Refleksi : 
"Dari 392.044 menjadi 643.834 buah. Kenaikannya hanya 64,22 persen," katanya  
di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 21 September 2010.  

Apakah kalkulator menteri benar ataukah sang menteri  pandai hitung? Maksud apa 
angkanya direndahkan? Kalau angka mesjid direndahkan, bagaimana bisa dipercaya 
bahawa angka gereja yang dipersembahkan adalah tepat?

Dalam Al Quran 5:8 dikatakan : "Hai orang-orang  yang beriman hendaklah kamu 
jadi orang-orang yang selalu menegakkan  (kebenaran)  karena Allah menjadi 
saksi dengan adil..." 


http://www.hidayatullah.com/berita/lokal/13396-data-depag-pembangunan-masjid-malah-kalah-dengan-gereja-

Data Menag: Pembangunan Masjid Malah Kalah dengan Gereja! 

Thursday, 23 September 2010 21:44 Nasional 

Catatan Menteri Agama (Menag) menunjukkan,  Masjid bertambah 64% dan Gereja 
malah tambah 152%


Hidayatullah.com--Menteri Agama Suryadharma Ali membantah Peraturan Bersama Dua 
Menteri (PBM) mengenai rumah ibadah diskriminatif. Suryadharma melansir data 
pertambahan masjid yang lebih rendah persentasenya dibanding gereja.


"Data pembangunan rumah ibadah dari tahun 1977 sampai dengan 2004, pembangunan 
yang paling rendah itu masjid," kata Suryadharma. "Dari 392.044 menjadi 643.834 
buah. Kenaikannya hanya 64,22 persen," katanya di gedung parlemen, Senayan, 
Jakarta, Selasa 21 September 2010.


Sementara pertambahan Gereja Kristen, kata Suryadharma, dari 18.977 buah 
menjadi 43.909 buah atau naik 131,38 persen. Gereja Katolik dari 4.934 menjadi 
12.473, naik 152,8 persen. Pura Hindu dari 4.247 menjadi 24.431 atau naik 
475,25 persen. Wihara Buddha dari 1.523 menjadi 7.129, naik 368,09 persen.


"Dilihat dari data ini, peraturan bersama menteri itu bukanlah peraturan yang 
diskriminatif. Jadi tolong jangan sampai ada pandangan yang seperti itu," kata 
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu. "Data ini menunjukkan masjid yang 
paling rendah."


Bahkan, Suryadharma menyatakan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri 
Dalam Negeri sebaiknya diangkat menjadi undang-undang oleh DPR. Dengan begitu, 
kata Suryadharma, bisa menjadi landasan yang lebih kokoh.


"Yang pasti Komisi VIII tadi memandang penting peraturan bersama menteri itu 
dan supaya ada kekuatan hukum yang lebih kuat maka sebaiknya itu ditingkatkan 
menjadi undang-undang," kata Suryadharma yang baru saja rapat dari Komisi DPR 
yang membidangi agama itu. "Ini nanti kami bahas bersama-sama."


Namun, ketika diangkat jadi undang-undang, Suryadharma berharap substansinya 
tak banyak berubah. SKB, kata Suryadharma, bukan peraturan sepihak dari 
pemerintah semata. SKB adalah peraturan yang dibuat berdasarkan musyawarah, 
dialog, dan keputusan antara majelis-majelis agama.


Dengan demikian, Suryadharma menegaskan kembali bahwa insiden penusukan Jemaat 
HKBP di Ciketing, Bekasi, bukanlah persoalan konflik antar agama, tetapi 
persoalan kepatuhan terhadap peraturan yang mengatur tentang rumah ibadah.


"Harus ada aturan, harus ada koridor. Jadi jangan berpikiran bahwa kebebasan 
beragama itu artinya kebebasan yang semutlak-mutlaknya. Kalau 
semutlak-mutlaknya, itu artinya memang tidak diperlukan lagi aturan," kata 
Suryadharma dikutip viva news. 


Surga Kebebasan Beragama


Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai Indonesia sebagai surga 
kebebasan beribadah bagi umat beragama. Karena itu MUI menyayangkan adanya 
pihak-pihak yang memprovokasi insiden di Ciketing, Bekasi sehingga mencederai 
kehidupan kerukunan umat beragama.


Hal itu dikemukakan Sekjen (MUI) Drs HM. Ichwan Sam kepada wartawan di kantor 
MUI Jl Proklamasi No. 51 Jakarta, Kamis (23/9) menyikapi insiden masyarakat 
dengan HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) beberapa waktu lalu. 


"Kita mengedepankan kerukunan umat beragama, karena itu isu ketidak-bebasan 
beribadah adalah sesuatu yang naif," kata Ichwan


Ichwan juga mengatakan, secara konstitusional Indonesia sebagai bangsa yang 
telah memiliki peraturan perundangan-undangan, menjunjung tinggi nilai-nilai 
kebinekaan baik agama, suku maupun etnis.


Menjawab siapa aktor intelektual di belakang konflik tersebut, Ichwan 
menyatakan, pihaknya sudah menengarai dan meminta aparat penegak hukum mengusut 
tuntas kasus itu. 


"Siapa orangnya yang jelas dia ingin memecah belah bangsa," tandasnya.  
[vivn/pim/hidayatullah.com]
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke