itu terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dan 
bercerai-berai." (QS 9:25).

1798
Napoleon berpendapat bahwa bangsa Yahudi bisa diperalat bagi tujuan-tujuan 
Perancis di Timur Tengah. Wilayah itu secara resmi masih di bawah Khilafah.

1831
Untuk mendukung strategi "devide et impera" Perancis mendukung gerakan 
nasionalisme Arab, yakni Muhammad Ali di Mesir dan Pasya Basyir di Libanon. 
Khilafah mulai lemah dirongrong oleh semangat nasionalisme yang menular 
begitu cepat di tanah Arab.

1835
Sekelompok Yahudi membeli tanah di Palestina, dan lalu mendirikan sekolah 
Yahudi pertama di sana. Sponsornya adalah milyuder Yahudi di Inggris, Sir 
Moshe Monteveury, anggota Free Masonry. Ini adalah pertama kalinya sekolah 
berkurikulum asing di wilayah Khilafah.

1838
Inggris membuka konsulat di Yerusalem yang merupakan perwakilan Eropa 
pertama di Palestina.

1849
Kampanye mendorong imigrasi orang Yahudi ke Palestina. Pada masa itu jumlah 
Yahudi di Palestina baru sekitar 12.000 orang. Pada tahun 1948 jumlahnya 
menjadi 716.700 dan pada tahun 1964 sudah hampir 3 juta orang.

1882
Imigrasi besar-besaran orang Yahudi ke Palestina yang berselubung agama, 
simpati dan kemanusiaan bagi penderitaan Yahudi di Eropa saat itu.

1891
Para penduduk Palestina mengirim petisi ke Khalifah, menuntut dilarangnya 
imigrasi besar-besaran ras Yahudi ke Palestina. Sayang saat itu khilafah 
sudah "sakit-sakitan" (dijuluki "the sick man at Bosporus). Dekadensi 
pemikiran meluas, walau Sultan Abdul Hamid sempat membuat terobosan dengan 
memodernisir infrastruktur, termasuk memasang jalur kereta api dari Damaskus 
ke Madinah via Palestina! Sayang, sebelum selesai, Sultan Abdul Hamid 
dipecat oleh Syaikhul Islam (Hakim Agung) yang telah dipegaruhi oleh 
Inggris. Perang Dunia I meletus, dan jalur kereta tersebut dihancurkan.

1897
Theodore Herzl menggelar kongres Zionis sedunia di Basel Swiss. Peserta 
Kongres I Zionis mengeluarkan resolusi, bahwa umat Yahudi tidaklah sekedar 
umat beragama, namun adalah bangsa dengan tekad bulat untuk hidup secara 
berbangsa dan bernegara. Dalam resolusi itu, kaum zionis menuntut tanah air 
bagi umat Yahudi - walaupun secara rahasia - pada "tanah yang bersejarah 
bagi mereka". Sebelumnya Inggris hampir menjanjikan tanah protektorat Uganda 
atau di Amerika Latin ! Di kongres itu, Herzl menyebut, Zionisme adalah 
jawaban bagi "diskriminasi dan penindasan" atas umat Yahudi yang telah 
berlangsung ratusan tahun. Pergerakan ini mengenang kembali bahwa nasib umat 
Yahudi hanya bisa diselesaikan di tangan umat Yahudi sendiri. Di depan 
kongres, Herzl berkata, "Dalam 50 tahun akan ada negara Yahudi !" Apa yang 
direncanakan Herzl menjadi kenyataan pada tahun 1948.

1916
Perjanjian rahasia Sykes - Picot oleh sekutu (Inggris, Perancis, Rusia) 
dibuat saat meletusnya Perang Dunia (PD) I, untuk mencengkeram 
wilayah-wilayah Arab dan Khalifah Utsmaniyah dan membagi-bagi di antara 
mereka. PD I berakhir dengan kemenangan sekutu, Inggris mendapat kontrol 
atas Palestina. Di PD I ini, Yahudi Jerman berkomplot dengan Sekutu untuk 
tujuan mereka sendiri (memiliki pengaruh atau kekuasaan yang lebih besar).

1917
Menlu Inggris keturunan Yahudi, Arthur James Balfour, dalam deklarasi 
Balfour memberitahu pemimpin Zionis Inggris, Lord Rothschild, bahwa Inggris 
akan memperkokoh pemukiman Yahudi di Palestina dalam membantu pembentukan 
tanah air Yahudi. Lima tahun kemudian Liga Bangsa-bangsa (cikal bakal PBB) 
memberi mandat kepada Inggris untuk menguasai Palestina.

1938
Nazi Jerman menganggap bahwa pengkhianatan Yahudi Jerman adalah biang keladi 
kekalahan mereka pada PD I yang telah menghancurkan ekonomi Jerman. Maka 
mereka perlu "penyelesaian terakhir" (endivsung). Ratusan ribu keturunan 
Yahudi dikirim ke kamp konsentrasi atau lari ke luar negeri (terutama ke 
AS). Sebenarnya ada etnis lain serta kaum intelektual yang berbeda politik 
dengan Nazi yang bernasib sama, namun setelah PD II Yahudi lebih berhasil 
menjual ceritanya karena menguasai banyak surat kabar atau kantor-kantor 
berita di dunia.

1944
Partai buruh Inggris yang sedang berkuasa secara terbuka memaparkan politik 
"membiarkan orang-orang Yahudi terus masuk ke Palestina, jika mereka ingin 
jadi mayoritas. Masuknya mereka akan mendorong keluarnya pribumi Arab dari 
sana." Kondisi Palestina pun memanas.

1947
PBB merekomendasikan pemecahan Palestina menjadi dua negara: Arab dan 
Israel.

1948, 14 Mei.
Sehari sebelum habisnya perwalian Inggris di Palestina, para pemukim Yahudi 
memproklamirkan kemerdekaan negara Israel. Mereka melakukan agresi 
bersenjata terhadap rakyat Palestina yang masih lemah, hingga jutaan dari 
mereka terpaksa mengungsi ke Libanon, Yordania, Syria, Mesir dan lain-lain. 
Palestina Refugees menjadi tema dunia. Namun mereka menolak eksistensi 
Palestina dan menganggap mereka telah memajukan areal yang semula kosong dan 
terbelakang. Timbullah perang antara Israel dan negara-negara Arab 
tetangganya. Namun karena para pemimpin Arab sebenarnya ada di bawah 
pengaruh Inggris - lihat Imperialisme Perancis dan Inggris di tanah Arab 
sejak tahun 1798 - maka Israel mudah merebut daerah Arab Palestina yang 
telah ditetapkan PBB.

1948, 2 Desember
Protes keras Liga Arab atas tindakan AS dan sekutunya berupa dorongan dan 
fasilitas yang mereka berikan bagi imigrasi zionis ke Palestina. Pada waktu 
itu, Ikhwanul Muslimin (IM) di bawah Hasan Al-Banna mengirim 10.000 
mujahidin untuk berjihad melawan Israel. Usaha ini kandas bukan karena 
mereka dikalahkan Israel, namun karena Raja Farouk yang korup dari Mesir 
takut bahwa di dalam negeri IM bisa melakukan kudeta, akibatnya tokoh-tokoh 
IM dipenjara atau dihukum mati.

1956, 29 Oktober
Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerang Sinai untuk menguasai terusan 
Suez. Pada kurun waktu ini, militer di Yordania menawarkan baiat ke Hizbut 
Tahrir (salah satu harakah Islam) untuk mendirikan kembali Khilafah. Namun 
Hizbut Tahrir menolak, karena melihat rakyat belum siap.

1964
Para pemimpin Arab membentuk PLO (Palestine Liberation Organization). Dengan 
ini secara resmi, nasib Palestina diserahkan ke pundak bangsa Arab-Palestina 
sendiri, dan tidak lagi urusan umat Islam. Masalah Palestina direduksi 
menjadi persoalan nasional bangsa Palestina.

1967
Israel menyerang Mesir, Yordania dan Syria selama 6 hari dengan dalih 
pencegahan, Israel berhasil merebut Sinai dan Jalur Gaza (Mesir), dataran 
tinggi Golan (Syria), Tepi Barat dan Yerussalem (Yordania). Israel dengan 
mudah menghancurkan angkatan udara musuhnya karena dibantu informasi dari 
CIA (Central Intelligence Agency = Badan Intelijen Pusat milik USA). 
Sementara itu angkatan udara Mesir ragu membalas serangan Israel, karena 
Menteri Pertahanan Mesir ikut terbang dan memerintahkan untuk tidak 
melakukan tembakan selama dia ada di udara.

1967, Nopember
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi Nomor 242, untuk perintah penarikan 
mundur Israel dari wilayah yang direbutnya dalam perang 6 hari, pengakuan 
semua negara di kawasan itu, dan penyelesaian secara adil masalah pengungsi 
Palestina.

1969
Yasser Arafat dari faksi Al-Fatah terpilih sebagai ketua Komite Eksekutif 
PLO dengan markas di Yordania.

1970
Berbagai pembajakan pesawat sebagai publikasi perjuangan rakyat Palestina 
membuat PLO dikecam oleh opini dunia, dan Yordania pun dikucilkan. Karena 
ekonomi Yordania sangat tergantung dari AS, maka akhirnya Raja Husein 
mengusir markas PLO dari Yordania. Dan akhirnya PLO pindah ke Libanon.

1973, 6 Oktober
Mesir dan Syria menyerang pasukan Israel di Sinai dan dataran tinggi Golan 
pada hari puasanya Yahudi Yom Kippur. Pertempuran ini dikenal dengan Perang 
Oktober. Mesir dan Syria hampir menang, kalau Israel tidak tiba-tiba dibantu 
oleh AS. Presiden Mesir Anwar Sadat terpaksa berkompromi, karena dia cuma 
siap untuk melawan Israel, namun tidak siap berhadapan dengan AS. Arab 
membalas kekalahan itu dengan menutup keran minyak. Akibatnya harga minyak 
melonjak pesat.

1973, 22 Oktober
Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi Nomor 338, untuk gencatan senjata, 
pelaksanaan resolusi Nomor 242 dan perundingan damai di Timur Tengah.

1977
Pertimbangan ekonomi (perang telah memboroskan kas negara) membuat Anwar 
Sadat pergi ke Israel tanpa konsultasi dengan Liga Arab. Ia menawarkan 
perdamaian, jika Israel mengembalikan seluruh Sinai. Negara-negara Arab 
merasa dikhianati. Karena langkah politiknya ini, belakangan Anwar Sadat 
dibunuh pada tahun 1982.

1978, September
Mesir dan Israel menandatangani perjanjian Camp David yang diprakarsai AS. 
Perjanjian itu menjanjikan otonomi terbatas kepada rakyat Palestina di 
wilayah-wilayah pendudukan Israel. Sadat dan PM Israel Menachem Begin 
dianugerahi Nobel Perdamaian 1979. namun Israel tetap menolak perundingan 
dengan PLO dan PLO menolak otonomi. Belakangan, otonomi versi Camp David ini 
tidak pernah diwujudkan, demikian juga otonomi versi lainnya. Dan AS sebagai 
pemrakarsanya juga tidak merasa wajib memberi sanksi, bahkan selalu memveto 
resolusi PBB yang tidak menguntungkan pihak Israel.

1980
Israel secara sepihak menyatakan bahwa mulai musim panas 1980 kota 
Yerussalem yang didudukinya itu resmi sebagai ibukota.

1982
Israel menyerang Libanon dan membantai ratusan pengungsi Palestina di Sabra 
dan Shatila. Pelanggaran terhadap batas-batas internasional ini tidak 
berhasil dibawa ke forum PBB karena - lagi-lagi - veto dari AS. Belakangan 
Israel juga dengan enaknya melakukan serangkaian pemboman atas instalasi 
militer dan sipil di Iraq, Libya dan Tunis.

1987
Intifadhah, perlawanan dengan batu oleh orang-orang Palestina yang tinggal 
di daerah pendudukan terhadap tentara Israel mulai meledak. Intifadhah ini 
diprakarsai oleh HAMAS, suatu harakah Islam yang memulai aktivitasnya dengan 
pendidikan dan sosial.

1988, 15 Nopember
Diumumkan berdirinya negara Palestina di Aljiria, ibu kota Aljazair. Dengan 
bentuk negara Republik Parlementer. Ditetapkan bahwa Yerussalem Timur 
sebagai ibukota negara dengan Presiden pertamanya adalah Yasser Arafat.
Setelah Yasser Arafat mangkat kursi presiden diduduki oleh Mahmud Abbas. 
Dewan Nasional Palestina, yang identik dengan Parlemen Palestina 
beranggotakan 500 orang.

1988, Desember
AS membenarkan pembukaan dialog dengan PLO setelah Arafat secara tidak 
langsung mengakui eksistensi Israel dengan menuntut realisasi resolusi PBB 
Nomor 242 pada waktu memproklamirkan Republik Palestina di pengasingan di 
Tunis.

1991, Maret
Yasser Arafat menikahi Suha, seorang wanita Kristen. Sebelumnya Arafat 
selalu mengatakan "menikah dengan revolusi Palestina".

1993, September
PLO - Israel saling mengakui eksistensi masing-masing dan Israel berjanji 
memberikan hak otonomi kepada PLO di daerah pendudukan. Motto Israel adalah 
"land for peace" (tanah untuk perdamaian). Pengakuan itu dikecam keras oleh 
pihak ultra-kanan Israel maupun kelompok di Palestina yang tidak setuju. 
Namun negara-negara Arab (Saudi Arabia, Mesir, Emirat dan Yordania) 
menyambut baik perjanjian itu. Mufti Mesir dan Saudi mengeluarkan "fatwa" 
untuk mendukung perdamaian.
Setelah kekuasaan di daerah pendudukan dialihkan ke PLO, maka sesuai 
perjanjian dengan Israel, PLO harus mengatasi segala aksi-aksi anti Israel. 
Dengan ini maka sebenarnya PLO dijadikan perpanjangan tangan Yahudi.
Yasser Arafat, Yitzak Rabin dan Shimon Peres mendapat Nobel Perdamaian atas 
usahanya tersebut.

1995
Rabin dibunuh oleh Yigar Amir, seorang Yahudi fanatik. Sebelumnya, di 
Hebron, seorang Yahudi fanatik membantai puluhan Muslim yang sedang shalat 
subuh. Hampir tiap orang dewasa di Israel, laki-laki maupun wanita, pernah 
mendapat latihan dan melakukan wajib militer. Gerakan Palestina yang 
menuntut kemerdekaan total menteror ke tengah masyarakat Israel dengan bom 
"bunuh diri". Targetnya, menggagalkan usaha perdamaian yang tidak adil itu. 
Sebenarnya "land for peace" diartikan Israel sebagai "Israel dapat tanah, 
dan Arab Palestina tidak diganggu (bisa hidup damai)."

1996
Pemilu di Israel dimenangkan secara tipis oleh Netanyahu dari partai kanan, 
yang berarti kemenangan Yahudi yang anti perdamaian. Netanyahu mengulur-ulur 
waktu pelaksanaan perjanjian perdamaian. Ia menolak adanya negara Palestina, 
agar Palestina tetap sekedar daerah otonom di dalam Israel. Ia bahkan ingin 
menunggu/menciptakan kontelasi baru (pemukiman Yahudi di daerah pendudukan, 
bila perlu perluasan hingga ke Syria dan Yordania) untuk sama sekali membuat 
perjanjian baru.
AS tidak senang bahwa Israel jalan sendiri di luar garis yang ditetapkannya. 
Namun karena lobby Yahudi di AS terlalu kuat, maka Bill Clinton harus 
memakai agen-agennya di negara-negara Arab untuk "mengingatkan" si "anak 
emasnya" ini. Maka sikap negara-negara Arab tiba-tiba kembali memusuhi 
Israel. Mufti Mesir malah kini memfatwakan jihad terhadap Israel. Sementara 
itu Uni Eropa (terutama Inggris dan Perancis) juga mencoba "aktif" menjadi 
penengah, yang sebenarnya juga hanya untuk kepentingan masing-masing dalam 
rangka menanamkan pengaruhnya di wilayah itu. Mereka juga tidak rela kalau 
AS "jalan sendiri" tanpa bicara dengan Eropa.

2002 - Sampai sekarang
Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan 
oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 
September 2002. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 
"reservasi". Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan 
diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. 
Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan 
menyingkirkan seluruh "kehadiran sipil dan militer yang permanen" di Jalur 
Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana, dan 4 pemumikan di Tepi Barat), 
namun akan "mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan 
mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza, dan akan terus 
melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza." Pemerintah 
Israel berpendapat bahwa "akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim 
bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan," sementara yang lainnya 
berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya 
ialah bahwa Israel "akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok - artinya, 
Penghalang Tepi Barat Israel - dan mempertahankan situasi di Tepi Barat 
seperti adanya sekarang ini"

Di hari kemenangan Partai Kadima pada pemilu tanggal 28 Maret 2006 di 
Israel, Ehud Olmert - yang kemudian diangkat sebagai Perdana Menteri Israel 
menggantikan Ariel Sharon yang berhalangan tetap karena sakit - berpidato. 
Dalam pidato kemenangan partainya, Olmert berjanji untuk menjadikan Israel 
negara yang adil, kuat, damai, dan makmur, menghargai hak-hak kaum 
minoritas, mementingkan pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan serta 
terutama sekali berjuang untuk mencapai perdamaian yang kekal dan pasti 
dengan bangsa Palestina. Olmert menyatakan bahwa sebagaimana Israel bersedia 
berkompromi untuk perdamaian, ia mengharapkan bangsa Palestina pun harus 
fleksibel dengan posisi mereka. Ia menyatakan bahwa bila Otoritas Palestina, 
yang kini dipimpin Hamas, menolak mengakui Negara Israel, maka Israel "akan 
menentukan nasibnya di tangannya sendiri" dan secara langsung menyiratkan 
aksi sepihak. Masa depan pemerintahan koalisi ini sebagian besar tergantung 
pada niat baik partai-partai lain untuk bekerja sama dengan perdana menteri 
yang baru terpilih.

Sementara itu sebelum terjadinya serangan habis-habisan Israel ke Gaza 
(27/12/2008), sudah terjadi serangan-serangan kecil di antara kedua belah 
pihak di sekitar Jalur Gaza, disebabkan Israel menutup tempat-tempat 
penyeberangan atau jalur komersial ke Gaza sehingga pasokan bahan bakar 
minyak terhenti, yang memaksa satu-satunya pusat pembangkit listrik di Jalur 
Gaza tutup.

Sebagai catatan akhir, Perdana Menteri Israel setelah Benjamin Netanyahu 
berutur-turut adalah Ehud Barak, Ariel Sharon, dan yang masih berkuasa di 
Israel dalam penyerangan di Gaza sekarang adalah Ehud Olmert. Sedangkan 4 
faksi utama di Palestina adalah PLO, Al-Fatah, Jihad Islam Palestina (JIP), 
dan yang berkuasa sekarang di Palestina adalah Hamas dengan Perdana 
Menterinya Ismail Haniya. Dan gambar peta (klik di sini) yang menggambarkan 
hilangnya tanah Palestina yang dicaplok oleh Israel sejak tahun 1946 sampai 
dengan tahun 2000. Lihat posisi Gaza yang terjepit di daerah kekuasaan 
Israel.




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke