Pertanyaan, komentar, dan tanggapan tentang seputar iman kristen dapat anda 
sampaikan ke [email protected], kami akan merespon.
PENYALIBAN KRISTUShttp://conversationwithmuslim.wordpress.com/2010/09/13/penyaliban-kristus/#more-173


                                EPISODE 10
Nahed: Pemirsa yang saya kasihi, selamat
 datang kembali pada acara kami “Pertanyaan-pertanyaan tentang iman”. 
Kami selalu senang dapat menjawab semua pertanyaan anda. Dan sekali lagi
 sebuah kehormatan bagi kami, karena telah hadir disini bersama kami, 
Pendeta Bapak Zakaria Boutrous. Selamat datang Bapak.

Bapak Zakaria: Terima kasih.
Nahed: Bapak Zakaria, pada episode 
sebelumnya, kita telah berbicara tentang awal penciptaan dan kejatuah 
Adam. Bisakah anda memberikan ringkasan, sehingga para pemirsa dapat 
tetap mengikuti diskusi kita. Silahkan.
Bapak Zakaria: Terima kasih banyak 
karena sudah mengundang saya disini. Topik utama kita dalam episode kali
 ini adalah tentang penyaliban Kristus. Pembahasan tentang penyaliban 
Kristus. Kami telah menjelaskan pada episode-episode sebelumnya tentang 
Tritunggal dan Keesaan Tuhan, dimana kami tidak menyembah 3 allah. Kami 
juga telah menjelaskan tentang inkarnasi Allah ke dalam seorang manusia 
Yesus Kristus seperti Dia menjelma di sebuah pohon dan di atas gunung 
kepada Musa. Setelah itu, kami telah menjelaskan tentang penyaliban 
Kristus yang merupakan tujan dari inkarnasi Allah. Lalu mengapa harus 
penyaliban? Dan mengapa semua ini dilakukan untuk mencapai penebusan? 
Dari awal Allah telah menjelma menjadi manusia agar dapat mati sebagai 
manusia dan menebusnya. Kami telah menjelaskan hal pertama tentang 
penyaliban Kristus yang diawali dengan cerita penciptaan manusia. Allah 
telah mencipta manusia karena cinta. Dia mengasihi kita. Dia telah 
menempatkan Adam di dalam sebuah taman, memeliharanya, dan menyediakan 
segala sesuatu baginya. Allah mengasihi kita. Dia mengasihi kita. Lalu 
Setan yang dulu adalah seorang malaikan di surga dan menjadi sombong dan
 membuatnya jatuh dan terpisah dari Allah, merasa iri melihat Adam dan 
Hawa atas kelimpahan yang mereka miliki dan ingin mereka juga jatuh dan 
bergabung dengan nya. Jadi, dia pergi kepada Hawa yang berbicara kepada 
Adam dan mereka makan dari pohon yang sudah kami jelaskan di episode 
sebelumnya.
Nahed: Mereka berdua.
Bapak Zakaria: Ya, mereka berdua 
memakannya. Ya, tanggung jawab bersama. Dan oleh karenanya mereka 
mendapat hukuman bersama. Akibat dari memakan dari pohon yang terlarang 
adalah mereka harus terpisah dari Allah. Mereka tidak patuh. Perintah 
untuk patuh dari Tuhan, “Engkau tidak boleh makan dari pohon itu, karena
 pada hari engkau memakannya, engakau akan mati”, dilanggar. Lalu kenapa
 Tuhan menempatkan pohon itu di sana? Seperti yang telah kami jelaskan 
pada episode sebelumnya, yaitu untuk sebuah tes. Allah mencipatakan 
manusia dengan sebuah kecerdasan dengan kehendak bebas, dengan pilihan 
bebas, oleh karenanya harus ada sebuah tes untuk mengetahui apakah dia 
patuh dan menjauhi pohon itu atau mengikuti tipuan iblis. Dan hari ini 
….. Oh, silahkan.
Nahed: Pertanyaan untuk hari ini, Bapak,
 adalah: “Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana dosa masuk ke dalam 
kehidupan manusia? Dan pertanyaan kedua: apa hubungan antara dosa dan 
penebusan?”

Bapak Zakaria: Benar.
Nahed: Silahkan Bapak langsung saja pada pertanyaan pertama, bagimana dosa 
masuk ke dalam kehidupan manusia?

Bapak Zakaria: Dosa masuk ke dalam 
kehidupan manusia, seperti yang sudah dijelaskan, adalah karena 
kecemburuan Setan. Dia pergi ke pohon itu dan memberikannya kepada Hawa.
 Bagi saya, pohon apapun itu tidak masalah. Anda tahu, banyak orang 
mengatakan bahwa itu pohon apel. Dan mereka mengutipnya ketika sebuah 
bukti yang mengatakan bahwa pangkal tenggorokan disebut juga …
Nahed: Apel Adam.
Bapak Zakaria: Dan mereka menyatakan 
bahwa buah apel itu tersangkut di tenggorokan Adam, ketika dia mencoba 
menelannya. Tetapi kami tahu bahwa cerita ini adalah cerita dongeng. Itu
 tidak penting, walaupun dapat digunakan secara ilmiah. Walaupun demikan
 apel Adam adalah hanya berdasarkan cerita rakyat. Tidak masalah apakah 
itu pohon apel atau tidak. Mungkin saja ada orang yang mengatakan bahwa 
itu pohon mangga. Kenapa? Karena mangga dalam bahasa inggris mango terdiri dari 
2 suku kata : “man – go” Tetapi terminologi ini berasal dari cerita rakyat yang 
benar-benar tidak perlu dan tidak mendasar.

Tetapi pohon tersebut merupakan 
simbol tentang kepatuhan, simbol akan dosa. Manusia ingin melakukan 
segala sesuatu nya sendiri, dan ingin hidup bebas.
Nahed: Bapak, saya jadi ingat sesuatu 
dari Alkitab, yang mengatakan ketika Hawa melihat pohon itu dan itu 
memberikan kesenangan buat matanya. Itu berarti pohon itu terlihat enak 
dipandang dan membangkitkan seleranya sehingga dia pun meraih buah itu 
dan memakannya.
Bapak Zakaria: Betul. Tentu pohon itu adalah pohon yang sebenarnya, tetapi 
mengandung makna spiritual.
Nahed: Ya.
Bapak Zakaria: Anda tahu bahwa ada 
banyak ilustrasi atau lambang-lambang yang menyatakan symbol yang 
berbeda dari gambar yang tampil pada lambang tersebut.  Sebuah kenyataan
 dalam sebuah symbol. Ketika saya mengatakan seseorang seperti seekor 
singa, itu berarti dia seorang yang kuat, pemberani dan tidak kenal 
takut.

Begitu juga dengan pohon yang mengandung
 sebuah arti spiritual yaitu tentang kepatuhan dan bila memakan dari 
pohon itu berarti tidak patuh dan melanggar perintah Allah. Pohon apa 
itu tidak penting dan tidak signifikan dengan maksud cerita. Hal ini 
sama dengan cerita tentang tikus. Tikusnya tidak penting, yang penting 
adalah keingintahuan orang itu sehingga di membuka penutup piring dan 
terkejut melihat seekor tikus didalamnya. Ketika Adam dan Hawa makan 
dari pohon itu, berarti mereka tidak patuh pada perintah, mereka 
memberontak. Kami tidak menginginkan Engkau lagi. Jadi, begitulah dosa 
masuk ke dalam kehidupan mereka.
Anda tahu bahwa dosa disini merupakan 
benih. Alkitab dalam kitab Yosua, putera Sirakh, mengatakan sebagai 
berikut: “Karena benih dosa telah berakar di dalam nya –dalam manusia- 
karena kelemahan Adam dan iblis adalah ….”
Nahed: Kesombongan.
Bapak Zakaria: Kesombongan. Setan 
menularkannya pada Adam dan Hawa. Dia menunjuk pohon itu dan mengatakan 
bahwa buahnya terlihat enak. Lihatlah kesini. Dan mulutnya dibanjiri 
dengan kesombongan. Itulah metafora yang saya gunakan. Jadi, mereka 
makan dan mereka terinfeksi benih kesombongan. Kami tidak menginginkan 
Allah dan kami ingin terpisah dari Nya. Mereka berdua jatuh dalam 
kesombongan. Kesombongan datang sebelum kehancuran, dan roh keangkuhan 
datang sebelum kejatuhan. Mereka jatuh ke dalam kesombongan. Sejak saat 
itu, benih dosa mulai mengalir dalam darah manusia, tidak hanya di dalam
 diri Adam dan Hawa, tetapi juga keturunan mereka. Marik kita lihat 
dalam Alkitab dan juga Quran.
Nahed: Saya ingin menyampaikan bahwa 
telah tertulis dalam Quran bahwa Adam telah menerima Firman dari 
Tuhannya dan Dia mengampuninya.
Bapak Zakaria: Kita akan membahas itu 
nanti. Sekarang kita sedang membahas tentang hukuman karena dosa. Baik, 
sekarang kita lihat apa yang dikatakan Alkitab. Ular itu berkata kepada 
perempuan itu, engkau tidak akan mati. Perempuan itu mengambil buahnya 
dan memakannya. Dia juga memberikannya kepada suaminya dan dia pun 
memakannya. Lalu mata mereka terbuka. Mereka sadar bahwa mereka 
telanjang. Mereka merangkaikan beberapa daun pohon ara untuk menutupi 
badan mereka. Lalu Allah mengusir mereka dari taman. Dan sejak saat itu,
 sifat kemanusiaan ada dalam benih mereka. Dikatakan, “Karena dosa satu 
orang manusia, kematian menjadi upah dosa seluruh manusia.” Dan lagi 
dalam injil Roma, “Tetapi dalam anggota-anggota tubuhku ada hukum lain 
yang berjuang melawan akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum 
dosa yang ada dalam anggota-anggota tubuhku.”

Nahed: Jadi, dosa telah diturunkan dari 
satu generasi ke generasi selanjutnya hingga hari ini. Kita tidak bisa 
mengatakan itu telah berhenti dan tidak berlanjut. Benih dosa telah 
diturunkan.
Bapak Zakaria: Mereka telah berpaling. 
Mereka bersama menjadi tidak menguntungkan, tidak ada seorangpun yang 
berbuat baik, tidak seorangpun. Bukankah itu yang dikatakan? Jadi, oleh 
karena dosa satu orang manusia, dosa telah menyebar ke semua manusia dan
 karenanya Surah 12 ayat 53 mengatakan, “Dan aku tidak membebaskan 
diriku, Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.”
 Darimana kejahatan itu datang? Mari kita lihat apa yang dikatakan Imam 
Al Razy tentang ayat ini. Dia menjelaskan, “Itu punya kecenderungan atas
 kejahatan, keinginan tidak patuh, dan sifat manusia akan kesenangan.” 
Itulah pendapat Imam Al Razy mengenai Surah 12 ayat 53.
Nahed: Namun kaum Muslim masih 
beranggapan bahwa manusia dilahirkan tidak berdosa. Bagaimana mungkin 
mereka dilahirkan tidak berdosa, sementara jiwa mereka punya 
kecenderungan untuk berbuat jahat? Dosa telah diturunkan dan ada di 
dalam darah manusia dan karenanya berkecenderungan berbuat jahat.
Bapak Zakaria: Anda tahu 
pendapat-pendapat mereka yang menolak penyelidikan, mereka hanya ingin 
memperkarakan masalahnya saja. Anda menjelasakan tentang dosa keturunan 
ini dan mereka berkata “Tidak, itu bukan dosa keturunan.” Mengapa? 
Mereka hanya ingin berdebat dengan Anda karena mereka memang tidak ingin
 mengakuinya. Tetapi jika mereka kembali kepada buku, mereka akan 
menemukan bahwa jiwa punya kecenderungan berbuat dosa. Sifat manusia itu
 sendiri menginginkan kesenangan dan punya kecenderungan akan kejahatan.
 Sifat manusia menginginkan ketidakpatuhan.

Nahed: Dari mana jiwa mendapatkan dosa kecuali manusia dilahirkan dari dosa?
Bapak Zakaria: Dosa adalah dosa dalam 
darah itu sendiri. Mereka berpaling, mereka bersama menjadi tidak 
menguntungkan. “Tidak ada yang benar seorangpun tidak” Itu tertulis juga
 dalam injil Roma 3:10. Anda tahu apa yang dikatakan Al Turmuzy. 
Sekarang kita menuju kepada mereka yang ingin mengerti –sebagai sebuah 
jawaban atas pernyataan bahwa itu bukan dosa keturunan- mari kita lihat 
apa yang dikatakan Al Turmuzy.

Nahed: Apa yang dia katakannya?

Bapak Zakaria: Dia berkata, “Adam tidak percaya dan begitu juga keturunannya. 
Adam berdosa dan begitu juga keturunannya.”

Nahed: Itu berarti warisan dosa (dosa keturunan).

Bapak Zakaria: Tentu. Ketika dosa 
masuk kedalam Adam dan Hawa, faktor keturunan yang menyebabkan dosa 
turun ke generasi berikutnya. Termasuk para nabi.

Nahed: Mereka kan hanya manusia.

Bapak Zakaria: Ya mereka hanya 
manusia. Bukan mereka itu berasal dari keturunan Adam? Bahkan para nabi.
 Dengar. Dalam kitab Kejadian pasal 12 dijelaskan bahwa Abraham telah 
berbohong 2 kali.

Nahed: Dua kali, bukan sekali!

Bapak Zakaria: Satu kali kepada 
Firaun ketika di berkata bahwa Sarah adalah saudara perempuannya dan 
satu kali kepada Abimalek dimana dia juga berbohon dengan mengatakan hal
 yang sama bahwa Sarah adalah saudara perempuannya. Dia berbohong 2 
kali. Bahkan nabi Nuh juga telah berdosa karena telah mabuk dan tanpa 
pakaian di tubuhnya seperti dalam kitab Kejadian 9. Nabi Musa dalam 
kitab Keluaran pasal 9 dikatakan bahwa dia telah membunuh, dia telah 
membunuh seorang Mesir dan melarikan diri ke padang belantara. Jadi para
 nabi juga melakukan dosa.

Tetapi apakah Islam juga mengakui 
hal tersebut? Ini pertanyaan yang serius, bukan? Mari kita lihat apa 
yang dikatakan Quran mengenai nabi Abraham. Dalam Surah 14 ayat 41 
dikatakan, “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku, ampuni aku …

Nahed: Kedua orang tua ku….

Bapak Zakaria: Dan mereka yang 
percaya pada hari penghakiman. “Ampuni aku.” Bagaimana mungkin seseorang
 meminta pengampunan kecuali dia tahu dia telah berbuat dosa? Meminta 
ampun berarti ada dosa. Benar bukan? Nabi Musa juga dalam surah 28 (Al 
Qasas ) ayat 15 dan 16 mengatakan bahwa dia telah membunuh dan berkata 
“Tuhanku, aku telah berbuat salah, ampuni aku.” Musa telah membunuh 
seorang Mesir. Itu berarti Musa telah berbuat dosa.

Nahed: Dia telah berdosa juga.
Bapak Zakaria: Sekarang inilah bagian yang sulit.
Nahed: Mari kita bicarakan itu juga.
Bapak Zakaria: Tidak ada seorangpun akan marah, kalau kita membicarakannya?
Nahed: Tidak, tidak ada seorangpun akan marah, karena ini adalah kenyataan, 
kita tidak mengarangnya.

Bapak Zakaria: Akankah para pemirsa kita akan marah? Saya akan menyampaikan 
kebenaran dan Allah adalah saksiku.


Nahed: Kita telah mulai dengan para nabi, jadi sekarang kita akan 
melanjutkannya.

Bapak Zakaria: Saya tidak sedang 
mengarangnya. Saya tidak mengira-ngira, tetapi ini adalah fakta. Saya 
akan memberikan referensi yang pertama dan para pemirsa akan tahu siapa 
yang berkata. Surah 48 (Al Fath )ayat 2, “Allah memberi ampunan kepadamu
 terhadap apa-apa yeng telah berlalu dari dosamu dan terhadap yang akan 
datang “Siapa yang  mohon ampun pada Allah? Saya akan menyerahkannya 
pada pemirsa sehingga saya tidak akan di salahkan.
Nahed: Akankah Anda menjelaskan nya pada kami?
Bapak Zakaria: Dalam buku Saheeh of Al 
Bokhary jilid 2 halaman 134, dikatakan, “Utusan Allah mengimbau, Oh 
Tuhan, aku mencari perlindungan Mu dari siksaan kuburan dan siksaan api 
neraka.” Dia mencari perlindungan Allah dari siksaan kuburan dan api 
neraka. Mengapa? Ya, karena dia takut.

Nahed: Ada dosa.

Bapak Zakaria: Ada sesuatu. Ya, ada 
dosa. Dalam buku tersebut juga dikatakan, “Utusan Allah –damai Allah ada
 padaNya- tak seorangpun dari kalian akan diterima di surga kecuali oleh
 karena kasih karunia Allah.” Dia katakan “Tidak juga engkau para utusan
 Allah.” Kemudian “Tidak juga aku, kecuali Allah mengampuni aku dengan 
pengasihanNya.”
Nahed: Jadi, pernyataan dari kaum Muslim yang mengatakan bahwa manusia 
dilahirkan tidak berdosa, adalah sebuah kesalahan.
Bapak Zakaria: Mari kita lihat dalam 
buku yang berjudul Raid Al Salheen yang ditulis oleh Imam Al Nawawy 
halaman 9. Sekarang masalahnya adalah para pemirsa tidak membaca, tidak 
menyelidiki dan tidak mengerti. Mereka tidak membaca, meskipun membaca, 
tidak mengerti. Jika mereka mengerti, mereka melakukannya. Itulah proses
 dari keseluruhan penolakan atas apa yang telah kita bicarakan. Ini 
menjadi tanggung jawab kita. Sekarang apa yang dikatakan Al Nawawy, 
“Utusan Allah berkata, aku menyesal seratus kali sehari pada Allah.” Aku
 menyesal pada Allah sehari seratus kali…

Nahed: Dalam satu hari!
Bapak Zakaria: Apa yang disesalinya? Apa yang disesalinya?

Nahed: Tentu saja dosanya.
Bapak Zakaria: Apa yang disesalinya? 
Tentu saja dosanya, dan seratus kali berarti banyak. Ini bukan dari 
perkataan saya, ini tertulis dalam buku Riad Al Salheen oleh Imam Al 
Nawawy halaman 9.
Anda tahu mereka seharusnya membakar buku tersebut, sehingga tidak ada lagi 
yang menentang mereka.
Dan para ahli Sunna, semua orang tahu 
apa yang dimaksud dengan Sunna, itu berhubungan dengan tradisi. 
Orang-orang Sunna itu seperti kaum mayoritas di Mesir. Mereka 
mengatakan, “Itu diperbolehkan bagi para nabi untuk melakukan dosa besar
 sebelum masa nabi mereka. Dosa besar diperbolehkan seperti membunuh, 
berjinah, dan lain sebagainya, sebelum masa nabi mereka. Dan mengenai 
dosa kecil, juga diperbolehkan, yaitu melakukannya dengan sengaja 
sebelum masa nabi mereka dan tidak dengan sengaja sesudah masa nabi 
mereka.”
Nahed: Itu berarti, para nabi melakukan dosa bahkan setelah mereka diangkat 
menjadi nabi.
Bapak Zakaria: Seperti yang telah saya katakan, itu adalah doktrin Sunni. Ada 
perbedaan antara Sunni dan Shiite.
Nahed: Ya, ya pasti.
Bapak Zakaria: Sejauh ini doktrin Sunni 
menjelaskan apa yang mereka percayai. Dan itu tidak masalah bagi para 
nabi untuk melakukan dosa sebelum mereka menjadi nabi, bahwa mereka 
boleh membunuh dan selanjutnya mengenai dosa minor seperti berbohong, 
kemunafikan, disimilasi, merampok dan lain sebagainya, juga 
diperbolehkan, maksud saya, diperbolehkan melakukan nya dengan sengaja, 
sebelum mereka menjadi nabi dan dengan tidak sengaja setelah menjadi 
nabi. Itu adalah dosa dan tak dapat dihindari, secara sengaja ataupun 
tidak, tetap saja itu dosa. Benar, bukan? Jadi, tentang dosa masuk ke 
dalam hidup manusia dan mendapat hukuman dari Allah merupakan sebuah 
masalah. Kita tetap mempunyai sebuah masalah disini.
Nahed: Masalah ini membawa kita kepada pertanyaan yang kedua, yaitu: apa 
hubungan antara dosa dan penebusan.
Bapak Zakaria: Oh, ya, sekarang kta akan
 bicara serius. Dosa dan penghukuman sebagai sebuah konsekuensi. Kita 
tahu sejauh ini bahwa Allah telah menciptakan manusia menurut bentuk dan
 pola yang terbaik, menempatkan nya dalam sebuah taman karena cinta. 
Karena bujuk rayu iblis, manusia jatuh kedalam dosa yang mengakibatkan 
kematian, karena upah dosa adalah kematian, diusir dari hadirat Allah. 
Dan sejak saat itu, dosa menyebar ke semua manusia termasuk para nabi. 
Lalu ada penghukuman. Mengapa? Sederhana saja, karena allah adalah 
Hakim. Dia menyatakan bahwa upah dosa adalah kematian dan Firman allah 
tidak dapat diubah. Ada kematian, ada penghukuman. Dalam Mazmur 7 ayat 
11, kita melihat penjelasan mengenai fakta ini, “Allah adalah Hakim” dan
 dalam Surah 16 ( An Nahl ) ayat 90 dikatakan, “Allah memerintah dengan 
adil”, dan dalam Surah 13 (Ar Ra’du) ayat 41 dikatakan, “Allah 
menetapkan hukum tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya”. Tidak ada 
cara untuk membatalkan keputusanNya. Dia adalah Hakim dan ini adalah 
keadilan surgawi. Dia tidak dapat mengabaikan hukum Nya sendiri. 
KeadilanNya tidak dapat diganggu gugat dan tidak dapat disentuh.
Nahed: Tetapi bagaimana dengan pengasihan Allah?
Bapak Zakaria: Ini belum waktunya. 
Tetapi biarkan saya menyelesaikan penjelasan tentang keadilan. Keadilan 
mengatakan, harus ada hukuman . Hukuman bagi Adam dan keturunannya. Upah
 dosa adalah kematian, jiwa yang berdosa harus mati. “Pada hari engkau 
makan dari pohon itu, maka engkau akan mati.” Sudah ada keputusan mati. 
Kematian apa yang dimaksud? Keputusan kematian ini terbagi dalam tiga 
jenis. Dan ini sangat penting untuk diketahui, karena beberapa 
penjelasan lain akan mengacu dari penjelasan ini. Kematian pertama yang 
paling serius adalah kematian roh, yaitu terpisah dari Allah.

Nahed: Maaf, Bapak. Ini adalah hal 
yang sangat penting untuk menjelaskan kepada pemirsa yang beragama Islam
 yang kita kasihi. Mereka menanyakan, bagaimana seseorang dapat terpisah
 dari Allah? Terpisah dari Allah itu seperti apa?

Bapak Zakaria: Pertanyaan yang 
sangat bagus. OK. Mari kita asumsikan bahwa ada beberapaorang teman. 
Mereka membangun sebuah hubungan, hubungan seorang anak dan ayahnya. Ank
 laki-laki itu tinggal di rumah ayahnya yang sangat kaya. Ayahnya sangat
 mencintainya dan hidup bahagia bersamanya. Puteranya berdosa karena 
melawan ayahnya dengan mengatakan, “Aku tidak ingin lagi tinggal dengan 
mu.”  Ini seperti cerita perumpamaan anak laki-laki yang tertulis di 
Alkitab. Anak laki-laki itu datang kepada ayahnya dan berkata, “Berikan 
aku bagian dari warisanku.” Ayahnya menjawab, “Puteraku yang ku kasihi, 
engkau menginginkan warisanmu bahkan sebelum aku mati?” “Aku tidak 
perduli, berikan saja apa yang menjadi hak ku. Itu saja.” Karena 
cintanya kepada puteranya, dia memberikan bagian dari warisannya. Anak 
laki-laki itu mengambilnya dan menghabiskannya dengan hidup foya-foya, 
dengan hidup diantara para penzinah dan prostitusi, dan hidup dengan 
kemabukan dan lain sebagainya.

Dia terpisah dari ayahnya dan tidak 
ada lagi berhubungan. Allah hadir dimana-mana, tetapi hubungan kasih 
antara keduanya terputus karena dosa. Dia tidak menginginkan Allah. Dia 
tidak ingin menyerahkan dirinya kepada Nya lagi. Dia hanya ingin 
melakukan segala sesuatu nya sendiri sesuai dengan keinginannya sendiri,
 mengejar kesenangannya sendiri, dan memenuhi kepuasannya sendiri. 
Dimana Allah dalam hidupnya sekarang?

Nahed: Dengan cara itu, dia benar-benar terpisah dari Allah. Itu yang Anda 
maksudkan dengan terpisah dari Allah.

Bapak Zakaria: Pernyataan terpisah berarti terputus dan menjauh dari Firman 
Allah, dari hadirat Allah dan melupakan Allah.
Nahed: itu adalah jenis kematian yang pertama.
Bapak Zakaria: kematian roh. Benar, 
bukan? Roh yang terpisah dari Allah dan mengapa? Karena Allah adalah 
Roh. Allah adalah kehidupan dan jika seseorang terpisah dari kehidupan 
dan Roh, dia mengalami kematian. Roh Allah  tidak ada dalam hatinya, dan
 manusia terpisah dari Allah, kemudian terpisah dari Roh Allah. Jadi, 
hidupnya berakhir dengan dinyatakan mati.
Nahed: Bagaimana dengan jenis kematian yang kedua?
Bapak Zakaria: Oh, tunggu sebentar. 
Apakah Islam sependapat? Agama Kristen mengatakan, “Oleh karena itu 
Tuhan Allah mengirimnya keluar dari Taman Eden. Dia sekarang terpisah 
dari Allah dan karenanya kematian telah menyebar ke semua manusia.” 
Apakah Islam berpendapat sama? Telah dikatakan “Kalian semua turun.” Ini
 dari Surah 20 (Taha) ayat 123 Imam Al Nassafy mengatakan, “Turunlah 
kamu berdua dari surge bersama – sama.” Itulah perpisahan, keluar dari 
hadirat Allah. Ini adalah kematian yang pertama.
Nahed: Itu tentang Adam, Hawa dan keturunannya.
Bapak Zakaria: Ya, semua berdosa. Allah 
membiarkan mereka merasakan penghinaan selama hidup di dunia dan juga 
rasa malu. Sheikh Abd Allah Yousef yang menterjemahkan Quran ke dalam 
bahasa Inggris, mengatakan dalam bukunya halaman 1188, “dosa sering 
melahirkan buah dari perasaan malu dan penghinaan di kehidupan dunia, 
tetapi hukuman yang terbesar adalah hukuman setelah kehidupan dunia.” 
Itu berarti ada hukuman yang lebih besar di kehidupan setelah kematian, 
yaitu api neraka yang kekal. Jadi, hukuman dosa adalah terpisah dari 
Allah, penghinaan dan dipermalukan, kemudian api nereka yang kekal.
Nahed: Inilah tiga jenis kematian.
Bapak Zakaria: Apa yang dikatakan 
tentang api nereka? “Dia mengatakan, “Allah berkata pada si jahat untuk 
pergi dan mengutuk nya masuk kedalam api neraka yang kekal.” Itu 
terdapat dalam injil Matius 25 dan 13, “dan melempar mereka kedalam 
tungku berapi dan disanalah terdengar ratapan dan gertakan gigi.” Apakah
 hal yang sama terdapat dalam Islam? Oh Tentu saja. Surah 72 ( Al Jinn )
 ayat 23, “Barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka 
sesungguhnya baginyalah neraka jahanam”.  Surah Al Baqarah ayat 81 
mengatakan, “barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh 
dosanya, mereka itulah penghuni neraka” Siapapun yang melakukan 
kejahatan dan kesalahannya ada pada nya, dan mereka ini akan menjadi 
penghuni neraka.
Jadi, ini adalah pernyataan kematian 
karena dosa yaitu, terpisah dari Allah, dipermalukan dan dihina selama 
hidup didunia, dan api neraka yang kekal. Itu berarti pernyataan tentang
 siksaan api yang tak terpadamkan dan cacing-cacing yang tidak akan 
mati.

Anda tahu konsep ‘Gohenam’ yang 
berasal dari keturunan Ibrani. Ada sebuah pedesaan dibelakang sebuah 
kuil yang disebelah kirinya terdapat korban-korban yang dilemparkan 
kedalam nya dan api menyala-menyala membakar korban-korban itu sehingga 
membusuk, api yang besar berkobar dasyat dan masih terlihat kulit dari 
korban-korban itu yang tertinggal di sisi pedesaan itu dan dikerubuti 
oleh cacing-cacing, seperti ketika Kristus berkata, “kalian lihat mereka
 yang menjijikan itu yang membuat kalian takut. Ini akan menjadi takdir 
yang kekal bagi manusia dengan api yang menakutkan dan cacing-cacing 
yang tidak akan mati.” Desa ini disebut Henom dan tentu Anda tahu bahwa 
Henom adalah sebuah nama seorang wanita. Dalam bahasa Ibrani desa itu 
disebut Gohenom yang artinya desa dengan api yang dasyat. Dan karenanya 
Kristus berkata bahwa mereka akan menghabiskan keabadian mereka di 
Gohenom, api yang kekal, begitu gambarannya.

Nahed: Terima kasih banyak, Bapak. 
Penjelasan ini benar-benar luar biasa dan tentu saja kita akan 
melanjutkan pembicaraan tentang hal ini karena masalah ini sangat luas 
dan kami mendapatkan banyak pertanyaan.

Bapak Zakaria: Dan Anda tahu bahwa kita belum sampai pada masalah penebusan.
Nahed: Terima kasih pemirsa dan saya 
ulangi jika anda mempunyai pertanyaan-pertanyaan atau ingin mendapatkan 
Alkitab, silahkan kirimkan surat anda kepada kami.
Terima kasih dan sampai jumpa.
                        
Blogroll
        Agama Palsu PEDOFILBERITA MUSLIMConversation With MuslimDISKUSI 
ISMAIL-ISHAK 1FAITHFREEDOM PEDIAFAITHFREEDOM WIKIFormer Muslims United 
(FMU)FORUM MURTADIN INDONESIAFREE 100 BUKU Dr. BoutrosFUCK MUHAMMADFUCK 
MUHAMMADINDONESIA EX-MUSLIM FORUMISHMAEL SHALL BE BLESSEDISLAM AWAITED 
MESSIAHISLAM EXPOSEISLAM EXPOSEDISLAM FOBIAISLAM OPO IKIISLAM SESATISLAM VERSUS 
KRISTENISLAMIC INVASIONISMAIL SAUDARAKUJELAS NGGAKJESUS versus MUHAMMADJOEL'S 
TRUMPETKABAR SUKACITAKebohongan Dari IslamKESAKSIAN PUTRA HAMASKESALAHAN 
QURANKONTRADIKSI ALKITAB BlogKONTRADIKSI ALKITAB-Sarapanpagi.orgKRISTUS, 
MUHAMMAD dan AKUMAARIFAT ALLAHMENGAPA
 KAMI MENINGGALKAN ISLAM?MENGKAJI ISLAMMUHAMMAD dan ZAINABMUSLIM HARUS 
TAHUPRESTASI&WARISAN MUHAMMADPSIKOBIOGRAPHY NABI ALLAHSATE MUSLIMSAVE MOSLEM 
DESTROY ISLAMSECRET of QURANSIAPAKAH ALLAH INI?SIARAN AL HAYATSON of HAMASStop 
Islamisation Of
 EuropeTANYA JAWAB ALKITABWIKI ISLAMWomen against Shariah

                                        Top Posts                       
Penyaliban Yesus Kristus dan PenebusanDUA TEMPAT TERBIT DAN TERBENAM MATAHARI 
DALAM AL-QURANSIAPAKAH YESUS KRISTUS?Tritunggal dalam Kekristenan (Part 
3)Tritunggal Dalam Kekristenan (part 2)AL QAEDA MENGUMUMKAN PENDETA KOPTIK 
ZAKARIA BOTROS SEBAGAI “KAFIR YANG PALING DICARI DI SELURUH DUNIA”BUKU BARU: 
SIAPA BILANG KRISTEN TIDAK BISA MENJAWABTritunggal dalam KekristenanSiapakah 
Kristus itu?INKARNASI ALLAH JADI MANUSIA                                        
     Recent Posts            Penyaliban Yesus Kristus dan PenebusanTanya 
Jawab Islam-KristenPENYALIBAN KRISTUSINKARNASI ALLAH JADI MANUSIAPribadi 
Kristus dari
 Pemikiran Islam dan KristenSiapakah Kristus itu?YESUS ALLAH 
dan ANAK ALLAHSIAPAKAH YESUS KRISTUS?Tritunggal dalam Kekristenan 
(Part 4)Tritunggal dalam Kekristenan (Part 3)
                




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke