http://www.antaranews.com/berita/1284469861/bandara-perketat-sop-bagi-warga-iran


Bandara Perketat SOP Bagi Warga Iran
Selasa, 14 September 2010 20:11 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal | 
Denpasar (ANTARA News) - Petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai Bali, 
memperketat standar operasional prosedur (SOP) khusus untuk warga Iran setelah 
banyak kasus penyelundupan obat-obatan terlarang yang dilakukan warga asing 
asal negara itu.

"Sejak kasus penyelundupan sabu yang dilakukan oleh enam orang warga Iran yang 
lebih dikenal oleh `Penelur Iran`, SOP di Bandara Ngurah Rai memang diperketat, 
khususnya untuk warga negara Iran," ujar I Ketut Sumarta, salah seorang petugas 
Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, Selasa.

Ia mengatakan itu saat menjadi saksi kasus sidang lanjutan dengan terdakwa 
Rouhollah Serish Abadi bin Samad (26), penyelundup sabu asal Iran, di 
Pengadilan Negeri Denpasar.

Setiap WNA asal Iran, lanjut Sumarta, selalu diperiksa intensif oleh petugas 
pabean setelah meninggalkan areal pemeriksaan imigrasi.

Sumarta menambahkan, tapi tidak seluruh warga Iran dicurigai, pihaknya tetap 
harus melihat profile yang bersangkutan. "Apakah gerak-geriknya mencurigakan 
atau tidak," katanya.

Rouhollah Serish Abadi Bin Samad (26), diciduk petugas Bea dan Cukai Bandara 
Ngurah Rai karena kedapatan menyelundupkan sabu seberat 1,047 Kg ke Bali.

Tersangka ditangkap sesaat setelah turun dari pesawat Qatar Airways dengan 
nomor penerbangan QR 0638 dari Doha ke Denpasar pada 14 Mei lalu.

Di sisi lain, pada persidangan lanjutan itu, Sumarta yang bertugas di bagian 
pencegahan dan pengawasan, mengaku, sejak pertama mencurigai gerak-gerik 
terdakwa ketika meninggalkan loket imigrasi. 

"Dia terlihat gelisah dan mondar-mandir di sekitar loket imigrasi," kata 
Sumarta.

Karena melihat gerak-gerik terdakwa yang mencurigakan, lanjut Sumarta, dirinya 
kemudian mengikuti terdakwa hingga ia mengambil sebuah koper besar berwarna 
biru miliknya yang baru diturunkan dari bagasi pesawat. 

Petugas kemudian semakin curiga karena koper besar yang dibawa oleh terdakwa 
justru terlihat ringan. 

"Akhirnya saya ikuti terus sampai terdakwa membawa koper itu melalui x-ray 
untuk keluar terminal internasional, saat lewat x-ray saya lihat ada dua buah 
benda berbentuk bulat yang ada di koper terdakwa. Kemudian, setelah diperiksa 
dan dibongkar isi koper tersebut ditemukan ada sabu seberat 1,047 kilogram di 
bagian bawah koper," kata Sumarta menjelaskan. 

Setelah mendengar penjelasan saksi, majelis hakim menyatakan menunda sidang. 
Sidang akan dilanjutkan pada Rabu (22/9) mendatang, dengan agenda pemeriksaan 
saksi yang akan dihadirkan oleh jaksa penuntut umum. (*_)





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke