Refleksi :   Sekadar informasi tentang penyiksaan bisa dilihat video footage. 
Bagi yang mau lihat videonya silahkan click situs berikut  :  
http://www.youtube.com/watch?v=2EIhjj3313M

http://www.antaranews.com/berita/1284433808/hikmahanto-pemerintah-harus-tolak-intervensi-australia

Hikmahanto: Pemerintah Harus Tolak Intervensi Australia
Selasa, 14 September 2010 10:10 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 

Hikmahanto Juwana (ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Guru Besar Hukum Internasional FHUI Prof. Hikmahanto 
Juwana berpendapat pemerintah wajib menolak rencana pemerintah Australia 
mengirim pejabatnya guna memeriksa oknum Detasemen Khusus 88 yang diduga 
menyiksa tahanan tindak pidana separatisme.

"Intervensi harus ditolak," tegasnya di Jakarta, Selasa. 

Menurut Hikmahanto, rencana pemerintah Australia sudah dapat dipastikan tidak 
akan dilakukan bila tahanan yang disiksa pelaku teroris. Dalam hal tersebut, 
pemerintah Australia seolah akan mendiamkan, bahkan membiarkan.

"Keinginan pemerintah Australia bukan untuk keperluan menjunjung tinggi hak 
azasi manusia, namun dalam rangka akuntabilitas pemberian bantuan kepada 
pemerintah Indonesia dalam rangka perang melawan terorisme," katanya. 

Hikmahanto mengakui bahwa akuntabilitas penting dilakukan untuk tidak 
dipermasalahkan oleh publik Australia. Adanya rencana pemerintah Australia 
tersebut disebabkan pemerintah Australia telah menciptakan ketergantungan bagi 
polisi dan pemerintah Indonesia dalam memberantas terorisme. 

Padahal, lanjutnya, pemerintah Australia-lah yang bergantung pada polisi dan 
pemerintah Indonesia mengingat Indonesia dijadikan bumper agar terorisme tidak 
merambah ke Australia. 

"Untuk itu pemerintah harus tegas menolak intervensi yang dilakukan oleh 
pemerintah Australia dengan menerjunkan aparatnya untuk melakukan pemeriksaan. 
Komponen di Indonesia, termasuk pers dan lembaga swadaya masyarakat, akan mampu 
untuk melakukan pengawalan bila terjadi penyiksaan terhadap tahanan oleh 
Polisi, termasuk Detasemen 88," katanya lagi.

Bila pemerintah mengabulkan permintaan pemerintah Australia maka menurut 
Hikmahanto ini akan memunculkan pertanyaan publik terhadap pemerintah dan 
indikasi lemahnya diplomasi Indonesia. 

"Mengapa pemerintah mengabulkan permintaan pemerintah Australia, namun beberapa 
waktu yang lalu pemerintah tidak mampu meminta pemerintah Malaysia agar 
diikutkan dalam investigasi aparat Malaysia yang diduga memperlakukan para 
petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai pesakitan," demikian 
Hikmahanto Juwana.
(A017/B010)





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke