Tritunggal Dalam Kekristenan (part 
2)http://conversation-with-muslim.blogspot.com


                HomeALLAHAlQuranANTIKRISC-M&IE-BOOKSInvasiIslamISLAM 
& KRISTENIstri MuhammadKABAR SUKACITAKEBENARAN MUHAMMADKENAPA 
BUKAN MUSLIMKONTROVERSI QURANMUHAMMADMURTADINPERCAKAPANQuranSON 
of HAMASSurgaSyariahUnderstand My Muslim PeopleVIDEOWARISANYESUS & MUHAMMAD
        

KONTRADIKSI ALKITABDownload 100 buku DR. BOUTROSTANYA JAWAB ALKITABFREE E-BOOKS 
about ISLAMFAITHFREEDOM WIKIISA dan ISLAMROD PARSLEYSON OF HAMAS

Episode 2
 Pembawa Acara: Para
  pemirsa yang saya kasihi, berjumpa lagi dalam program “Questions About
  Faith.” / “Pertanyaan-pertanyaan Tentang Iman.” Telah ada saat ini  
bersama kita Bapak Pendeta Zakaria Boutros yang akan menjawab semua  
pertanyaan anda. Minggu lalu kita telah membahas “Prinsip-prinsip  
tentang Tritunggal.” Dan hari ini Bapak Pendeta  Zakaria akan  
melanjutkan untuk menjawab semua pertanyaan anda. Pertanyaan untuk hari 
 ini adalah: Dapatkah Kekristenan menghilangkan ajaran gereja tentang  
Tritunggal ini atau apakah ajaran ini adalah suatu hal yang penting?  
Silahkan.   Bpk. Zakaria : Sebagai
  kelanjutan dari diskusi kita sebelumnya, minggu lalu kita mengatakan  
bahwa kita perlu mencari sebuah dasar yang sama. Hingga saat dalam  
pencarian dan setelah menemukan suatu dasar yang sama, tidak dapatkan  
kita hilangkan saja ajaran tentang tritunggal ini? Mungkin saja  
pertanyaan ini jadi muncul di benak seseorang. Ini sebenarnya pertanyaan
  yang bagus, jadi mari kita bicarakan tentang hal ini. Apa yang ada  
dalam Tritunggal yang akan kita buang atau singkirkan? Saat kita  
berbicara tentang Tritunggal kami telah sebutkan sebelumnya bahwa hal  
ini ada hubungannya dengan keberadaan Allah. Allah memiliki keberadaan  
yang nyata. Dapatkah Allah menyingkirkan hak itu? Kami juga telah  
mengatakan bahwa keberadaan Allah ini adalah sebuah kejeniusan. Dapatkah
  kita menghilangkan bagian kejeniusan ini? Dapatkah Allah itu ada tanpa
  kejeniusan? Hal yang tidak mungkin. 

Jadi,
  Allah yang adalah yang ada dan yang jenius itu haruslah hidup. Dia 
harus  memiliki Roh dan Dia harus hidup. Oleh karena itu Dia menciptakan
  mahluk hidup. Lalu dapatkah Dia menyerahkan Rohnya? Tidak pernah! 
Lalu,  saat kami mengatakan bahwa Allah adalah lebih dari sekedar 
pandangan  tiga dalam satu, Dia adalah satu Allah yang berada dalam tiga
 diri yang  berbeda., bagaimana mungkin saya dapat membuang salah satu 
dari  ketiganya? Dapatkah Dia menghilangkan bagian kepandaian saja, atau
  keberadaan saja, atau Roh saja? Tritunggal mempunyai  aturan yang sama
  dengan sebuah segitiga. Saat kami menyebutkan sebuah segitiga artinya 
 adalah sebuah bentuk geometri yang memiliki 3 sisi. Dalam segitiga ini 
 ada sebuah area yang dikelilingi oleh 3 sisi. Dapatkah anda masih  
mempunyai segitiga dengan membuang sisi-sisinya? Itu makanya disebut  
sebuah segitiga. Umpamanya ini adalah sebidang tanah, dan bila anda  
membuang salah satu sisinya maka salah satu sisinya akan terbuka. Dan  
kalau kita menyebutnya sebidang tanah, artinya itu adalah sebuah  
triangular, artinya anda tidak dapat membuang salah satu sisinya. Tuhan 
 adalah satu, hidup, jenius dan ada. Bagian yang mana yang harus saya  
hilangkan, hingga bisa membuat anda dan saya menjadi lebih dekat dan  
berdiri pada sebuah dasar yang sama? Hal ini sangatlah  tidak dapat  
dibayangkan.
  Pembawa Acara: Teman-teman
  kita yang beragama Islam mengatakan bahwa hanya ada Allah dan tidak  
lebih dari itu, Allah itu hanya satu, dan tidak ada allah yang lain  
selain Dia. Dia tidak memiliki sekutu. Jadi saat kita mengatakan pada  
mereka bahwa Allah adalah tiga dalam satu…. Bpk. Zakaria : Ada
  yang mau saya benahi  dari yang anda katakan tadi. Tritunggal adalah  
lebih dari sekedar simbol  yang diartikan sebagai tiga dalam satu. Ini  
adalah Tritunggal dan bukan sekedar tiga dalam satu. Pembawa Acara: Benar 
sekali. Dapatkah kita terangkan hal ini lebih jelas lagi? Bpk. Zakaria : 
Baiklah.
  Kita dapat berbicara dari sisi Al Qur’an sendiri. Kita telah  
membuktikannya dari Alkitab. Saat Alkitab mengatakan “Baptislah mereka  
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” Para  saksi di surga ada tiga, 
 Bapa – yang merupakan yang ada, dan Firman – yang adalah pengetahuan – 
 dan Roh – yang adalah hidup. Tapi
  bila saya mencuplik Alkitab kepada orang muslim, dia mungkin berkata  
untuk tidak mencupliknya dari Alkitab; itu semua sudah tercemar. Semua  
hal itu telah dibuat-buat. Jadi saat saya datang dan berbicara dengan  
saudara-saudari kita yang beragama Islam, saya akan katakan padanya:  
Mari kita lihat ke Al Qur’an dan lihat apakah hal ini ditulis di Al  
Qur’an atau tidak. Karena dia akan percaya pada Al Qur’an hingga saat  
saya berbicara padanya dari sisi Al Qur’an, hal itu akan meyakinkan dia.
  Tapi kadang-kadang dia bertanya pada saya tentang suatu hal: “Apakan  
anda percaya karena anda telah mencupliknya dari Al Qur’an” Pembawa Acara: 
Benar sekali Pak Pendeta, saya hampir saja menanyakan hal yang sama.
 Bpk. Zakaria :
  Tentu saja. Kalau saya percaya pada Al Qur’an, keadaannya pasti sudah 
 berbeda, saat ini saya pasti sudah mengenakan pakaian berwarna putih 
dan  tidak memakai pakaian hitam ini. Yang  ingin saya katakan adalah:  
Tidaklah perlu untuk menjadi percaya akan sesuatu hanya untuk supaya  
bisa mengutip sesuatu. Misalnya saya sedang ingin menjelaskan sesuatu  
kepada seorang penganut Marxist. Kalau saya katakan pada dia dari sudut 
 pandang seorang kapitalis maka dia akan berkata: Apa yang sedang anda  
katakan adalah bohong. Tapi kalau saya mengutip dari penulis-penulis  
aliran Marxist seperti saya mengutip dari Karl Marx, dan saya katakan  
bahwa Karl Marx telah mengatakan hal ini dan itu, dan ini membuktikan  
apa yang saya maksud. Jadi dia tidak dapat melawan balik. Yang ingin  
saya katakan adalah bahwa saya akan mengutip ayat-ayat dari Al Qur’an  
karena saudara-saudara kita yang yang beragama Islam memang hanya  
percaya pada Al Qur’an. Jadi
  orang muslim akan melihat ke dalam dirinya sendiri bahwa  Al Qur’an  
memang berbicara tentang Tritunggal persis sama dengan apa yang kita  
percayai. Percayakah anda bahwa Al Qur’an sendiri percaya tentang  
Trirunggal sama seperti yang kita percaya Tritunggul itu sesungguhnya?  
Orang muslim boleh bertanya pada saya: ”Ada dimanakah hal tentang itu?  
Hal ini tidaklah masuk akal.”  Pembawa acara: Pendeta,
  saat anda bicara, tolong untuk menyebutkan seluruh referensinya, dari 
 Surat apa dan ayat berapa karena saya ingin orang-orang Muslim yang  
menonton program ini akan mengacu pada ayat-ayat itu dan juga mengacu  
pada penafsir dan pemberi penjelasan dari pihak Islam sendiri.  Bpk. Zakaria : 
Ayat
  yang paling penting dalam Al Qur’an yang membahas tentang Tritunggal  
ada di Surat 4 An Nisa An Nisa ayat 171, Surat 4 An Nisa ayat 171 yang  
mengatakan: “ Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya 
 yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan ruh dari-Nya. Orang-orang 
muslim  hanya berhenti pada kalimat “utusan dari Allah” dan mengatakan: 
Ya,  kalian tahu bahwa Dia cuma utusan Allah.” Saya katakan: Baiklah, 
saya  setuju dengan anda, kami juga percaya bahwa Isa adalah utusan 
Allah, Dia  telah diutus dengan sebuah pesan dari Allah dan Dia adalah 
seorang nabi  karena Dia juga bernubuat  tentang peristiwa-peristiwa di 
masa yang  akan datang. Dia juga adalah seorang imam agung yang telah  
mempersembahkan pengorbanan diri-Nya untuk kita.  Pembawa acara: Hal
  ini bukan kemudian jadi meniadakan kenyataan bahwa Dia adalah Anak  
Allah, yang artinya bahwa Dia adalah perwujudan dari Allah sendiri.  Bpk. 
Zakaria : Panggilan
  apapun tidaklah menjadi masalah sama sekali  buat saya. Apa yang saya 
 percayai tentang Isa bahwa Dia adalah Allah, yang memiliki  bentuk 
fisik  seperti pada umumnya tapi tidak berdosa. Tubuh ini diambil-Nya 
dari  ibuNya Maryam. Tubuhnya sama normal seperti tubuh yang anda miliki
 atau  yang saya miliki, tapi Dia tidak memiliki tubuhnya ini melalui 
adanya  keterlibatan seorang ayah.
 Pembawa acara: Orang-orang
  muslim juga mempercayai hal yang sama. Hal ini ada dalam Al Qur’an dan
  tidak seorang pun yang dapat menentang hal ini. Bpk. Zakaria : Al
  Qur’an juga mengatakan: “Kami mengutus pada  Maryam Roh kami – atau  
meniupkan Roh kami pada Maryam – yang telah mempersembahkan dirinya  
sendiri kepada Maryam sebagai sepenuhnya seorang manusia dewasa.” Jadi  
Dia adalah seorang manusia biasa, tapi tidak berdosa dan kepenuhan akan 
 Allah tinggal di dalam Dia. Ini adalah sebuah bahasan yang besar dan  
memerlukan waktu lagi, dimana kita dapat membahas tentang hal itu,  
bagaimana Allah menampakan diri-Nya pada Musa di atas bukit. Tapi apa  
yang ingin saya sebutkan di sini adalah ayat 171 . Saya ingin  
menyelesaikan apa yang saya telah mulai katakan tentang hal itu. Baiklah
  sekarang kita kesampingan hal ini, kita tidak ada masalah tentang hal 
 itu. Sekarang mari kita bahas tentang Allah. Ayat ini tidak mengatakan 
 bahwa Isa adalah Allah. Yang ingin saya katakan disini adalah bahwa,  
ayat ini membuktikan keberadaan dari Allah dan bahwa Isa adalah sunggguh
  Pembawa pesan-Nya, betul begitu? Allah ini memiliki satu pernyataan  
karena dikatakan ”dan kalimat-Nya” atau ”sebuah Firman dari Dia”  
sedangkan dalam bahasa Arab mengatakan “kalimatuhu”, akhiran “hu” pada  
akhir kata artinya adalah Dia (dalam bentuk pria /maskulin). Mengarah  
pada apakah hal ini? Tentu saja pada Allah; ini adalah kata ganti orang 
 tunggal yang menyatakan orang ketiga, dan dalam bahasa Arab hal ini  
mengarah pada kata benda yang terdekat yang dalam hal ini adalah Allah. 
 Jadi Dialah Pembawa pesan dari Allah dan merupakah Kalimat (Firman)  
Allah. Hal ini tepat sekali dengan yang orang Kristen katakan bahwa Isa 
 adalah Firman dari Allah “dan merupakah Roh dari Dia” atau “ hasil dari
  Dia.” “h” yang ada dalam “Minhu” yang artinya adalah Dia (bentuk kata 
 untu pria / maskulin) adalah kata ganti orang tunggal ketiga dan ini  
juga merupakan jenis untuk pria / maskulin, dan hal ini pasti mengacu  
pada Allah. Jadi Allah selain adalah  Roh juga adalah Firman. TIdakkah  
itu adalah Tritunggal yang sama dengan yang kita percayai? Pembawa acara: Tapi
  ada sedikit pertanyaan, Pak Pendeta. Banyak dari saudara-saudara kita 
 beragama Islam yang mengatakan: “Semua dari kita memiliki Roh Allah 
yang  ada dalam diri kita, sumber dari kehidupan kita, karena saat Allah
  menciptakan Adam, Allah meniupkan Roh-Nya  atau menghembuskan Roh-Nya 
 kedalam diri Adam. Oleh karena itu, semua dari kita memiliki Roh yang  
dari Allah.” Kami ingin mengerti perbedaannya.   Bpk. Zakaria : Alkitab
  mengatakan bahwa: Allah menghembuskan kepada diri Adam sebuah nafas  
kehidupan. Itu merupakan roh manusia. Karena ketika Allah menghembuskan 
 Roh-Nya ke dalam diri Adam atau menghembuskan kehidupan ke dalam diri  
Adam, Adam menjadi sebuah jiwa yang hidup, suatu mahluk hidup, ini  
merupakan roh manusia, tapi Roh Ke-Allah-an itu adalah hal yang lain;  
ini merupakan Roh dari Allah, itu bukanlah sebuah hembusan kehidupan  
dari Allah
 Pembawa acara: Artinya
  adalah bahwa semua dari kita memiliki nafas kehidupan dari Allah, tapi
  Roh Allah adalah sesuatu yang sangat berbeda. Saya berharap semua 
orang  akan mengerti dan menangkap akan tentang hal itu. Bpk. Zakaria :
  Jadi, di Al Qur’an dalam “An Nisa” di ayat 171 kita mengetahui tentang
  Ke-Allah-an, kita mengetahui tentang Firman Allah, dan Roh Allah.  
Baiklah. Inilah yang orang-orang Muslim katakan. Masih ada beberapa  
kesaksian yang indah dalam hal ini tentang Tritunggal .  Dr Shaqanqeery,
  nama lengkapnya adalah Mohamed Al Shaqanqeery adalah seorang professor
  dari Fakultas Hukum-Hukum Islam dari University Paris. Beliau adalah  
juga seorang professor dai Fakultas Hukum di Ain Shams, Kairo. Beliau  
telah menulis di Koran El Ahram newspaper pada tanggal 26 Mei 1985.  
Beliau menulis artikel yang asli di Paris dan artikel ini kemudian  
diterjemahkan oleh soerang professor yang lain yaitu Prof. Dr. Mohamed  
Badr, seorang professor dari Fakultas hukum sejarah di Universitas Ain  
Shams. Apa yang beliau katakan dalam artikel ini? “Kami tahu bahwa Al  
Qur’an mengatakan tentang Isa bahwa dialah Firman dari Allah dan  
Roh-Nya. Sekali lagi, kita tahu bahwa Al Qur’an mengatakan tentang Yesus
  bahwa Dia adalah Firman dan merupakah Roh dari Allah. Ini adalah ayat 
 yang sama dalam Surat 4 An Nisa ayat 171, terjemahan dari katalog ini  
tidaklah sulit bagi orang Nasrani untuk mengerti. Tidaklah sulit bagi  
seorang Nasrani. Karena orang Nasrani tahu bahwa Isa adalah Firman Allah
  dan merupakan Roh-Nya, orang Nasrani dapat menerimanya. Oleh karena 
itu  orang-orang Muslim keberatan akan hal itu, orang-orang Muslim 
berkata:  “bagaimana mungkin?” Pembawa acara: Bukankah itu aneh! Bpk. Zakaria :
  Karena konsep seperti itu akan menuntun mereka pada untuk mengaku  
Ke-Allah-an dari Isa. Mereka akan terus menjelaskan pada diri mereka.  
Mereka mengajukan pertanyaan lainnya: Apa itu Isa? Mereka bertanya.  
Orang-orang Muslim menjawab: Dia adalah Firman Allah dan Dia adalah  
Roh-Nya Allah, ini menurut Al Qur’an. Bila anda bertanya kepada seorang 
 Muslim apakah Isa itu, dia akan menjawab bahwa Isa adalah Firmannya  
Allah dan Roh-nya Allah, begitu? Tapi Firman dan Roh ini, apakah kedua  
hal ini diciptakan atau tidak? Roh Allah diciptakan atau tidak? Tahukan
  anda betapa pandainya orang ini? Kami mau orang-orang untuk berpikir  
seperti itu supaya dapat menangkap kebenaran itu. Descrates mengatakan, 
 “Saya berpikir, dan saya ragu, dan oleh karena itu saya ada.” Bila  
seseorang tidak meragukan sesuatu, dan kalau seseorang tidak berpikir,  
dia tidaklah ada / tidak nyata, dia sepertinya tidak ada di sana sama  
sekali. Banyak orang tidak mau berpikir, mereka juga tidak mau bertanya,
  dan mereka hanya menelannya mentah-mentah bahwa mereka telah 
diberitahu  kebenaran itu. Pembawa acara: Inilah bagimana orang-orang itu 
menerima adat kebiasaan mereka. Bpk. Zakaria : Tetapi
  ini bukanlah cara bagaimana orang-orang di abad 21 seharusnya 
berpikir.  Mari kita kembali lagi pada El Shaqanqeery. Apakah Firman dan
 Roh ini  diciptakan atau tidak diciptakan. Bila Roh Tuhan tidak 
diciptakan, jadi  tidaklah ada masalah. Tidak ada masalah.
   Pembawa acara: Bagaimana mungkin? Bpk. Zakaria : Kita
  katakan bahwa Allah itu adalah kehidupan, bahwa Dia memiliki Roh.  
Apakah Allah yang telah menciptakan Roh ini atau Roh ini memang sudah  
ada di dalam dia? Pembawa acara: Pastinya Roh ini memang sudah ada di dalam Dia 
Bpk. Zakaria : Kalau
  saya berkata bahwa Roh Allah itu tidak diciptakan lalu kemudian  
tidaklah ada masalah, jadi Roh Allah itu tidak diciptakan,  jadi Roh ini
  sifatnya abadi seperti Allah.  El Shaqanqeery tiba pada kebenaran ini.
  Sejauh ini baik-baik saja. Sangat masuk di akal. Dan yang berikut ini 
 adalah bomnya kalau begitu: Isa oleh karena itu adalah Allah, karena 
Dia  merupakan Roh-Nya Allah seperti yang disaksikan dalam Al Qur’an. Pembawa 
acara: Sebenar-benarnya ini adalah hanya susu, dan seluruhnya menyehatkan.   
Bpk. Zakaria : Roh
  Allah, apakah roh ini diciptakan atau tidak? Kalau kita katakan bahwa 
 Dia tidak diciptakan, tidak ada masalah kalau begitu, jadi Isa adalah  
Allah. Disini kita tidak sedang berbicara tentang  badan secara fisik;  
kita sedang membicarakan tentang Roh Kudus yang tinggal di dalam Isa dan
  yang telah diwujudkan di dalam Dia. Karena kita berkata, “Hebatlah  
misteri dari kebenaran itu; Allah telah menjelma dalam daging. Al  
Shaqanqeery berkata bahwa “ Isa adalah Roh Allah menurut ayat di dalam  
Al Qur’an di Surat 4 An Nisa ayat 171. Roh ini bisa diciptakan atau juga
  tidak diciptakan. Bila tidak diciptakan, Roh ini pastilah Allah, dan  
oleh karena itu Isa pastilah Allah. Tapi bila Roh Allah itu diciptakan, 
 akan lebih mudah bila dikatakan bahwa Roh itu diciptakan. Bila Roh 
Allah  itu diciptakan, maka Roh Allah dan Firman Allah juga diciptakan 
atau  telah diciptakan. Jadi sebelum menciptakan Firman-Nya dan sebelum 
 menciptakan Roh-Nya, Tuhan tidaklah memiliki kepandaian atau pun Roh,  
yang mana hal ini tidaklah masuk akal. Pembawa acara: Tentu saja Bpk. Zakaria : 
Tidaklah mungkin. Boleh saya mengulangi point-pointnya lagi?   Pembawa acara: 
Ya. Bpk. Zakaria : Di
  dalam Surat “An-Nisa”, mengatakan bahwa: “Isa adalah kalimat dari 
Allah  dan roh dari Allah.” Surat 4 An Nisa ayat 171. Roh dan kalimat 
(Firman)   ini yang adalah sebutan lain dari Isa, apakah dua hal ini 
telah  diciptakan atau tidak? Kalau kita katakan bahwa hal-hal ini 
tidaklah  diciptakan  jadi Isa pastilah Allah; Allah telah menjelma 
dalam daging  dan menjadi manusia.”Orang boleh  keberatan dan bilang 
tidak;  roh dan  kalimat (firman) ini telah diciptakan. Mereka ini telah
 diciptakan ! Dan  oleh karena itu pada saat Allah tidak memiliki 
kepandaian, maka Allah  tidak memiliki roh. Pembawa acara: Tentu saja tidak 
begitu!
 Bpk. Zakaria :
  Dan hal ini tidaklah masuk akal. Hal ini merupakan hal yang sederhana.
  Artikel ini telah diterbitkan di Koran Mesir Al Ahram pada tanggal 26 Mei 
1985. Saya ingin memberikan cerita kesaksian yang lainnya, bolehkah? Pembawa 
acara: Silahkan Bpk. Zakaria : Apakah kita masih ada waktu lebih? Pembawa 
acara: Ya, pasti. Bpk. Zakaria : Professor
  Ahmed Abd El Mo`ty Hegazy, seorang pengarang buku terkenal dari Mesir,
  telah menulis di Koran El Ahram terbitan tanggal 19 Juni 2002 bahwa:  
Kekristenan adalah agama yang percaya hanya pada satu Allah dan bahwa  
Tritunggal dalam Kekristenan bukanlah berarti bermacam-macam atau jamak;
  maksudnya bukanlah allah yang bermacam-macam atau adanya beberapa  
allah; lebih kepada menunjukkan akan gambaran atau penjelasan akan suatu
  kebenaran yang sama. Pembawa acara: Lain waktu saja dan dimana tadi 
diterbitkan? Bpk. Zakaria : Di
  koran El Ahram terbitan 19 Juni 2002. Artikel ini lumayan masih baru; 
 yang ditulis oleh Ahmed Abd El Mo`ty Hegazy, seorang penulis yang  
terkenal. Sekali lagi, disini dikatakan bahwa: “Kekristenan adalah suatu
  agama yang hanya percaya akan satu Allah dan Tritunggal yang ada di  
dalam Kekeristenan ini bukan maksudnya adalah bermacam-macam allah atau 
 adanya allah yang banyak, tapi lebih kepada memposisikan beberapa aspek
  yang berbeda akan satu kebenaran yang sama.” Beliau masih melanjutkan:
  ”Dan dalam pengertian ini, hal tersebut dekat dengan konsep yang  
dipegang oleh orang-orang Islam akan Allah yang satu  الذات الإلهية  dan
  keberagaman dari sifat-safat pribadinya, karena sifat-sifat itu  
merupakan hal-hal yang pokok dalam diri Allah seperti yang dikatakan  
oleh Mutazalites  المعتزلة .” Pembawa acara: hal ini membutuhkan banyak sekali 
penjelasan Bpk. Zakaria : Orang-orang seperti professor ini berpikir seperti 
itu juga dan mereka mendapatkan kesimpulan-kesimpulan itu. Pembawa acara: Mari 
kita sederhanakan. Bpk. Zakaria :
  Kekristenan merupakan sebuah agama yang menyembah hanya pada satu  
Allah, yang artinya adalah orang-orang Kristen percaya hanya pada satu  
Allah. Bagaimana dengan Tritunggal kalau begitu? Professor tadi  
mengatakan bahwa Tritunggal bukan berarti adanya allah yang  
bermaca-macam, tidaklah ada beberapa allah. Apa maksudnya dengan hal ini
  kalau begitu? Beliau mengatakan: Tritunggal memposisikan beberapa  
karakter yang berbeda akan suatu kebenaran yang sama. Kebenaran yang  
satu bisa dipandang dari karakter yang berbeda dan dalam pengertian itu,
  Kekristenan sangatlah serupa dengan kepercayaan orang Islam tentang  
Allah yang satu dengan beberapa sifat yang pribadi. Apa sajakah  
sifat-sifat pribadi itu menurut Ilmu tentang Ketuhanan yang Esa /  
Monotheology, yang disebut dalam bahasa Arab dengan Kalaam   علم الكلام 
 yang berhubungan dengan ilmu tentang Ketuhanan dalam Kekristenan?  
Orang-orang Muslim percaya bahwa Allah adalah satu, tapi Allah memiliki 
 beberapa sifat-sifat pribadi tertentu. Ada sifat-sifat yang lain yang  
lebih dari sekedar perbuatan, seperti hal berkuasa, mampu melakukan  
banyak hal. Hal-hal seperti yang Dia lakukan itu adalah merupakan sifat 
 yang berhubungan dengan perbuatan. Dan ada lagi sifat-sifat yang secara
  umum. Pembawa acara: Tapi itu adalah beberapa sifat pribadi yang ada 
hubungannya dengan Ke-Allah-an.
 Bpk. Zakaria : Sifat-sifat
  pribadi yang ada hubungannya dengan Ke-Allah-an, tanpa  adanya  
Keallahan itu sendiri. Apakah itu? Apakah sifat-sifat itu? Yang
  pertama adalah “Ada / Hidup.” Kalau seseorang mengatakan bahwa Allah 
itu  tidak hidup, lalu kita tidak sedang membicarakan tentang Allah, 
jadi  kita sedang berada jauh dari yang pembahasan. Jadi keberadaan 
harus ada  hubungannya dengan Allah sebagai sifat yang melekat pada 
Ke-Allahan-Nya,  dan hal ini tidak   melibatkan orang lain. Allah tidak 
membutuhkan  orang lain di luar Dia untuk hidup. Sifat
  yang kedua adalah “Maha tahu” atau  “Pengetahuan.” Allah adalah maha  
tahu, Allah mengetahui segala sesuatu, Dia mengetahui diri-Nya sendiri; 
 Dia mengetahui dunia ini yang telah Dia ciptakan; Dia mengetahui apa  
yang akan terjadi di masa depan. Jadi Allah itu mengetahui diri-Nya  
sendiri. Ini adalah sifat pribadi-Nya dan tidak melibatkan orang lain  
untuk memberian-Nya pengetahuan ini. Sifat
  yang ketiga adalah bahwa Dia adalah “Hidup.” Dialah kehidupan itu dan 
 yang ada; Dia tidak dapat mati. Jadi menurut ilmu pengetahuan Tawheed  
  التوحيد atau Kalaam, yang artinya adalah Ilmu yang mempelajari tentang
  ketuhanan, Allah itu satu tapi Dia memiliki 3 sifat-sifat pribadi: 
yang  ada, pengetahuan, dan yang hidup. Siapakah yang mengatakan tentang
 hal  itu?  Ahmed Abd El Mo`ty Hegazy di Koran El Ahram terbitan 19 Juni
   2002.  Pembawa acara: Baru-baru ini saja kalau begitu  Bpk. Zakaria :
  Ya, belum lama ini. Jadi kalau begitu, kita percaya akan satu Allah.  
Kita bukanlah orang-orang kafir; hal ini ada hubungannya dengan  
Keallahan dan sifat-Nya yang berbeda-beda atau sifat-sifat yang berbeda 
 dari Keallahan itu.   Pembawa acara: Sekarang
  tibalah kita pada pertanyaan yang terakhir dalam episode kali ini.  
Tidakkah anda tahu bahwa yang anda katakan itu adalah sebuah penghinaan 
 pada Tuhan dan mengarahkan akan adanya persekutuan dengan Allah 
lainnya?  Dan anda masih menuntut bahwa anda adalah orang yang percaya  
hanya  pada satu Allah?  Bpk. Zakaria :
  Kita bukanlah para penyembah berhala atau musyrik karena Islam sendiri
  bersaksi bahwa kita bukanlah seperti itu. Bagaimana itu bisa? Dalam  
Surat 29 Al ‘Ankabut ayat 46, dikatakan, “ Dan janganlah kamu berdebat  
dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali  
dengan orang-orang zalim diantara mereka, dan katakanlah :” Kami telah  
beriman kepada yang di turunkan kepada kami dan yang diturunkan  
kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya 
 berserah diri” “Dikatakan,”Allah yang sama.”  Pembawa acara: Tapi
  pak pendeta, orang-orang Muslim yang kita kasihi itu mengambil ayat  
yang lain dari Al Qur’an  dan mengatakan mereka tidak percaya pada yang 
 mengatakan…  Bpk. Zakaria : …bahwa Allah itu adalah tiga dari ketiganya  
Pembawa acara: Bukan. “Mereka yang mengatakan bahwa Isa adalah Allah”  Bpk. 
Zakaria : Isa adalah Allah
  Pembawa acara: tiga dari ketiganya itu sudah selesai. Itu adalah hal yang 
lain. Bpk. Zakaria : Ini adalah hal yang lain. Pembawa acara: Hal ini ada dalam 
Surat “Al Maidah” yang diulang sebanyak dua kali. Bpk. Zakaria : Benar, saya 
akan katakan pada anda.   Pembawa acara: Silahkan.
  Bpk. Zakaria :
  Pernyataan ini memerlukan sedikit pemahaman. Kita tidak mengatakan  
bahwa tubuh dari Isa adalah Allah. Kita mempertahankan bahwa Allah telah
  menjelmakan diri-Nya dalam tubuh Isa. Dalam gereja kita, kita  
menyatakan bahwa sifat Ke-Allah-an-Nya tidak pernah bisa dipisahkan dari
  sifat manusia-Nya – walaupun hanya sekedip mata pun. Isa memiliki 
sifat  baik itu sifat Ke-Allah-an sekali gus sifat manusia dalam 
cara-cara  tertentu yang tidak dapat dicampur-adukan; sifat-sifat ini 
tidak dapat  bergabung tapi tidak juga dapat diubah. Saya akan berikan 
sebuah contoh  akhir berikut ini. Kalau saya mengambil lempengan logam 
dan  meletakkannya di dalam api. Dan kita membakarnya dengan panas yang 
 sesuai. Apa yang akan terjadi pada lempengan logam itu? Warnanya akan  
berubah menjadi merah. Tadinya lempengan ini berwarna hitam kemudian  
berubah menjadi merah. Apakah warna asli dari lempengan logam tersebut  
sekarang? Atau kita akan menyebutnya bahwa lempengan logam ini mempunyai
  dua sifat asli yang bersatu. Keaslian dari logam ini masih tinggal  
disini; saya dapat menghantamnya; saya dapat membengkokkannya, saya  
dapat membentuknya tapi lempengan ini tetap masih memiliki sifat  
aslinya, karena lempengan ini masih merah menyala; dan saya bisa  
menggunakannya untuk membakar sesuatu atau seseorang. Tapi apakah  
lempengan logam ini telah berubah menjadi api atau api yang telah  
berubah menjadi lempengan metal; tidak satu pun di antaranya telah  
bergabung atau bercampur atau berubah. Saya dapat membengkokkannya dan  
juga menggunakannya untuk membakar sesuatu. Begitu juga dengan Isa dalam
  kesatuan antara Ke-Allahan (digambarkan sebagai api tadi) tapi juga  
kemanusiaan (dilambangkan dengan logam). Jadi Isa masih menampilkan  
perbuatan-perbuatan ke-Allahan dan sekaligus menampilkan  
perbuatan-perbuatan manusia  melalui sifat manusia-nya; Dia makan dan  
minum melalui tubuhnya; Jelas sekarang?  Pembawa acara: Sekarang
  lebih jelas jadinya. Tapi masih ada sedikit kesulitan . Orang Muslim  
keberatan pada tuntutan ini dan mengatakan: Bagaimana mungkin Allah itu 
 bisa makan dan minum dan bisa merasa lapar? Bpk. Zakaria :
  Ini tepat sekali dengan apa yang saya maksud ketika saya mengatakan  
bahwa melalui tubuh manusianya, Isa menampilkan perbuatan-perbuatan yang
  dilakukan manusia. Tapi melalui sifat Ke-Allahannya Dia telah  
membangkitkan orang mati, menyembuhkan orang sakit dan telah melakukan  
perbuatan-perbuatan yang luar biasa. Sama halnya dengan api yang dapat  
membakar, dapat menyetrika dan logam itu dapat dibengkokkan dan dipukul,
  tapi api tadi tidak dipengaruhi sama sekali oleh pukulan dan  
pembengkokan. Jadi Isa memiliki dua sifat. Dua sifat kepribadian yang  
menyatu dalam satu pribadi, melalui sifat manusia-Nya Dia menampilkan  
semua perbuatan-perbuatan manusia dan melalui sifat keallahan-Nya, Dia  
menampilkan semua perbuatan-perbuatan ke-Allahan. Tubuhnya tidak  
kemudian berubah menjadi Allah, dan Allah tidak kemudian jadi berubah  
kedalam tubuh, ini adalah kesatuan dari ke-Allahan sekaligus manusia.  
”Agunglah rahasia kebenaran ini: Allah yang telah menyatakan diriNya  
dalam rupa manusia. Sama seperti saat Isa menampakkan diri pada Musa di 
 semak duri yang terbakar, sama halnya saat Dia menampakkan diri pada  
Musa di atas bukit, sama seperti yang terdapat dalam Surat Al Ahqaf dan 
 kita dapat melanjutkan untuk membahas tentang hal ini di episode yang  
lain.
 Pembawa acara: Terima
  kasih Pak Pendeta untuk penjelasan-penjelasannya, saya berharap dan  
berdoa bahwa kebenaran itu akan berbicara pada orang-orang Muslim yang  
kita kasihi. Dan kami menunggu wawancara-wawancara yang lainnya dengan  
anda. Para penonton yang terkasih, kami menantikan pertanyaan-pertanyaan
  dari anda. Setiap pertanyaan yang anda alamatkan pada kami akan kami  
beri perhatian penuh dan kami akan jawabnya. Kami akan terus menjawabnya
  sampai kebenaran itu berbicara pada anda. Sebentar lagi anda akan  
melihat sebuah alamat. Bila anda membutuhkan sebuah alkitab atau  
bacaan-bacaan lainnya, akan kami kirimkan kepada anda secara gratis ke  
alamat anda. Terima kasih, dan sampai jumpa di episode yang lainnya. Sumber: 
http://www.siaranalhayat.com/pertanyaan-tentang-iman/





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke