Bukankah  dibilang Allah pencipta alam semesta dan isinya, babi termasuk mahluk 
ciptaan Allah. Jadi yang diharamkan adalah ciptaan Allah. Allah ciptakan mahluk 
yang diharamkan  umatnya.  

  ----- Original Message ----- 
  From: ndeboost 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, August 21, 2010 10:14 AM
  Subject: [proletar] Re: Islam... buat Tawang, Abbas, Ndeboost..Cs (2)


    
  Apa bukan nT yg pemakan alkohol?
  Yang haram babi atau babi hutan, menurut buku pinter nT?

  --- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
  >
  > Tawang,
  >
  > Kamu kebanyakan makan korma di bulan puasa, bisa tambah kacau jalan
  pikiranmu, karena korma itu berfermentasi menjadi alkohol haram.
  >
  > Wass
  >
  >
  >
  >
  > ----- Original Message -----
  > From: Tawangalun
  > To: [email protected]
  > Sent: Friday, August 20, 2010 11:19 PM
  > Subject: [proletar] Re: Islam... buat Tawang, Abbas, Ndeboost..Cs
  (2)
  >
  >
  >
  > Menurut data2 saya Islam itu dari segi nama kok beda sendiri,coba yg
  lain pasti nama agama itu podo dg nama si Pembawa atau daerah asal
  Pembawanya atau ras Pembawanya,tapi nek Islam kok enggak:
  >
  > 1.Disebut Buddha soale dibawa oleh sang Buddha.
  > 2.Dinamakan Hindhu soale berasal dari Tanah Hindustan.
  > 3.Disebut Kong Hu Chu soalnya dibawa oleh Kong Hu Chu.
  > 4.Dinamakan agama Yahudi sudah jelas ada unsur Ras Yahudi.
  > 5.Kristen soale dibawa oleh sang Kristus.
  > 6.Roma Katolik ada kaitan dg unsur Romawi,so do Greek Catholik ada
  unsur Greek.
  > 7.Kristen Jawi ,ada unsur Ras ,so do HKBB.
  > 8.Ahmadiyah,soale dibawa oleh Gulam Ahmad.
  > 9.Protestan soalnya dulunya Martin Luther Protest.
  > 10.Kejawen ada unsur daerah.
  > Nah sekian banyak kok yg gak ada kaitan apa2 gur ISLAM,Kalau Nabi
  saya wong ambisi pasti dinakan agama Arab atau Muhammad.Hanya Si
  Kebenaran yg menyebutnya Muhameddan soale ben kayak lainnya,berarti
  dalam hati dia ngakui sialan kok Islam gak ada kaitan opo2,soale artinya
  Berserah diri atau Selamat.
  >
  > Shalom,
  > Tawangalun.
  >
  > --- In [email protected], ayub yahya ayubyahya@ wrote:
  > >
  >
  > --- In [email protected], ayub yahya ayubyahya@ wrote:
  > >
  > >
  > > Tak salah jika ada kalimat berikut ini â?o Awal beragama adalah
  mengenal Tuhan â?o.
  > >
  > > Lha memang banyak di kehidupan sehari-hari manusia yang belum
  kenal Tuhannya
  > > dengan baik. Hanya sekedar ikut/manut melihat dari banyaknya
  jumlah secara
  > > kuantitas saja.
  > > Sehingga banyak yang merasa telah beragama dengan baik dan saling
  menyalahkan
  > > satu dengan lainnya dan bahkan tidak jangan malah mengintimidasi
  pengikut agama
  > > yang mungkin jumlah pemeluknya sedikit..
  > >
  > > Hanya berprinsip banyak sudah pasti benar, sedikit sudah pasti
  salah.
  > > Padahal tidak demikian adanya. Justru sedikit belum tentu salah,
  banyak belum
  > > tentulah benar.
  > >
  > > Dalam setiap Agama (dalam tanda kutip) pastilah adalah
  aturan-aturan main yang ber-
  > > laku yang bertujuan untuk dapat sampai tujuannya yaitu mengenal
  Tuhannya dan
  > > menjadi manusia yang mempunyai akhlak/pribadi/perilaku yang baik,
  santun, bijak
  > > serta mengerti apa tujuan hidup didunia ini.
  > > Adapun seluruh aturan itu jika dilakukan/dijalankan dengan
  se-benar²-nya kesadaran
  > > dan bertanggung jawab pasti tujuan itu tercapai.
  > >
  > > Jika aturan main tersebut hanya sekedar dilakukan dalam bentuk
  hanya melakukan
  > > saja sekedar memutus kewajiban yang berlaku, terpaksa dan
  terkadang disertai rasa
  > > takut pastilah tujuannya juga tidak dapat terwujud
  > > Makin banyak pemuka agama yang mengajarkan untuk beribadah dengan
  cara
  > > menakut-nakuti nanti mendapat balasan neraka.
  > >
  > > Dan tidak sedikit juga yang mengajarkan untuk beribadah dengan
  cara memaksa
  > > bahkan sampai dipukul atau dihukum.
  > > Sehingga kewajiban yang seharusnya dilakukan dengan penuh
  keikhlasan seperti
  > > halnya saat kita menghirup udara yang menjadi kebutuhan.
  > >
  > >
  > > "Jadikanlah ibadah sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban.."
  > >
  > > Karena Tuhan juga telah menginformasikan kepada kitaâ?¦
  > > â?oJikalau seluruh manusia tiada yang menyembah kepadaKU
  tiadalah mengurangi
  > > sedikitpun ke-SUCIKU, ke-ESAAN-KU�.�
  > >
  > > Karena TUHAN tidak butuh disembahâ?¦ diagungkanâ?¦.
  Dsb.
  > >
  > > 5 pilar didalam aturan/tahapan/anjuran didalam islam yang terkenal
  adalah bersya-
  > > hadat, sholat, shaum/puasa, zakat/sedekah/infaq dan berhaji adalah
  cara-cara
  > > yang ada yang bertujuan agar memudahkan tercapainya tujuan besar
  tersebut.
  > >
  > > Syahadat/komitmen absolut adalah awal tahap dalam tanda kutip
  â?oAGAMA ISLAMâ?.
  > > Syahadat adalah pondasi awal dalam islam setelah ujud dari rasa
  â?oIMANâ?.
  > > Dalam iman terdapat mata rantai sesuatu yang jauh di luar akal
  manusia.
  > > Komitmen absolut yang terucap dari lisan/bibir/mulut seorang
  manusia yang telah
  > > yakin tentang adanya TUHAN dan adanya seorang utusan Tuhan.
  > >
  > > Jika seorang manusia yang telah benar-benar yakin tentang adanya
  TUHAN dan
  > > mengerti akan ujud dari diri yang telah sadar/melek dalam tahapan
  kerohanian,
  > > pastilah akan menjadi manusia yang banyak memberi manfaat, santun,
  jujur, dll.
  > > Dan ketika manusia itu berbicara, bertindak dan berfikir/rasa
  pastilah menjadi satu
  > > kesatuan kesejatian diri.
  > >
  > > Sehingga apapun yang dilakukan di kehidupannya baik untuk diri
  sendiri, keluarga,
  > > masyarakat bahkan bernegara adalah bentuk suatu ibadah yang
  dilandasi semata-
  > > mata karena TUHAN-nya bukan karena EGO-nya.
  > >
  > > Jika Syahadat/komitmen absolut masih belum mampu mewujudkan hal
  tersebut
  > > diatas, maka ada satu alat lagi yang dapat dilakukan yaitu SHOLAT.
  > >
  > > Sholat
  > > Sholat dalam arti yang luas adalah DOA.
  > > Sholat dalam arti yang khusus adalah berkomunikasi dengan
  TUHAN-nya dimana
  > > terdapat gerakan-gerakan tertentu yang jika di lakukan dengan
  benar dan sungguh-
  > > sungguh sholat itu dapat membentu pribadi-pribadi yang dalam
  mewujudkan tujuan
  > > sesungguhnya.
  > >
  > > Sholat adalah bentuk ritual berupa gerakan yang di mulai dari
  takbir, ruku, sujud
  > > sampai dengan salam.
  > > Sholat adalah suatu gerakan untuk menyelaraskan kembali, dimana
  saat posisi
  > > berdiri kita menempatkan otak/pikiran diatas hati.
  > > Pada saat ruku kita menempatkan otak/pikiran sejajar dengan hati.
  > > Pada saat sujud kita menempatkan otak/pikran dibawah dari hati,
  pada saat itulah
  > > kita meletakkan hati diatas segala-galanya.
  > >
  > > Untuk kenal dan dekat dengan TUHAN kita di haruskan menempatkan
  HATI
  > > lebih tinggi dari otak/pikiran.
  > > Sehingga tak salah jika TUHAN tidak membeda-bedakan manusia baik
  itu dari suku,
  > > ras, golongan atau agama tetapi dari seberapa tinggi kadar IMAN
  yang di ujungnya
  > > atau puncak tertinggi adalah menjadi MANUSIA yang BERTAQWA.
  > > Sholat bertujuan menjadikan manusia untuk tidak berbuat keji dan
  mungkar.
  > > Keji adalah perbuatan yang dapat merugikan orang lain seperti
  mencuri, memperalat
  > > orang lain, menindas, memfitnah, memukul, membunuh dll.
  > >
  > > Mungkar adalah perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dengan
  menggantungkan
  > > hidup kepada manusia lain, harta benda, kedudukan, kekuasaan bukan
  kpd TUHAN.
  > > Tapi dalam kesehariannya dan sampai hari ini banyak orang yang
  melakukan ritual
  > > sholat tetapi apa dari tujuan sholat itu tidak tercapai.
  > >
  > > Sangat ironis memang jika ada manusia yang rajin sholat/ tukang
  sholat yang perilaku
  > > kesehariannya tidak terwujud.
  > > Sedangkan didalam kitabnya sendiri ada tertulis â?o Celakalah
  orang-orang yang lalai
  > > dalam sholat â?o
  > > Lalai bukan berarti tidak melaksanakan, tetapi melakukan sholat
  dan tidak tercermin/
  > > refleksi ujud dalam kesehariannya dan berperilaku seperti orang
  yang tidak kenal
  > > TUHAN-nya.
  > >
  > > TUHAN hanya sekedar diagung-agungkan/dibesar-besarkan secara lisan
  bahkan
  > > kalau perlu dengan cara berteriak-teriak dengan sangat keras.
  > >
  > > Jika ada yang tidak senang dengan cara demikian orang yang tidak
  senang harus
  > > dipukul/gebuki dan kalau perlu dibunuh.
  > > TUHAN tidak perlu pembelaan/dilindungi agar DIA tetap hidup, suci
  dari mahkluknya
  > > yang bernama manusia.
  > > Justru manusialah yang harusnya memintakan pembelaan,
  perlindungan,
  > > penghidupan dll kepada TUHAN-nya.
  > >
  > > "Terkadang kita suka lupa atau pura-pura bego apaâ?¦."
  > >
  > > Saat kita mengucapkan TUHAN maha besar, saat di Tanya sebesar
  apaâ?¦.
  > > Ya kok diam...??
  > > Bagaimana dengan retorika yang diucapkannya tapi saat ditanya
  tidak tahu..
  > > dan jawabnya .." Ya pokonya besar..."
  > >
  > > Untuk mengetahui sesuatu itu lebih besar dari yang lainnya,
  berarti kita harus
  > > membandingkan yang satu dengan yang lain.
  > > Dan kita harus bisa lepas dari salah satu objek tersebut sehingga
  kita dapat
  > > melihat, dan memperbandingkan atau kalau perlu menghitungnya
  dengan
  > > satuan-satuan yang telah kita sepakati bersama.
  > >
  > > Tetapi jika kita sendiri tidak mampu keluar dari salah satu objek,
  bagaimana
  > > bisa kita membandingkan dengan yang lainnya.
  > > Bahkan jika objek tersebut terlalu besar bahkan tanpa disadari
  kita sendiri
  > > bagian dalam skala yang sangat kecil â?¦ untuk bisa dianggap
  sebagai satuan
  > > terkecilpun sudah diluarnya apakah sanggup kita keluar dari objek
  > > yang kita tempatiâ?¦.
  > >
  > > Aneh yaâ?¦ kalau masih ada manusia yang menganggap TUHAN itu
  jauh
  > > dan tak terjangkauâ?¦
  > > Tak salah jika ada informasi seperti ini â?o Katakan,
  sesungguhnya aku ini dekat
  > > bahkan lebih dekat dari urat leher â?o.
  > > Suatu pernyataan yang terdengar mustahil/aneh/tidak mungkin atau
  bahkan gila.
  > >
  > > Suatu pernyataan dalam bentuk kiasan/tersirat atau memang
  benar-benar apa adanya.
  > > Salah jika kita menganggap TUHAN itu jauh, tak terjangkau sehingga
  saat kita berdoa
  > > haruslah menghadapkan wajah kita keatas/mendongak untuk dapat
  melihat TUHAN
  > > atau menjangkaunya.
  > > Salah jika kita menganggap TUHAN itu dekat dan terjangkau karena
  toh selama ini
  > > kita tidak dapat melihat, mendengar, bahkan menyentuhnyaâ?¦.
  > >
  > > Karena itu semua tidaklah dapat kita jangkau jika hanya
  menggunakan kelima indra
  > > yang ada dan melekat pada setiap diri manusia, tetapi dengan
  kelima indra yang
  > > adapun kita dapat mengetahui bahwa TUHAN itu ada dengan apa-apa
  yang telah
  > > TUHAN berikan.
  > > Sulit atau mudah adalah pilihan, dan tiap pilihan ada bentuk
  konsekuensinya
  > > masing-masing tho...
  > >
  > > "Puasa/shaum"
  > >
  > > inti dari berpuasa/shaum adalah bukan hanya sekedar tidak makan
  dan minum saja
  > > dalam rentang waktu tertentu, tetapi lebih dari sekedar itu.
  > > Berpuasa makan dan minum adalah suatu refleksi dimana proses makan
  dan minum
  > > melalui satu tempat tertentu yaitu mulut.
  > >
  > > Mulut disimbolkan/perlambang sebagai segala sesuatu tentang proses
  yang diterima
  > > dan diolah agar semua yang masuk dapat dimanfaat dgn
  sebaik-baiknya oleh tubuh ini.
  > > Mulut adalah simbol dari segala keinginan, ketamakan, kerakusan
  dalam diri manusia
  > > Sejatinya berpuasa adalah menilai/menghitung/memahami segala
  sesuatu yang diterima
  > > apakah manfaat atau tidak.
  > >
  > > Puncaknya adalah tercapainya suatu keadaan dimana terciptanya
  proses kehidupan
  > > yang baik/harmonis/sesuai kadarnya sehingga setiap diri menilai
  sesuai batas kadar
  > > yang dimiliki/diterimanya tdk berlebihan, dan membawa manfaat atau
  tidak bagi dirinya,
  > > sekitar atau bahkan dalam cakupan yang lebih luas lagi.
  > > Jika tercapai maka proses selanjutnya adalah saling memberi/saling
  berbagi/zakat
  > > atau apalah namanya.
  > >
  > > Akhir dari rangkaian semua itu adalah pencapaian tertinggi bertemu
  dgn TUHAN-nya/
  > > bersama dengan TUHAN-nya/tercapai pencerahan diri yang
  merefleksikan suatu
  > > kebaikan buat seluruh umat manusia terlepas dari
  pengkotak-kotakan.
  > >
  > > " Zakat "
  > >
  > > Zakat yang dapat diartikan secara luas adalah tumbuh, berkembang
  dan berkah dapat
  > > pula dikatakan membersihkan atau mensucikan.
  > > Sedangkan dalam makna syariah adalah kewajiban atas harta atau
  kewajiban atas
  > > sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu
  tertentu.
  > >
  > > Saat proses shaum itu tercapai maka akan dengan mudah untuk saling
  berbagi
  > > atau tolong menolong.
  > > Sehingga kalimat yang tepat adalah tumbuh, berkembang, bukan dalam
  arti berkembang
  > > harta benda atau kekayaan tetapi makna kekayaan yang sesungguhnya
  adalah kekayaan
  > > hati untuk bisa melepas sesuatu yang berharga yang dimilikinya.
  > >
  > > Tidak mudah untuk hati bisa melepas/memberi dengan ikhlas apa-apa
  yang telah kita
  > > miliki dengan penuh perjuangan keringat dan air mata bahkan tidak
  tertutup kemung-
  > > kinan penuh dengan darah untuk mendapatkannnya.
  > >
  > > Saat kita sedikit demi sedikit bisa memberikan apa-apa yang kita
  miliki, maka saat
  > > yang bersamaan kita telah menghilangkan segala kotoran yang ada
  dihati.
  > >
  > > Sehingga ketika Hati tumbuh dengan pesat diharapkan dapat dengan
  mudah untuk
  > > memahami tentang kebesaran, kesucian, keagungan dari TUHAN-nya
  karena hatinya
  > > telah bersih dari segala kotoran yang menghalangi proses menerima
  > > pelajaran/makna/pemahaman tentang TUHAN.
  > >
  > > HAJI
  > >
  > > Haji yang berarti : menyengaja/menuju/mengunjungi.
  > >
  > > Dalam artian syariah adalah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat
  tertentu untuk
  > > melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula yaitu
  Ka'bah(tawaf) dan
  > > Mas'a(tempat sa'i), Arafah(wukuf), Muzdalifah, dan Mina
  > >
  > > Baitullah adalah pemaknaan dari tempat suci atau rumah TUHAN.
  > >
  > > Bukankah setiap diri manusia terdapat HATI dimana hati adalah
  tempat
  > > bersemayamnya TUHAN atau bisa dikatakan adalah RUMAH TUHAN juga.
  > >
  > > Pemaknaan dari kiblat di dalam ritual sholat adalah suatu bentuk
  arahan untuk
  > > menyembah TUHAN, disitulah TUHAN layak untuk disembah.
  > > Sehingga saat umat islam dalam sholat diharuskan untuk
  menghadapkan wajahnya
  > > kearah kiblat yaitu RUMAH TUHAN barulah sudah bisa dikatakan ia
  telah SHOLAT.
  > > "Ke mana saja kamu memandang, di situ ada Wajah Allah"
  > >
  > > Sehingga suatu bentuk pemaknaan yang sebenarnya adalah Menyembah
  TUHAN
  > > haruslah mengarah kepada HATIÂ karena HATI adalah Rumah Tuhan
  atau Kiblat
  > > dari penyembahan kepada TUHAN yang sesungguhnya.
  > > Bukankah saat kita sholat kita telah mengunjungi Baitullah/Rumah
  Tuhan?.
  > >
  > > Saat hati sudah dekat dengan TUHAN, maka apapun yang dilakukan
  telah
  > > sesuai dengan fitrahnya manusia seperti saat tawaf di Kabah(Rumah
  TUHAN).
  > > Bergerak menurut/sesuai dengan sang maha kehendak, menuju kepada
  satu-
  > > satunya yang maha ESA/SATU.
  > >
  > > Saâ?TI adalah simbol dari suatu proses perjalanan hidup yang
  harus dijalani
  > > oleh manusia dengan pilihan-pilihan yang dirasa oleh manusia
  baik atau
  > > sesuai dengan kebutuhan/keinginan dsb.
  > > Simbol suatu perjuangan manusia didalam kehidupannya untuk bisa
  > > memahami arti hidup yang sesungguhnya sehingga mencapai tahapan
  > > tertinggi berjumpa dengan TUHAN-nya.
  > >
  > > Wukuf adalah mengasingkan diri atau mengantarkan diri ke suatu
  > > â?opanggung replikaâ? padang Masyhar
  > >
  > > Proses untuk memahami bentuk kehidupan yang dijalani dengan cara
  > > mangasingkan diri, atau keluar dari segala bentuk
  keinginan/kemauan
  > > kepada sesuatu yang baik,besar,suci,benar yaitu TUHAN.
  > > Sholat juga refleksi dari mengasingkan diri untuk mendekatkan diri
  > > kepada TUHAN-nya.
  > >
  > > Sehingga dalam berhaji, dikatakan orang telah haji jika melakukan
  > > wukuf/mengasingkan diri/berdiam diri/proses menghitung ada saja
  > > yang telah dilakukan buruk atau baik.
  > > Proses inilah proses tertinggi dari penyembahan kepada TUHAN
  > > sehingga saat ini telah dilakukan diharapkan/terwujud kembali
  fitrah
  > > manusia yang sesungguhnya.
  > >
  > > Zihad
  > >
  > > Zihad yang dapat diartikan kedalam tata bahasa Indonesia yang
  > > benar adalah bersungguh-sungguh/fokus/tetap/stabil.
  > > Zihad bukan bermakna perang/pembunuhan/war dll, sehingga saat
  > > terdengar kata zihad selalu yang yang terpikir adalah berperang.
  > >
  > > Banyak memang yang salah/kurang pas dalam mentafsirkan/men-
  > > jelaskan kalimat tersebut, karena kata zihad sendiri kerap
  terdengar
  > > disaat momentum untuk berperang.
  > > Sehingga banyak pihak yang mencap/identitas/ciri bahwa islam
  > > adalah suatu agama yang membolehkan utk berperang (agama perang).
  > >
  > > Wajar memang jika hal tersebut terbentuk/terpola karena hingga
  saat ini
  > > banyak dari Islam sendiri yang seakan-akan perang itu jalan
  terbaik.
  > >
  > > Saat seseorang bekerja, belajar, atau dalam melakukan apapun itu
  baik
  > > untuk kebaikan atau keburukan jika dilakukan/usahakan dengan
  sungguh-
  > > sungguh, sesungguhnya orang tersebut dapat di katakana berjihad.
  > >
  > > Tiadalah hasil yang dapat dicapai tanpa kita bersungguh-sungguh
  untuk
  > > mengusahakannya.
  > > Apapun yang kita kerjakanâ?¦ hasil akan sesuai dengan, tidak
  mungkin jika
  > > kita bekerja dengan malas, tidak hati-hati, dapat menghasilkan
  sesuai yang
  > > sangat besar.
  > >
  > > Terkadang kita sudah menempatkan sesuatu yang tidak sesuai, sudah
  banyak
  > > manusia yang berpikir sesuai dengan teori ekonomi yaitu dengan
  modal sedikit
  > > mendapat hasil yang banyak.
  > > Sehingga timbullah penindasan terhadap sesama manusia lain demi
  untuk
  > > mewujudkan teori itu benar.
  > >
  > > Sehingga saat manusia lain yang tertindas merasakan keburukan,
  tersiksa,
  > > bahkan kematian sehingga saat manusia yang tertindas itu bangkit
  untuk
  > > mengembalikan kondisi seperti semulaâ?¦ maka terjadi perang.
  > >
  > > Dan saat manusia tertindas tersebut berusaha dengan
  sungguh-sungguh
  > > demi suatu keselarasan kembaliâ?¦ maka usaha itulah yang
  dinamakan JIHAD
  > >
  > > Jilbab
  > >
  > > Jilbab yang dapat diartikan kedalam tata bahasa Indonesia yang
  benar
  > > adalah menutup/melindungi.
  > > Jilbab bukan bermakna pakaian yang menutupi dari ujung kepala
  sampai
  > > kaki dengan batas-batas daerah mana yang boleh terbuka.
  > >
  > > Jilbab bermakna yang lebih luas untuk selalu berusaha menutupi
  segala
  > > sesuatu yang buruk/kurang baik dengan suatu kebaikan.
  > >
  > > Toh jika dicermati dengan lebih seksama, apa bedanya dengan para
  suster
  > > di gereja-gereja yang juga berpakaian yang hampir-hampir sama atau
  benar-
  > > benar sama cara berpakaiannya.
  > > Tidaklah lebih baik seseorang berjilbab dari yang tidak berjilbab,
  ukuran
  > > seseorang lebih baik bukan ditentukan dari cara berpakaian tetapi
  adalah
  > > perilaku/budi pekerti-nya.
  > >
  > > Apalah artinya berpakaian baik tetapi perilaku yang
  ditunjukkan/ditampilkan
  > > tidak lebih indah dari pakaiannya.
  > > Memang saat ini manusia lebih memperhatikan penampilan
  luar/casingnya
  > > saja, tapi feature tetap saja bobrokâ?¦. hehee
  > >
  > > Yang lebih lucu lagi saat yang berjilbab memandang lebih baik dari
  yang tidak
  > > berjilbab, sehingga arti jilbab lebih diarahkan kepada pemahaman
  tentang ber-
  > > pakaian, sehingga kata jilbab sendiri telah menyimpang/keluar dari
  arti
  > > pemahaman yang sesungguhnya.
  > > Jilbab adalah kalimat indah yang ditujukan khususnya
  perempuan/wanita
  > > yang juga indah.
  > >
  > > Sehingga seorang wanita yang indah/cantik diharuskan untuk
  melindungi
  > > dan menutupi seluruh perilaku kesehariannya sehingga menjadi
  perhiasan
  > > yang indah bagi suami/laki-laki yang memiliki-nya.
  > > Janganlah wanita itu sendiri kalah indah dan berkilaunya dari
  perhiasan
  > > yang dipakai / di kenakannya.
  > >
  > > Kitab Suci
  > >
  > > Masing-masing dalam tanda kutip â?oAGAMAâ? mempunyai
  kitab suci masing-
  > > masing, dan semua mengklaim kitab suci-nya yang paling suci.
  > > Apakah saat TUHAN menurunkan kitab suci dalam bentuk kitab yang
  saat
  > > ini kita punyai dirumah masing-masing dengan bahasanya masing²
  ???
  > >
  > > Apa sih kitab suciâ?¦?????
  > >
  > > Apakah kitabnya atau isi di dalamnya yang telah ditulis ke dalam
  bahasa
  > > yang dimengerti.
  > > Kalau kita mengklaim kitab suci itu buku-nya(kitab-nya) toh buku
  itu bisa
  > > dari kertas atau apalah media-nya.
  > > Kalau buku-nya yang kita pandang suci, wajar hingga hari ini
  banyak
  > > terjadi pembunuhan umat agama A dengan yang lainnya jika kitab
  suci-
  > > nya ada yang membakar,menginjak, maaf (mengencingi) dll apalah
  yang
  > > dapat kita lakukan.
  > >
  > > Kitab suci adalah
  isi/kandungan/makna/pelajaran/anjuran/pengkabaran
  > > yang diajarkan di dalamnya.
  > > Sehingga jika seseorang yang telah mempelajari/pengaplikasikan
  kedalam
  > > kehidupan sehari-hari sesuai dengan kitab suci-nya, bukannya orang
  tersebut
  > > sudah tidak memerlukan lagi kitab sucinya.
  > >
  > > Karena dirinya juga merupakan kitab suci atau ada yang bilang
  kitab
  > > basah/kitab teles atau apalah namanya.
  > > Dalam mempelajari kitab suci khususnya islam(qurâ?Tan), banyak
  > > beredar/diajarkan oleh ulama, ustadz, syech, habaib bahwa
  mempelajari
  > > kitab suci/qurâ?Tan tidak boleh sembarangan alias susah.
  > >
  > > Lha wong kitab suci kok susah dipelajari, bukannya kitab suci
  diturunkan
  > > agar mudah dipelajari. Wajar bila banyak yang tidak
  mempelajari/memba-
  > > ca kitab suciâ?¦. Karena jelas-jelas sudah dikatakan susah.
  > >
  > > Qs Al-Qamar 17,22,32,40
  > > Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk pelajaran,
  > > maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
  > >
  > > Allah menjamin bahwa Al-Qur'an ini didesain secara khusus dan
  mudah
  > > untuk seluruh umat manusia. Bukan hanya untuk orang arab saja
  > >
  > > Sehingga saat ini kitab suci hanya dijadikan sebagai
  alat/simbol-simbol
  > > saja dalam perkawinan, pengangkatan sumpah jabatan, atau yang
  lebih
  > > parahnya lagi hanya sekedar menjadi hiasan di tiap-tiap
  rumah-rumah
  > > orang islamâ?¦..
  > > Wajar bila nabinya sendiri sebelum wafat mengatakan nanti umat
  islam
  > > menjadi banyak tapi banyaknya seperti buih ombak dilautan.
  > > Banyak tapi tiada berkualitas, banyak hanya sekedar
  dijadikan/dimanfaat
  > > oleh orang lain atau agama yang lain.
  > >
  > > Sehingga banyak kejadian yang memilukan/memalukan di lakukan oleh
  > > umat islam, karena memang islam hanya sekedar dijadikan sebagai
  > > pengenal identitas dan sejenisnyaâ?¦.
  > >
  > > Sampai hari ini jika ada seseorang yang telah mempelajari
  qurâ?Tan dengan
  > > baik dan sudah terbuka, ada sebagian kalangan yang menuduh telah
  > > menyimpang/sesat/bahkan telah kafir dsb.
  > >
  > > Qs. Hujuraat (49) ayat 12:
  > > Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka,
  > > sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah
  > > kamu mencari-cari kesalahan-kesalahan orang lain dan janganlah
  > > sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain
  > >
  > > Saking susahnya qurâ?Tan untuk dipelajari sehingga jarang
  dibaca/tidak
  > > pernah sama sekali dibaca atau dipelajari wajar jika tidak tahu,
  > > bahwa ada satu kandungan di kitabnya sendiri yang melarang untuk
  > > mengatakan bahwa seseorang itu sesat.
  > >
  > > Bahkan yang berbicara seseorang sesat sesunguhnya orang itu
  > > sendiri lebih sesat dari orang yang dimaksud, karena saking
  > > susahnya qurâ?Tan untuk dibaca/dimengerti dll.
  > >
  > > Maka dari itu banyak umat islam yang meng-klaim gurunya lah
  > > yang paling benar, karena guru harus dicontoh dan ditiruâ?¦.
  > > Sehingga jika guru salah wajib dibela sampai mati kalo
  perluâ?¦
  > >
  > > â?oâ?¦.. Janganlah kamu merasa sudah bersih/baik/benar,
  > > DIA(ALLAH) lebih mengetahui siapa yang lebih
  bertaqwa�(an-najm 32)
  > >
  > > inilah sindiran/teguran bagi mereka-mereka yang merasa telah lebih
  baik
  > > dibanding yang lain. Inilah cerminan dari rasa sombong/ujub dari
  tiap-tiap
  > > diri manusia.
  > > Wajar jika di pelesetkan bahwa kebenaran bukan langsung datang
  dari
  > > TUHAN melainkan kebeneran datang dari guru-guru.
  > >
  > > Jadi tanpa sadar ternyata kita telah menganggap guru=TUHAN,
  > > karena guru lebih benar dari utusan TUHANâ?¦.hehhe.
  > >
  > > Saat proses itu berlangsung justru syahadat yang telah diucapkan
  > > gugur dengan sendirinya.
  > > Mempersamakan TUHAN dengan makhluknyaâ?¦.
  > > bukannya orang itu telah sesatâ?¦ hehhehehee
  > >
  > > Bagaimana dengan urusan yang lainâ?¦
  > > ini saja udah bikin amburadul.
  > >
  > >
  > >
  > >
  > >
  > > [Non-text portions of this message have been removed]
  > >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  >
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke