Golongan yg begitu sudah ada namanya yaitu Munafikun.Cirinya sukak mbohongin misal ngaku IAIN tapi suruh nyebutkan buku2 nya waktu kuliah dan nama pengarangnya gak becus.
Shalom, Tawangalun. --- In [email protected], "muskitawati" <muskitaw...@...> wrote: > > Beragama Tak Harus Percaya > > Banyak umat beragama terperosok kepada ajarannya se-olah2 untuk beragama kita > harus percaya Tuhannya yang begini dan begitu. > > Beragama itu intinya adalah bersosialisi dalam tradisi yang unik, sama sekali > tidak ada kewajiban mempercayainya. > > Memang ajaran agama masing2 maunya kita dipaksa percaya, tapi namanya manusia > yang berotak mana bisa dipaksa mempercayai sesuatu yang dia tahu memang > enggak ada ???? > > Apalagi, kepercayaan seseorang itu pun mustahil bisa dibuktikan, darimana > anda tahu bahwa seseorang itu mempercayai sesuatu kalo bukan cuma > pengakuannya saja ??? > > Hanya dalam lingkungan agama Islam saja anda bisa menemukan kata2 takabur > ini, mereka suka mengatakan "kalo enggak percaya, jangan ngaku2 Islam dong". > Mereka pikir ngaku Islam itu merupakan copyright mereka sendiri yang berhak > menentukannya. > > > "ndeboost" <rambitesemak@> wrote: > > Katanya ente beragama Islam. > > Gimana sih kok beragama ga percaya > > kepada yang ga ada? > > > > Akibat diracuni kepercayaan, otak anda jadi gobloknya luar biasa. Beragama > itu bukan berarti percaya, tapi berarti berbudaya atau bertradisi. > > Kalo saya hobby nonton Superman jangan diartikan saya percaya adanya > Superman, karena meskipun saya senang sekali dengan filem ini tapi saya > enggak percaya ada manusia bisa terbang seperti Superman, biarpun bukti2 > filemnya jelas ada. > > Lalu apa bedanya, saya beragama Islam juga sama dengan ber-pesta2 diwaktu > lebaran, makan banyak waktu buka puasa, sama sekali jangan dihubungkan bahwa > saya harus percaya adanya Allah. > > Anda tetap beragama Islam meskipun tidak percaya adanya Allah, tidak > melakukan shalat 5 waktu, bahkan tidak bisa berbahasa Arab. > > Begitulah, aturan2 yang kebanyakan diajarin oleh ulama sama sekali salah, > sama sekali tidak benar. Mereka mengatakan bahwa sebagai muslimin harus > begini dan begitu, padahal juga harus berbahasa Arab yang oleh mereka sengaja > disembunyikan. > > Menjadi muslimin kalo enggak bisa bahasa Arab janganlah mengaku muslimin, dan > itulah ajaran Islam yang sebenarnya, karena setiap muslimin harus bisa > membaca dan mengerti AlQuran, dan harus dari AlQuran yang berbahasa Arab. > Artinya kalo enggak bisa bahasa Arab sama saja bukan muslimin enggak ada > excuse. > > Lalu kalo bahasa Arab anda anggap enggak wajib, apa bedanya shalat 5 waktu > juga boleh dianggap enggak wajib, percaya Allah juga enggak wajib, > mempersekutukan Allah juga boleh tapi enggak wajib. > > Makanya, mikirlah, berpikirlah dengan akal yang sehat, bukan akal2an yang > penuh tipu daya seperti yang diajarkan AlQuran dalam AlTaqya. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
