Jelas anda berpendidikan rendah. Tidak bisa membedakan tergantung dan 
disituasikan tergantung. Mari ambil contoh kasus diri anda sendiri. Anda 
miskin, tidak punya kerjaan, dan impoten. Kekayaan anda sudah lebih dulu 
dirampas oleh saingan anda --misalnya. Oleh siperampok itu kekayaan anda itu 
digunakannya untuk meningkatkan keunggulannya disegala bidang, dia sekolah 
tinggi2, dia produksi senjata2 canggih untuk mengemplabgi anda kalau2 anda 
melawan; dia kuasai resources2 yg penting, termasuk teknologi dan pasar.  Anda 
akhirnya tergantung secara struktural pada perampok itu. Apapun yg akan anda 
lakukan, anda harus berhadapan dan berhubungan dengan kekuatannya yg 
menghegemoni itu. Perampok itulah antara lain Belanda.  Dan harus dicatat, si 
perampok itu bisa begitu setelah menguras kekayaan anda. 

--- Pada Kam, 15/7/10, utusan.allah <[email protected]> menulis:

Dari: utusan.allah <[email protected]>
Judul: Bls: [proletar] Re: Warga Keluhkan Listrik yang Kerap Padam + Giliran 
Amuk Rakya
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 15 Juli, 2010, 8:37 PM







 



  


    
      
      
      

Salah orang Indonesia sendiri, kenapa terus tergantung.



60 tahun sesudah merdeka masih asyik saling bebunuhan.



Politisinya hingga hari ini masih saja bedebah.



Lihat Singapura, lihat Malaysia..

 

Mereka maju.



--- In [email protected], PAREWA <parew...@...> wrote:

>

> Awalnya digarong belanda dan konco2 kapitalisnya. Kekayaan itu dibawa 
> kenegaranya masing2, jadi makmur, berhasil membangun semua aspek. Sebaliknya 
> kemiskinan berputar2 dinegara2 jajahan yang akhirnya juga terjebak dalam 
> situasi ketergantungan terus menerus pada negara2 penggarong --yg ingat sudah 
> terlebih awal mengakumulasikan keunggulannya di berbagai aspek penting. 

> 

> --- Pada Kam, 15/7/10, utusan.allah <kesayangan.al...@...> menulis:

> 

> Dari: utusan.allah <kesayangan.al...@...>

> Judul: Bls: [proletar] Re: Warga Keluhkan Listrik yang Kerap Padam + Giliran 
> Amuk Rakya

> Kepada: [email protected]

> Tanggal: Kamis, 15 Juli, 2010, 6:56 PM

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> Â 

> 

> 

> 

>   

> 

> 

>     

>       

>       

>       

> 

> Lagian, kekayaan alam itu lebih sering merupakan "kutukan"..

> 

> 

> 

> Kecuali negeri seperti Australia atau Norwegia maka negeri yang mempunya 
> kekayaan alam itu terutama ya seperti Congo, Nigeria, Gabon, Indonesia...

> 

> 

> 

> Yang sering terjadi adalah bahwa para pemiminn negeri yang punya kekayaan 
> alam itu jadi penggarong khasanah negaranya..

> 

> 

> 

> --- In [email protected], "wawan" <selarasmilis@> wrote:

> 

> >

> 

> > 

> 

> > saya pernah baca di suatu artikel...

> 

> > bahwa belanda di Indie sebelumnya sempat frustasi, karena tanah Indie yang 
> > dianggap "sorga" itu tak seperti/tak sekaya sesuai perkiraan sebelumnya...

> 

> > 

> 

> > 

> 

> > 

> 

> > --- In [email protected], "utusan.allah" <kesayangan.allah@> wrote:

> 

> > >

> 

> > > 

> 

> > > Sedeng.

> 

> > > 

> 

> > > Belanda udah bangkrut setelah perang dunia ke II

> 

> > >

> 

> >

> 

> 

> 

> 

> 

>     

>      

> 

>     

>     

> 

> 

>  

> 

> 

> 

>   

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke