Sebetulnya belum mati, tetapi aktivitas organ tubuh manusia diperlambat atau 
menjadi lambat (jalannya pelan sekali dan sulit dideteksi dengan hanya hanya 
dilihat begitu saja, dan dianggap tidak puls lalu dianggap mati. Dalam  bahasa 
Inggris  ada istilah "clinical death", pernapasan dan rytm  serkulasi darah 
berfungsi tidak seperti biasa (cardiac arrest). Denyut jantung sangat pelan 

Metode diperlambat fungsi organ  dilakukan oleh dokter-dokter Rusia dalam 
misalnya operasi jantung,. Pasien direndam dalam es, sampai pada tempertur 
badan turun  pada derajat yang ditentukan baru dioperasi.

Untuk dihidupkan lagi temperatur badan dihangatkan pelan-pelan.

Orang-orang yang disebut mati suri akibat kedinginan bila bangkit kembali 
mempunyai resiko misalnya jari kaki atau tangan dan kuping harus diamputasi, 
karena serkulasi darah tidak bisa terus ke bahagian-bahaian ini jadi busuk 
(dalam bahasa Swedia disebut kallt brand atau kalau diterjemahkan dalam bahasa 
Indonesia  bisa disebut "terbakar kedinganan"). 

Untuk supaya tidak kedinginan maka orang harus berpakaian agak tebal dari kaki 
sampai di kepala agar aurat tidak dimakan oleh seythan iblis dingin. 

Selain itu bisa dibilang bahwa iklim mempengaruhi manusia bagaimana harus 
melindungi tubuhnya.



  ----- Original Message ----- 
  From: Tawangalun 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, August 24, 2010 5:43 AM
  Subject: [proletar] Re: Piye wong Sekular menerangkan mati suri


    
  Seharusnya orang2 yg pernah ngalami hidup enggak mati juga enggak itu perlu 
diwawancarai gimana yg dia alami?Jadi info tadi kurang lengkap.

  Shalom,
  Tawangalun.

  --- In [email protected], ayub yahya <ayubya...@...> wrote:
  >
  > masa sih Wang ?!
  > Oke,  nih gw ulang copas ama resoursenya.....
  > 
  > http://www.harianterbit.com/artikel/info/artikel.php?aid=96309
  > 
  > Hidup Setelah Mati
  > 
  > 
  > Tanggal :Â 12 Jun 2010
  > Sumber :Â Harian Terbit
  > JAKARTA-Dalam beberapa kasus, orang yang mati 
  > kedinginan pada suhu ekstrembisa hidup lagi. Seorang peneliti berhasil 
  > menjelaskan fenomena ini lewat eksperimen yang dilakukan dengan ragi dan
  > cacing tanah.
  > 
  > Mati beku atau 'freezes to death' dipicu 
  > oleh suhu dingin yang terlalu ekstem, yang sering terjadi di pegunungan 
  > atau daerah beriklim dingin. Meski sangat jarang, seseorang yang mati 
  > beku bisa hidup kembali.
  > 
  > Kasus pertama terjadi pada musim dingin 
  > 2001, menimpa Erika, seorang bayi 13 bulan di Kanada. Gara-gara hanya 
  > mengenakan popok saat berkeliaran di luar rumah, ia tewas dengan suhu 
  > tubuh anjlok hingga 16 derajat celcius.
  > 
  > Saat ditemukan, jantung 
  > bayi itu diperkirakan telah berhenti berdenyut selama 2 jam. Ajaibnya, 
  > jantung si bayi kembali berdenyut tak lama setelah dihangatkan dan 
  > diberi napas buatan.
  > 
  > Kasus berikutnya terjadi di Jepang pada 
  > tahun 2006. Seorang pria, Mitsutaka Uchikoshi hilang di Gunung Rokko 
  > yang bersalju dan ditemukan 23 hari kemudian dalam kondisi membeku dan 
  > tidak menunjukkan tanda-tanda adanya metabolisme.
  > 
  > Pria ini 
  > akhirnya hidup lagi setelah dibawa ke tempat yang lebih hangat, dan 
  > diberi pertolongan. Bahkan kondisi kesehatannya dilaporkan pulih tak 
  > lama kemudian.
  > 
  > Didahului dengan kondisi anoksia (tidak memiliki oksigen)
  > 
  > Ilmuwan dari Fred Hutchinson Cancer Research Center,
  > Mark B. Roth, Ph.D. berusaha menjelaskan fenomena ini lewat sebuah 
  > eksperimen. Roth menggunakan ragi dan embrio cacing tanah 
  > (nematoda).Pada eksperimen pertama, ia menyimpan ragi dan embrio 
  > tersebut pada suhu di atas titik beku. Dalam waktu 24 jam, 99 
  > persen dari makhluk itu benar-benar mati dan tidak bisa hidup lagi meski
  > dihangatkan.Berikutnya, ragi dan embrio cacing diletakkan dalam 
  > lingkungan kurang oksigen sebelum dibekukan dalam keadaan anoksia (tidak
  > memiliki oksigen). Pada percobaan ini, 66 persen ragi dan 97 embrio 
  > cacing bisa hidup lagi setelah dihangatkan dan diberi cukup oksigen.
  > 
  > Menurut
  > Roth telah menyebabkan siklus sel berhenti sehingga kedua jenis makhluk
  > hidup tersebut menjadi mati suri. Didukung suhu dingin, maka secara 
  > biologis siklus sel terjaga untuk tetap stabil selama mati suri sehingga
  > tidak benar-benar mati.
  > 
  > "Ketika makhluk hidup mati suri dalam 
  > kondisi demikian, risiko terjadinya kesalahan dalam proses biologis yang
  > memicu kematian akan berkurang," ungkap Roth.(tbt)--- On Mon, 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 8/23/10, Tawangalun <tawanga...@...> wrote:
  > Yub saya pikir langsung kelihatan isi artikel ,jebul hanya judul Harian 
Terbit,heading mana yg menarik?
  > 
  > 
  > 
  > Shalom,
  > 
  > Tawangalun.
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke