http://us.detiknews.com/read/2010/09/24/181137/1447867/10/kapolri-keberatan-aksi-densus-88-dianggap-melanggar-ham?991101605


Jumat, 24/09/2010 18:11 WIB



Kapolri Keberatan Aksi Densus 88 Dianggap Melanggar HAM
Didit Tri Kertapati - detikNews


Jakarta - Sejumlah kalangan menilai cara-cara Densus 88 Anti Teror Mabes Polri 
dalam menanggulangi teroris melanggaran HAM. Kapolri Jendral Pol Bambang 
Hendarso Danuri (BHD) keberatan dengan penilaian tersebut.

Menurut BHD, aksi terorisme yang merebak sejak awal tahun 2000 di Indonesia 
telah menyebabkan korban meninggal sebanyak 298 orang dan 838 lainnya menderita 
luka dan cacat tetap. Belum lagi kerugian material dan ekonomi.

Ia juga menyebut, 19 polisi gugur dalam operasi penggerebekan teroris dalam 
kurun waktu 10 tahun ini. Sedangkan 29 personel lainnya menderita luka-luka.

"Dengan ada pernyataan-pernyataan miring bahwa seolah operasi Densus melanggar 
HAM, kenyataannya yang kita hadapi seperti itu. Apakah tepat kita dituduh 
seperti itu (melanggar HAM)?" kata BHD dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl 
Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (24/9/2010).

Menurut Kapolri, harus diingat pula bahwa kelompok teroris merupakan 
orang-orang terlatih dalam menggunakan senjata. Mereka sudah melakukan berbagai 
latihan perang kota dan gerilya di Pakistan, Afghanistan, maupun negara-negara 
lainnya. Doktrin dan militansi para pelaku pun cukup kuat. Mereka siap untuk 
mati syahid.

Dalam kondisi itu, polisi tidak dapat menangkap mereka dengan menggunakan 
Standard Operating Prosedure (SOP) yang biasa-biasa saja.

"Apakah pada saat menangkap mereka kita harus lapor RT, RW, terus kasih lihat 
surat penangkapan? Kalau iya, ya sudah, selesai. Belum masuk kita sudah dibabat 
duluan," kata Kapolri.

BHD melanjutkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan soft power atau 
deradikalisasi untuk membuat pelaku terorisme bertobat. Namun, hal itu tidak 
pernah didengar oleh mereka. Karena itu, tindakan tegas tetap diterapkan.

"Masyarakat harus terlindungi, harus terbebas dari ancaman. Kita melakukan 
tindakan tegas tapi terukur. Kalau kita brutal, pasti akan lebih banyak 
(teroris) yang tewas. Kenyataannya ada 500-an (teroris) yang diproses di 
pengadilan," tandas BHD.
(irw/ndr) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke