http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/pascabentrok-manokwari-berangsur-aman/

Jumat 17. of September 2010 13:57 
Pascabentrok, Manokwari Berangsur Aman

     


Jayapura - Situasi Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat hingga Kamis (16/9) 
malam berangsur pulih. Namun demikian, warga masih diliputi perasaan takut dan 
mencekam setelah tewasnya dua warga yang diduga ditembak oknum anggota Brimob 
dari Detasemen C. 


Di sepanjang ruas Jalan Trikora-Wosi dan Jalan Esau Sesa, beberapa pertokoan 
mulai buka. 
Hal itu karena aparat gabungan TNI/Polri melakukan patroli gabungan. Dalam 
patroli itu dua satuan setingkat kompi (SSK) TNI Angkatan Darat dan satu SSK 
TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk mengamankan situasi. 


Kapolres Manokwari AKBP Bambang Rici mengata­kan setelah insiden ini tujuh 
anggota Brimob Detasemen C diperiksa intensif di Mapolres Manokwari. Saat ini 
pihak kepolisian sedang berusaha melakukan pendekatan dengan keluarga korban. 
Korban meninggal dunia Naftali Kwan terkena luka tembak di kaki. 


Korban meninggal akibat kehabisan darah, di RSUD Manokwari, Rabu (15/9). 
Kemudian ditemukan mayat warga bernama Septinus Kwan, Rabu, di dalam hutan 
samping Jalan Esau Sesa Manokwari. 
Keterangan dari warga se­kitar, korban meninggal akibat jatuh ke jurang karena 
takut dengan anggota Brimob pascakejadian penembakan, Rabu malam. Sedangkan 
korban Antomina Kwan (istri Septinus Kwan) mengalami patah kaki kanan dan saat 
ini dirawat di RSUD Manokwari. Dengan demikian, jumlah korban meninggal dua 
orang, satu warga sipil terkena luka dan dua dari anggota Brimob mengalami luka 
kena panah. 


   Sebelumnya situasi pascakeributan di depan Mako Brimob Manokwari,  Kamis 
pukul 10.00 WIT, massa keluarga korban insiden keributan membawa jenazah dari 
rumah duka menuju depan kantor bupati, dan menutup ruas jalan dengan 
menggunakan batu. Pukul 11.00 WIT massa diterima oleh bupati didampingi 
Kapolres Manokwari.


Pihak keluarga korban mengeluarkan empat tuntutan, di antaranya mengusut tuntas 
dan mengadili pelaku tabrak lari di depan Mako Brimob. Mereka menuntut Kapolres 
diganti dan pasukan Brimob angkat kaki dari Manokwari. Mereka juga menuntut 
pe­ngurusan pemakaman jenazah yang semuanya dibebankan kepada pihak kepolisian. 
Massa juga menuntut ganti rugi atas kematian dua korban dengan uang kepala 
sebesar Rp 30 mi­liar. 


Pukul 12.30 WIT massa menuju Mako Brimob dengan berjalan kaki sambil membawa 
jenazah. Sampai di depan Mako Brimob massa kembali memblokade jalan di depan 
Mako Brimob. 
Pukul 15.00 WIT massa diberi pengertian oleh Bupati dan Kapolres, kemudian 
mereka bersedia membuka blokade jalan dan membubarkan diri dengan tertib. Dua 
korban meninggal dunia dibawa ke rumah duka. 


Sampai saat ini informasi masih simpang siur apakah kedua jasad sudah 
dimakamkan ataukah masih disemayamkan di rumah duka. Sementara itu, pelaku 
tabrakan yang melarikan diri ke Mako Brimob sudah diamankan, namun sampai saat 
ini belum diketahui namanya.  Demikian juga korban tabrakan yang mengalami 
patah kaki saat ini juga sedang dirawat di RSUD Manokwari, namun belum 
diketahui identitasnya. (odeodata h julia) 

   
   

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke