Mungkin juga demikian dan  selain itu mau tunjuk gengsi gagah.seperti burung 
gagap. Bukanhkah  Beatrix tidak punya pesawat pribadi, jadi kalau datang bulan 
depan, akan kelihatan gagah. SBY akan kunjungi pameran di Utrecht, entah dimana 
saya tidak ingat kotanya.


  ----- Original Message ----- 
  From: Jusfiq 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, September 23, 2010 9:07 PM
  Subject: [proletar] Re: Proyek Pembelian Pesawat Kepresidenan Ditinjau Lagi


    
  Saya baca di koran Belanda NRC-Handelsblad hari ini:

  Rencananya Yudhoyono mau datang ke negeri Belanda tahun yang lalu. 

  Tapi diundur karena "Garuda" yang menurut peraturan kudu dipakai oleh 
presiden kalau berpergian, ketika itu nggak boleh terbang ke Eropa...

  Saya tidak tahu apakah hal ini yang menyebabkan timbulnya fikiran buat beli 
kapal terbang utuk presiden...

  --- In [email protected], "sunny" <am...@...> wrote:
  >
  > Refleksi Ayo segera beli pesawat untuk presiden, supaya kelihatan hebat dan 
dihormati. Hehehe Beli Boeing 747 supaya sama dengan pesawat yang dipergunakan 
oleh presiden USA. Tak apa kalau ada markup, karena yang kaya juga anggota 
rezim berkuasa.
  > 
  > 
  > http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=156629
  > 
  > [ Kamis, 23 September 2010 ] 
  > 
  > 
  > Proyek Pembelian Pesawat Kepresidenan Ditinjau Lagi 
  > Tetap Membeli, Khawatir Markup 
  > 
  > 
  > 
  > JAKARTA - Dampak kritik dan protes publik terhadap anggaran gendut untuk 
kunker menjalar ke mana-mana. Rencana pembelian pesawat kepresidenan yang sudah 
deal pun akan dievaluasi lagi. 
  > 
  > Sejumlah anggota Komisi II DPR menyatakan akan mengklarifikasi harga 
pengadaan pesawat kepresidenan yang telah disepakati dengan pemerintah itu. 
Mereka ingin mencegah pemborosan, bahkan markup, dalam proses pembelian pesawat 
737-800 Boeing Business Jet 2 yang telah dipatok dengan harga USD 85,4 juta 
atau sekitar Rp 800 miliar tersebut.
  > 
  > ''Kalau ternyata memang ada harga yang lebih bagus, mengapa harus segitu,'' 
kata Akbar Faisal, anggota komisi II dari Partai Hanura, di gedung DPR, 
Senayan, kemarin (22/9). Menurut Akbar, daftar harga pesawat sangat terbuka 
sehingga gampang diakses dan dibandingkan.
  > 
  > ''Kalau ternyata benar, ada yang cuma USD 70 juta, ayo minta lagi 
direvisi.''
  > 
  > Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyebut 
harga USD 85,4 juta itu terlalu tinggi. Mereka menengarai adanya potensi 
markup. ''Seorang kaya di India membeli pesawat dengan tipe yang sama dan 
interior lengkap hanya seharga USD 70 juta,'' ungkap Koordinator Advokasi dan 
Investigasi Seknas FITRA Uchok Sky Khadafi membeberkan hasil investigasinya.
  > 
  > Selain menyoroti anggaran yang diajukan, Uchok menyesalkan proyek pengadaan 
pesawat di tengah kondisi negara yang masih terpuruk. ''Ketika sepertiga APBN 
digunakan untuk membayar utang dan masih banyak orang miskin, ironisnya mereka 
malah membeli pesawat kepresidenan,'' kritik Uchok.
  > 
  > Namun, para anggota DPR berpandangan, pengadaan pesawat kepresidenan tetap 
akan dilakukan. Akbar Faisal menilai pesawat khusus itu memang diperlukan. Ini 
untuk memperlancar kegiatan kunjungan presiden, baik dalam maupun luar negeri. 
Itu juga lebih efisien daripada mencarter pesawat. ''Supaya tidak selalu 
merepotkan banyak orang. Setiap presiden datang ke bandara seakan dunia mau 
kiamat,'' ujar Akbar.
  > 
  > Anggota Komisi II dari FPDIP Arif Wibowo mengatakan, mengenai kemungkinan 
harga pesawat yang sebenarnya jauh lebih murah, Arif meminta FITRA menyampaikan 
informasi tersebut ke Komisi II DPR. Termasuk data pembanding mengenai 
spesifikasi keamanan dan fasilitas.
  > 
  > Terpisah, Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap menegaskan tidak ada yang 
salah dengan pengadaan pesawat kepresidenan. ''Kita memang butuh itu,'' 
katanya. (pri/c3/tof)
  > 
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke