--- In [email protected], "kim" <kim3h...@...> wrote: > > --- In [email protected], "blubps" <blubps@> wrote: > > > > 6. kalo liat orang2 islam bikin onar dan makar sambil tereak2 allahu akbar: > > >astaghfirullahal'adziim.... > > blub! > > Sulit amat nulisnya blup. Lebih ringkas sih " astaga ! " >
"astaga" mang lebih ringkes, tapi ntar gak memenuhi selera "apik" Pak Tawang, dong.... > Kamu sbg prempuan yang hidup dilingkungan negara Islam > spt begitu, apa tidak terasa beban yg berat gitu soal kehidupan > perempuan disana heh ? > Banyak penulis perempuan yang lagi berontak soal Islam di > apakabar@ ; beban pasti terasa sekali buat perempuan2, terutama yang kesadaran akan kemerdekaannya berbeda dengan tingkat kesadaran masyarakatnya (mainstream). dan beban yang terpaksa disandang oleh para perempuan ini tidak selalu sama beratnya. perempuan2 muslim bisa jadi mendapat beban yang berbeda dengan perempuan nonmuslim di dalam sebuah masyarakat yang sama. perempuan yang tinggal di kota metropolitan (jakarta bagian kota-nya, misal) jelas mengalami tekanan moral dan sosial yang berbeda dengan perempuan2 yang tinggal di pinggiran jakarta. sama2 tinggal di kampung di daerah, perempuan yang tinggal di kampung santri akan merasakan beban yang beda lagi dengan perempuan yang tinggal di kampung abangan. sama2 tinggal di kampung santri, perempuan yang tinggal di kampung santri yang latar belakang masyarakatnya agraris beda dengan yang masrakatnya berlatar belakang maritim (daerah pesisir). sama2 tinggal di daerah yang karakteristik sosial masyarakatnya sama, perempuan yang tinggal di daerah yang berperda syariah akan mengalami tekanan yang jelas berbeda dengan perempuan yang tinggal di daerah bebas perda syariah. barangkali persamaannya adalah perempuan tidak memiliki kemerdekaan atas tubuh dan seksualitasnya sendiri. sebagai sama2 manusia, manusia laki2 (juga agama dan negara yang "maskulin" sebagai representasi laki2) suka merasa berhak dan karena itu hobi memaksakan kehendak untuk mengatur dan mengontrol tubuh dan seksualitas perempuan, dengan sanksi2: stigmatisasi, diskriminasi, ... hingga eksklusi. > kalo saya sih sebage laki, gak begitu disorot > banget baek itu cara berpakean ataupun tingkah laku. Malahan > sebage laki, ada perasaan di anak emas-kan daripada nasib > prempuan. > > okeh ? > ha2! ya iyyalah.... blub! ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
