Setiap menjelang bulan Suci Ramadhan, ada satu hal yang akan terus teringat
oleh saya sampai kapanpun. Sebuah kisah anak-anak baru gede dari Nadri –
Krendetan yang setiap tahun dilakoninya, tak ketinggalan saya waktu itu
(kira-kira dari kelas 4 SD – 3 SMP).
Dengan suka cita, kita waktu itu menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan ini.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam mengisi bulan Ramadhan ini, dari
mulai jalan/lari pagi, tidur dimushola/masjid sampai dengan mainan Meriam Bambu
(bisa kami sebut sebagai “Long”). Kegitan-kegiatan tersebut memang hanya kami
lakukan ketika bulan Ramadhan saja.
Nah…mungkin bagi rekan-rekan yang seangkatan saya dan berasal dari daerah
Krendetan dan sekitarnya mungkin tradisi ini akan terus terkenang. Kegiatan ini
dimulai dari pagi hari setelah makan sahur dan sholat Subuh. Setelah sholat
Subuh berjamaah, kita akan rame-rame untuk pergi ke jalan raya utama Purworejo
– Jogja. Biasanya ada yang naik sepeda, jalan kaki dan juga lari-lari pagi.
Target utama kita disamping ketemu rekan-rekan dari desa yang lain, kita akan
“nongkrong” dijembatan Sungai Bogowonto. Walaupun jaraknya sekitar 4 km (PP)
namun karena dilakukan pada saat pagi hari dan rame-rame tidak membuat capek
atau lemes.
Kemudian siang hari setelah pulang sekolah, kita rame-rame kembali ngaji di
Mushola atau Masjid. Kegiatan mengaji pada pak Kyai ini memang waktunya diganti
menjadi siang hari selama bulan Ramadhan. Tak terbersit sedikitpun rasa lelah
ataupun lapar, hal ini karena dijalankan berame-rame. Kegiatan Ngaji ini
berlangsung sampai dengan jam 14.00 WIB. Setelah itu kita biasanya akan
istirahat dulu sebentar di Mushola atau Masjid sampai dengan jam 15.00 WIB baru
pulang kerumah masing-masing.
Sore harinya, kegitan kita mulai lagi dengan bermain meriam bambu atau yang
sering kita sebut sebagai “Long Bambu”. Dengan hanya bermodalkan sebatang bambu
yang besar dengan ukuran 1-1,5 m dan minyak tanah kita bisa bermain sampai sore
dengan puas. Ya..meskipun kadang-kadang dimarahin tetangga karena mengganggu
istirahat sore hari mereka, tapi hal ini cukup membuat kita gembira.
Malam harinya selepas buka puasa kita rame-rame lagi berangkat ke mushola atau
masjid untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah dan dilanjutkan dengan
Tadarus Al Qur’an sampai jam 23.00 WIB. Tadarus ini rutin kami lakukan dengan
cara berkelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang, dimana satu
orang membaca dan lainya menyimak bacaannya.
Setelah selsai Tadarus Al Qur’an, kita tidak pulang kerumah, namun kita biasa
tidur berame-rame diserambi Mushola atau Masjid. Walaupun hanya beralaskan
tikar pandan dan berselimutkan kain sarung yang sudah lecek dan kumal (maklum
dicuci hanya seminggu sekali) kita bisa tidur dengan pulasnya. Nah....siapa
yang akan membangunkan kita. Pak Kyai dengan sabarnya setiap jam 02.00 WIB akan
membangunkan kita untuk pulang dan melaksanakan makan sahur dirumah bersama
keluarga.
Sebuah tradisi yang syarat dengan kebersamaan, kesederhanaan dan juga religius
yang rutin kami jalankan selama bulan puasa. Namun saat ini tradisi tersebut
hampir tidak kita jumpai lagi. Sebuah budaya yang seharusnya kita pelihara dan
lestarikan secara pelan tapi pasti tergerus oleh moderenisasi dan kemajuan
jaman.
Mungkinkah akan kembali terwujud ketika nantinya generasi ini sudah
berganti….semoga.
"Marhaban ya Ramadhan"
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/