ruwet memang.. banyak dampak memang dari penerapan otonomi daerah, walaupun tujuan awalnya mulia tapi ternyata banyak juga penyimpangan disini-sono. salahsatu dampaknya adalah membuka kesempatan seluas2nya buat para birokrat di daerah untuk melakukan praktek kkn. dampak positifnya juga pasti ada, dimana dominasi pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah yg telah menghilangkan eksistensi daerah bisa dikurangi. kumaha atuh bingung, kalau efeknya negatif dan positifnya bisa nongol dari konsep yg satu? harus ada lembaga kontrol? yup.. harus ada payung hukum yg tegas thd penyimpangan2? yup.. masyarakat melalui lsm harus ikut serta nyodorin pengembangan potensi daerah? yup..
tapi dari dulu memang sistem politik kita amburadul, sebelum ada desentraliasi-pun sudah amburadul. dan anggota dewan tetep betah melanggengkan sistem politik "keangkuhan". sudah nyadar kalo mrk bisa jadi anggota dewan karena sumbangan suara dari konstituen/rakyat.. tapi setelah jadi anggota dewan, pada lupa tuh ngasih kinerja yg sudah dijanjikan semasa kampanye.. ruwet pan? sama ruwetnya kalo kang sur baca email2nya si grepe.. pan? .. sepertinya memang harus dihajar dgn golput. *sori fren2, bekas rekan kerja, temen sekolahan, temen kuliahan yg skr jadi calon anggota dewan.. kali ini gw bakalan w.o dari pemilu.. lagian, mau hanemunan ke negeri onta --- In [email protected], "gsuryana" <gsury...@...> wrote: > > Politik di Indonesia ntu memang masih mentah, untuk negara maju golput > sampai 50 % masih tidak menjadi masalah karena sistim ketatanegaraannya > sudah berjalan stabil, sedang Indonesia dengan sistim ketatanegaraan yang > masih amburadul ditambah lagi dengan adanya otonomi daerah, membuat semua > menjadi bertambah rumek. > Ryas Rasyid sebagai salah satu pencetus Otonomi Daerah sadar bahwa ternyata > sistim Otonomi Daerah sampai ke tingkat Kotamadya/Kabupaten membuat PNS > tidak bisa berkembang, semisal PNS yang dari Kotamadya akan mengalami > kesulitan untuk ber prestasi maksimal karena jatahnya hanya di tingkat > Kotamadya/Kabupaten melulu, demikian juga dengan tingkat Propinsi dan Pusat, > akibat dari semua ini otomatis membuat parpol yang belum matang menjadikan > bertambah rumek, terutama untuk pilkadal yang mengakibatkan PNS mau tidak > mau ikut berpolitik, karena tanpa ikut berpolitik bisa bisa posisi nya ter > geser ( biarpun tidak dipecat ). > Dengan situasi seperti ini otomatis Masyarakat umum menjadi sengak dengan > Parpol yang tidak mampu mengatasi masalah yang timbul karena memang sistim > ketatanegaraannya yang sudah dibuat amburadul dengan adanya otonomi daerah. > Golput untuk negara berkembang idealnya maksimal 20 %, dan bila sampai > diatas angka tersebut menandakan partai tidak bisa lagi dipercaya. > Dan bila ada pernyataan golput haram, sungguh lebih aneh lagi, lha yang > membuat kelompok golput bukan maunya mereka koq, melainkan memang situasi > dan kondisinya yang menyebalkan, dimana ada dan tiada parpol/legislatif > hasil akhir tetap saja rumek. > > sur. > ----- Original Message ----- > From: "hadingrh" <hadin...@...> > > > > > --- In [email protected], ajegile <ajegilelu@> wrote: > >> > >> > >> Nimbrung lagi juga > >> > >> --- Ignas Iryanto <ignas_iryanto@> wrote: > >> > >> > > >> > Soalnya adalah apakah Golput memiliki kekuatan mengubah ????? > >> > > >> > Saya tidak yakin !!!! > >> > > > > kalo gelagatnya seperti sekarang.. > > yg jauh2 hari partai politik seperti kepanasan masalahin golput.. > > maka jawabannya.. yuup.. golput mempunyai kekuatan mengubah.. > > biar sadar bahwa mereka harus berubah.. > > biar sadar bahwa produk perundang2an politik juga harus (makin) berubah. > > > > karena kita sudah jengah dgn janji palsu selama kampanye dan kinerja > > anggota dpr yg ... ck ... kebanyakan payah > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
