WHAT IF
MUHAMMAD HARUS AKUI ISA
AL-MASIH LEBIH SUPERIOR
?
Teman
saya, seorang ayah Muslim terpelajar telah memberi nama ISA bagi
anaknya. Saya, ex Muslim lalu bertanya kenapa nama itu yang menjadi
pilihannya dan bukan nama nabi yang lebih besar lagi? Sang ayah
menjawab: “Siapa lainnya? Itu kan salah satu nabi yang punya nama
terbesar dalam Quran. Sekalipun dia tidak diatas Nabi Muhammad, namun
dia kan tidak dilebihi oleh siapapun lainnya”. Hah! Saya jadi
terperangah mendengar pendapatnya!
Dulu saya tidak tahu, maka
terperangah. Kini saya bukan hanya tahu, namun saya – tidak seperti
ayahnya si-Isa itu— malah duluan mengambil langkah lebih meninggalkan
Islam setelah tahu apa kata Muhammad tentang Yesus. Dulu, sebagaimana
Muslim nominal lainnya saya hanya TAHU bahwa Isa lahir ajaib tanpa ayah,
bisa menyembuhkan orang sakit kusta, menghidup-kan orang mati, dan naik
ke sorga. Ya, sampai disitu saja, yang praktis-praktis saja,
dan semua yang diketahui secuil-secuil ini tidak berdampak bagi
keinginan-tahu saya yang lebih tinggi lagi. Ini mendatangkan pertanyaan
serius, sebab apa yang diketahui oleh saya dan Muslim kebanyakan itu
sesungguhnya sudah sangat-sangat ajaib bahkan dahsyat! Jadi kenapa berita ajaib
ini tak berdampak bagi Muslim?
Bukankah bilamana ada orang jaman
sekarang yang lahir tanpa ayah saja, akan gemparlah dunia dengan
pemberitaan-pemberitaan sejagad, interview dan ulasan-ulasannya dari
pelbagai segi, serta mendatangkan berbondong-bondong para ahli medis
dari panca negara untuk menelusuri keajaiban tsb? DNA dan fisiologi-nya,
kiprah dan ucapannya, semuanya akan menjadi pusat penyelidikan. Apalagi
bila TERFAKTA bahwa ia dengan tumpangan tangannya bisa menyembuhkan
HIV/AIDS, cancer dan lain-lain penyakit yang tak tersembuhkan (seperti
halnya penyakit kusta yang tak tersembuhkan dijaman tsb). Dan ketika
TERFAKTA lagi diarena publik, bahwa ada mayat dari orang-orang matipun
bisa dibangkitkannya, maka apa kata-orang –Muslim dan non-Muslim tentang
orang yang satu ini?
Inilah analogi dan qias yang sama
dalam agama Islam, dimana Isa sedikitnya DIPERCAYAI sedemikian itulah
oleh para Muslim karena mempercayai pernyataan Muhammad yang diwahyukan
Allah. Tetapi aneh bahwa kepercayaan tersebut tidak memberi dampak
apapun dan tidak mengusik hati nurani mereka untuk bertindak menelusuri
pernyataan dahsyat tsb. demi memuaskan rasa ingin tahunya agar
mendapatkan detailnya dan keuntungan-keuntungan yang menyertainya.
Tampaknya ada sesuatu yang tidak waras disini. Ada semacam kerudung yang
mentabiri hati dan pikiran dan kemauan mereka. Bahkan tampaknya ada semacam
ketakutan
mereka yang tersembunyi untuk memper-cayai secara terbuka apa yang
terfakta. Lalu teman Muslim kita hanya berkata, bahwa mereka cukup
mempercayai Muhammad dan Quran yang dibawanya…
Baik, dan bagus, bila Anda percaya
kepada seorang super-hero seperti Muhammad. Namun bilamana super hero
ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat
daripadanya—yaitu yang dinamainya sendiri “Isa Almasih”—maka apa yang
dapat Anda katakan? Bukankah Muhammad sama menempatkan dirinya seperti
apa yang dikatakan juga oleh Nabi Yahya tentang diri-sendiri? Keduanya
sama mengakui bahwa ia bukanlah Mesias, melainkan suara yang memberi
peringatan:
YAHYA: “Aku bukan Mesias… "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang
gurun: Luruskanlah jalan Tuhan” (Yohanes 1:20,23)
(MUHAMMAD): “Aku bukanlah rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku
tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula)
terhadapmu. Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan
aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan" (Surat
46:9, penekanan penulis).
Menurut Alkitab maupun Quran, untuk
dirujukkan kepada jatidiri-nya seorang Sang Mesias, ia mutlak harus
mengetahui isi-hati orang atau hal-hal ghaib! Dan kemesiasan inilah –
dalam diri Isa Al-Masih -- yang akan ditampakkan kepada Anda lewat
tulisan ini, demi menyingkirkan kain tabir antara HATI dan AKAL waras
kita, karena bagaimanapun Mesias yang satu ini TAHU akan isi hati Anda
dan saya.
Muhammad mengajukan paling tidak ada
17 keajaiban adikodrati Isa Almasih --yang tidak ada tolok bandingnya
atau kesamaan-nya dengan dirinya-- yang telah menjadi acuan imannya bagi
setiap pengikutnya, namun yang telah dicampakkan sebagai aset kurang
berharga selama ini oleh Muslim! Padahal itu adalah apa yang telah
diwahyukan dan diakui oleh Muhammad dan yang dikatakan dari mulutnya
sendiri tentang superioritas Almasih Putra Maryam. Inilah diantaranya.
HANYA ISA YANG DIKATAKAN LAHIR DARI ZAT ROH, YAITU DARI KALIMAT ALLAH DAN ROH
DARIPADANYA (Surat 4:171).
Zat apakah itu? Kalimat Allah dan Roh dari Allah?
Pernyataan ini meruntuhkan posisi
Ulama Islam yang mau menegaskan bahwa Isa Al-Masih itu “tidak bersifat
ilahi”. Berunsurkan Roh dari Allah sekaligus menjelaskan bahwa Isa
memilik gen/ DNA yang tidak sama dengan
manusia biasa seperti Musa dan Muhammad. Muslim kebanyakan beranggapan
bahwa Roh itu adalah zatnya mahkluk ciptaan semisal malaikat, setan,
iblis, jin dan arwah. Sebagian Muslim lainnya, dalam ketidak pastian,
juga beranggapan bahwa roh itu adalah semacam nafas
yang ditiupkan dari Allah demi menghidupkan manusia. Tetapi Muhammad
sendiri sebenarnya bingung akan roh Allah ini, sampai-sampai terjadi
inkonsistensi yang fatal. Sebab Quran menghadirkan jenis tiupan roh
kerahim Maryam sekaligus apa adanya (Surat 21:91), tetapi ada pula jenis lain
dimana Allah meniupkannya sebagian saja
(Surat 66:12). Itu sebabnya Muhammad menjadi sasaran olok-olokan orang
Yahudi yang sering men-test kenabiannya dengan mengajukan pertanyaan
tentang apa/siapa roh-roh itu sesungguhnya. Dan mereka mendapati dia tidak
bisa menjawabnya, sehingga Allah perlu membantunya bukan dengan penjelasan,
tetapi dengan kontra-penjelasan terhadap roh, melalui “wahyu praktis” bagi
Muhammad yang setiap orang yang kepepet juga bisa mendalilkannya:
“Dan mereka
bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan
Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Surat
17:85).
Andaikata Muhammad
bisa membaca Alkitab, Ia tidak akan bingung dan menghindar, melainkan
akan dicerahkan dengan wahyu yang paling pertama ditulis tentang
kejadian alam semesta. Yaitu ketika jagad raya masih kosong belum ada
ciptaan apapun, maka Roh Allah telah hadir dengan FirmanNya (Kejadian
1:1-3), menandai bahwa Roh Allah berlainan dengan roh ciptaan lainnya.
Dan ini dipahami oleh semua nabi-nabi dan semua orang Yahudi yang
menguji Muhammad. Itu sebabnya Yesus juga telah mengatakan: “Allah itu Roh
dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan
kebenaran" (Yohanes 4:24). Ayat yang otentik ini terkorup dan
dikosongkan dari Quran, sehingga tidak ada referensi apapun bagi Muslim
untuk memahaminya secara benar, kecuali berspekulasi bahwa semua jenis
Ruh itu hanyalah mahkluk ciptaan. Padahal Roh-Nya Allah sendiri itulah
Roh Kudus (Rohulqudus, Roh Kebenaran) yang ada dalam diri Elohim sendiri
bersama dengan Kalimat (Firman)-Nya. Alkitab dengan jelas menyampaikan
bahwa Roh-Nya keluar dari dirinya Elohim sendiri (Yohanes
15:26), dan Ia samasekali bukan asessoris-ruh, Jibril dll ruh-ciptaan
yang diluar diri Tuhan (Camkan bahwa ini sama pula dengan “KalimatNya”
yang melekat dalam diri Elohim, re. Yohanes 8:42, dan 1:1).
Agar jelas
pembedaan Jibril dengan Roh Kudus, maka Yesus telah dengan sengaja
menempatkan Roh Kudus sebagai pusat keberadaan kekudusan Tuhan yang
sakral yang tidak boleh dihujat sebagaimana layaknya orang menghujat
malaikat. Sebab Ruh yang satu ini khusus dating untuk menolong menerangi
hati kita dengan menanamkan kebenaranNya yang menghidupkan:
“Sebab itu Aku
berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi
hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni” (Matius 12:31).
Hanya dengan peran Roh Kudus dari
Elohim inilah Anda dapat memperoleh kehidupan yang kekal, sehingga Yesus
berkata bahwa tak ada orang yang dapat masuk kesorga tanpa kelahiran
baru dalam Roh-Nya.
Percayalah, Surat 4:171 tidak akan
bisa dipahami oleh ulama Islam manapun bila berangkat dengan asumsi roh
ciptaan, kecuali akan berakhir pada surat penghentian pencaharian
tentang roh dalam Surat 17:85! Tetapi Roh Allah dengan iringan
KalimatNya yang disampaikan kedalam rahim Maryam itulah yang menjadikan
Isa-Al-Masih itu tampil sebagai model hidup sempurna ditengah-tengah
manusia berdosa, dan ia selalu berwahyu! Sebaliknya Quran mengatakan
bahwa semua manusia termasuk Adam, berasal dari dunia, dari debu tanah,
dan tidak lahir dari Roh Allah, melainkan tercipta dari zat-zat dunia
dengan formasi yang paling sulit dipahami. Sebab Muhammad menegas-kan
bahwa formasi kejadian manusia berasal dari saripati dari tanah, lalu menjadi
air mani, menjadi segumpal daging, menjadi tulang belulang, lalu dibungkus
dengan daging, lalu menjadi mahkluk yang berbentuk lain, kemudian sesudah itu
manusia akan menemui ajalnya (lihat Surat 23:12-15). Selama 14 abad dan
seterusnya, agaknya tak akan ada sarjana medis & biologi Islam yang
berani mengadopsi dan mengajarkan formasi kejadian manusia seperti apa
yang sudah dipahami Muhammad dari sorga.
HANYA ISA YANG MAMPU BERFIRMAN LANGSUNG SEJAK DARI BAYI (Surat 19:29-34), BUKAN
SEJAK MEMULAI KERASULANNYA.
Muslim membaca di Quran dan mungkin
mengagumi bahwa Isa Almasih sudah bisa berbicara sejak dalam buaian. Itu
saja. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa itu berarti dia sudah menjadi
Nabi, berwahyu, dan terutus sejak hadir dibumi! (ayat 30). Dan
ajaibnya, ia tidak membutuhkan malaikat Jibril untuk pewahyuan. Ia
sendiri adalah inkarnasi dari Kalimat Allah dan Roh daripada-Nya. Setiap
kata yang diucapkan Isa disembarang waktu adalah wahyu dari
perintah-perintah dan janji-janji Allah. Isa bukan nabi yang pada satu
ketika berkata-kata dalam pewahyuan tetapi pada ketika yang lain
berkata-kata secara non-wahyu, seperti nabi selainnya.
Karena selalu wahyu, maka
Isa selalu BENAR, dalam segala perkataanNya maupun perbuatanNya,
disetiap ruang dan waktu. Sebaliknya Muhammad dan lain-lain nabi yang
adalah manusia yang terbatas, akan sesekali terjebak dalam kekeliruan,
kelemahan dan dosa. Perhatikan bahwa ada rujukan unik Putra Maryam ini dalam
Quran Surat 19:34, yaitu sebagai “Kebenaran” (al-Haqq) dimana dalam gelar ini
terlihat dengan jelas “diri Allah sendiri”, karena gelar al-Haqq memang
dimunculkan beberapa kali dalam Quran sebagai atribut dan nama Allah.
Dan jikalau sumber Al-Masih
adalah “kebenaran”, maka Ia sendiri adalah “Kebenaran” itu, karena
hanya Kebenaran yang dapat keluar dari “Kebenaran”. Barangsiapa yang
melihat kepada Al-Masih ia dapat melihat Kalimat Allah yang hidup dan
selalu berfirman dalam kebenaran-Nya, walau dalam wujud insani.
SETELAH
MUSA, HANYA ISA YANG KELAHIRANNYA DIDAHULUI SESAAT OLEH SEORANG NABI
LAINNYA, YAITU YAHYA, YANG KHUSUS DIUTUS UNTUK MEMBENARKAN ISA SEBAGAI
KALIMAT ALLAH (Surat 3:39)
Mungkin sekilas teman Muslim tidak
heran dengan kesaksian Yahya yang satu ini. Namun kesaksian ini sangat
dramatis karena Yahya sebagai Nabi seangkatannya Isa telah membenarkan
Isa secara langsung pada ruang dan waktu yang sama, tidak lewat nubuatan
nabi yang jauh jarak fisiknya dan jamannya! Hal ini sampai diperlukan
Tuhan demi memperteguh kesaksian Yahya agar
tidak disalah-pahami atau diplesetkan alamatnya kepada nabi-nabi lain
yang bukan sosoknya! Sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa kehadiran
dua nabi besar yang saling berdampingan dalam satu kurun waktu, adalah
TANDA yang teramat penting dari Allah bagi manusia. Dan ini hanya
terjadi pada Musa (didampingi Harun), dan Isa (didampingi Yahya).
Seorang Harun yang “mencorongkan”
suara seorang Musa; begitu pula seorang Yahya yang “menterompetkan”
kedatangan seorang Isa, merupakan catatan sejarah kenabian yang tiada
dua, yang mengajarkan kepada kita untuk melihat secara mendalam bahwa
Nabi-nabi besar Musa dan Isa yang dipercayakan untuk “membawa” Taurat
dan Injil, haruslah dipersaksikan dengan kencang
oleh sesama Nabi seangkatannya secara langsung, muka dengan muka. Tidak
cukup bila ia klaim kenabiannya sendirian. Dan Yahya bersaksi dimuka
umum, membenarkan Isa sebagai Kalimat dari Allah (Surat 3:39).
KEBERADAAN ISA DINYATAKAN SUCI OLEH MALAIKAT (Surat 19:19)
Dialah satu-satunya nabi yang dinyatakan suci Murni (zakiy), tanpa cela dosa
(faultless) dan tidak berbuat dosa (sinless) walau hanya kekeliruan kecil
sekalipun.
Apabila kita menyelidiki Quran dan
kata-kata Muhammad, kita tidak akan menemukan adanya ayat dan tanda yang
menyatakan Isa berdusta, berzina, merampok harta, budak atau istri
orang, atau berbuat dosa apapun sehingga perlu minta pengampunan Allah.
Dan ini sungguh berbeda dengan nabi-nabi lainnya. Muhammad harus angkat
topi kepada kekudusan Isa yang selalu disertai dengan RuhKudus. Muhammad
sadar akan dirinya yang tak luput dari dosa dan berkata: “Setiap anak
Adam yang baru lahir disentuh oleh setan… kecuali Maryam dan anaknya”
(Shahih Bukhari 1493). Ia tahu dirinya pernah disentuh setan, dan ia
orang berdosa (Surat 47:19 dll), sehingga harus minta ampunan Allah
dengan lirih: “Demi Allah! Saya meminta ampun dan bertobat kepada Allah, dalam
satu hari lebih dari 70 kali” (Shahih Bukhari 1732).
Banyak orang --Muslim non-Muslim--bertanya-tanya, dosa apakah yang dilakukan
Muhammad sebegitu intense-nya sehingga
praktis setiap 15 menit dari waktu-sadarnya (bukan waktu tidur)
Muhammad harus minta ampun dan bertobat? DAN kenapa sesudah seharian
“bertobat 70 kali”, ia tidak tobat-tobatnya mengulangi siklus
“berdosa–bertobat-berdosa” hari kehari? Apakah dia tidak maksum (terjaga
dalam kekudusan) sehingga harus jatuh bangun dalam gelimang dosa sampai
kepada detik terakhir hayatnya, ketika mana ia juga masih harus berdoa:
“Wahai Tuhan! Ampunilah saya!” (Bukhari 1573). Suatu guilty feeling yang
paling tragis yang pernah dicatat dalam sejarah.
KEPADA ISA-LAH ALLAH BERSABDA LANGSUNG (Surat 3:55, 5:110), BUKAN VIA JIBRIL
ATAU DALAM MIMPI.
Pembacaan pada Quran jelas
mengungkapkan bahwa SEMUA nabi-nabi Israel tidak membutuhkan Jibril
untuk mendapatkan wahyu Tuhan. Malaikat Gabriel hanya dikirim untuk
ditampilkan dalam urusan-urusan ad-hoc dan seketika, bukan yang
terus membisikkan pewahyuan sepanjang kenabian (lalu kadang-kadang tak
muncul menjadikannya bolak-balik tidak efisien). Para nabi Israel
mendapatkannya dari Tuhan yang berbicara sendiri. Bahkan ada dua Nabi
yang diakui Muhammad kepada siapa Allah bersabda langsung, yaitu Musa
(Surat 4:164) dan Isa (didunia Surat 3:48 dll, dan diakhirat Surat
5:116). Muhammad sendiri tidak tercatat sebagai nabi yang berbicara
dengan Allah kecuali lewat Jibril saja. Ini menjadikan Quran hanya
sebentuk hasil dikte-an satu arah. Tak ada pertanyaan apapun yang dapat
diajukan Muhammad kepada Allah. Sebaliknya Nabi-nabi Israel semuanya
bisa bertanya dan bercakap dengan Tuhan dan sebaliknya, sehingga
interaktif dan memuaskan pemahaman hambaNya. Sulit untuk Muslim
menjawab, kenapa Allah menampilkan diri dan bisa saling berdialog hanya kepada
pembawa Taurat dan Injil, dan tidak kepada pembawa Quran. Diskriminasi
Allah? Atau memang lain ke-allah-an yang disembahnya?
NAMA ISA DENGAN GELAR ALMASIH DIBERIKAN OLEH ALLAH LEWAT MALAIKAT (Surat 3:45)
BUKAN OLEH ORANG TUA ATAU KAKEKNYA.
“Muhammad” adalah nama dunia, yang
diberikan oleh sang kakek, dan dipakai dengan nyaman oleh Muhammad
seterusnya. Tetapi Muslim tidak satupun bertanya, kenapa sang Nabi tidak
memilih memakai nama atau gelar surgawinya sebegitu ia mulai
dianugerahkan oleh Allah SWT? Kenapa Muhammad tidak meniru Abraham yang
menghargai pemberian Tuhan dan langsung menggantikan nama duniawinya
(Abram) menjadi Abraham? (Kejadian 17:5). Bukankah kepada Muhammad telah
Allah berikan nama “Ahmad” melalui pewahyuan Quran Surat 61:6?
Sebaliknya dengan nama Isa, Muhammad
sigap menggantikan namanya! Walau nama ini tidak pernah dikenal oleh
Nasrani manapun 600 tahun sebelum Muhammad, tetapi Muhammad bersikukuh
menggantikan nama “Yesus” (nama yang disampai-kan malaikat Tuhan)
menjadi ISA, suatu nama-asing yang tak tercarikan apa maknanya,
sekalipun oleh Muhammad. Padahal Yesus adalah nama ilahiah
yang berarti “Yahweh menyelamat-kan”. Kenapa Muhammad bermain atas nama
Isa sementara tidak menyentuh nama Ahmad-nya sendiri? Kembali Muslim
kelu dan tidak bertanya apapun tentang perlakuan Muhammad yang kurang
pantas terhadap Yesus. Masalahnya adalah: Atas otoritas siapakah maka
Muhammad berwenang menggantikan nama ilahiah
Yesus yang disampaikan berkali-kali oleh malaikat Gabriel, dan yang
disebut sebagai “Nama diatas segala nama” (Filipi 2:9); nama yang sudah
dipanggil-panggil oleh jutaan manusia (Kristen maupun non Kristen) 600
tahun sebelumnya, dan yang sudah DIABSAHKAN SEJARAH dalam palang yang
tertulis diatas kayu salib:
“Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya:
"Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi."
Banyak orang Yahudi (para saksi) yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana
Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa
Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani” (Yohanes 19:19-20).
Bukalah nalar lebar-lebar dan
bertanyalah secara obyektif dari kacamata surga: nama manakah yang lebih
superior, Yesus atau Muhammad atau Ahmad? Sekalipun begitu jelas, namun
Muslim tetap beranggapan bahwa perlakuan Muhammad yang mencoreng nama
Yesus itu wajar-wajar saja, sementara corengan gambar karikatur yang dikenakan
kepada Muhammad dianggap hujatan selangit!
Selanjutnya, Isa juga disebut “Almasih” (Mesias,
sosok yang diurapi Allah) sebanyak 11 kali didalam Quran untuk
dikhususkan kepada Dia seorang, tidak kepada nabi manapun lainnya! Suatu
gelar yang lagi-lagi tidak pernah menggoda hati orang-orang Muslim
untuk sesaat menyelidiki kenapa Muhammad kembali “mengosongkan” makna
dari gelar yang begitu serius itu, walau diulang-ulangnya sampai 11x
dalam Quran tanpa penjelasan?
Tetapi Yesus sendiri telah
memperkenalkan diriNya sebagai “Yang Diurapi” ketika Ia membaca dalam
rumah ibadat di Nazaret. Ia menjelaskan apa makna sejati dari gelar yang
Nabi Yahya dan lain-lain nabi tak akan berani menyandangnya, yaitu
“Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia
telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan Kabar Baik … memberitakan
pembebasan … (memberi) penglihatan … memberitahukan Tahun Rahmat Tuhan
telah datang”! (Lukas 4:18,19).
Jadi Al-Masih yang diurapi Allah adalah sosok yang menjadi “Spiritual King”,
yang memberi maklumat Rahmat Pembebasan/ Juru Selamat/Juru Syafaat bagi
orang seisi dunia. Betapa mencengangkan yang tidak ditelusuri Muslim
ini!
HANYA ISA SATU-SATUNYA YANG DIPERKUAT OLEH ROHULQUDUS (Surat 2:87 dan 253)
Ini hebat, tetapi kurang dipeduli atau
disadari Muslim. Padahal dari sudut pandangan Islam sendiri, Isa tidak
cukup dilahirkan dari Roh Allah saja, namun juga selalu “diperkuat lagi”
oleh Rohulqudus! Suatu pengertian kerohanian “tingkat tinggi” (surgawi)
yang tidak tercernakan, namun kembali tidak diambil banyak pusing oleh
Muslim. Kenapa? Sebagian karena tidak tahu apa itu Rohulqudus persisnya,
sebagian lainnya karena tidak mau melihat sosok Isa yang terlalu super
melebihi Muhammad. Namun apapun sikap dan pemahaman Muslim, Quran
jugalah yang menempatkan Isa-Al-Masih sebagai satu-satunya sosok yang
mendapatkan penyertaan yang melekat dari Rohulqudus, tidak Muhammad atau
lainnya. Ini yang menjadikan “konten-esensi-Isa” berbeda dengan para nabi
selainnya, yang menjadikannya paling berkekuasaan di dunia dan alam akhirat.
Sedih tapi benar bahwa Muslim dan para ulamanya telah dibingungkan selamanya
(lihat Surat 18:75) tentang siapa sosoknya Rohulqudus yang satu ini.
Apa ia “Roh Allah” dalam artian ruh ciptaan yang lain lagi? Atau Jibril
yang mewahyu? (padahal Isa sebagai Kalimat Allah tidak membutuhkan agen
pewahyuan antara). Apakah ia ruh yang berasal dari hembusan nafas Allah?
Atau malah nafasnya Jibril? Atau jangan-jangan ia Roh Allah sendiri (The
Spirit of God) yang bersama-sama dengan Kalimat Allah yang masuk kerahim Maryam
seperti yang tertulis dalam Quran Surat 4:171?
Sebagian Sarjana Muslim (al. Ibnu
Arabi) menafsirkan Roh ini bahwa Allah menyertakan kepada Isa satu Roh
yang berkuasa meniupkan kehidupan kepada benda mati. Sehingga hanya Isa
saja yang berkuasa untuk memberi hidup. Ini berarti Isa juga memberi
kehidupan kepada manusia, itu sebabnya Isa didunia berkuasa menghidupkan
orang mati, dan kelak dihari kiamat bersamaan dengan tiupan terompet
nafiri dari malaikat akan membangkitkan orang-orang mati untuk diadili
(awas bukan terompet yang membangkitkan, melainkan otoritas Isa
Al-Masih!).
HANYA ISA YANG DIPERLENGKAPI DENGAN
KUASA MUJIZAT KESEMBUHAN YANG DAHSYAT, TERMASUK MENGHIDUPKAN ORANG MATI
(Surat 3:49, 5:110), SUATU KUASA YANG HANYA DIPUNYAI ALLAH (Surat
46:33).
Sebutkan, dan tak ada penyakit yang
tidak bisa disembuhkan Yesus! Penyakit-penyakit yang ada bukan sembarang
penyakit, melainkan antara lain sopak (kusta) yang pada zamannya
merupakan penyakit yang paling aib, berbahaya, dan mengerikan, karena
sangat menular dan tidak ada obatnya. Penyakit lain seperti kelumpuhan,
bisu, tuli, dan bahkan buta secara genetik dari dalam rahim ibunya,
hingga kepada sejumlah kematian. Ini diluar jangkauan pengobatan
manusia. Dan kematian yang dihidupkan-Nya kembali juga bukan sembarang
kematian, melainkan termasuk mayat yang sudah jadi bangkai didalam
kuburan!
Sekalipun
Quran sepertinya menyebutkan mujizat Isa dengan hormat, namun tidak
banyak Muslim sadar bahwa penyebutan dalam pewahyuan itu jauh dari
layak. Muhammad kembali disini memperlihatkan ketidak-etis-annya
sekaligus ceroboh. Banyak ahli menyesalkan karena Jibril dan Muhammad
telah mereduksikan kehebatan mujizat Isa dengan mengosongkan SAMASEKALI llatar
belakang kejadiannya. Mereka bukan hanya mengkortingkan ratusan
mujizat dan 30-an jenis mujizat Isa menjadi hanya sepuluh (Surat 3:49;
5:110, misalnya tidak termasuk mujizat usir setan, air jadi anggur,
berjalan diatas air, menghentikan badai dan gelombang dll), namun juga
tidak ada satupun mujizat Isa dijelaskan Muhammad dalam konteks subyek
dan obyek, setting kejadian, dan latar belakang faktualnya, khususnya Firman
Yesus telah dihilangkan dari pretext-nya.
Firman
Allah yang interaktif antara Yesus dengan sipenderita yang menyangkut
kelayakan iman untuk mendapatkan mujizat-Nya, serta kata-kata penting
Yesus untuk kehidupan baru dari seorang yang disembuhkan itu, justru
dikosongkan (dikorup) dari Quran! Padahal itu adalah satu-satunya
keterangan yang paling berharga untuk membawa pemahaman mendalam
terhadap maksud dan tujuan Yesus dalam bermujizat adikodrati!
Dengan menyensor kejadian detail dan background mujizat, maka Muhammad hanya
menyodorkan semacam “list daftar mujizat” yang tidak memberi kesempatan bagi
Muslim untuk menyidik apa sebab dan hakekat Isa berkenan melakukan setiap
mujizatNya yang menggentarkan itu. Dan apa dampak dan perubahan
iman yang terjadi pada diri sang-obyek, dan apa pesan Yesus khusus
kepada sang-obyek, sekaligus untuk pembelajaran bagi para saksi mata.
Semuanya telah dikosongkan Muhammad, sehingga Muslim dibutakan lebih
jauh tentang kesosokan Al-Masih yang sesungguhnya. Mujizat Isa hanya
ditempatkan sebagai sebentuk ringkasan maklumat tentang judulnya magic show
yang menarik tanpa pesan-pesan ilahi!
Sebagai tambahan dari penyunatan teks atas background dan kejadiannya, Jibril
dan Muhammad masih mencoba menyunat kuasa
mujizat Isa, seolah-olah itu terjadi hanya karena IZIN ALLAH semata
(Surat 5:110). Padahal semua detail kejadiannya (yang disembunyikan
Quran) tidak satupun memperlihatkan unsur “izin Allah” yang perlu
dimintakan oleh Al-Masih, melainkan Ia sendirilah yang menggulirkan
kuasa mujizat dari diriNya sendiri! Lihat betapa Yesus menampik sempalan
Quran tentang izin-izinan tsb, dengan hanya berkata: Aku mau, Jadilah!
“Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia
dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau,
jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya
(Matius 8:2-3).
HANYA ISA YANG MEMPUNYAI KAPASITAS UNTUK MENCIPTA MAHKLUK HIDUP DARI BENDA MATI
(Surat 3:49).
Tidak ada sosok lain yang mungkin
memiliki kapasitas ini, sebab seluruh manusia dari segala abad percaya
bahwa otoritas begini hanya ada pada Allah. Dan Muhammadpun sama mengakui hal
ini sebagai kebenaran-besi (Surat 22:73; 32:9). Tetapi anehnya,
Muhammad juga mengakui bahwa Isa berkuasa pula meniupkan nafas yang
menghidupkan burung, yang berarti berdaya-cipta. Ini semata berasal dari
“Kalimat Allah” yang memiliki Creating Word yang berdaya cipta
“JADILAH!” maka terjadilah. Per definisi, siapapun yang mempunyainya,
Dia-lah yang disebut Tuhan, sang Pencipta!
Alkitab tidak berkisah tentang
burung-burungan yang dihidupkan. Itu tidak mempunyai nilai pelayanan
kepada kemanusiaan melainkan lebih merupakan suatu magic show
bagi egonya. Tetapi kuasa menghidupkan diatas kodrat kematian telah
dinyatakan Yesus dengan membangkitkan orang mati dan diriNya sendiri.
Kuasa atas kodrat-alam juga dinyatakan Yesus ketika hendak menyelamatkan
murid-muridNya dengan menghardik badai dan gelombang danau yang
bergelora sehingga terdiam seketika. Murid-murid terperangah dan
bertanya sendiri-sendiri: “Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin
dan danaupun taat kepadaNya?”
Jadi adakah sosok dunia yang lebih
superior daripada Al-Masih Putra Maryam? Adakah satu manusia yang berani
mengklaim diri mahakuasa? Tetapi Yesus berkata: "Aku adalah Alfa dan Omega,
Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang
Mahakuasa" (Wahyu 1:8).
Dan Injil kembali menegaskan apa yang dikaburkan Quran:
“Segala sesuatu dijadikan oleh Dia
(sang Firman) dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari
segala yang telah dijadikan” (Yohanes 1:3).
HANYA ISA YANG DIAKUI MENGETAHUI
HAL-HAL GAIB: APA YANG DIMAKAN MANUSIA DAN APA YANG DISIMPAN DIRUMAH Ini
dikatakan lurus oleh Muhammad, tanpa usah penafsiran apapun dalam Surat
3:49b. Muhammad bahkan meneruskan pengetahuan adikodrati Isa itu sampai
kepada pengetahuan tentang hari H nya kiamat (Surat 43:61), yang dia
sendiri juga tidak mengetahuinya. Hal-hal yang gaib hanya kepunyaan
Allah semata, karena "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah" (Surat 27:65, juga 5:109,
10:20). Seiring dengan itu, Injil juga menegaskan bahwa itulah
kepunyaan Yesus: “… sebab Ia (Yesus) tahu apa yang ada didalam hati
manusia” (Yohanes 2:25). Dan Murid-muridNya mengakui dihadapanNya:
“Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu…”
(Yohanes16:30).
Seperti telah dikatakan diatas, bila
anda percaya kepada seorang super-hero seperti Muhammad, namun ketika
super hero ini malahan memujikan seseorang lain yang lebih hebat
daripada-nya—yaitu yang bernama Isa Almasih—maka Anda harus berani
mengambil sikap, bukan masa bodoh. Murid-murid Nabi Yahya juga mengambil
sikap tatkala Yahya mengakui bahwa dia bukan Mesias dan sekalian
bersaksi: “Dia yang datang kemudian daripadaku, Membuka tali kasutnyapun
aku tidak layak”… Maka berturut-turut murid Yahya meninggalkan dirinya
(yang notabene Nabi besar!) dan menjadi pengikut Yesus (Yohanes 1:35
ff).
Kini Muhammad berbuat hal yang sama. Ia berkata:
“Aku (Muhammad) tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada
padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib …” (Surat 6:50a, juga 7:188).
Muhammad berkata benar, sama seperti Yahya yang mengakui dirinya kalah superior
terhadap Isa Al-Masih, maka kini apa yang harus Anda lakukan? Berbuat hal yang
sama seperti pengikut-pengikut Yahya? Anda harus mengambil sikap!
Mungkin Anda akan bertanya sendiri:
Kenapa Muhammad mengakui superioritas Yesus atas dirinya? Karena rendah
hati? Lebih tepatnya: karena terpaksa harus merendah jikalau berhadapan
dengan Yesus! KebesaranNya difaktakan dalam Alkitab dan direferensikan
oleh Quran sebagai wahyu, implisit maupun explicit! Tetapi
pengikut-pengikut Muhammad dikemudian hari mencoba menyodorkan aHadis
Nabi yang dikisahkan dari rantaian mulut kemulut, sehingga kisah
pengakuan inferioritas Muhammadpun menjadi terkabur, malah berubah
menjadi “keunggulan” bagi Muhammad diatas Yesus! Muhammad yang dalam
Al-Quran mengakui dirinya tidak berkuasa mujizat (Surat 17:59, 10:20,
29:50 dll), tiba-tiba muncul di Hadis dengan kisah kisah Muhammad yang
penuh dengan mujizat-mujizat yang menirukan mujizat Yesus.
Karena begitu banyaknya plintiran
Islamik, maka semuanya perlu dikritisi secara cermat dan wajar. Tak ada
orang yang mau didustai. Akhirnya kita akan menyadari juga bahwa
Muhammad lahir dan mati persis seperti Anda
dan saya. Sejarahnya saja yang membuat setiap orang berbeda dengan
selainnya, namun ia tetap manusia terbatas, berdosa, tanpa mujizat,
tanpa nubuat atau perangkat adikodrati-ilahi manapun! Taqiyya (dusta-halal
agama), slogan dan retorika yang banyak diteriakkan berulang-ulang oleh
dunia lama-lama memang bisa membuat sesuatu yang aspal (asli tapi
palsu) diterima sebagai “kebenaran-rasional”! Awasilah.
HANYA ISA YANG MAMPU MENURUNKAN MAKANAN/ HIDANGAN DARI LANGIT (Surat 5:114)
Ini bukan hidangan biasa melainkan
hidangan Firdaus tak ada dua… Padahal Quran berkata hanya dari
Allah-sajalah semua makanan dan minuman itu diperoleh manusia (Surat
26:79). Bandingkan dengan Yesus yang memberi makan 5000 orang (dalam
Injil) dan Musa yang melaluinya Allah menurunkan roti manna dari sorga
(dalam Taurat). Semestinya Muhammad kebagian mujizat untuk sedikitnya
dapat mensejajarkan dirinya dalam poros kenabian besar. Tetapi makanan
langit ini bukan sekedar makanan bagi yang lapar perutnya, melainkan
symbol tentang pemeliharaan Tuhan yang MEMBERI HIDUP. Maka Ilah-ilah
yang tidak memberi hidup harus dibedakan dengan cara yang paling
dimengerti oleh anak-anak manusia, yaitu tidak memberi “makanan langit”.
Dan Ilah-ilah memang tidak memiliki makanan dari Sang Hidup.
Maka Muslim perlu menyidik dan
bertanya kritis, kenapa selama 40 tahun Musa memimpin bangsanya dipadang
belantara namun tidak usah melakukan perang demi menjarah harta musuh
agar bisa bertahan hidup? Sementara Muhammad sejak hijrah ke Medina
tidak bisa bertahan, kecuali harus mencari akal dan dalil-dalil agama untuk
menyerang dan berperang demi dapat merampok dan menjarah
caravan kafilah dan harta para Quraysi dan Yahudi bagi survival para
pengikutnya. Jangan cepat-cepat menuduh ini “fitnah orientalis”. Saya
bukan orientalis dan bukan mengarang sejarah, tetapi petobat yang
menunjuk dan melaporkan sejarah peperangan Muhammad dari sumber-sumber
Islam sendiri. [NB.Lihat Hadis-hadis shahih, Sirat, dll termasuk Sejarah
Hidup Muhammad oleh Imam Muhammad bin Abd Al-Wahab. Tampak betapa
Muhammad berdalih terhadap kecaman masyarakat luas yang menggemparkan
atas perang yang dilancarkannya secara dadakan-licik pada bulan suci
(yang tradisinya mengharamkan perang). Ia yang tidak taat akan
bulan-bulan haram (bulan suci tanpa perang) justru mendalilkan Allah
sebagai sumber pencetus perang! (lihat Surat 2:217)].
HANYA
ISA YANG DIBERI GELAR KEBESARAN YANG SUPERLATIF, YAITU SOSOK YANG
TERKEMUKA BAIK DIDUNIA MAUPUN DI AlAM AKHIRAT (Surat 3:45)
Banyak penulis Islam enggan mengupas
ayat ini secara semestinya, lalu memperlakukan kekuasaan Isa di sini
hanya simbolis saja. Tampaknya ayatnya beresiko dan sensitive karena
berpotensi mengancam posisi Muhammad. Tetapi inilah penunjukkan Allah
yang secara partikular dikenakan hanya kepada Isa Al-Masih, bukan kepada
para muqarrabin secara general. Yaitu sebuah gelar Rajawi dengan kekuasaan
rohani yang paling besar, mengatasi ruang dan waktu.
Mengatasi ruang, karena paling terkemuka baik di bumi, di Firdaus, di Sorga
atau di alam akhirat semua.
Dan mengatasi waktu,
karena paling terkemuka sekarang dibumi ini maupun kelak diakhirat.
Jadi penafsiran yang benar seharusnya mencakupkan kekuasaan Isa itu
sebagai kekuasaan kosmik domain semesta, termasuk seluruh waktu yang
ada, persis seperti yang disebutkan dalam Injil,
"Kepada-Ku (Yesus) telah diberikan
segala kuasa di sorga dan di bumi”, dan “ Aku adalah Alfa dan Omega,
Firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang,
Yang Mahakuasa" (Matius 28:18, Wahyu 1:8).
Itu sebabnya seluruh manusia harus berurusan dengan Isa, saat dulu, kini dan
nanti, sebab Ia sedang ada diantara kita, dan kelak akan datang kembali ke
dunia untuk penghakiman akhir.
ISA
SATU-SATUNYA DINYATAKAN SEBAGAI PEMBUAT HUKUM (LEGISLATIF), BUKAN
PELAKSANA HUKUM-HUKUM YANG TELAH DITETAPKAN. DIA MENGUBAH HUKUM-HUKUM
TAURAT DENGAN CARA MENGHALALKAN DARI APA-APA YANG DIHARAMKAN UNTUK
MANUSIA (Surat 3:50)
Ini ayat dahsyat! Ini betul-betul
disebutkan oleh Quran secara lurus dan bukan oleh tafsiran dan
plintiran-plintiran lidah dari kaum penyesat. Siapa yang sanggup
mengubah hukum Tuhan? Nabi mana yang berani mengklaim “porsi-nya Allah”
yang paling vital? Apa Muhammad main-main dan tidak bertanggung jawab
atas apa yang dilontarkannya yang langsung bersinggungan dengan mandat
dan hukum Allah? Bila Muhammad serius atas ayat ini, maka seluruh Muslim
harus berani mengakui bahwa sekali Isa turut menetapkan hukum-nya
Tuhan, maka hukum dan Kabar-Baik Injil-Nya pasti ditetapkannya TERJAGA,
alias mustahil InjilNya hilang terpalsu! Itu sebabnya Yesus bersabda
sesuatu yang paling mengguncang kalbu:
“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu (Lukas
21:33).
Muhammad hanya mentok menyatakan
dirinya sebagai pemberi peringatan (tentang hukum-hukum Tuhan). Tetapi
Isa yang adalah Kalimat Allah adalah pula penetap hukum, sehingga kelak
dihari kiamat Ia pula yang ditetapkan sebagai Hakim Yang Adil. Itu
sebabnya pada bagian akhir dari ayat ini Muhammad harus menyaksikan
bahwa Isa menyerukan dua perintah hukum, bukan satu, yaitu “bertakwalah
kepada Allah”, DAN “taatlah kepadaku” (Isa).
ISA MAMPU MENTRANFORMASI/MENGUBAH HATI PENGIKUT-PENGIKUTNYA MENJADI MANUSIA
BARU (Surat 3:55, 5:82).
Oleh ajaran firman dan kuasa Isa Almasih, para pengikut Isa Al-Masih dimampukan
untuk merubah ahlak kafir menjadi:
1. Orang-orang yang diatas orang-orang kafir hingga kiamat.
2. Orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang beriman.
3. Orang-orang yang tidak sombong, rasa santun dan kasih sayang.
Ujud kasih mampu ditanamkan Isa ke
dalam hati pengikut-pengikutNya sehingga berdaya, betul-betul berdaya
mengubah akhlak dan perilaku hidup mereka ditengah hingar-bingar
korupsi, nafsu kuasa, kesombongan, dusta, fitnah, kekerasan dan
kebencian manusia terhadap sesamanya.
ISA SENDIRI (BERSAMA IBUNYA) ADALAH TANDA (AYAT) YANG BESAR BAGI SEMESTA ALAM
(Surat 19:21, 21:91, 23:50)
Muhammad berasal dari tanah dan
kembali ketanah. Juga ibunya dan bapanya. Tetapi Isa lahir tanpa
pembuahan benih manusia dan tanpa saripati debu dan tanah. Ia
adalah inkarnasi Rohullah dan Kalimatullah, sebuah tanda semesta yang
namun dihampa-kan Muslim dalam kehidupan berimannya. Isa-lah, yang
sebegitu lahir tidak menangis karena luput dari sentuhan setan. Bukan karena
setan lengah menyentuhnya, melainkan takut. Berlainan dengan Muhammad yang
hanya mampu minta perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan bisikannya
yang tersembunyi (Surat 113, 114), Yesus justru menengking
setan yang coba-coba mempengaruhi diriNya atau menguasai pengikut-Nya.
Tak satupun manusia ditakuti setan, kecuali Yesus itulah. Ia bersabda:
“Enyahlah engkau, hai Iblis”. Dan terjadilah itu. Bahkan para
pengikutNya juga “mewarisi” kuasaNya untuk mengusir setan dan iblis.
Karena Dialah Ayatollah sejati yang ditakuti setan.
Sekarang mari kita mengajak teman Muslim untuk bertanya amat kritis, “Kenapa
Jibril dan Muhammad dalam Quran dan Hadis tidak pernah menceritakan
kasus pertarungan Yesus dengan setan, roh jahat, dan iblis, padahal
Muhammadpun sering berurusan dan was-was dengan setan dan jin?”
Kasusnya banyak dan terbuka disaksikan oleh penduduk lokal. Mustahil
Jibril atau Muhammad tidak tahu akan hal ini, dan tidak sadar bahwa
peperangan terbesar dari seorang Nabi Tuhan adalah melawan roh setan dan
iblis dalam segala manifestasinya. Jikalau setan sempat ditakuti Muhammad itu
(sehingga minta perlindungan Allah atau mewaspadai ayat-ayat setan
agar jangan tersisip kembali dalam Quran), maka tidakkah Muhammad dan
Jibril berkepentingan memberitakan apa yang dihasilkan Isa ketika
berhadapan dengan setan? Paling tidak Jibril & Muhammad dengan mudah
dapat menambahkan satu mujizat tambahan kedalam daftar-mujizat-mujizat
Isa (dalam Surat 3:49, 5:110) karena kasusnya tergolong mutawatir
(tersaksi luas dan absah).
Quran kini menjadi cacat tanpa
mencakupkan kisah setan-setan yang terusir dari hadirat Isa-Almasih! Ada
sesuatu yang tidak beres disini. Tampaknya ada semacam allergi/
kekhawatiran ruh Jibril untuk menceritakan ruh-ruh lain yang dikalahkan
Yesus. Ini bukan pendapat penulis, melainkan pengungkapan Yesus sendiri
kepada kita, bahwa Beelzebul (penghulu setan) tidak akan melawan
dirinya atau memecahkan kerajaannya sendiri:
“Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimana
kerajaannya dapat bertahan? “ (Lukas 11:18).
Jadi
sangat penting bagi setiap umat manusia untuk menyelidiki secara cermat
bagaimana suatu ruh meresponi ruh lainya. Sebab mereka sangat licin
menyamar dan menggelapkan. Tuhan mengingatkan kita berkali-kali untuk
tidak gagal menguji roh yang belum teruji. Dan sejak kapan Muhammad dan
Muslim sudah menguji jibril? Bukankah semula (digua Hira) Muhammad-pun
merasa bahwa ia didatangi oleh ruh jahat yang menteror dengan mencekik
dirinya (sebelum dikalem-kan oleh Khadijah)? Datang menteror tanpa
memperkenalkan diri, dan pergi tanpa pamit, itukah kultur dari malaikat
Tuhan yang sangat arif lagi mengetahui? Dan ketika Anda merasa kurang
yakin dengan ruh ini dan ingin mengujinya, ia sudah terlebih dulu
mencegat Anda dengan kata-kata yang didesign untuk menciutkan bahkan
menghentikan niat Anda: "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu
diberi pengetahuan melainkan sedikit" (Surat 17:85). Tetapi Injil berkata
sebaliknya untuk mendorong keterbukaan:
“Janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka
berasal dari Tuhan; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke
seluruh dunia” (Yohanes 4:1).
“Sebab
orang-orang itu adalah rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang
menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Hal itu tidak usah mengherankan,
sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. Jadi bukanlah suatu hal yang
ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran (2
Korintus 11:13-15).
KEPULANGAN ISA DARI DUNIA ADALAH DIANGKAT OLEH ALLAH SENDIRI KEPADANYA (Surat
3:55 dan 4:158).
Kenapa Allah sendiri mengangkat diri
Isa kepadaNya? Ya, karena Isa lahir dari Roh Allah dan KalimatNya, dan
bukan dari saripati debu tanah yang akan kembali ke tanah. Roh Allah
“kembali” (baca: melekat) kepada Allah. Ini secara sempurna melengkapi
keberadaan Isa dalam kerohanian yang ilahiah: (1) DILAHIRKAN sebagai
penjelmaan “Kalimat dari Allah”; (2) HIDUP dengan selalu diperkuat oleh
Rohulqudus; dan (3) BERPULANG diangkat Allah sendiri kesisiNya (Surat
4:158, 3:55).
Jadi tampak jelas bahwa seluruh
aspek kelahiran hingga kepulangan Isa tidaklah tunduk pada kodrat alam.
Dan sekarang inipun Ia hidup dan berada disurga bersama Tuhan Elohim.
Sedangkan Muhammad seperti nabi-nabi lainnya dalam Quran, tinggal dialam
barzakh menunggu penghakiman Allah.
HANYA
ISA YANG DIJADIKAN ALLAH SEBAGAI TANDA DAN SAKSI BAGI HARI KIAMAT. ILMU
TENTANG KIAMAT HANYA ADA PADA SISI ALLAH (Surat 4:159, 33:63, 31:34).
TETAPI HANYA KEPADA ISA DIBERIKAN PENGETAHUAN TENTANG HARI KIAMAT (Surat
43:61)
Hari Kebangkitan, hari
Penghakiman, tidak terelakkan. Orang-orang Muslim amat takut menghadapi
penghakiman ini karena tak ada kepastian Syafaat yang membela mereka.
Namun ada banyak orang-orang bodoh yang hidup dengan masa bodoh, tidak
mau melihat tanda-tandanya yang berpusat pada Isa Al-Masih. Padahal
Ia-lah yang akan datang sebagai Hakim Agung. Maka tidakkah Muslim akan
heran, kenapa Al-Masih yang akan datang kembali bersama para malaikatNya
, dan tidak nabi lainnya? Ya, sebab Ia akan menghancurkan yang
anti-Al-Masih dan akan memisahkan “domba” dengan “kambing” (Matius
25:31-46). Inilah mandat Rajawi yang diberikan
Allah kepada Isa Almasih untuk menjadi Imam Mahdi dan Hakim yang adil
dihari Penghakiman. Ia menjadi Juru Selamat, Syafaat bagi setiap yang
beriman kepadaNya, tetapi mengadakan pembalasan terhadap semua orang
yang mengingkari InjilNya (2 Tesalonika 1:7-9).
…..
Teman-teman Muslim,
Maaf atas sejumlah kata-kata kami
yang tidak Anda berkenan atasnya. Itulah yang selalu terjadi ketika
orang tidak berkata-kata dalam jalur yang menjadikan Quran, Muhammad dan
Islam itu superlative. Namun seluruh berita di atas adalah sebagian
wahyu Allah SWT sendiri yang menunjukkan ke-supremasi-an jatidiri Isa
Almasih. Ia dirujukkan tidak semata-mata sebagai sosok nabi-manusia,
melainkan juga sosoknya ROH ALLAH & FIRMAN DARI PADANYA! Injil
menerangkan lebih jauh bahwa “Pada mulanya adlah Firman, Firman itu
bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah … Firman itu telah
menjadi manusia” (Yohanes 1:1, 14).
Nabi Muhammad sendiri diperintahkan
Allah untuk tidak ragu-ragu mencari Firman kebenaran Allah yang pasti
kepada para Ahli-kitab:
“MAKA
JIKA KAMU (MUHAMMAD) BERADA DALAM KERAGUAN-RAGUAN TENTANG APA YANG KAMI
TURUNKAN KEPADAMU, MAKA TANYAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG YANG MEMBACA
KITAB SEBELUM KAMU. SESUNGGUHNYA TELAH DATANG KEBENARAN KEPADAMU DARI
TUHANMUA, SEBAB ITU JANGANLAH SEKALI-KALI KAMU TERMASUK ORANG-ORANG YANG
RAGU-RAGU (Surat 10:94).
AYAT ini sungguh telah dan
terus mendatangkan keresahan kepada banyak orang-orang Muslim dan para
Ulama terpelajar sejak dahulu. Ditambah kini dengan ayat-ayat pengakuan
dari Muhammad bahwa Al-Masih Putra Maryam benar lebih superior daripada
dirinya, semuanya ini cukup untuk menggugah hati dan pikiran Muslim
bahwa Al-Quran itu bukanlah sebuah finalitas. Pepatah Tiongkok
mengatakan “Diatas Thai San ada Thai San” (diatas gunung tinggi ada
gunung yang lebih tinggi lagi”) berlaku disini. Didunia ini masih ada
Thai San lain. Selain Quran dan Muhammad, masih ada Alkitab, dan masih
ada Yesus yang selalu berkata benar (zakiy dan al-Haaq). Selama ini
banyak mitos dan retorika yang terus ditiupkan oleh orang-orang yang mau
mengecil-ngecilkan hakekat dan peran Yesus, tetapi segera tampak bahwa
tiupan yang bersifat taqiyya itu distorted dan unfinished.
Yang kabur, bengkok dan patah-patah tak bisa direkonsiliasikan dengan
kebenaran yang lurus dan tuntas, kecuali diplintir-plintirkan. Tak ada pilihan
baik, Muhammad harus dan telah mengakui Isa dan menggandengnya dalam Quran,
juga dalam Hadis. Dengan penuh rasa hormat
(atau penyesalan?) beliau harus mengklaim dirinya sebagai nabi yang
“paling dekat dengan Isa Putera Maryam di dunia dan akhirat”
(HS.Bukhari1501).
Kini saatnya Anda perlu bersikap, dan sikap ini akan menentukan seluruh
kehidupan Anda kedepan, selamanya! Jump to
top
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/