http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=25079

 2010-09-20 
KH Hasyim Muzadi Islam Mengakui Pluralisme



Lahirnya sejumlah infrastruktur perdamaian dunia sejatinya bukan saja sebagai 
kebutuhan penting untuk membangun kesadaran bersama (shared conciousness). 
Namun, juga sebagai pendekatan bahwa keamanan dan perdamaian hakiki (real 
security and peace) tidak mungkin terjadi bagi sebuah komunitas tanpa menjamin 
keamanan komunitas lainnya. Cita-cita itu tidak dapat terwujud tanpa dilandasi 
basis pemikiran keagamaan moderat (tawassuth). Maka, upaya membangun persepsi 
positif tentang Islam di mata dunia akan sulit terwujud manakala paradigma 
keislaman tidak mengedepankan visi Islam Rahmatan Lil'alamin dalam membangun 
perdamaian dunia yang hakiki.


Inilah penggalan pidato ilmiah KH Ahmad Hasyim Muzadi ketika bapak dari enam 
anak itu menerima penganugerahan pengukuhan sebagai Doktor Honoris Causa (Dr 
HC), di hadapan Rapat Terbuka Senat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan 
Ampel, Surabaya, 2 Desember 2006 lalu. 


Penyampaian pidato ilmiah Hasyim Muzadi itu terjadi saat ia masih menjabat 
sebagai Ketua Umum Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk 
kedua kalinya. Acara tersebut juga dihadiri wakil presiden saat itu, Jusuf 
Kalla dan ratusan tokoh cendekiawan lintas agama tingkat nasional lainnya. Kiai 
Hasyim atau Abah, demikian lelaki kelahiran Bangilan, Tuban, 8 Agustus 1943 itu 
biasa dipanggil, menguraikan secara perinci tentang ajaran Islam Rahmatan 
Lil'alamin, yang basisnya terdapat dalam kitab suci Alquran dan Al Hadits. 
Bahkan, ajaran tersebut sudah sangat banyak diimplementasikan dalam sejarah 
Islam di abad klasik ataupun abad pertengahan. 


Secara etimologis, lanjutnya, Islam berarti damai. Sedangkan, Rahmatan 
Lil'alamin berarti kasih sayang bagi semesta alam. Maka yang dimaksud dengan 
Islam Rahmatan Lil'alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan 
masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam.
Rahmat adalah kurnia yang dalam ajaran agama terbagi menjadi dua. Yakni, rahmat 
dalam konteks rahman, dan rahmat dalam konteks rahim. Rahmat dalam konteks 
rahman adalah bersifat amma kulla syai (universal), meliputi segala hal, 
sehingga orang-orang nonMuslim pun mempunyai hak kerahmanan. Sementara rahim 
adalah kerahmatan Allah SWT, yang khoshshun lil muslimin, atau hanya diberikan 
kepada umat Islam. 


"Jadi, apabila rahman dan rahim itu dilakukan secara benar, maka rahman dan 
rahim Allah akan turun semuanya. Sehingga dengan demikian, berlaku hukum 
sunnatullah, yakni baik orang umat Muslim maupun nonMuslim, jika mereka 
melakukan hal-hal yang diperlukan oleh kerahmanan, maka mereka akan 
mendapatkannya," katanya.

Pluralis
Dalam konteks Islam Rahmatan Lil'alamin, Islam telah mengatur tata hubungan 
menyangkut aspek teologis, ritual, sosial, dan humanitas. Segi teologis, Islam 
memberi rumusan tegas yang harus diyakini oleh setiap umatnya. Namun, hal ini 
tidak dapat dijadikan alasan untuk memaksa nonMuslim memeluk agama Islam. 
Begitu halnya dalam tataran ritual yang memang sudah ditentukan operasionalnya 
dalamAlquran dan Al Hadits.


Menurutnya, dalam konteks sosial, Islam sesungguhnya hanya berbicara mengenai 
ketentuan-ketentuan dasar saja. Penerjemahan operasionalnya secara terperinci 
dan komprehensif bergantung pada kesepakatan dan pemahaman masing-masing 
komunitas yang memiliki keunikan berdasarkan keberagaman lokalitas nilai dan 
sejarah yang dimilikinya.


Entitas Islam sebagai Rahmat Lil'alamin, ditegaskan Kiai Hasyim mengakui 
eksistensi pluralisme, karena Islam memandang pluralisme sebagai sunnatullah. 
Yaitu, fungsi pengujian Allah pada manusia, fakta sosial, dan rekayasa sosial 
(social engineering) kemajuan umat manusia. Pluralisme sebagai sunnatullah 
telah banyak diabadikan dalam Al Qur'an, di antaranya firman Allah dalam Surat 
Ar-Rum ayat 22.


Keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama yang melarang Pendeta 
Terry Jones membakar Alquran merupakan langkah maju dan berani dalam kehidupan 
antarumat beragama di dunia. 


Demikian juga dengan penegasan Obama yang merencanakan akan membangun masjid di 
ground zero di New York. Menurut Hasyim, hal itu merupakan langkah maju, karena 
ini menunjukkan bahwa AS di bawah Obama telah membedakan antara teror dan Islam 
atau agama mana pun. Hal tersebut harus terus diimplementasikan secara 
terus-menerus, karena ini juga sangat berbeda dengan sikap politik Presiden AS 
sebelumnya, George W Bush.
Perihal kasus penganiayaan terhadap pendeta dan jemaat HKBP Bekasi, ia 
berpendapat, asal diselesaikan secara hukum dan terbuka, insya Allah kasus itu 
akan selesai. Menurutnya, kesadaran umat beragama di Indonesia relatif terus 
meningkat. [SP/Aries Sudiono]

Hasyim Muzadi
Nama Lengkap: 
KH Ahmad Hasyim Muzadi, Drs, DR (HC)
Tempat Tanggal Lahir: 
Tuban, 8 Agustus 1943
Istri: 
Hj Muthomimah
Pedidikan:
1. IAIN Malang
2. Doktor HC IAIN Sunan Ampel, Surabaya
Jabatan Organisasi: 
1. Ketua Umum PBNU (1999-2010)
2. Rais Syuriyah PBNU (2010-sekarang) 
3. Sekjen International Conference 
of Islamic Scholars (ICIS), (2004-sekarang)
4. Anggota Commission of Eminent Persons (CEP) 
Organization of Islamic Conference (OIC), dan 
Anggota Majelis Pelaksana Muslim Word League 
(2006-2009)
5. President World Conference on Religions 
for Peace (WCRP), (2006-sekarang)
Kunjungan: 
Lebih dari 40 negara, termasuk bertemu 
Paus Yohanes Paulus II di Vatikan 2005


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke