Tak salah jika ada kalimat berikut ini “ Awal beragama adalah mengenal Tuhan “.

Lha memang banyak di kehidupan sehari-hari manusia yang belum kenal Tuhannya
dengan baik. Hanya sekedar ikut/manut melihat dari banyaknya jumlah secara
kuantitas saja. 
Sehingga banyak yang merasa telah beragama dengan baik dan saling menyalahkan
satu dengan lainnya dan bahkan tidak jangan malah mengintimidasi pengikut agama
yang mungkin jumlah pemeluknya sedikit..

Hanya berprinsip banyak sudah pasti benar, sedikit sudah pasti salah.
Padahal tidak demikian adanya. Justru sedikit belum tentu salah, banyak belum
tentulah benar.

Dalam setiap Agama (dalam tanda kutip) pastilah adalah aturan-aturan main yang 
ber-
laku yang bertujuan untuk dapat sampai tujuannya yaitu mengenal Tuhannya dan
menjadi manusia yang mempunyai akhlak/pribadi/perilaku yang baik, santun, bijak
serta mengerti apa tujuan hidup didunia ini.
Adapun seluruh aturan itu jika dilakukan/dijalankan dengan se-benar²-nya 
kesadaran
dan bertanggung jawab pasti tujuan itu tercapai.

Jika aturan main tersebut hanya sekedar dilakukan dalam bentuk hanya melakukan
saja sekedar memutus kewajiban yang berlaku, terpaksa dan terkadang disertai 
rasa
takut  pastilah tujuannya juga tidak dapat terwujud
Makin banyak pemuka agama yang mengajarkan untuk beribadah dengan cara
menakut-nakuti nanti mendapat balasan neraka.

Dan tidak sedikit juga yang mengajarkan untuk beribadah dengan cara memaksa
bahkan sampai dipukul atau dihukum.
Sehingga kewajiban yang seharusnya dilakukan dengan penuh keikhlasan seperti
halnya saat kita menghirup udara yang menjadi kebutuhan.


"Jadikanlah ibadah sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban.."

Karena Tuhan juga telah menginformasikan kepada kita…
“Jikalau seluruh manusia tiada yang menyembah kepadaKU tiadalah mengurangi
sedikitpun ke-SUCIKU, ke-ESAAN-KU….”

Karena TUHAN tidak butuh disembah… diagungkan…. Dsb.

5 pilar didalam aturan/tahapan/anjuran didalam islam yang terkenal adalah 
bersya-
hadat, sholat, shaum/puasa, zakat/sedekah/infaq dan berhaji adalah cara-cara
yang ada yang bertujuan agar memudahkan tercapainya tujuan besar tersebut.

Syahadat/komitmen absolut adalah awal tahap dalam tanda kutip “AGAMA ISLAM”.
Syahadat adalah pondasi awal dalam islam setelah ujud dari rasa “IMAN”.
Dalam iman terdapat mata rantai sesuatu yang jauh di luar akal manusia.
Komitmen absolut yang terucap dari lisan/bibir/mulut seorang manusia yang telah
yakin tentang adanya TUHAN dan adanya seorang utusan Tuhan.

Jika seorang manusia yang telah benar-benar yakin tentang adanya TUHAN dan
mengerti akan ujud dari diri yang telah sadar/melek dalam tahapan kerohanian,
pastilah akan menjadi manusia yang banyak memberi manfaat, santun, jujur, dll. 
Dan ketika manusia itu berbicara, bertindak dan berfikir/rasa pastilah menjadi 
satu
kesatuan kesejatian diri.

Sehingga apapun yang dilakukan di kehidupannya baik untuk diri sendiri, 
keluarga,
masyarakat bahkan bernegara adalah bentuk suatu ibadah yang dilandasi semata-
mata karena TUHAN-nya bukan karena EGO-nya.

Jika Syahadat/komitmen absolut masih belum mampu mewujudkan hal tersebut
diatas, maka ada satu alat lagi yang dapat dilakukan yaitu SHOLAT.

Sholat
Sholat dalam arti yang luas adalah DOA.
Sholat dalam arti yang khusus adalah berkomunikasi dengan TUHAN-nya dimana
terdapat gerakan-gerakan tertentu yang jika di lakukan dengan benar dan sungguh-
sungguh sholat itu dapat membentu pribadi-pribadi yang dalam mewujudkan tujuan
sesungguhnya.

Sholat adalah bentuk ritual berupa gerakan yang di mulai dari takbir, ruku, 
sujud
sampai dengan salam.
Sholat adalah suatu gerakan untuk menyelaraskan kembali, dimana saat posisi
berdiri kita menempatkan otak/pikiran diatas hati.
Pada saat ruku kita menempatkan otak/pikiran sejajar dengan hati.
Pada saat sujud kita menempatkan otak/pikran dibawah dari hati, pada saat itulah
kita meletakkan hati diatas segala-galanya.

Untuk kenal dan dekat dengan TUHAN kita di haruskan menempatkan HATI
lebih tinggi dari otak/pikiran.
Sehingga tak salah jika TUHAN tidak membeda-bedakan manusia baik itu dari suku,
ras, golongan atau agama tetapi dari seberapa tinggi kadar IMAN yang di ujungnya
atau puncak tertinggi adalah menjadi MANUSIA yang BERTAQWA.
Sholat bertujuan menjadikan manusia untuk tidak berbuat keji dan mungkar.
Keji adalah perbuatan yang dapat merugikan orang lain seperti mencuri, 
memperalat
orang lain, menindas, memfitnah, memukul, membunuh dll.

Mungkar adalah perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dengan menggantungkan
hidup kepada manusia lain, harta benda, kedudukan, kekuasaan bukan kpd TUHAN.
Tapi dalam kesehariannya dan sampai hari ini banyak orang yang melakukan ritual
sholat tetapi apa dari tujuan sholat itu tidak tercapai.

Sangat ironis memang jika ada manusia yang rajin sholat/ tukang sholat yang 
perilaku
kesehariannya tidak terwujud.
Sedangkan didalam kitabnya sendiri ada tertulis “ Celakalah orang-orang yang 
lalai
dalam sholat “
Lalai bukan berarti tidak melaksanakan, tetapi melakukan sholat dan tidak 
tercermin/
refleksi ujud dalam kesehariannya dan berperilaku seperti orang yang tidak kenal
TUHAN-nya.

TUHAN hanya sekedar diagung-agungkan/dibesar-besarkan secara lisan bahkan
kalau perlu dengan cara berteriak-teriak dengan sangat keras.

Jika ada yang tidak senang dengan cara demikian orang yang tidak senang harus
dipukul/gebuki dan kalau perlu dibunuh.
TUHAN tidak perlu pembelaan/dilindungi agar DIA tetap hidup, suci dari 
mahkluknya
yang bernama manusia.
Justru manusialah yang harusnya memintakan pembelaan, perlindungan,
penghidupan dll kepada TUHAN-nya.

"Terkadang kita suka lupa atau pura-pura bego apa…."

Saat kita mengucapkan TUHAN maha besar, saat di Tanya sebesar apa….
Ya kok diam...??
Bagaimana dengan retorika yang diucapkannya tapi saat ditanya tidak tahu..
dan jawabnya .." Ya pokonya besar..."

Untuk mengetahui sesuatu itu lebih besar dari yang lainnya, berarti kita harus
membandingkan yang satu dengan yang lain.
Dan kita harus bisa lepas dari salah satu objek tersebut sehingga kita dapat
melihat, dan  memperbandingkan atau kalau perlu menghitungnya dengan
satuan-satuan yang telah kita sepakati bersama.

Tetapi jika kita sendiri tidak mampu keluar dari salah satu objek, bagaimana
bisa kita membandingkan dengan yang lainnya.
Bahkan jika objek tersebut terlalu besar bahkan tanpa disadari kita sendiri
bagian dalam skala yang sangat kecil … untuk bisa dianggap sebagai satuan
terkecilpun sudah diluarnya apakah sanggup kita keluar dari objek
yang kita tempati….

Aneh ya… kalau masih ada manusia yang menganggap TUHAN itu jauh
dan tak terjangkau…
Tak salah jika ada informasi seperti ini “ Katakan, sesungguhnya aku ini dekat
bahkan lebih dekat dari urat leher “.
Suatu pernyataan yang terdengar mustahil/aneh/tidak mungkin atau bahkan gila.

Suatu pernyataan dalam bentuk kiasan/tersirat atau memang benar-benar apa 
adanya.
Salah jika kita menganggap TUHAN itu jauh, tak terjangkau sehingga saat kita 
berdoa
haruslah menghadapkan wajah kita keatas/mendongak untuk dapat melihat TUHAN
atau menjangkaunya.
Salah jika kita menganggap TUHAN itu dekat dan terjangkau karena toh selama ini
kita tidak dapat melihat, mendengar, bahkan menyentuhnya…. 

Karena itu semua tidaklah dapat kita jangkau jika hanya menggunakan kelima indra
yang ada dan melekat pada setiap diri manusia, tetapi dengan kelima indra yang
adapun kita dapat mengetahui bahwa TUHAN itu ada dengan apa-apa yang telah
TUHAN berikan.
Sulit atau mudah adalah pilihan, dan tiap pilihan ada bentuk konsekuensinya
masing-masing tho...

"Puasa/shaum"

inti dari berpuasa/shaum adalah bukan hanya sekedar tidak makan dan minum saja
dalam rentang waktu tertentu, tetapi lebih dari sekedar itu.
Berpuasa makan dan minum adalah suatu refleksi dimana proses makan dan minum
melalui satu tempat tertentu yaitu mulut.

Mulut disimbolkan/perlambang sebagai segala sesuatu tentang proses yang diterima
dan diolah agar semua yang masuk dapat dimanfaat dgn sebaik-baiknya oleh tubuh 
ini.
Mulut adalah simbol dari segala keinginan, ketamakan, kerakusan dalam diri 
manusia
Sejatinya berpuasa adalah menilai/menghitung/memahami segala sesuatu yang 
diterima
apakah manfaat atau tidak.

Puncaknya adalah tercapainya suatu keadaan dimana terciptanya proses kehidupan
yang baik/harmonis/sesuai kadarnya sehingga setiap diri menilai sesuai batas 
kadar
yang dimiliki/diterimanya tdk berlebihan, dan membawa manfaat atau tidak bagi 
dirinya,
sekitar atau bahkan dalam cakupan yang lebih luas lagi.
Jika tercapai maka proses selanjutnya adalah saling memberi/saling berbagi/zakat
atau apalah namanya.

Akhir dari rangkaian semua itu adalah pencapaian tertinggi bertemu dgn 
TUHAN-nya/
bersama dengan TUHAN-nya/tercapai pencerahan diri yang merefleksikan suatu
kebaikan buat seluruh umat manusia terlepas dari pengkotak-kotakan.

" Zakat "

Zakat yang dapat diartikan secara luas adalah tumbuh, berkembang dan berkah 
dapat
pula dikatakan membersihkan atau mensucikan.
Sedangkan dalam makna syariah adalah kewajiban atas harta atau kewajiban atas
sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Saat proses shaum itu tercapai maka akan dengan mudah untuk saling berbagi
atau tolong menolong.
Sehingga kalimat yang tepat adalah tumbuh, berkembang, bukan dalam arti 
berkembang
harta benda atau kekayaan tetapi makna kekayaan yang sesungguhnya adalah 
kekayaan
hati untuk bisa melepas sesuatu yang berharga yang dimilikinya.

Tidak mudah untuk hati bisa melepas/memberi dengan ikhlas apa-apa yang telah 
kita
miliki dengan penuh perjuangan keringat dan air mata bahkan tidak tertutup 
kemung-
kinan penuh dengan darah untuk mendapatkannnya.

Saat kita sedikit demi sedikit bisa memberikan apa-apa yang kita miliki, maka 
saat
yang bersamaan kita telah menghilangkan segala kotoran yang ada dihati.

Sehingga ketika Hati tumbuh dengan pesat diharapkan dapat dengan mudah untuk
memahami tentang kebesaran, kesucian, keagungan dari TUHAN-nya karena hatinya
telah bersih dari segala kotoran yang menghalangi proses menerima 
pelajaran/makna/pemahaman tentang TUHAN.

HAJI

Haji yang berarti : menyengaja/menuju/mengunjungi.

Dalam artian syariah adalah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk
melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula yaitu Ka'bah(tawaf) dan
Mas'a(tempat sa'i), Arafah(wukuf), Muzdalifah, dan Mina

Baitullah adalah pemaknaan dari tempat suci atau rumah TUHAN.

Bukankah setiap diri manusia terdapat HATI dimana hati adalah tempat
bersemayamnya TUHAN atau bisa dikatakan adalah RUMAH TUHAN juga.

Pemaknaan dari kiblat di dalam ritual sholat adalah suatu bentuk arahan untuk
menyembah TUHAN, disitulah TUHAN layak untuk disembah.
Sehingga saat umat islam dalam sholat diharuskan untuk menghadapkan wajahnya
kearah kiblat yaitu RUMAH TUHAN barulah sudah bisa dikatakan ia telah SHOLAT.
"Ke mana saja kamu memandang, di situ ada Wajah Allah"

Sehingga suatu bentuk pemaknaan yang sebenarnya adalah Menyembah TUHAN
haruslah mengarah kepada HATI  karena HATI adalah Rumah Tuhan atau Kiblat
dari penyembahan kepada TUHAN yang sesungguhnya.
Bukankah saat kita sholat kita telah mengunjungi Baitullah/Rumah Tuhan?.

Saat hati sudah dekat dengan TUHAN, maka apapun yang dilakukan telah
sesuai dengan fitrahnya manusia seperti saat tawaf di Kabah(Rumah TUHAN).
Bergerak menurut/sesuai dengan sang maha kehendak, menuju kepada satu-
satunya yang maha ESA/SATU.

Sa’I adalah simbol dari suatu proses perjalanan hidup yang harus dijalani
oleh manusia  dengan pilihan-pilihan yang dirasa oleh manusia baik atau
sesuai dengan kebutuhan/keinginan dsb.
Simbol suatu perjuangan manusia didalam kehidupannya untuk bisa
memahami arti hidup yang sesungguhnya sehingga mencapai tahapan
tertinggi berjumpa dengan TUHAN-nya.

Wukuf adalah mengasingkan diri atau mengantarkan diri ke suatu
“panggung replika” padang Masyhar 

Proses untuk memahami bentuk kehidupan yang dijalani dengan cara
mangasingkan diri, atau keluar dari segala bentuk keinginan/kemauan
kepada sesuatu yang baik,besar,suci,benar yaitu TUHAN.
Sholat juga refleksi dari mengasingkan diri untuk mendekatkan diri
kepada TUHAN-nya.

Sehingga dalam berhaji, dikatakan orang telah haji jika melakukan
wukuf/mengasingkan diri/berdiam diri/proses menghitung ada saja
yang telah dilakukan buruk atau baik.
Proses inilah proses tertinggi dari penyembahan kepada TUHAN
sehingga saat ini telah dilakukan diharapkan/terwujud kembali fitrah
manusia yang sesungguhnya.

Zihad

Zihad yang dapat diartikan kedalam tata bahasa Indonesia yang
benar adalah bersungguh-sungguh/fokus/tetap/stabil. 
Zihad bukan bermakna perang/pembunuhan/war dll, sehingga saat
terdengar kata zihad selalu yang yang terpikir adalah berperang.

Banyak memang yang salah/kurang pas dalam mentafsirkan/men-
jelaskan kalimat tersebut, karena kata zihad sendiri kerap terdengar
disaat momentum untuk berperang.
Sehingga banyak pihak yang mencap/identitas/ciri bahwa islam
adalah suatu agama yang membolehkan utk berperang (agama perang).

Wajar memang jika hal tersebut terbentuk/terpola karena hingga saat ini
banyak dari Islam sendiri yang seakan-akan perang itu jalan terbaik.

Saat seseorang bekerja, belajar, atau dalam melakukan apapun itu baik
untuk kebaikan atau keburukan jika dilakukan/usahakan dengan sungguh-
sungguh, sesungguhnya orang tersebut dapat di katakana berjihad.

Tiadalah hasil yang dapat dicapai tanpa kita bersungguh-sungguh untuk
mengusahakannya.
Apapun yang kita kerjakan… hasil akan sesuai dengan, tidak mungkin jika
kita bekerja dengan malas, tidak hati-hati, dapat menghasilkan sesuai yang
sangat besar.

Terkadang kita sudah menempatkan sesuatu yang tidak sesuai, sudah banyak
manusia yang berpikir sesuai dengan teori ekonomi yaitu dengan modal sedikit
mendapat hasil yang banyak.
Sehingga timbullah penindasan terhadap sesama manusia lain demi untuk
mewujudkan teori itu benar.

Sehingga saat manusia lain yang tertindas merasakan keburukan, tersiksa,
bahkan kematian sehingga saat manusia yang tertindas itu bangkit untuk
mengembalikan kondisi seperti semula… maka terjadi perang.

Dan saat manusia tertindas tersebut berusaha dengan sungguh-sungguh
demi suatu keselarasan kembali… maka usaha itulah yang dinamakan JIHAD

Jilbab

Jilbab yang dapat diartikan kedalam tata bahasa Indonesia yang benar
adalah menutup/melindungi.
Jilbab bukan bermakna pakaian yang menutupi dari ujung kepala sampai
kaki dengan batas-batas daerah mana yang boleh terbuka.

Jilbab bermakna yang lebih luas untuk selalu berusaha menutupi segala
sesuatu yang buruk/kurang baik dengan suatu kebaikan.

Toh jika dicermati dengan lebih seksama, apa bedanya dengan para suster
di gereja-gereja yang juga berpakaian yang hampir-hampir sama atau benar-
benar sama cara berpakaiannya.
Tidaklah lebih baik seseorang berjilbab dari yang tidak berjilbab, ukuran
seseorang lebih baik bukan ditentukan dari cara berpakaian tetapi adalah
perilaku/budi pekerti-nya.

Apalah artinya berpakaian baik tetapi perilaku yang ditunjukkan/ditampilkan
tidak lebih indah dari pakaiannya.
Memang saat ini manusia lebih memperhatikan penampilan luar/casingnya
saja, tapi feature tetap saja bobrok…. hehee

Yang lebih lucu lagi saat yang berjilbab memandang lebih baik dari yang tidak
berjilbab, sehingga arti jilbab lebih diarahkan kepada pemahaman tentang ber-
pakaian, sehingga kata jilbab sendiri telah menyimpang/keluar dari arti
pemahaman yang sesungguhnya.
Jilbab adalah kalimat indah yang ditujukan khususnya perempuan/wanita 
yang juga indah.

Sehingga seorang wanita yang indah/cantik diharuskan untuk melindungi
dan menutupi seluruh perilaku kesehariannya sehingga menjadi perhiasan
yang indah bagi suami/laki-laki yang memiliki-nya.
Janganlah wanita itu sendiri kalah indah dan berkilaunya dari perhiasan
yang dipakai / di kenakannya.

Kitab Suci

Masing-masing dalam tanda kutip “AGAMA” mempunyai kitab suci masing-
masing, dan semua mengklaim kitab suci-nya yang paling suci.
Apakah saat TUHAN menurunkan kitab suci dalam bentuk kitab yang saat
ini kita punyai dirumah masing-masing dengan bahasanya masing² ???

Apa sih kitab suci…?????

Apakah kitabnya atau isi di dalamnya yang telah ditulis ke dalam bahasa
yang dimengerti.
Kalau kita mengklaim kitab suci itu buku-nya(kitab-nya) toh buku itu bisa
dari kertas atau apalah media-nya.
Kalau buku-nya yang kita pandang suci, wajar hingga hari ini banyak
terjadi pembunuhan umat agama A dengan yang lainnya jika kitab suci-
nya ada yang membakar,menginjak, maaf (mengencingi) dll apalah yang
dapat kita lakukan.

Kitab suci adalah isi/kandungan/makna/pelajaran/anjuran/pengkabaran
yang diajarkan di dalamnya.
Sehingga jika seseorang yang telah mempelajari/pengaplikasikan kedalam
kehidupan sehari-hari sesuai dengan kitab suci-nya, bukannya orang tersebut
sudah tidak memerlukan lagi kitab sucinya.

Karena dirinya juga merupakan kitab suci atau ada yang bilang kitab
basah/kitab teles atau apalah namanya.
Dalam mempelajari kitab suci khususnya islam(qur’an), banyak
beredar/diajarkan oleh ulama, ustadz, syech, habaib bahwa mempelajari
kitab suci/qur’an tidak boleh sembarangan alias susah.

Lha wong kitab suci kok susah dipelajari, bukannya kitab suci diturunkan
agar mudah dipelajari. Wajar bila banyak yang tidak mempelajari/memba-
ca kitab suci…. Karena jelas-jelas sudah dikatakan susah.

Qs Al-Qamar 17,22,32,40
Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran,
maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Allah menjamin bahwa Al-Qur'an ini didesain secara khusus dan mudah
untuk seluruh umat manusia. Bukan hanya untuk orang arab saja

Sehingga saat ini kitab suci hanya dijadikan sebagai alat/simbol-simbol
saja dalam perkawinan, pengangkatan sumpah jabatan, atau yang lebih
parahnya lagi hanya sekedar menjadi hiasan di tiap-tiap rumah-rumah
orang islam…..
Wajar bila nabinya sendiri sebelum wafat mengatakan nanti umat islam
menjadi banyak tapi banyaknya seperti buih ombak dilautan.
Banyak tapi tiada berkualitas, banyak hanya sekedar dijadikan/dimanfaat
oleh orang lain atau agama yang lain.

Sehingga banyak kejadian yang memilukan/memalukan di lakukan oleh
umat islam, karena memang islam hanya sekedar dijadikan sebagai
pengenal identitas dan sejenisnya…. 

Sampai hari ini jika ada seseorang yang telah mempelajari qur’an dengan
baik dan sudah terbuka, ada sebagian kalangan yang menuduh telah
menyimpang/sesat/bahkan telah kafir dsb.

Qs. Hujuraat (49) ayat 12:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, 
sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah 
kamu mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain dan janganlah 
sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain

Saking susahnya qur’an untuk dipelajari sehingga jarang dibaca/tidak
pernah sama sekali dibaca atau dipelajari wajar jika tidak tahu, 
bahwa ada satu kandungan di kitabnya sendiri yang melarang untuk
mengatakan bahwa seseorang itu sesat.

Bahkan yang berbicara seseorang sesat sesunguhnya orang itu 
sendiri lebih sesat dari orang yang dimaksud, karena saking 
susahnya qur’an untuk dibaca/dimengerti dll.

Maka dari itu banyak umat islam yang meng-klaim gurunya lah
yang paling benar, karena guru harus dicontoh dan ditiru…. 
Sehingga jika guru salah wajib dibela sampai mati kalo perlu…

“….. Janganlah kamu merasa sudah bersih/baik/benar, 
DIA(ALLAH) lebih mengetahui siapa yang lebih bertaqwa”(an-najm 32)

inilah sindiran/teguran bagi mereka-mereka yang merasa telah lebih baik
dibanding yang lain. Inilah cerminan dari rasa sombong/ujub dari tiap-tiap
diri manusia.
Wajar jika di pelesetkan bahwa kebenaran bukan langsung datang dari
TUHAN melainkan kebeneran datang dari guru-guru.

Jadi tanpa sadar ternyata kita telah menganggap guru=TUHAN, 
karena guru lebih benar dari utusan TUHAN….hehhe.

Saat proses itu berlangsung justru syahadat yang telah diucapkan
gugur dengan sendirinya.
Mempersamakan TUHAN dengan makhluknya….
bukannya orang itu telah sesat… hehhehehee

Bagaimana dengan urusan yang lain…
ini saja udah bikin amburadul. 



      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke