Terjemahan bisa saja salah dan diperbaiki di kemudian hari. Lihat saja langsung 
di Software ALKITAB, yaitu BHS ASLI Alkitab Ibrani (Hebrew Old Testament) dan 
Yunani (Textus Receptus), sekalian di software sudah ada kamusnya, BELI atau 
Download lah software2 ALKITAB yg bertebaran di Internet misal E-Sword, THE 
WORD, dll.

--- Pada Ming, 22/8/10, ndeboost <[email protected]> menulis:

Dari: ndeboost <[email protected]>
Judul: [proletar] Re: Tritunggal dalam Kekristenan (Part 3) 
http://conversation-with-muslim.blogspot.com
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 22 Agustus, 2010, 4:48 PM







 



  


    
      
      
      

"Tulisan Terakhir Apakah Benar Taurat dan Injil Yang Sekarang TidakÂ

Murni?"



Murni menurut nT yg gimana? Lah LAI76 dan LAI06 saja isinya banyak yang

beda?



Nih diantara contohnya:



Yang haram babi apa babi hutan? Yang haram cecak apa bengkarung apa

katak apa tortoise apa large lizard apa big lizard?



--- In [email protected], siap murtad <islamic.invas...@...>

wrote:

>

>   Tulisan Terakhir  Apakah Benar Taurat dan Injil Yang Sekarang

Tidak Murni?Kisah Sesungguhnya Tentang Ka’abahRAMADHAN:

BULAN PENUHÂ KEMUNAFIKANBUKU BARU: SIAPA BILANG KRISTEN TIDAK

BISAÂ MENJAWABMENGAPA MENYELIDIKI KEBANGKITANÂ YESUSOrang-Orang

yang MENINGGALKANÂ ISLAMKETIKA ARAH SHOLAT SAJAÂ KACAUHARAM MANA:

Kopi Luwak atau Air Kencing Unta?What is ISLAM ? Dr. Robert Morey

â€" LectureLOGIKA TUDUHAN PENODAAN AGAMAPERAWAN MARIA, SEBUAH

TANDA DARI ALLAH (AYATOLLAHÂ SEJATI)Pekerja Seks Bangladesh Gemuk

karena disuntik Steroid sapi

>   Tritunggal dalam Kekristenan (Part

3)http://conversation-with-muslim.blogspot.com

>

> Episode 3

>    Pembawa Acara: Para

>   penonton yang saya kasihi, selamat bergabung kembali dalam acara

kami

>  “Pertanyaan-Pertanyaan tentang Iman� Merupakan sebuah

kehormatan buat

> kami disini kedatangan tamu Bapak Bpk. Zakaria Zakaria Botros. Selamat

> datang Pak. Bpk. Zakaria: Terima kasih.

>  Pembawa Acara: Dalam

>   2 episode sebelumnya kita telah membicarakan tentang  Tritunggal dan

> bagaimanakah Kekristenan percaya pada satu Allah. Dan bahwa Tritunggal

> tidaklah bersekutu dengan allah yang lain atau percaya pada 3 allah.

> Kita akan lanjutkan diskusi ini dengan Bpk. Zakaria. Pertanyaan kita

> hari ini adalah Mengapa ajaran tentang Tritunggal yang dipercaya oleh

> orang-orang Kristen tidak ada di agama-agama lainnya? Apa pendapat

anda

>  tentang hal ini?

> Bpk. Zakaria:

>   Sebuah pertanyaan yang bagus. Hal ini melengkapi pertanyaan yang ada

> sebelumnya. Saya sudah menjelaskan hal ini, tapi mungkin ada banyak

> penonton yang tidak menyaksikan episode kita sebelumnya. Jadi saya

pikir

>   tidak apa-apa saya akan menjelaskannya lagi.  Yang penting buat saya

> adalah kebahagian seseorang dimanapun dia berada, sepanjang orang itu

> mengetahui kebenaran, karena Alkitab mengatakan,�Kamu harus

mengetahui

> kebenaran, dan kebenaran itu yang akan membebaskan kamu.�

Inilah yang

> menjadi perhatian saya bahwa seseorang akan mengetahui kebenaran itu

dan

>   bahwa mungkin dia memiliki iman tersendiri dalam sesuatu yang dia

> yakini. Kami katakan bahwa konsep Tritunggal sudah ada berupa

> penyembahan berhala dari agama-agama palsu. Seperti contohnya

tritunggal

>   yang diakui oleh orang-orang Mesir berupa Isis, Osiris  and Horus.

> Tapi  mereka ini adalah tritunggal yang salah dan ini bukanlah

> tritunggal  yang kita anut.  Pembawa Acara: Apakah hal itu yang

disebutkan dalam Al Qur’an, atau  ini hal yang berbeda.  Bpk.

Zakaria: Saya

>   pikir itu adalah hal yang berbeda. Kita tidak percaya pada

tritunggal

>  yang seperti itu sama sekali, dan saya pikir juga dalam Al

Qur’an,

> bahwa  saudara-saudara Muslim itu juga mengacu pada tritunggal yang

> salah,  seperti yang dikatakan dalam Al Qur’an, bahwa

tritunggal yang

> seperti  itu melibatkan Tuhan yang memiliki hubungan dengan seorang

> istri. Jadi  itu adalah jenis tritunggal yang salah. Kita telah

membahas

>  tentang  sekte Mariamite yang dulu percaya pada dewi surga, dan

mereka

> mengatakan  bahwa allah kawin dengan dewi surga dan melahirkan seorang

> anak. Dan  hal ini adalah ajaran yang salah. Jadi memang pikiran

seperti

>  ini sudah  ada disana sejak jaman dulu, hanya manusia mengetahuinya

> berdasarkan  intuisi  saja. Tapi hal itu mungkin telah diturunkan dari

> jaman Adam,  karena Adam ingn tetap mempertahankan tritunggal itu,

> mungkin secara  roh. Dan ketika Adam jatuh ke dalam dosa dan dipaksa

> untuk keluar dari  taman Eden, hal itu menimbulkan pikiran yang

> membingungkan. Dan saat  Adam menurunkannya pada  keturunannya,

> kebingungan itu makin bertambah,  dan bukan mencoba menjabarkan atau

> mengungkapkan tritunggal yang  sesungguhnya,  mereka malahan mulai

> menggambarkan tritunggal yang salah.  Pembawa Acara: Mereka

>   mulai menjabarkan secara duniawi dengan menggunakan bentuk fisik

yang

>  salah yang tidak ada hubungannya dengan keberadaan Allah.  Bpk.

Zakaria:

>   Dan konsep tritunggal yang salah itu mulai mengambil-alih. Tapi

> Kekristenan tidak mempercayainya sama sekali. Kekristenan mengatakan:

> bahwa Allah itu hanya satu, Dia berdiri sendiri. Tidak terbatas, dan

Dia

>   hidup melalui Roh-Nya. Dan hal-hal itu adalah merupakan sifat-sifat

> Tuhan  yang telah kita bahas waktu yang lalu. Inilah Tritunggal kita

dan

>   hal-hal lainnya itu adalah sifat-sifat pribadi Allah yang mendasar

> yang  harus ada dalam diri Allah sendiri. Sekarang, apakah ada

> agama-agama  lainnya yang percaya akan Tritunggal? Karena kenyataannya

> agama Islam  percaya pada Tritunggal. Al Qur’an sendiri

berbicara

> mengenai tritunggal  dalam pengertian yang sama seperti yang dikatakan

> oleh orang-orang  Nasrani.

>   Pembawa Acara: Tapi Pak Pendeta, tidak secara jelas khan?  Bpk.

Zakaria : Tidak secara jelas karena tidak ada yang mau mengerti akan hal

itu.  Pembawa Acara: Ajaran itu tidak bisa kita sangkal; tapi

orang-orang Muslim tidak bisa mencapai kebenaran ini.  Bpk. Zakaria :

Hal itu ada

>  disana, tapi orang-orang Muslim terus saja menghilangkan ayat-ayat

itu.  Pembawa Acara: Benar sekali!  Bpk. Zakaria : Ini berbicara tentang

Tritunggal dan mereka focus pada ayat-ayatnya saja.  Pembawa Acara: Hal

itu menguatkan kepercayaan mereka sendiri.  Bpk. Zakaria :

>   Seperti contohnya di Surat 4 ayat 171 yang telah kita bahas dalam

> episode sebelumnya, disebutkan bahwa Sesungguhnya Al Masih, Isa putra

> Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya

> kepada Maryam dan ru dari-Nya. Jadi mereka itu berpusat hanya pada

satu

>  bagian dari ketiganya dan berkata: Benar bukan? Isa adalah seorang

> Pembawa kabar dari Allah.  Pembawa Acara: Tapi mereka menghilangkan

bagian yang paling penting.  Bpk. Zakaria : Mereka

>   mengambil dan memilih. Al Qur’an berbicara tentang Tritunggal

yang

> kita  anut dalam ayat ini. Isa adalah Firman Allah, Pernyataan Allah

dan

>  Roh  Allah. Kita telah membicarakan tentang Shaqanqeery dan  tentang

> Ahmed  Hegazy. Yang saya mau katakan sekarang adalah: bagaimana Isa

itu

> adalah  Firman Allah? Dan apakah Al Qur’an dengan lebih jelas

memberikan

>   pembuktian bahwa Isa adalah benar-benar Firman Allah? Dan dalam

sikap

>  seperti apakah Al Qur’an memberikan kesaksiannya? Disamping

dari ayat

> dalam Surat 4  Pembawa Acara: Ini ada di ayat 171  Bpk. Zakaria : Di

>   ayat 171. Selain itu ada juga di ayat lain dalam Surat 3 ayat ke 39,

> yang mengatakan “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan

kelahiran

>   Yahya, Yahya yang dimaksud di sini adalah Yohanes Pembabtis. 

Pembawa Acara: Ini adalah pesan dari sudut pandang Zakaria  Bpk.

Zakaria:

>   Yahya yang membenarkan kalimat dari Allah â€" siapa yang akan

menguatkan

>   Kalimat dari Allah itu (atau Firman dari Allah). �Jadi Yahya

si

> Pembabtis memang bermaksud  untuk menguatkan atau mempercayai kalimat

> dari Allah.  Apakah artinya itu?  Pembawa Acara: Hal ini membutuhkan

banyak sekali penjelasan.  Bpk. Zakaria: Seperti

>   yang kamu ketahui bahwa kita tidak diperbolehkan untuk menjelaskan

> atau  menafsirkan isi dari Al Qur’an; kita menghormati Al

Qur’an dan

> kita  juga menghargai para tapsiran kuno atau para  penterjemahnya.

Dan

> kita  tidak mempunyai hak untuk menterjemahkannya sendiri. Tapi dari

> dulu  memang telah ada tafsiran atau penjelasan secara jelas tentang

hal

>  ini   yang telah disetujui, penafsir islam yang memang mempunyai hak

> untuk  itu. Dan kita mengutip orang-orang itu, seperti contohnya; Imam

> Abu Al-  Sa`udالامام ابو السعود . Apakah

yang telah beliau katakan?

> Beliau  mengatakan “Penenegasan atau untuk memperkuat firman

Allah yang

> artinya  adalah Firman ini adalah Isa sendiri, semoga damai sejahtera

> besertamu.�  Pembawa acara: Tolong

>   katakan pada kami mengacu dari manakah hal itu , supaya orang-orang

> muslim yang kita kasihi bisa mengacu pada buku â€"buku tersebut

dan dan

> memeriksanya sendiri.  Bpk. Zakaria: Karena kita ingin orang-orang

dapat membaca dan mengerti.  Pembawa acara: Kita ingin membuatnya lebih

mudah bagi mereka untuk mengacu pada penjelasan-penjelasan tersebut.

>   Bpk. Zakaria:Ini

>   ada dalam penjelasan dari Abu A-Sa`ud Mohamed Ibn Mohamed

> Al-3ammadyابو  السعود محمد بن

محمد العمادى  di halaman 233. Beliau

> mengatakan:  Barangsiapa yang menegaskan Firman dari Allah yang adalah

> Isa sendiri,  semoga damai sejahtera menyertainya. Karena Yahya si

> Pembabtis telah  mengatakan untuk menjadi yang pertama untuk percaya

> dalam Dia dan untuk  menegaskan bahwa Dia adalah sebuah Firman dari

> Allah. Penjelasan yang  sama mengutip penjelasan yang telah ada

terlebih

>  dahulu dari  Al-Siddi  السÙ`دى- Ini adalah berasal dari

referensi buku

> yang sama . Al-Siddi  mengatakan bahwa Ibu dari Yahya telah bertemu

> dengan Ibunda Isa; hal ini  juga telah diketahui dalam Alkitab. Ibunda

> Yahya mengatakan: “Oh  Mariam, tahukah kamu bahwa aku sedang

> mengandung?� Mariam menjawab “Aku  juga sedang

mengandung.â€� â€"

> permbicaraan biasa â€" Lalu Ibunda Yahya  berkata pada Ibunda Isa

â€" dan

> ini adalah bagian yang serius â€"Ibunda  Yahya berkata kepada

Ibunda Isa:

> “Aku mendapati bayi yang ada dalam  kandunganku menyembah Anak

yang

> dalam kandunganmu.� Penterjemahan atau  maksudnya adalah:

Siapakah yang

> akan menegaskan pernyataan dari Tuhan?  Siapakah bayi yang ada di

dalam

> perut Ibunda Yahya?   Pembawa Acara: Yohanes atau Yahya 

يحيى  Bpk. Zakaria: Siapakah yang dia puja?  Pembawa Acara:

Isa, Putera Mariam yang ada dalam perut ibunya.  Pak Bpk. Zakaria,

tolong ulangi lagi bagian ini, referencinya dan namanya?  Bpk. Zakaria:

Ini

>   adalah penjelasan dari Abu Al-Sa`ud. Nama sesungguhnya adalah

Mohamed

>  Ebn Mohamed Al-3ammady ابو السعود محمد

بن محمد العمادى yang ada di

> halaman 233. Penjelasan yang sama mengutip penjelasan dari

pendahulunya

>  yang bernama Al-Siddi السÙ`دى- yang mengatakan: “Oh

Mariam, apakah kau

> merasakan â€" atau mungkin maksudnya adalah apakah kamu telah

mendengar

> tentang kehamilanku?� Lalu Mariam menjawab “Aku juga

sedang mengandung.�

>   â€"  Ibunda Yahya berkata: “Aku mendapati bayi yang ada

dalam

> kandunganku  menyembah Bayi yang ada dalam kandunganmu.�

Menyembah

> adalah sebuah hak  istimewa untuk Allah, betul begitu?  Pembawa acara:

Hal ini telah ditegaskan dalam Al Qur’an  Bpk. Zakaria: Kita

memang seharusnya menyembah hanya pada Allah dan bertekuk lutut hanya

pada Dia.  Pembawa acara: Begitu juga di dalam Al Qur’an  Bpk.

Zakaria: “Aku

>   mendapati bayi yang ada dalam kandungku menyembah Bayi yang ada

dalam

>  kandunganmu.: Bagian ini versi Al Qur’an mengatakan: 

“Siapa yang akan

>  menegaskan sebuah pernyataan dari Tuhan.� Pernyataan yang

mengatakan

> bahwa kamu akan menjadkn,i hamil.  Pembawa Acara: Saya pikir hal ini

sudahlah sangat jelas.  Bpk. Zakaria: Jelas?  Pembawa Acara: Ya, sangat

jelas.  Bpk. Zakaria: Ada

>   lagi, dalam Surat 3 ayat 45; ayat ini menerangkan dengan jelas

> siapakah  Firman dari Allah itu. Dikatakan “ Ketika malaikat

berkata :

> Hai  Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dari Nya, namaNya

Al

>   Masih ‘Isa putera  Maryam,� tentu saja disini tidak

mungkin ada

> kesalahan secara tata bahasa dalam Al Qur’an.  Pembawa Acara:

Orang-orang Muslim menjadikan Al Qur’an sebagai sandaran utama

dalam  tata bahasa dalam bahasa Arab.

>   Bpk. Zakaria: Baiklah.

>   Kita akan melihat lebih dekat bagaimana bahasa Arab itu. Dikatakan

> bahwa: “Tuhan menyatakan dalam dirimu sebuah Kalimat dari

Dia.�  Sebuah

>  Firman  كلمه  , apakah kata “kalimat

(firman)� ini berjenis pria

> (masculine) atau wanita (feminine) dalam bahasa Arab? Kata ini masuk

> dalam jenis wanita (feminine) Jadi dalam bahasa Arab seharusnya ini

> menjadi Ismuha اسمها  dan bukan menjadi Ismuhu اسمه

. Jadi gaya

> bahasanya seharusnya dibaca dalam bahasa Arab menjadi “Dengan

demikian

> malaikat itu berkata kepada Mariam “Allah menyatakan pada

dirimu sebuah

>  firman dari Dia, namanya adalah, atau dalam bahasa Arab Ismuha

اسمها.

> Isa anak Mariam �عيسى ابن مريم   untuk

membuat bahasanya dalam bentuk

> yang benar. Tapi

>   masalahnya disini bukan ada di Al Qur’an. Dikatakan dalam

bahasa Arab:

>   Bikalimatin بكلمة â€"dalam bentuk wanita (feminine)-

Ismhuhu اسمه â€"dalam

>   bentuk pria (masculine) â€" Nama-Nya adalah Isa anak dari

Mariam.� Orang

>   boleh memperdebatkan  bahwa kata ganti bentuk pria dalam Ismuhu

اسمه

> adalah mengacu pada Isa tapi setiap orang tahu bahwa sebuah kata ganti

>  mengacu pada kata benda yang ada sebelumnya, bukan kata benda yang

ada

>  setelahnya. Jadi apakah kesimpulan kita dari situ? Bahwa Firman dari

> Allah ini bukanlah sebuah  firman manusia biasa; ini adalah bentuk

kata

>  pria (maskulin); jadi ini pastilah Firman Tuhan â€" seseorang-

kepandaian

>   dari Tuhan yang telah pernah kita bahas. Mari kita sekarang kembali

> pada  bahasa aslinya. Di Yunani, dalam bahasa Yunani, dalam kata

Yunani

>  “Logos�  dan logos yang dalam bahasa Arab adalah kalima

yang telah diterjemahkan, artinya: pikiran dari Allah, yang

menjelaskannya sendiri dalam bentuk sebuah firman.  Oleh

>   karena itu telah dituliskan disini  dalam bentuk pria / maskulin,

> karena kata “pandai� atau “kepandaiannya Tuhan,

pikirannya Tuhan�

> pastilah berjenis pria /maskulin. Oleh karena itu tidak dikatakan ,

> “Bikalimatin Ismuha بكلمة اسمها â€"

kata gantinya dalam bentuk pria bukan

>  kata ganti untuk wanita, kata dia  dalam bentuk pria. Ini adalah

pikirannya Allah yang terlihat dalah diri Isa. Sekali lagi, di dalam

buku yang berjudul  “Fusus Al- Hikam�

>   �صوص الحكم yang dikarang oleh Sheikh Mohyi Addin

Al-Araby الشيخ محى

> الدين العربى, dalam bagian yang ke-2 atau di

volume 2 di halaman 35

> mengatakan tentang Firman ini: Firman ini â€" pernyataan yang

luar biasa â€"

>   adalah merupakan transfigure dari Allah.�  Semuanya ada

disana

> menunggu  seseorang untuk membaca dan mengerti. Alkitab menganjurkan

> pada kita  untuk mencari kitab-kitab, meneliti buku-buku, karena

> buku-buku itulah  yang akan bersaksi tentang Isa. Tapi masalahnya

adalah

>  bahwa hanya ada  sedikit orang muslim saja yang membaca. Mereka tidak

> tidak mau membaca  atau juga mengerti dan mereka hanya mengambil

sebagai

>  mana yang mereka  lihat atau dengar. Padahal kita ingin mereka

memiliki

>  mental baru di  abad 21, seseorang yang berpikir untuk mengkaji

hal-hal

>  untuk dirinya  sendiri. Hal

>  ini  sudah ditulis di abad ke-7 dan ke-8 setelah masehi, dan mereka

> telah  menulis  tentang hal-hal itu. Apakah mereka lebih baik dari

kita,

>  siapa  yang hidup di abad 21?  Namanya sekali lagi adalah Sheikh

Mohyi

> Addin  Al-Arabyمحى الدين العربى   dalam

bukunya “Fusus Al- Hikam�

>  �صوص  الحكم di volume 2 halaman 35 dan mengatakan

bahwa: Firman itu

> adalah  merupakan  bentuk perubahan / transfigure dari Allah sendiri

dan

>  ini  sama seperti Ke-Allah-an dan bukan yang lainnya.� Sheikh

Mohyi

> Addin  Al-Araby terkenal sebagai seorang pengarang buku. Di dalam buku

> yang  sama di halaman 13 kami menemukan sesuatu yang lain.

>

>    Pembawa Acara: Dan kita masih sedang membicarakan  tentang Firman

dan sedang mencoba untuk menjelaskan siapakah Firman Tuhan itu?  Bpk.

Zakaria: Sebagai

>   suatu pribadi dalam Tritunggal. Firman Allah, pikirannya Allah. 

Mohyi

>   Addin Al-Araby dalam bukunya beliau mengatakan: Firman itu adalah

> Allah  sendiri.   Pembawa acara: Dia menuliskan tentang hal  ini

dengan sangat singkat.  Bpk. Zakaria: Kalau Firman itu adalah Allah

sendiri, ini artinya Firnan itu adalah Allah. Tidakkah seperti itu

tepatnya?  Pembawa Acara: betul sekali  Bpk. Zakaria: Apakah yang orang

Nasrani bilang? Bahwa “Pada mulanya adalah….� 

Pembawa acara: Ya.  Bpk. Zakaria: “Pada

>   mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah dan

> Firman itu adalah Allah.� Semua itu adalah hal yang sama.

Bahkan dalam

> bahasa Arab kita katakan, “Firman itu adalah â€" kita

menggunakan dalam

> jenis maskulin dan bukan feminin. Jadi kita memang tidak sedang

> membicarakan tentang firman dari seorang pribadi yang biasa saja, kita

> sedang membicarakan tentang seorang Pribadi disini atau tentang

> pikirannya Tuhan. Jadi

>   sekarang, kita memiliki Allah. Kita memiliki Firman yang adalah

> Kepandaiannya Allah sendiri, pikirannya Tuhan; dan sekarang tinggal

hal

>  mengenai Ruhul Qudus yang harus kita bahas. Apakah

>   Ruhul Qudus itu adalah Allah? Mari kita periksa pertanyaan ini? Kita

> baca dalam Surat 2 ayat 87 dan ayat yang sama diulangi di ayat 253.

> Dikatakan disini: “telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran

kepada ‘Isa

>  putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. dan sekali

> lagi  dalam Surat 5 ayat 110 yang mengatakan “Lalu Allah

mengatakan: “

> Hai  ‘Isa putra Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan

kepada ibumu di

> waktu  Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara

> dengan  manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa. 

Pembawa acara: Saya

>   mempunyai sedikit keberatan di sini Pak Bpk. Zakaria.

Saudara-saudara

>  kita yng beragama Islam mengatakan bahwa Ruhul Qudus yang dimaksud

> disini adalah sama dengan yang menolong Muhammad dengan memberikan

> padanya Al Qur’an ini. Kami ingin menjelaskan perbedaannya

disini.

> Pertolongan yang dimaksud disini adalah bahwa Muhammad adalah pembawa

> pesannya Tuhan dan Dia mengirim Al Qur’an ini ke bumi untuk

Muhammad.

> Ini perbedaan yang sangat besar.   Bpk. Zakaria: Pada kenyataanya

adalah bahwa di dalam Al Qur’an, yang dimaksud adalah malaikat

Jibril  Pembawa acara : yang ditafsirkan sebagai Ruhul Qudus.  Bpk.

Zakaria:

>   Ditafsirkan sebagai Ruhul Qudus yang datang dari Tuhan. Tapi dalam

Al

>  Qur’an juga Ruhul Qudus yang sesungguhnya ditafsirkan sebagai 

Roh

> Tuhan  itu sendiri. Seperti kesaksian yang saya ambil dari Sheikh

> Mohamed Al  Hariry Al Bayyumy شيخ محمد

الحريرى البيومى  dalam bukunya

> yang berjudul “The spirit and its identity� di halaman

53. Di halaman ini beliau berkata: “Ruhul Qudus itu adalah Roh

Allah sendiri. �

>   Pembawa Acara: Siapa tadi namanya pak?  Bpk. Zakaria: Dalam bahasa

Arab disebut dengan “Arruhu Wa Mahiyyatuha�

>   الروح وماهيتها ada di halaman 53 yang

ditulis oleh Sheikh Mohamed Al

> Hariry Al Bayyumy. Al Qur’an juga telah memperingatkan

orang-orang untuk

>   tidak berkata kebohongan baik tentang Allah mau pun tentang Ruhul

> Qudusnya. Jadi Roh yang dimaksud disini pastilah Roh Allah, karena

kita

>  tidak dapat  memahami Allah tanpa adanya Roh. Dan kalau kita menuntut

> bahwa Ruhul Qudus itu adalah malaikat Jibril, bagaimana dengan Tuhan,

> apakah Allah memiliki roh atau tidak? Apakah Dia hidup atau tidak? 

Pembawa Acara:

>   Dan malaikat ini juga adalah ciptaan Allah. Bagaimana kita dapat

> menyebut suatu ciptaan Tuhan sebagai Roh Allah? Tidaklah masuk akal . 

Bpk. Zakaria: Bukan

>   begitu, orang-orang Islam memandang hal ini dalam cara yang berbeda.

> Mereka mengatakan bahwa Ruhul Qudus -  atau tepatnya roh kesucian

â€"

> artinya adalah roh yang datang dari kekudusan yang adalah Allah

sendiri,

>   dinamakah roh yang diutus oleh Allah yang suci. Tapi hal ini

tidaklah

>  bertentangan dengan kenyataan bahwa Tuhan memiliki Roh. Dan tidaklah

> mungkin bahwa malaikat Jibril itu adalah Rohnya Allah; Tuhan haruslah

> memiliki roh  karena Tuhan memiliki kehidupan yang merupakan sifat

> pribadi Allah yang melekat secara alami, karena Dia hidup melalui

> Roh-Nya itu.  Pembawa Acara: Lalu

>   apa maksudnya saat  Al Qur’an mengatakan dalam Surat  Miriam

“Kami

> telah mengirimkan padanya roh kami .�?  Kalau begitu inilah 

Roh Allah

> itu. Dia tidak mengatakan roh yang aku ciptakan,  Dia mengatakan Roh

> kami, jadi kalau begitu ada perbedaan antara keduanya.   Bpk. Zakaria:

>   Kita ingin melihat hal itu dari sudut pandang orang Muslim. Jadi

> mereka  tidak akan mengatakan bahwa kita menterjemahkan hal-hal itu

> dengan cara  yang kita suka. Mereka mengkaji ayat: “Kami telah

> mengirimkan padanya  Roh Kami seperti roh yang dari kita� dan

mereka

> menterjemahkan  kelanjutan dari ayat tersebut dengan:  bahwa seorang

> malaikat muncul  padanya dalam wujud seorang manusia. Itu adalah

sebuah

> perkiraan. Saya  bukannya tidak setuju dengan mereka tentang hal ini.

> Tapi penjelasan  saya  ingin agar hal ini dapat menjadi wajar dan

bicara

>  secara masuk  akal, saya tanya: Apakah Allah memiliki roh atau tidak?

> Kita  kesampingkan Jibril ini sekarang.  Apakah Allah itu tanpa Roh?  

Pembawa acara: Tentu saja tidak  Bpk. Zakaria: Tentu saja tidak.

Baiklah. Roh ini, apakah kudus atau  tidak? Bukankah Dia Dia yang suci? 

Pembawa acara: Pasti ya, Allah itu adalah Kudus.

>   Bpk. Zakaria: Dan

>   “Kudus� adalah salah satu sebutan buat Allah, artinya

Roh-Nya juga

> adalah Kudus. Roh yang Kudus, jadi inilah Tritunggal yang kita

percayai

>   - Bapa â€" yang adalah sumber kehidupan â€" Firman /Anak

â€" yang merupakan

>  kepandaiannya Allah yang berwujud dalam bentuk manusia dan Allah

tidak

>  dapat dipisahkan dari kepandaian-Nya â€" dan Roh Allah yang

hidup dan

> pemberi  kehidupan. Semuanya itu saling berhubungan dengan  baik; dan

> kita tidak dapat memisahkannya satu dengan yang lainnya. Hal yang sama

> juga bahwa anda tidak dapat memisahkan pikiran atau otak seseorang

dari tubuhnya atau rohnya, dia adalah satu kesatuan.  Pembawa acara: Hal

>   ini membawa kita pada pertanyaan yang kedua, Pak Pendeta.

> Pertanyaannya  adalah: tidakkah penamaan Tritunggal sangatlah janggal?

> Apakah  sesungguhnya maksud dari Tritunggal itu? Kita akan memulai

yang pertama dengan yang ini: Apa maksud dari sebutan

“Bapak� ?  Bpk. Zakaria: Maksud dari sebutan Bapak. Maksud

anda Bapak, Anak dan Ruhul Qudus?  Pembawa acara: Ya. Maksud dari

sebutan Bapak  Bpk. Zakaria: Baiklah,

>   mari kita mulai mengartikan kata Bapak atau Bapa. Sejujurnya kata

> “Bapak/Bapa� memiliki banyak arti. Secara bahasa kata

ini memiliki

> banyak arti. Salah satu artinya adalah, seorang bapak adalah sebuah

> simbol, sebuah arti kiasan; seorang bapak tidak harus menikah atau

> melahirkan anak  untuk  bisa dipanggil bapak. Sebuah arti secara

kiasan.

>   Sebagai contoh, kalau kita mengatakan bapak dari mahluk hidup, bapak

> dari segala ciptaan, maksud dari kata  “bapak� disini 

adalah merupakan

>  simbol dari semua ciptaan, ini bukan berarti bahwa Tuhan menikah lalu

>  melahirkan seorang manusia. Disini digunakan secara kiasan . Oleh

> karena  itu Rasul Paulus mengatakan dalam kitab suci “Kita

hanya

> memiliki satu   Allah, yaitu Bapa,  dari mana semua mahluk berasal,

dan

> kita semua ini  adalah milikNya.� Jadi Dia adalah Bapa , yang

dalam hal

> ini adalah sang  Pencipta. Juga secara simbol orang dapat mengatakan

> bapak dari kebaikan,  bapak dari segala berkat. Maksudnya adalah bukan

> karena seseorang kawin  dan kemudian  menghasilkan seorang anak  dan

> menamainya berkat. Ini  adalah hanya merupakan sebuah  gambaran dalam

> bahasa. Manksudnya adalah  sumber dari segala kebaikan atau sumber

dari

> segala berkat. Ini hanyalah  merupakan salah satu artinya.  Arti yang

> lainnya adalah arti yang  secara resmi. Contohnya, bila seseorang

> mengadopsi seorang orang kecil.  Muhammad mengadopsi Zayd, khan? 

Pembawa acara : Benar.  Bpk. Zakaria: Sejarahnya Zayd ini diadopsi oleh

Muhammad dan dipanggil dengan namanya itu.  Pembawa acara : Dia

dipanggil Zayd anak dari Muhammad dan bukan Zayd anak dari Haritha. 

Bpk. Zakaria: Bukannya

>   dipanggil dengan  Zayd Bin Haritha tapi Dia dipanggil dengan  Zayd

Ebn

>   Muhammad, karena diangkat menjadi anak.  Kemudian hari dia batal

untuk

>   diadopsi. Tapi ini bukanlah dasara pembicaraan kita hari ini. Tapi

> adopsi tadi, apakah kemudian anak ini menjadi anak lahiriahnya

Muhammad?

>   Bukan. Tapi Muhammad telah mengangkatnya menjadi anak. Hingga

membuat

>  Muhammad menjadi bapaknya secara syah sebelum pengadopsian /

> pengangkatan itu dibatalkan dalam Islam? Betul bukan? Oleh karena itu

> kita berkata dalam Alkitab “Kamu telah menerima Roh hikmat yang

kamu

> minta�  Pembawa acara: “Abba, Bapa.�  Bpk.

Zakaria:

>   “Abba, Bapa.â€� Oh, Allah Bapa kami â€" Roh pemberi

hikmat pada kami. Ini

>  adalah artinya yang resmi. Ada juga yang arti yang paling dasar dari

> kata bapak ini. Dalam hal ini kita katakan: cahaya itu dilahirkan oleh

> kobaran api. Bagaimana mungkin!!! Apakah karena api kawin dengan kayu

> bakar lalu melahirkan cahaya? Tidak mungkin khan? Kita tidak dapat

> mengartikan segala hal dengan harafiah.  Ada juga yang artinya secara

> kiasan. Hal ini kita sebut dengan simile / kiasan. Tapi ada arti yang

> sesungguhnya di dalamnya.  Api  sama dengan cahaya contohnya .  Tapi

> berbeda dalam hal kecepatannya. Kecepatan dari  kobaran api adalah

> lambat. Tapi cahaya yang keluar dari api ini jauh lebih cepat, hingga

> ini menjadi cahaya  bagi semua orang. Jadi disini kita memiliki arti

> kiasan dari kata “bapak�.  Saat  saya  mengatakan  bahwa

api adalah

> bapak dari cahaya bukan artinya bahwa ada perkawian dan kelahiran

secara

>   fisik. Api melahirkan cahaya, maksudnya disini adalah menghasilkan.

> Begitu bukan?  Pembawa acara: Kebapakan disini sangat berbeda sekali

dengan keadaan pada umumnya, secara fisik hal ini dapat diterima

sepenuhnya.  Bpk. Zakaria:

>   Ada lagi maksud yang lainnya, kita telah bahas mengenai arti secara

> kiasan, arti secara resmi dan arti yang mendasar di dalamnya. Tapi

juga

>  ada arti secara  rohani.  Pembawa Acara: Dan ini adalah yang paling

penting.

>   Bpk. Zakaria: Hal

>   ini adalah yang paling penting. Isa adalah Anak Allah yang mempunyai

> sifat ketuhanan yang lahir dan tidak melalui tahap reproduksi. Alkitab

> mengatakan dalam Injil Yahya ayat 13 bahwa: Barangsiapa yang lahir

dari

>  Allah â€" ini pasti adalah kelahiran secara rohani â€"

lahir dari Allah.�

> “Isa telah dilahirkan dari Allah sebelum segala abad.�

Ini adalah

> kelahiran yang sangat  khusus. Hal yang sama bahwa cahaya dilahirkan

> dari nyala api. Keallahan yang tinggal dalam diri Isa dan telah

> memberikan cahaya. Dia tinggal dalam diri Isa. Jadi inilah arti dari

> bapak, tidak ada hubungannya dengan reproduksi, tidak ada hubungan

seks

>  dan tidak ada yang lain.  Pembawa acara: Sekarang kita masuk dalam

arti yang kedua, dan kami akan menjelaskan pada anda  arti dari  kata

Anak / Putera.  Bpk. Zakaria : Maksud dari kata Anak  Pembawa acara:

Anak laki-laki /putera  Bpk. Zakaria: Benar. Hal ini yang menjadi

masalah bagi orang-orang Muslim.  Pembawa acara: Benar sekali.

Ke-anak-an  Bpk. Zakaria: Bagaimana

>   bisa seorang anak? Dan bagaimanakah dia dilahirkan, dan lain

> sebagainya. Saya katakan bahwa konsep dari kata “anak�

dalam

> bahasa-bahasa telah diketahui. Kita menggunakan kata

“anak� ini dalam

> bermacam-macam cara. Kita katakan putera bangsa.  Pembawa acara: Anak

dari sungai  Nil.  Bpk. Zakaria: Anak

>   dari sungai Nil, anak dari padang gurun, anak dari Mesir. Apakah

> maksudnya adalah Mesir kawin dengan negara itu dan melahirkan seorang

> anak? Atau apakah sungai Nil kawin dengan daratan dan melahirkan

seorang

>   anak? Tentu saja tidak. Dapatkah padang gurun kawin dengan hutan

> belantara, ini hanya contoh saja, dan melahirkan seorang anak? Tidak

> mungkin. Jadi inilah arti yang pertama dari kata anak. Bahkan di Al

Qur’an sendiri kata �anak� telah dipakai dalam

suatu hal yang tidak melibatkan reproduksi  secara hubungan  fisik. 

Pembawa acara: dimanakah itu?  Bpk. Zakaria: Hal ini ada di Surat 2

“Al Baqarah� ayat 215.  Pembawa acara: Sekali lagi, Surat

2 ayat 215; jadi teman-teman kita dapat merujuk ke bacaan itu  Bpk.

Zakaria: Dikatakan

>   “Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan

hendaklah diberikan

> kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin

dan

>  musafir….  Pembawa acara: para musafir.�  Bpk. Zakaria:

>   Para musafir dalam bahasa  Arab disebut dengan “Anak

jalanan.� Anak

> jalanan ini, berasal dari manakah mereka? Apakah karena jalan besar

> kawin dengan jalan kecil kemudian  melahirkan seorang anak dan kita

kita

>   sebaiknya memberikan uang padanya dan memberikan padanya zakat

fitrah?

>   Bukan. Al Qur’an sendiri.....  Pembawa acara: bersaksi

tentang ke-anak-an yang lain yang dibahas dari sisi tubuh jasamani.

>   Bpk. Zakaria: Ke-anak-an

>    bukanlah  merupakan hasil dari hubungan fisik atau reproduksi.

Kenapa

>   kemudian kita dipersalahkan saat kita menggunakan kata kiasan yang

> sama?  Imam Al Nassafi النس�ى memberikan komentar tentang

hal ini.

> Beliau  mengatakan,�Seorang musafir disebut anak jalanan karena

dia ada

>  hubunganya dengan jalan-jalan; karena musafir ini hidup di jalan,

oleh

>  karena itu dia diebut dengan anak jalanan. � Ini adalah

komentar dari

> Al  Nassafi,  bagian 1 halaman 86.  Ada tradisi ke-allah-an yang juga

> berbicara tentang ke-anak-an. Dikatakan disini “Orang kaya

adalah

> pelayanku dan orang miskin adalah orang kecil yang menjadi

tanggunganku -

>   atau anak-anak. Kata itu dapat diterjemahkan: orang-orang kecil,

> keluarga, atau anak-anak. Apakah Allah telah melahirkan mereka? Begitu

> kan?  Pembawa acara: Ya, benar.  Bpk. Zakaria: Ini tidaklah terlalu

sempit, penterjemahan secara fisik. Ada beberapa arti yang lainnya. 

Pembawa acara: Bagian yang terakhir, pak pendeta  tentang Ruhul Qudus. 

Bpk. Zakaria: Ruhul Qudus  Pembawa

>  acara: Seperti yang telah dijelaskan tentang Bapak dan Anak, sekarang

tibalah kita pada hal tentang Ruhul Qudus  Bpk. Zakaria :

>   Dalam Surat Yusuf 12, ayat 87.  Surat 12 ayat ke- 87  

“Janganlah kamu

>   berputus asa dari Rahmat  Allah â€" dalam bahasa Arab ini

artinya adalah

>   Rohnya Allah â€" Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat

(roh )

> Allah.� Jadi jangalahlah menjadi putus asa akan Rohnya Allah.

Kalau

> begitu ini bukanlah malaikat Jibril.  Pembawa acara: Ini adalah Roh

Allah. Hal ini sangatlah jelas.  Bpk. Zakaria: Janganlah

>   menjadi putus asa akan Rohnya Allah, hanya orang â€"orang yang

tidak

> percaya saja yang hilang harapan akan Roh Allah. Juga dalam Surat 2

“Al

>  Baqarah�  ayat  87 dan 253 mengatakan “telah Kami

berikan bukti-bukti

> kebenaran kepada ‘Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya

dengan Ruhul

>  Qudus.� Juga di dalam Surat 5 Al Maidah “Kami telah

menolong-Mu

> bersama-sama dengan Ruhul Qudus.� Sheikh Abdul Karim

Al-Jabalyشيخ عبد

> الكريم الجبلى  mengatakan hal berikut ini

tentang Ruhul Qudus: Bahwa

> Ruhul Qudus tidaklah diciptakan dan karena tidak diciptakan maka

> pastilah kekal.  Dan yang kekal itu adalah Allah dan tidak ada yang

> lainnya. Hal ini telah dituliskan di dalam majalah dari Fakultas Seni

> di Kairo tahun 1934.  Pembawa acara: Kami

>   berharap bahwa artinya saat ini telah dimengerti oleh

saudara-saudara

>   kita yang beragama Islam. Dan kami sangat berterima kasih untuk

semua

>  yang telah anda lakukan. Semoga Tuhan memberkati anda dan memberkati

> pelayanan anda, dan memakai pelayanan anda untuk kemuliaan nama-Nya.

> Amen. Bpk. Zakaria: Amin.

>  Pembawa acara: Teman-temanku

>   dalam Islam dimanapun anda berada, kirimkan pertanyan-pertanyaan

anda.

>   Yakinlah bahwa kami akan memberikan perhatian penuh pada itu semua.

> Alamat kami akan terlihat di layar kaca anda pada akhir acara ini.

> Silahkan kirimkan pertanyaan anda. Dan bagi siapa saja yang ingin

> membaca kitab suci, surati kami dan kami akan mengirimkan kepada

saudara

>   secara gratis, atau buku-buku Kristen lainnya. Terima kasih dan

sampai

>   jumpa lagi. Sumber:

http://www.siaranalhayat.com/pertanyaan-tentang-iman/

>

>

>

>

>

> [Non-text portions of this message have been removed]

>



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke