Makanya tak kasih
Yoh 1:21

Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?"
Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia
menjawab: "Bukan!"




Engkaukah nabi yang akan datang?"





Yesus a.s yang katanya Tuhan namun dibawa lari saat bayi ke Mesir,
khawatir di krek Herodes. Mestinya Tuhan ga perlu ngumpet, meski bayi ka
Tuhan?


Kan mestinya yang ngasih tahu demikian bisa apik-apikan aten masuk ke
Herodes?

Kan punya kuasa?


Yang lebih memilukan, weleh, ternyata Yesus a.s masih sempat misuhi
Herodes, jadikan artinya Herodes ga mati saat Yesus a.s di Mesir?




Coba kalau lisannya Yesus a.s sabdanya Tuhan, waktu Herodes dipisuhi
"serigala', mesti berubah dia. Namun nyatanya gimana? Tuhan kok lisannya
ga pahit. Jadi bukan kan?





--- In [email protected], "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:

>
> Dasarnya dari mana dulu kok nganggap Yesus superior?
> Mbok dipikir coba:
> 1.Yesus gagal tdk diakui bangsanya sendiri,padahal target nya Yesus
itu domba yg hilang dari Israel,kok dapetnya Grepe?Belum ada lo satu
saja PM Israel sing Kristen.
> Nabi saya diakui oleh bangsanya,bahkan dijadikan Rojo.
> Kabeh negara Arab Rojonya Islam.
> 2.Muridnya aja kianat,ketika ditangkap Romawi anak buahnya lari kocar
kacir,dipersidangan gak ada yg nungguin,padahal Amrozy aja ditungguin.
> Nabi saya pas perang Uhud anak buahnya rela menjadi tameng hidup biar
Nabi gak terkena panah.
> 3.Yesus dulu gak menamai ajarannya bernama Kristen tapi kok agama ini
sekarang bernama Kristen,jadi agama besar ini bukan buatan Dia,jadi
bukan Dia yg hebat.
> Nama agama yg dibawa Nabi Islam sesuai dg nama yg ada didalam Kitab.
> La opo supernya sing dibikin patung gur pakai cawed itu?
>
> Shalom,
> Tawangalun.
>
> --- In [email protected], siap murtad islamic.invasion@ wrote:
> >
> >
> >
> >                                      WHAT IF
MUHAMMAD HARUS AKUI ISA AL-MASIH LEBIH SUPERIOR                        
?
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >                         Teman
> >  saya, seorang ayah Muslim terpelajar telah memberi nama ISA bagi
> > anaknya. Saya, ex Muslim lalu bertanya kenapa nama itu yang menjadi
> > pilihannya dan bukan nama nabi yang lebih besar lagi? Sang ayah
> > menjawab: “Siapa lainnya? Itu kan salah satu nabi yang punya
nama
> > terbesar dalam Quran. Sekalipun dia tidak diatas Nabi Muhammad,
namun
> > dia kan tidak dilebihi oleh siapapun lainnya”. Hah! Saya jadi
> > terperangah mendengar pendapatnya!
> >
> >
> > Dulu saya tidak tahu, maka
> > terperangah. Kini saya bukan hanya tahu, namun saya â€" tidak
seperti
> > ayahnya si-Isa ituâ€" malah duluan mengambil langkah lebih
meninggalkan
> > Islam setelah tahu apa kata Muhammad tentang Yesus. Dulu,
sebagaimana
> > Muslim nominal lainnya saya hanya TAHU bahwa Isa lahir ajaib tanpa
ayah,
> >  bisa menyembuhkan orang sakit kusta, menghidup-kan orang mati, dan
naik
> >  ke sorga. Ya, sampai disitu saja, yang praktis-praktis  saja,
> >  dan semua yang diketahui secuil-secuil ini tidak berdampak bagi
> > keinginan-tahu saya yang lebih tinggi lagi. Ini mendatangkan
pertanyaan
> > serius, sebab apa yang diketahui oleh saya dan Muslim kebanyakan itu
> > sesungguhnya sudah sangat-sangat ajaib bahkan dahsyat! Jadi kenapa
berita ajaib ini tak berdampak bagi Muslim?
> >
> > Bukankah bilamana ada orang jaman
> > sekarang yang lahir tanpa ayah saja, akan gemparlah dunia dengan
> > pemberitaan-pemberitaan sejagad, interview dan ulasan-ulasannya dari
> > pelbagai segi, serta mendatangkan berbondong-bondong para ahli medis
> > dari panca negara untuk menelusuri keajaiban tsb? DNA dan
fisiologi-nya,
> >  kiprah dan ucapannya, semuanya akan menjadi pusat penyelidikan.
Apalagi
> >  bila TERFAKTA bahwa ia dengan tumpangan tangannya bisa menyembuhkan
> > HIV/AIDS, cancer dan lain-lain penyakit yang tak tersembuhkan
(seperti
> > halnya penyakit kusta yang tak tersembuhkan dijaman tsb). Dan ketika
> > TERFAKTA lagi diarena publik, bahwa ada mayat dari orang-orang
matipun
> > bisa dibangkitkannya, maka apa kata-orang â€"Muslim dan
non-Muslim tentang
> >  orang yang satu ini?
> >
> > Inilah analogi dan qias yang sama
> > dalam agama Islam, dimana Isa sedikitnya DIPERCAYAI sedemikian
itulah
> > oleh para Muslim karena mempercayai pernyataan Muhammad yang
diwahyukan
> > Allah. Tetapi aneh bahwa kepercayaan tersebut tidak memberi dampak
> > apapun dan tidak mengusik hati nurani mereka untuk bertindak
menelusuri
> > pernyataan dahsyat tsb. demi memuaskan rasa ingin tahunya agar
> > mendapatkan detailnya dan keuntungan-keuntungan yang menyertainya.
> > Tampaknya ada sesuatu yang tidak waras disini. Ada semacam kerudung
yang
> >  mentabiri hati dan pikiran dan kemauan mereka. Bahkan tampaknya ada
semacam ketakutan
> >  mereka yang tersembunyi untuk memper-cayai secara terbuka apa yang
> > terfakta. Lalu teman Muslim kita hanya berkata, bahwa mereka cukup
> > mempercayai Muhammad dan Quran yang dibawanya…
> >
> > Baik, dan bagus, bila Anda percaya
> > kepada seorang super-hero seperti Muhammad. Namun bilamana super
hero
> > ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat
> >  daripadanyaâ€"yaitu yang dinamainya sendiri “Isa
Almasih”â€"maka apa yang
> > dapat Anda katakan? Bukankah Muhammad sama menempatkan dirinya
seperti
> > apa yang dikatakan juga oleh Nabi Yahya tentang diri-sendiri?
Keduanya
> > sama mengakui bahwa ia bukanlah Mesias, melainkan suara yang memberi
> > peringatan:
> > YAHYA: “Aku bukan Mesias… "Akulah suara orang yang
berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan” (Yohanes
1:20,23)
> >
> > (MUHAMMAD): “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara
rasul-rasul dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku
dan tidak (pula) terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang
diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi
peringatan yang menjelaskan" (Surat 46:9, penekanan penulis).
> > Menurut Alkitab maupun Quran, untuk
> > dirujukkan kepada jatidiri-nya seorang Sang Mesias, ia mutlak harus
> > mengetahui isi-hati orang atau hal-hal ghaib! Dan kemesiasan inilah
â€"
> > dalam diri Isa Al-Masih -- yang akan ditampakkan kepada Anda lewat
> > tulisan ini, demi menyingkirkan kain tabir antara HATI dan AKAL
waras
> > kita, karena bagaimanapun Mesias yang satu ini TAHU akan isi hati
Anda
> > dan saya.
> >
> >
> > Muhammad mengajukan paling tidak ada
> >  17 keajaiban adikodrati Isa Almasih --yang tidak ada tolok
bandingnya
> > atau kesamaan-nya dengan dirinya-- yang telah menjadi acuan imannya
bagi
> >  setiap pengikutnya, namun yang telah dicampakkan sebagai aset
kurang
> > berharga selama ini oleh Muslim! Padahal itu adalah apa yang telah
> > diwahyukan dan diakui oleh Muhammad dan yang dikatakan dari mulutnya
> > sendiri tentang superioritas Almasih Putra Maryam. Inilah
diantaranya.
> > HANYA ISA YANG DIKATAKAN LAHIR DARI ZAT ROH, YAITU DARI KALIMAT
ALLAH DAN ROH DARIPADANYA (Surat 4:171).
> >
> > Zat apakah itu? Kalimat Allah dan Roh dari Allah?
> > Pernyataan ini meruntuhkan posisi
> > Ulama Islam yang mau menegaskan bahwa Isa Al-Masih itu “tidak
bersifat
> > ilahi”. Berunsurkan Roh dari Allah sekaligus menjelaskan
bahwa Isa
> > memilik gen/ DNA yang tidak sama dengan
> > manusia biasa seperti Musa dan Muhammad. Muslim kebanyakan
beranggapan
> > bahwa Roh itu adalah zatnya mahkluk ciptaan semisal malaikat, setan,
> > iblis, jin dan arwah. Sebagian Muslim lainnya, dalam ketidak
pastian,
> > juga beranggapan bahwa roh itu adalah semacam nafas
> >  yang ditiupkan dari Allah demi menghidupkan manusia. Tetapi
Muhammad
> > sendiri sebenarnya bingung akan roh Allah ini, sampai-sampai terjadi
> > inkonsistensi yang fatal. Sebab Quran menghadirkan jenis tiupan roh
> > kerahim Maryam sekaligus apa adanya (Surat 21:91), tetapi ada pula
jenis lain dimana Allah meniupkannya sebagian saja
> >  (Surat 66:12). Itu sebabnya Muhammad menjadi sasaran olok-olokan
orang
> > Yahudi yang sering men-test kenabiannya dengan mengajukan pertanyaan
> > tentang apa/siapa roh-roh itu sesungguhnya. Dan mereka Â
mendapati dia tidak bisa menjawabnya, sehingga Allah perlu membantunya
bukan dengan penjelasan, tetapi dengan kontra-penjelasan terhadap roh,
melalui “wahyu praktis” bagi Muhammad yang setiap orang
yang kepepet juga bisa mendalilkannya:
> >
> >
> > “Dan mereka
> > bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan
> > Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit"
(Surat
> >  17:85).
> > Andaikata Muhammad
> >  bisa membaca Alkitab, Ia tidak akan bingung dan menghindar,
melainkan
> > akan dicerahkan dengan wahyu yang paling pertama ditulis tentang
> > kejadian alam semesta. Yaitu ketika jagad raya masih kosong belum
ada
> > ciptaan apapun, maka Roh Allah telah hadir dengan FirmanNya
(Kejadian
> > 1:1-3), menandai bahwa Roh Allah berlainan dengan roh ciptaan
lainnya.
> > Dan ini dipahami oleh semua nabi-nabi dan semua orang Yahudi yang
> > menguji Muhammad. Itu sebabnya Yesus juga telah mengatakan:
“Allah itu Roh
> >  dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan
> > kebenaran" (Yohanes 4:24). Ayat yang otentik ini terkorup dan
> > dikosongkan dari Quran, sehingga tidak ada referensi apapun bagi
Muslim
> > untuk memahaminya secara benar, kecuali berspekulasi bahwa semua
jenis
> > Ruh itu hanyalah mahkluk ciptaan. Padahal Roh-Nya Allah sendiri
itulah
> > Roh Kudus (Rohulqudus, Roh Kebenaran) yang ada dalam diri Elohim
sendiri
> >  bersama dengan Kalimat (Firman)-Nya. Alkitab dengan jelas
menyampaikan
> > bahwa Roh-Nya keluar dari dirinya Elohim sendiri (Yohanes
> >  15:26), dan Ia samasekali bukan asessoris-ruh, Jibril dll
ruh-ciptaan
> > yang diluar diri Tuhan (Camkan bahwa ini sama pula dengan
“KalimatNya”
> > yang melekat dalam diri Elohim, re. Yohanes 8:42, dan 1:1).
> >
> > Agar jelas
> > pembedaan Jibril dengan Roh Kudus, maka Yesus telah dengan sengaja
> > menempatkan Roh Kudus sebagai pusat keberadaan kekudusan Tuhan yang
> > sakral yang tidak boleh dihujat sebagaimana layaknya orang menghujat
> > malaikat. Sebab Ruh yang satu ini khusus dating untuk menolong
menerangi
> >  hati kita dengan menanamkan kebenaranNya yang menghidupkan:
> > “Sebab itu Aku
> > berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni,
tetapi
> > hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni” (Matius 12:31).
> > Hanya dengan peran Roh Kudus dari
> > Elohim inilah Anda dapat memperoleh kehidupan yang kekal, sehingga
Yesus
> >  berkata bahwa tak ada orang yang dapat masuk kesorga tanpa
kelahiran
> > baru dalam Roh-Nya.
> > Percayalah, Surat 4:171 tidak akan
> > bisa dipahami oleh ulama Islam manapun bila berangkat dengan asumsi
roh
> > ciptaan, kecuali akan berakhir pada surat penghentian pencaharian
> > tentang roh dalam Surat 17:85! Tetapi Roh Allah dengan iringan
> > KalimatNya yang disampaikan kedalam rahim Maryam itulah yang
menjadikan
> > Isa-Al-Masih itu tampil sebagai model hidup sempurna ditengah-tengah
> > manusia berdosa, dan ia selalu berwahyu! Sebaliknya Quran mengatakan
> > bahwa semua manusia termasuk Adam, berasal dari dunia, dari debu
tanah,
> > dan tidak lahir dari Roh Allah, melainkan tercipta dari zat-zat
dunia
> > dengan formasi yang paling sulit dipahami. Sebab Muhammad
menegas-kan
> > bahwa formasi kejadian manusia berasal dari saripati dari tanah,
lalu menjadi air mani, menjadi segumpal daging, menjadi tulang belulang,
lalu dibungkus dengan daging, lalu menjadi mahkluk yang berbentuk lain,
kemudian sesudah itu
> >  manusia akan menemui ajalnya (lihat Surat 23:12-15). Selama 14 abad
dan
> >  seterusnya, agaknya tak akan ada sarjana medis & biologi Islam yang
> >  berani mengadopsi dan mengajarkan formasi kejadian manusia seperti
apa
> > yang sudah dipahami Muhammad dari sorga.
> > HANYA ISA YANG MAMPU BERFIRMAN LANGSUNG SEJAK DARI BAYI (Surat
19:29-34), BUKAN SEJAK MEMULAI KERASULANNYA.
> > Muslim membaca di Quran dan mungkin
> > mengagumi bahwa Isa Almasih sudah bisa berbicara sejak dalam buaian.
Itu
> >  saja. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa itu berarti dia sudah
menjadi
> >  Nabi, berwahyu, dan terutus sejak hadir dibumi! (ayat 30). Dan
> > ajaibnya, ia tidak membutuhkan malaikat Jibril untuk pewahyuan. Ia
> > sendiri adalah inkarnasi dari Kalimat Allah dan Roh daripada-Nya.
Setiap
> >  kata yang diucapkan Isa disembarang waktu adalah wahyu dari
> > perintah-perintah dan janji-janji Allah. Isa bukan nabi yang pada
satu
> > ketika berkata-kata dalam pewahyuan tetapi pada ketika yang lain
> > berkata-kata secara non-wahyu, seperti nabi selainnya.
> > Karena selalu wahyu, maka
> > Isa selalu BENAR, dalam segala perkataanNya maupun perbuatanNya,
> > disetiap ruang dan waktu. Sebaliknya Muhammad dan lain-lain nabi
yang
> > adalah manusia yang terbatas, akan sesekali terjebak dalam
kekeliruan,
> > kelemahan dan dosa. Perhatikan bahwa ada rujukan unik Putra Maryam
ini dalam Quran Surat 19:34, yaitu sebagai “Kebenaran”
(al-Haqq) dimana dalam gelar ini terlihat dengan jelas “diri
Allah sendiri”, karena gelar al-Haqq memang dimunculkan beberapa
kali dalam Quran sebagai atribut dan nama Allah.
> > Dan jikalau sumber Al-Masih
> >  adalah “kebenaran”, maka Ia sendiri adalah
“Kebenaran” itu, karena
> > hanya Kebenaran yang dapat keluar dari “Kebenaran”.
Barangsiapa yang
> > melihat kepada Al-Masih ia dapat melihat Kalimat Allah yang hidup
dan
> > selalu berfirman dalam kebenaran-Nya, walau dalam wujud insani.
> > SETELAH
> >  MUSA, HANYA ISA YANG KELAHIRANNYA DIDAHULUI SESAAT OLEH SEORANG
NABI
> > LAINNYA, YAITU YAHYA, YANG KHUSUS DIUTUS UNTUK MEMBENARKAN ISA
SEBAGAI
> > KALIMAT ALLAH (Surat 3:39)
> > Mungkin sekilas teman Muslim tidak
> > heran dengan kesaksian Yahya yang satu ini. Namun kesaksian ini
sangat
> > dramatis karena Yahya sebagai Nabi seangkatannya Isa telah
membenarkan
> > Isa secara langsung pada ruang dan waktu yang sama, tidak lewat
nubuatan
> >  nabi yang jauh jarak fisiknya dan jamannya! Hal ini sampai
diperlukan
> > Tuhan demi memperteguh kesaksian Yahya agar
> > tidak disalah-pahami atau diplesetkan alamatnya kepada nabi-nabi
lain
> > yang bukan sosoknya! Sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa
kehadiran
> > dua nabi besar yang saling berdampingan dalam satu kurun waktu,
adalah
> > TANDA yang teramat penting dari Allah bagi manusia. Dan ini hanya
> > terjadi pada Musa (didampingi Harun), dan Isa (didampingi Yahya).
> > Seorang Harun yang “mencorongkan”
> > suara seorang Musa; begitu pula seorang Yahya yang
“menterompetkan”
> > kedatangan seorang Isa, merupakan catatan sejarah kenabian yang
tiada
> > dua, yang mengajarkan kepada kita untuk melihat secara mendalam
bahwa
> > Nabi-nabi besar Musa dan Isa yang dipercayakan untuk
“membawa” Taurat
> > dan Injil, haruslah dipersaksikan dengan kencang
> >  oleh sesama Nabi seangkatannya secara langsung, muka dengan muka.
Tidak
> >  cukup bila ia klaim kenabiannya sendirian. Dan Yahya bersaksi
dimuka
> > umum, membenarkan Isa sebagai Kalimat dari Allah (Surat 3:39).
> > KEBERADAAN ISA DINYATAKAN SUCI OLEH MALAIKAT (Surat 19:19)
> > Dialah satu-satunya nabi yang dinyatakan suci Murni (zakiy), tanpa
cela dosa (faultless) dan tidak berbuat dosa (sinless) walau hanya
kekeliruan kecil sekalipun.
> > Apabila kita menyelidiki Quran dan
> > kata-kata Muhammad, kita tidak akan menemukan adanya ayat dan tanda
yang
> >  menyatakan Isa berdusta, berzina, merampok harta, budak atau istri
> > orang, atau berbuat dosa apapun sehingga perlu minta pengampunan
Allah.
> > Dan ini sungguh berbeda dengan nabi-nabi lainnya. Muhammad harus
angkat
> > topi kepada kekudusan Isa yang selalu disertai dengan RuhKudus.
Muhammad
> >  sadar akan dirinya yang tak luput dari dosa dan berkata:
“Setiap anak
> > Adam yang baru lahir disentuh oleh setan… kecuali Maryam dan
anaknya”
> > (Shahih Bukhari 1493). Ia tahu dirinya pernah disentuh setan, dan ia
> > orang berdosa (Surat 47:19 dll), sehingga harus minta ampunan Allah
> > dengan lirih: “Demi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat
kepada Allah, dalam satu hari lebih dari 70 kali” (Shahih Bukhari
1732).
> > Banyak orang --Muslim non-Muslim--bertanya-tanya, dosa apakah yang
dilakukan Muhammad sebegitu intense-nya sehingga
> >  praktis setiap 15 menit dari waktu-sadarnya (bukan waktu tidur)
> > Muhammad harus minta ampun dan bertobat? DAN kenapa sesudah seharian
> > “bertobat 70 kali”, ia tidak tobat-tobatnya mengulangi
siklus
> > “berdosaâ€"bertobat-berdosa” hari kehari? Apakah
dia tidak maksum (terjaga
> >  dalam kekudusan) sehingga harus jatuh bangun dalam gelimang dosa
sampai
> >  kepada detik terakhir hayatnya, ketika mana ia juga masih harus
berdoa:
> >  “Wahai Tuhan! Ampunilah saya!” (Bukhari 1573). Suatu
guilty feeling yang paling tragis yang pernah dicatat dalam sejarah.
> > KEPADA ISA-LAH ALLAH BERSABDA LANGSUNG (Surat 3:55, 5:110), BUKAN
VIA JIBRIL ATAU DALAM MIMPI.
> > Pembacaan pada Quran jelas
> > mengungkapkan bahwa SEMUA nabi-nabi Israel tidak membutuhkan Jibril
> > untuk mendapatkan wahyu Tuhan. Malaikat Gabriel hanya dikirim untuk
> > ditampilkan dalam urusan-urusan ad-hoc dan seketika, bukan yang
> >  terus membisikkan pewahyuan sepanjang kenabian (lalu kadang-kadang
tak
> > muncul menjadikannya bolak-balik tidak efisien). Para nabi Israel
> > mendapatkannya dari Tuhan yang berbicara sendiri. Bahkan ada dua
Nabi
> > yang diakui Muhammad kepada siapa Allah bersabda langsung, yaitu
Musa
> > (Surat 4:164) dan Isa (didunia Surat 3:48 dll, dan diakhirat Surat
> > 5:116). Muhammad sendiri tidak tercatat sebagai nabi yang berbicara
> > dengan Allah kecuali lewat Jibril saja. Ini menjadikan Quran hanya
> > sebentuk hasil dikte-an satu arah. Tak ada pertanyaan apapun yang
dapat
> > diajukan Muhammad kepada Allah. Sebaliknya Nabi-nabi Israel semuanya
> > bisa bertanya dan bercakap dengan Tuhan dan sebaliknya, sehingga
> > interaktif dan memuaskan pemahaman hambaNya. Sulit untuk Muslim
> > menjawab, kenapa Allah menampilkan diri dan bisa saling berdialog
hanya  kepada
> >  pembawa Taurat dan Injil, dan tidak kepada pembawa Quran.
Diskriminasi
> > Allah? Atau memang lain ke-allah-an yang disembahnya?
> > NAMA ISA DENGAN GELAR ALMASIH DIBERIKAN OLEH ALLAH LEWAT MALAIKAT
(Surat 3:45) BUKAN OLEH ORANG TUA ATAU KAKEKNYA.
> > “Muhammad” adalah nama dunia, yang
> > diberikan oleh sang kakek, dan dipakai dengan nyaman oleh Muhammad
> > seterusnya. Tetapi Muslim tidak satupun bertanya, kenapa sang Nabi
tidak
> >  memilih memakai nama atau gelar surgawinya sebegitu ia mulai
> > dianugerahkan oleh Allah SWT? Kenapa Muhammad tidak meniru Abraham
yang
> > menghargai pemberian Tuhan dan langsung menggantikan nama duniawinya
> > (Abram) menjadi Abraham? (Kejadian 17:5). Bukankah kepada Muhammad
telah
> >  Allah berikan nama “Ahmad” melalui pewahyuan Quran
Surat 61:6?
> > Sebaliknya dengan nama Isa, Muhammad
> >  sigap menggantikan namanya! Walau nama ini tidak pernah dikenal
oleh
> > Nasrani manapun 600 tahun sebelum Muhammad, tetapi Muhammad
bersikukuh
> > menggantikan nama “Yesus” (nama yang disampai-kan
malaikat Tuhan)
> > menjadi ISA, suatu nama-asing yang tak tercarikan apa maknanya,
> > sekalipun oleh Muhammad. Padahal Yesus adalah nama ilahiah
> >  yang berarti “Yahweh menyelamat-kan”. Kenapa Muhammad
bermain atas nama
> >  Isa sementara tidak menyentuh nama Ahmad-nya sendiri? Kembali
Muslim
> > kelu dan tidak bertanya apapun tentang perlakuan Muhammad yang
kurang
> > pantas terhadap Yesus. Masalahnya adalah: Atas otoritas siapakah
maka
> > Muhammad berwenang menggantikan nama ilahiah
> > Yesus yang disampaikan berkali-kali oleh malaikat Gabriel, dan yang
> > disebut sebagai “Nama diatas segala nama” (Filipi
2:9); nama yang sudah
> > dipanggil-panggil oleh jutaan manusia (Kristen maupun non Kristen)
600
> > tahun sebelumnya, dan yang sudah DIABSAHKAN SEJARAH dalam palang
yang
> > tertulis diatas kayu salib:
> > “Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu
salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
> > Banyak orang Yahudi (para saksi) yang membaca tulisan itu, sebab
tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu
tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani”
(Yohanes 19:19-20).
> > Bukalah nalar lebar-lebar dan
> > bertanyalah secara obyektif dari kacamata surga: nama manakah yang
lebih
> >  superior, Yesus atau Muhammad atau Ahmad? Sekalipun begitu jelas,
namun
> >  Muslim tetap beranggapan bahwa perlakuan Muhammad yang mencoreng
nama
> > Yesus itu wajar-wajar saja, sementara corengan gambar karikatur yang
dikenakan kepada Muhammad dianggap hujatan selangit!
> > Selanjutnya, Isa juga disebut “Almasih” (Mesias,
> >  sosok yang diurapi Allah) sebanyak 11 kali didalam Quran untuk
> > dikhususkan kepada Dia seorang, tidak kepada nabi manapun lainnya!
Suatu
> >  gelar yang lagi-lagi tidak pernah menggoda hati orang-orang Muslim
> > untuk sesaat menyelidiki kenapa Muhammad kembali
“mengosongkan” makna
> > dari gelar yang begitu serius itu, walau diulang-ulangnya sampai 11x
> > dalam Quran tanpa penjelasan?
> > Tetapi Yesus sendiri telah
> > memperkenalkan diriNya sebagai “Yang Diurapi” ketika
Ia membaca dalam
> > rumah ibadat di Nazaret. Ia menjelaskan apa makna sejati dari gelar
yang
> >  Nabi Yahya dan lain-lain nabi tak akan berani menyandangnya, yaitu
> > “Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia
> >  telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan Kabar Baik …
memberitakan
> > pembebasan … (memberi) penglihatan … memberitahukan
Tahun Rahmat Tuhan
> > telah datang”! (Lukas 4:18,19).
> > Jadi Al-Masih yang diurapi Allah adalah sosok yang menjadi
“Spiritual King”,
> >  yang memberi maklumat Rahmat Pembebasan/ Juru Selamat/Juru Syafaat
bagi
> >  orang seisi dunia. Betapa mencengangkan yang tidak ditelusuri
Muslim
> > ini!
> > HANYA ISA SATU-SATUNYA YANG DIPERKUAT OLEH ROHULQUDUS (Surat 2:87
dan 253)
> > Ini hebat, tetapi kurang dipeduli  atau
> >  disadari Muslim. Padahal dari sudut pandangan Islam sendiri, Isa
tidak
> > cukup dilahirkan dari Roh Allah saja, namun juga selalu
“diperkuat lagi”
> >  oleh Rohulqudus! Suatu pengertian kerohanian “tingkat
tinggi” (surgawi)
> >  yang tidak tercernakan, namun kembali tidak diambil banyak pusing
oleh
> > Muslim. Kenapa? Sebagian karena tidak tahu apa itu Rohulqudus
persisnya,
> >  sebagian lainnya karena tidak mau melihat sosok Isa yang terlalu
super
> > melebihi Muhammad. Namun apapun sikap dan pemahaman Muslim, Quran
> > jugalah yang menempatkan Isa-Al-Masih sebagai satu-satunya sosok
yang
> > mendapatkan penyertaan yang melekat dari Rohulqudus, tidak Muhammad
atau lainnya. Ini yang menjadikan “konten-esensi-Isa”
berbeda dengan para nabi selainnya, yang menjadikannya paling
berkekuasaan di dunia dan alam akhirat.
> > Sedih tapi benar bahwa Muslim dan para ulamanya telah dibingungkan
selamanya
> >  (lihat Surat 18:75) tentang siapa sosoknya Rohulqudus yang satu
ini.
> > Apa ia “Roh Allah” dalam artian ruh ciptaan yang lain
lagi? Atau Jibril
> > yang mewahyu? (padahal Isa sebagai Kalimat Allah tidak membutuhkan
agen
> > pewahyuan antara). Apakah ia ruh yang berasal dari hembusan nafas
Allah?
> >  Atau malah nafasnya Jibril? Atau jangan-jangan ia Roh Allah sendiri
(The Spirit of God) yang bersama-sama dengan Kalimat Allah yang masuk
kerahim Maryam seperti yang tertulis dalam Quran Surat 4:171?
> > Sebagian Sarjana Muslim (al. Ibnu
> > Arabi) menafsirkan Roh ini bahwa Allah menyertakan kepada Isa satu
Roh
> > yang berkuasa meniupkan kehidupan kepada benda mati. Sehingga hanya
Isa
> > saja yang berkuasa untuk memberi hidup. Ini berarti Isa juga memberi
> > kehidupan kepada manusia, itu sebabnya Isa didunia berkuasa
menghidupkan
> >  orang mati, dan kelak dihari kiamat bersamaan dengan tiupan
terompet
> > nafiri dari malaikat akan membangkitkan orang-orang mati untuk
diadili
> > (awas bukan terompet yang membangkitkan, melainkan otoritas Isa
> > Al-Masih!).
> > HANYA ISA YANG DIPERLENGKAPI DENGAN
> > KUASA MUJIZAT KESEMBUHAN YANG DAHSYAT, TERMASUK MENGHIDUPKAN ORANG
MATI
> > (Surat 3:49, 5:110), SUATU KUASA YANG HANYA DIPUNYAI ALLAH (Surat
> > 46:33).
> > Sebutkan, dan tak ada penyakit yang
> > tidak bisa disembuhkan Yesus! Penyakit-penyakit yang ada bukan
sembarang
> >  penyakit, melainkan antara lain sopak (kusta) yang pada zamannya
> > merupakan penyakit yang paling aib, berbahaya, dan mengerikan,
karena
> > sangat menular dan tidak ada obatnya. Penyakit lain seperti
kelumpuhan,
> > bisu, tuli, dan bahkan buta secara genetik dari dalam rahim ibunya,
> > hingga kepada sejumlah kematian. Ini diluar jangkauan pengobatan
> > manusia. Dan kematian yang dihidupkan-Nya kembali juga bukan
sembarang
> > kematian, melainkan termasuk mayat yang sudah jadi bangkai didalam
> > kuburan!
> > Sekalipun
> >  Quran sepertinya menyebutkan mujizat Isa dengan hormat, namun tidak
> > banyak Muslim sadar bahwa penyebutan dalam pewahyuan itu jauh dari
> > layak. Muhammad kembali disini memperlihatkan ketidak-etis-annya
> > sekaligus ceroboh. Banyak ahli menyesalkan karena Jibril dan
Muhammad
> > telah mereduksikan kehebatan mujizat Isa dengan mengosongkan
SAMASEKALI llatar belakang kejadiannya. Mereka bukan hanya
mengkortingkan ratusan
> >  mujizat dan 30-an jenis mujizat Isa menjadi hanya sepuluh (Surat
3:49;
> > 5:110, misalnya tidak termasuk mujizat usir setan, air jadi anggur,
> > berjalan diatas air, menghentikan badai dan gelombang dll), namun
juga
> > tidak ada satupun mujizat Isa dijelaskan Muhammad dalam konteks
subyek
> > dan obyek, setting kejadian, dan latar belakang faktualnya,
khususnya Firman Yesus telah dihilangkan dari pretext-nya.
> > Firman
> >  Allah yang interaktif antara Yesus dengan sipenderita yang
menyangkut
> > kelayakan iman untuk mendapatkan mujizat-Nya, serta kata-kata
penting
> > Yesus untuk kehidupan baru dari seorang yang disembuhkan itu, justru
> > dikosongkan (dikorup) dari Quran! Padahal itu adalah satu-satunya
> > keterangan yang paling berharga untuk membawa pemahaman mendalam
> > terhadap maksud dan tujuan Yesus dalam bermujizat adikodrati! Â
> > Dengan menyensor kejadian detail dan background mujizat, maka
Muhammad hanya menyodorkan semacam “list daftar mujizat”
yang tidak memberi kesempatan bagi Muslim untuk menyidik apa sebab dan
hakekat Isa berkenan melakukan setiap mujizatNya yang menggentarkan itu.
Dan apa dampak dan perubahan
> >  iman yang terjadi pada diri sang-obyek, dan apa pesan Yesus khusus
> > kepada sang-obyek, sekaligus untuk pembelajaran bagi para saksi
mata.
> > Semuanya telah dikosongkan Muhammad, sehingga Muslim dibutakan lebih
> > jauh tentang kesosokan Al-Masih yang sesungguhnya. Mujizat Isa hanya
> > ditempatkan sebagai sebentuk ringkasan maklumat tentang judulnya
magic show yang menarik tanpa pesan-pesan ilahi!
> > Sebagai tambahan dari penyunatan teks atas background dan
kejadiannya, Jibril dan Muhammad masih mencoba menyunat kuasa
> >  mujizat Isa, seolah-olah itu terjadi hanya karena IZIN ALLAH semata
> > (Surat 5:110). Padahal semua detail kejadiannya (yang disembunyikan
> > Quran) tidak satupun memperlihatkan unsur “izin Allah”
yang perlu
> > dimintakan oleh Al-Masih, melainkan Ia sendirilah yang menggulirkan
> > kuasa mujizat dari diriNya sendiri! Lihat betapa Yesus menampik
sempalan
> >  Quran tentang izin-izinan tsb, dengan hanya berkata: Aku mau,
Jadilah!
> > “Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu
sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat
mentahirkan aku."
> > Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata:
"Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu
dari pada kustanya (Matius 8:2-3).
> > HANYA ISA YANG MEMPUNYAI KAPASITAS UNTUK MENCIPTA MAHKLUK HIDUP DARI
BENDA MATI (Surat 3:49).
> > Tidak ada sosok lain yang mungkin
> > memiliki kapasitas ini, sebab seluruh manusia dari segala abad
percaya
> > bahwa otoritas begini hanya ada pada Allah. Dan Muhammadpun sama
mengakui hal
> >  ini sebagai kebenaran-besi (Surat 22:73; 32:9). Tetapi anehnya,
> > Muhammad juga mengakui bahwa Isa berkuasa pula meniupkan nafas yang
> > menghidupkan burung, yang berarti berdaya-cipta. Ini semata berasal
dari
> >  “Kalimat Allah” yang memiliki Creating Word yang
berdaya cipta
> > “JADILAH!” maka terjadilah. Per definisi, siapapun
yang mempunyainya,
> > Dia-lah yang disebut Tuhan, sang Pencipta!
> > Alkitab tidak berkisah tentang
> > burung-burungan yang dihidupkan. Itu tidak mempunyai nilai pelayanan
> > kepada kemanusiaan melainkan lebih merupakan suatu magic show
> >  bagi egonya. Tetapi kuasa menghidupkan diatas kodrat kematian telah
> > dinyatakan Yesus dengan membangkitkan orang mati dan diriNya
sendiri.
> > Kuasa atas kodrat-alam juga dinyatakan Yesus ketika hendak
menyelamatkan
> >  murid-muridNya dengan menghardik badai dan gelombang danau yang
> > bergelora sehingga terdiam seketika. Murid-murid terperangah dan
> > bertanya sendiri-sendiri: “Siapakah gerangan orang ini,
sehingga angin
> > dan danaupun taat kepadaNya?”
> > Jadi adakah sosok dunia yang lebih
> > superior daripada Al-Masih Putra Maryam? Adakah satu manusia yang
berani
> >  mengklaim diri mahakuasa? Tetapi Yesus berkata: "Aku adalah Alfa
dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan
datang, Yang Mahakuasa" (Wahyu 1:8).
> > Dan Injil kembali menegaskan apa yang dikaburkan Quran:
> > “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia
> > (sang Firman) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari
> > segala yang telah dijadikan” (Yohanes 1:3).
> > HANYA ISA YANG DIAKUI MENGETAHUI
> > HAL-HAL GAIB: APA YANG DIMAKAN MANUSIA DAN APA YANG DISIMPAN DIRUMAH
Ini
> >  dikatakan lurus oleh Muhammad, tanpa usah penafsiran apapun dalam
Surat
> >  3:49b. Muhammad bahkan meneruskan pengetahuan adikodrati Isa itu
sampai
> >  kepada pengetahuan tentang hari H nya kiamat (Surat 43:61), yang
dia
> > sendiri juga tidak mengetahuinya. Hal-hal yang gaib hanya kepunyaan
> > Allah semata, karena "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi
yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah" (Surat 27:65, juga
5:109,
> >  10:20). Seiring dengan itu, Injil juga menegaskan bahwa itulah
> > kepunyaan Yesus: “… sebab Ia (Yesus) tahu apa yang ada
didalam hati
> > manusia” (Yohanes 2:25). Dan Murid-muridNya mengakui
dihadapanNya:
> > “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala
sesuatu…”
> > (Yohanes16:30).
> > Seperti telah dikatakan diatas, bila
> >  anda percaya kepada seorang super-hero seperti Muhammad, namun
ketika
> > super hero ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat
> >  daripada-nyaâ€"yaitu yang bernama Isa Almasihâ€"maka Anda
harus berani
> > mengambil sikap, bukan masa bodoh. Murid-murid Nabi Yahya juga
mengambil
> >  sikap tatkala Yahya mengakui bahwa dia bukan Mesias dan sekalian
> > bersaksi: “Dia yang datang kemudian daripadaku, Membuka tali
kasutnyapun
> >  aku tidak layak”… Maka berturut-turut murid Yahya
meninggalkan dirinya
> > (yang notabene Nabi besar!) dan menjadi pengikut Yesus (Yohanes 1:35
> > ff).
> > Kini Muhammad berbuat hal yang sama. Ia berkata:
> > “Aku (Muhammad) tidak mengatakan kepadamu, bahwa
perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang
gaib …” (Surat 6:50a, juga 7:188).
> > Muhammad berkata benar, sama seperti Yahya yang mengakui dirinya
kalah superior terhadap Isa Al-Masih, maka kini apa yang harus Anda
lakukan? Berbuat hal yang sama seperti pengikut-pengikut Yahya? Anda
harus mengambil sikap!
> > Mungkin Anda akan bertanya sendiri:
> > Kenapa Muhammad mengakui superioritas Yesus atas dirinya? Karena
rendah
> > hati? Lebih tepatnya: karena terpaksa harus merendah jikalau
berhadapan
> > dengan Yesus! KebesaranNya difaktakan dalam Alkitab dan
direferensikan
> > oleh Quran sebagai wahyu, implisit maupun explicit! Tetapi
> > pengikut-pengikut Muhammad dikemudian hari mencoba menyodorkan
aHadis
> > Nabi yang dikisahkan dari rantaian mulut kemulut, sehingga kisah
> > pengakuan inferioritas Muhammadpun menjadi terkabur, malah berubah
> > menjadi “keunggulan” bagi Muhammad diatas Yesus!
Muhammad yang dalam
> > Al-Quran mengakui dirinya tidak berkuasa mujizat (Surat 17:59,
10:20,
> > 29:50 dll), tiba-tiba muncul di Hadis dengan kisah kisah Muhammad
yang
> > penuh dengan mujizat-mujizat yang menirukan mujizat Yesus.
> > Karena begitu banyaknya plintiran
> > Islamik, maka semuanya perlu dikritisi secara cermat dan wajar. Tak
ada
> > orang yang mau didustai. Akhirnya kita akan menyadari juga bahwa
> > Muhammad lahir dan mati persis seperti Anda
> > dan saya. Sejarahnya saja yang membuat setiap orang berbeda dengan
> > selainnya, namun ia tetap manusia terbatas, berdosa, tanpa mujizat,
> > tanpa nubuat atau perangkat adikodrati-ilahi manapun! Taqiyya
(dusta-halal
> >  agama), slogan dan retorika yang banyak diteriakkan berulang-ulang
oleh
> >  dunia lama-lama memang bisa membuat sesuatu yang aspal (asli tapi
> > palsu) diterima sebagai “kebenaran-rasional”!
Awasilah.
> > HANYA ISA YANG MAMPU MENURUNKAN MAKANAN/ HIDANGAN DARI LANGIT (Surat
5:114)
> > Ini bukan hidangan biasa melainkan
> > hidangan Firdaus tak ada dua… Padahal Quran berkata hanya dari
> > Allah-sajalah semua makanan dan minuman itu diperoleh manusia (Surat
> > 26:79). Bandingkan dengan Yesus yang memberi makan 5000 orang (dalam
> > Injil) dan Musa yang melaluinya Allah menurunkan roti manna dari
sorga
> > (dalam Taurat). Semestinya Muhammad kebagian mujizat untuk
sedikitnya
> > dapat mensejajarkan dirinya dalam poros kenabian besar. Tetapi
makanan
> > langit ini bukan sekedar makanan bagi yang lapar perutnya, melainkan
> > symbol tentang pemeliharaan Tuhan yang MEMBERI HIDUP. Maka Ilah-ilah
> > yang tidak memberi hidup harus dibedakan dengan cara yang paling
> > dimengerti oleh anak-anak manusia, yaitu tidak memberi
“makanan langit”.
> >  Dan Ilah-ilah memang tidak memiliki makanan dari Sang Hidup.
> > Maka Muslim perlu menyidik dan
> > bertanya kritis, kenapa selama 40 tahun Musa memimpin bangsanya
dipadang
> >  belantara namun tidak usah melakukan perang demi menjarah harta
musuh
> > agar bisa bertahan hidup? Sementara Muhammad sejak hijrah ke Medina
> > tidak bisa bertahan, kecuali harus mencari akal dan dalil-dalil
agama untuk menyerang dan berperang demi dapat merampok dan menjarah
> >  caravan kafilah dan harta para Quraysi dan Yahudi bagi survival
para
> > pengikutnya. Jangan cepat-cepat menuduh ini “fitnah
orientalis”. Saya
> > bukan orientalis dan bukan mengarang sejarah, tetapi petobat yang
> > menunjuk dan melaporkan sejarah peperangan Muhammad dari
sumber-sumber
> > Islam sendiri. [NB.Lihat Hadis-hadis shahih, Sirat, dll termasuk
Sejarah
> >  Hidup Muhammad oleh Imam Muhammad bin Abd Al-Wahab. Tampak betapa
> > Muhammad berdalih terhadap kecaman masyarakat luas yang
menggemparkan
> > atas perang yang dilancarkannya secara dadakan-licik pada bulan suci
> > (yang tradisinya mengharamkan perang). Ia yang tidak taat akan
> > bulan-bulan haram (bulan suci tanpa perang) justru mendalilkan Allah
> > sebagai sumber pencetus perang! (lihat Surat 2:217)].
> > HANYA
> >  ISA YANG DIBERI GELAR KEBESARAN YANG SUPERLATIF, YAITU SOSOK YANG
> > TERKEMUKA BAIK DIDUNIA MAUPUN DI AlAM AKHIRAT (Surat 3:45)
> > Banyak penulis Islam enggan mengupas
> >  ayat ini secara semestinya, lalu memperlakukan kekuasaan Isa di
sini
> > hanya simbolis saja. Tampaknya ayatnya beresiko dan sensitive karena
> > berpotensi mengancam posisi Muhammad. Tetapi inilah penunjukkan
Allah
> > yang secara partikular dikenakan hanya kepada Isa Al-Masih, bukan
kepada
> >  para muqarrabin secara general. Yaitu sebuah gelar Rajawi dengan
kekuasaan rohani yang paling besar, mengatasi ruang dan waktu.
> > Mengatasi ruang, karena paling terkemuka baik di bumi, di Firdaus,
di Sorga atau di alam akhirat semua.
> > Dan mengatasi waktu,
> >  karena paling terkemuka sekarang dibumi ini maupun kelak diakhirat.
> > Jadi penafsiran yang benar seharusnya mencakupkan kekuasaan Isa itu
> > sebagai kekuasaan kosmik domain semesta, termasuk seluruh waktu yang
> > ada, persis seperti yang disebutkan dalam Injil,
> > "Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan
> > segala kuasa di sorga dan di bumi”, dan “ Aku adalah
Alfa dan Omega,
> > Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan
datang,
> > Yang Mahakuasa" (Matius 28:18, Wahyu 1:8).
> > Itu sebabnya seluruh manusia harus berurusan dengan Isa, saat dulu,
kini dan nanti, sebab Ia sedang ada diantara kita, dan kelak akan datang
kembali ke dunia untuk penghakiman akhir.
> > ISA
> >  SATU-SATUNYA DINYATAKAN SEBAGAI PEMBUAT HUKUM (LEGISLATIF), BUKAN
> > PELAKSANA HUKUM-HUKUM YANG TELAH DITETAPKAN. DIA MENGUBAH
HUKUM-HUKUM
> > TAURAT DENGAN CARA MENGHALALKAN DARI APA-APA YANG DIHARAMKAN UNTUK
> > MANUSIA (Surat 3:50)
> > Ini ayat dahsyat! Ini betul-betul
> > disebutkan oleh Quran secara lurus dan bukan oleh tafsiran dan
> > plintiran-plintiran lidah dari kaum penyesat. Siapa yang sanggup
> > mengubah hukum Tuhan? Nabi mana yang berani mengklaim
“porsi-nya Allah”
> > yang paling vital? Apa Muhammad main-main dan tidak bertanggung
jawab
> > atas apa yang dilontarkannya yang langsung bersinggungan dengan
mandat
> > dan hukum Allah? Bila Muhammad serius atas ayat ini, maka seluruh
Muslim
> >  harus berani mengakui bahwa sekali Isa turut menetapkan hukum-nya
> > Tuhan, maka hukum dan Kabar-Baik Injil-Nya pasti ditetapkannya
TERJAGA,
> > alias mustahil InjilNya hilang terpalsu! Itu sebabnya Yesus bersabda
> > sesuatu yang paling mengguncang kalbu:
> > “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan
berlalu (Lukas 21:33).
> > Muhammad hanya mentok menyatakan
> > dirinya sebagai pemberi peringatan (tentang hukum-hukum Tuhan).
Tetapi
> > Isa yang adalah Kalimat Allah adalah pula penetap hukum, sehingga
kelak
> > dihari kiamat Ia pula yang ditetapkan sebagai Hakim Yang Adil. Itu
> > sebabnya pada bagian akhir dari ayat ini Muhammad harus menyaksikan
> > bahwa Isa menyerukan dua perintah hukum, bukan satu, yaitu
“bertakwalah
> > kepada Allah”, DAN “taatlah kepadaku” (Isa).
> > ISA MAMPU MENTRANFORMASI/MENGUBAH HATI PENGIKUT-PENGIKUTNYA MENJADI
MANUSIA BARU (Surat 3:55, 5:82).
> > Oleh ajaran firman dan kuasa Isa Almasih, para pengikut Isa Al-Masih
dimampukan untuk merubah ahlak kafir menjadi:
> > 1.  Orang-orang yang diatas orang-orang kafir hingga kiamat.
> > 2.  Orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan
orang-orang beriman.
> > 3.  Orang-orang yang tidak sombong, rasa santun dan kasih
sayang.
> > Ujud kasih mampu ditanamkan Isa ke
> > dalam hati pengikut-pengikutNya sehingga berdaya, betul-betul
berdaya
> > mengubah akhlak dan perilaku hidup mereka ditengah hingar-bingar
> > korupsi, nafsu kuasa, kesombongan, dusta, fitnah, kekerasan dan
> > kebencian manusia terhadap sesamanya.
> > ISA SENDIRI (BERSAMA IBUNYA) ADALAH TANDA (AYAT) YANG BESAR BAGI
SEMESTA ALAM (Surat 19:21, 21:91, 23:50)
> > Muhammad berasal dari tanah dan
> > kembali ketanah. Juga ibunya dan bapanya. Tetapi Isa lahir tanpa
> > pembuahan benih manusia dan tanpa saripati debu dan tanah. Â Ia
> >  adalah inkarnasi Rohullah dan Kalimatullah, sebuah tanda semesta
yang
> > namun dihampa-kan Muslim dalam kehidupan berimannya. Isa-lah, yang
> > sebegitu lahir tidak menangis karena luput dari sentuhan setan.
Bukan karena setan lengah menyentuhnya, melainkan takut. Berlainan
dengan Muhammad yang hanya mampu minta perlindungan kepada Allah dari
kejahatan setan dan bisikannya yang tersembunyi (Surat 113, 114), Yesus
justru menengking
> >  setan yang coba-coba mempengaruhi diriNya atau menguasai
pengikut-Nya.
> > Tak satupun manusia ditakuti setan, kecuali Yesus itulah. Ia
bersabda:
> > “Enyahlah engkau, hai Iblis”. Dan terjadilah itu.
Bahkan para
> > pengikutNya juga “mewarisi” kuasaNya untuk mengusir
setan dan iblis.
> > Karena Dialah Ayatollah sejati yang ditakuti setan.
> > Sekarang mari kita mengajak teman Muslim untuk bertanya amat kritis,
“Kenapa
> >  Jibril dan Muhammad dalam Quran dan Hadis tidak pernah menceritakan
> > kasus pertarungan Yesus dengan setan, roh jahat, dan iblis, padahal
> > Muhammadpun sering berurusan dan was-was dengan setan dan
jin?”
> >  Kasusnya banyak dan terbuka disaksikan oleh penduduk lokal.
Mustahil
> > Jibril atau Muhammad tidak tahu akan hal ini, dan tidak sadar bahwa
> > peperangan terbesar dari seorang Nabi Tuhan adalah melawan roh setan
dan
> >  iblis dalam segala manifestasinya. Â Jikalau setan sempat
ditakuti Muhammad itu (sehingga minta perlindungan Allah atau mewaspadai
ayat-ayat setan
> >  agar jangan tersisip kembali dalam Quran), maka tidakkah Muhammad
dan
> > Jibril berkepentingan memberitakan apa yang dihasilkan Isa ketika
> > berhadapan dengan setan? Paling tidak Jibril & Muhammad dengan mudah
> >  dapat menambahkan satu mujizat tambahan kedalam
daftar-mujizat-mujizat
> > Isa (dalam Surat 3:49, 5:110) karena kasusnya tergolong mutawatir
> > (tersaksi luas dan absah).
> > Quran kini menjadi cacat tanpa
> > mencakupkan kisah setan-setan yang terusir dari hadirat Isa-Almasih!
Ada
> >  sesuatu yang tidak beres disini. Tampaknya ada semacam allergi/
> >  kekhawatiran ruh Jibril untuk menceritakan ruh-ruh lain yang
dikalahkan
> >  Yesus. Ini bukan pendapat penulis, melainkan pengungkapan Yesus
sendiri
> >  kepada kita, bahwa Beelzebul (penghulu setan) tidak akan melawan
> > dirinya atau memecahkan kerajaannya sendiri:
> > “Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya
sendiri, bagaimana kerajaannya dapat bertahan? “ (Lukas 11:18).
> > Jadi
> >  sangat penting bagi setiap umat manusia untuk menyelidiki secara
cermat
> >  bagaimana suatu ruh meresponi ruh lainya. Sebab mereka sangat licin
> > menyamar dan menggelapkan. Tuhan mengingatkan kita berkali-kali
untuk
> > tidak gagal menguji roh yang belum teruji. Dan sejak kapan Muhammad
dan
> > Muslim sudah menguji jibril? Bukankah semula (digua Hira)
Muhammad-pun
> > merasa bahwa ia didatangi oleh ruh jahat yang menteror dengan
mencekik
> > dirinya (sebelum dikalem-kan oleh Khadijah)? Datang menteror tanpa
> > memperkenalkan diri, dan pergi tanpa pamit, itukah kultur dari
malaikat
> > Tuhan yang sangat arif lagi mengetahui? Dan ketika Anda merasa
kurang
> > yakin dengan ruh ini dan ingin mengujinya, ia sudah terlebih dulu
> > mencegat Anda dengan kata-kata yang didesign untuk menciutkan bahkan
> > menghentikan niat Anda: "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan
tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Surat 17:85).
Tetapi Injil berkata sebaliknya untuk mendorong keterbukaan:
> > “Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh
itu, apakah mereka berasal dari Tuhan; sebab banyak nabi-nabi palsu yang
telah muncul dan pergi ke seluruh dunia” (Yohanes 4:1).
> > “Sebab
> >  orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang,
yang
> > menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah
mengherankan,
> > sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah
suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai
pelayan-pelayan kebenaran (2 Korintus 11:13-15).
> > KEPULANGAN ISA DARI DUNIA ADALAH DIANGKAT OLEH ALLAH SENDIRI
KEPADANYA (Surat 3:55 dan 4:158).
> > Kenapa Allah sendiri mengangkat diri
> >  Isa kepadaNya? Ya, karena Isa lahir dari Roh Allah dan KalimatNya,
dan
> > bukan dari saripati debu tanah yang akan kembali ke tanah. Roh Allah
> > “kembali” (baca: melekat) kepada Allah. Ini secara
sempurna melengkapi
> > keberadaan Isa dalam kerohanian yang ilahiah: (1) DILAHIRKAN sebagai
> > penjelmaan “Kalimat dari Allah”; (2) HIDUP dengan
selalu diperkuat oleh
> > Rohulqudus; dan (3) BERPULANG diangkat Allah sendiri kesisiNya
(Surat
> > 4:158, 3:55).
> > Jadi tampak jelas bahwa seluruh
> > aspek kelahiran hingga kepulangan Isa tidaklah tunduk pada kodrat
alam.
> > Dan sekarang inipun Ia hidup dan berada disurga bersama Tuhan
Elohim.
> > Sedangkan Muhammad seperti nabi-nabi lainnya dalam Quran, tinggal
dialam
> >  barzakh menunggu penghakiman Allah.
> > HANYA
> >  ISA YANG DIJADIKAN ALLAH SEBAGAI TANDA DAN SAKSI BAGI HARI KIAMAT.
ILMU
> >  TENTANG KIAMAT HANYA ADA PADA SISI ALLAH (Surat 4:159, 33:63,
31:34).
> > TETAPI HANYA KEPADA ISA DIBERIKAN PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT
(Surat
> >  43:61)
> > Hari Kebangkitan, hari
> > Penghakiman, tidak terelakkan. Orang-orang Muslim amat takut
menghadapi
> > penghakiman ini karena tak ada kepastian Syafaat yang membela
mereka.
> > Namun ada banyak orang-orang bodoh yang hidup dengan masa bodoh,
tidak
> > mau melihat tanda-tandanya yang berpusat pada Isa Al-Masih. Padahal
> > Ia-lah yang akan datang sebagai Hakim Agung. Maka tidakkah Muslim
akan
> > heran, kenapa Al-Masih yang akan datang kembali bersama para
malaikatNya
> >  , dan tidak nabi lainnya? Ya, sebab Ia akan menghancurkan yang
> > anti-Al-Masih dan akan memisahkan “domba” dengan
“kambing” (Matius
> > 25:31-46). Inilah mandat Rajawi yang diberikan
> > Allah kepada Isa Almasih untuk menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang
adil
> > dihari Penghakiman. Ia menjadi Juru Selamat, Syafaat bagi setiap
yang
> > beriman kepadaNya, tetapi mengadakan pembalasan terhadap semua orang
> > yang mengingkari InjilNya (2 Tesalonika 1:7-9).
> > …..
> > Teman-teman Muslim,
> > Maaf atas sejumlah kata-kata kami
> > yang tidak Anda berkenan atasnya. Itulah yang selalu terjadi ketika
> > orang tidak berkata-kata dalam jalur yang menjadikan Quran, Muhammad
dan
> >  Islam itu superlative. Namun seluruh berita di atas adalah sebagian
> > wahyu Allah SWT sendiri yang menunjukkan ke-supremasi-an jatidiri
Isa
> > Almasih. Ia dirujukkan tidak semata-mata sebagai sosok nabi-manusia,
> > melainkan juga sosoknya ROH ALLAH & FIRMAN DARI PADANYA! Injil
> > menerangkan lebih jauh bahwa “Pada mulanya adlah Firman,
Firman itu
> > bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah … Firman
itu telah
> >  menjadi manusia” (Yohanes 1:1, 14).
> > Nabi Muhammad sendiri diperintahkan
> > Allah untuk tidak ragu-ragu mencari Firman kebenaran Allah yang
pasti
> > kepada para Ahli-kitab:
> > “MAKA
> >  JIKA KAMU (MUHAMMAD) BERADA DALAM KERAGUAN-RAGUAN TENTANG APA YANG
KAMI
> >  TURUNKAN KEPADAMU, MAKA TANYAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA
> > KITAB SEBELUM KAMU. SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEBENARAN KEPADAMU
DARI
> > TUHANMUA, SEBAB ITU JANGANLAH SEKALI-KALI KAMU TERMASUK ORANG-ORANG
YANG
> >  RAGU-RAGU (Surat 10:94).
> > AYAT ini sungguh telah dan
> > terus mendatangkan keresahan kepada banyak orang-orang Muslim dan
para
> > Ulama terpelajar sejak dahulu. Ditambah kini dengan ayat-ayat
pengakuan
> > dari Muhammad bahwa Al-Masih Putra Maryam benar lebih superior
daripada
> > dirinya, semuanya ini cukup untuk menggugah hati dan pikiran Muslim
> > bahwa Al-Quran itu bukanlah sebuah finalitas. Pepatah Tiongkok
> > mengatakan “Diatas Thai San ada Thai San” (diatas
gunung tinggi ada
> > gunung yang lebih tinggi lagi”) berlaku disini. Didunia ini
masih ada
> > Thai San lain. Selain Quran dan Muhammad, masih ada Alkitab, dan
masih
> > ada Yesus yang selalu berkata benar (zakiy dan al-Haaq). Selama ini
> > banyak mitos dan retorika yang terus ditiupkan oleh orang-orang yang
mau
> >  mengecil-ngecilkan hakekat dan peran Yesus, tetapi segera tampak
bahwa
> > tiupan yang bersifat taqiyya itu distorted dan unfinished.
> >  Yang kabur, bengkok dan patah-patah tak bisa direkonsiliasikan
dengan
> > kebenaran yang lurus dan tuntas, kecuali diplintir-plintirkan. Â
Tak ada pilihan baik, Muhammad harus dan telah mengakui Isa dan
menggandengnya dalam Quran, juga dalam Hadis. Dengan penuh rasa hormat
> >  (atau penyesalan?) beliau harus mengklaim dirinya sebagai nabi yang
> > “paling dekat dengan Isa Putera Maryam di dunia dan
akhirat”
> > (HS.Bukhari1501).
> >
> > Kini saatnya Anda perlu bersikap, dan sikap ini akan menentukan
seluruh kehidupan Anda kedepan, selamanya!                        Jump
to top
> >
> >
> >
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke