http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/7018

Rabu, 29 September 2010 


Tarakan Rusuh Lagi 
Ada Aksi Pembakaran, Terdengar Letusan Senjata Api


       
      TARAKAN. Pasca kerusuhan Senin (27/9)  lalu, sebenarnya, Kota Tarakan 
relatif kondusif pada Selasa (28/9) pagi hingga petang kemarin. Namun kondisi 
tersebut mendadak berubah malam tadi. Tarakan kembali mencekam. Bahkan 
dilaporkan, asap hitam membumbung tinggi dari arah pusat kota. Tak cuma itu, 
terdengar letusan senjata api beberapa kali. 


      Dari informasi yang diperoleh, kembali terjadi pembakaran. Namun belum 
jelas, apakah rumah warga yang dibakar atau lainnya. Bahkan konsentrasi massa 
terlihat di pusat kota. Banyak diantara mereka yang membawa senjata tajam. 
Sejumlah warga yang tinggal di kawasan rawan konflik, memilih mengungsi ke 
tempat yang lebih aman. Misalnya ke rumah sanak keluarga hingga ke masjid. 


      BAGAI KOTA MATI
      Memang, pasa Selasa pagi hingga petang, kondisi Tarakan lebih baik. Namun 
Aktivitas warga lumpuh. Toko-toko, pusat belanja tutup, sekolah pun diliburkan. 
Praktis jalanan Tarakan lengang. 
      Polisi dan aparat keamanan lainnya siaga dan berjaga-jaga di setiap sudut 
kota. Sempat beredar isu warga akan melakukan sweeping. Juga sempat beredar ada 
lagi rumah yang dibakar. Walikota Tarakan H Udin Hianggio kembali mengatakan, 
pemerintah kota bersama aparat keamanan terkait tidak akan diam begitu saja 
dengan kondisi keamanan. Diakuinya, sejak kemarin pihak kepolisian sudah 
melakukan upaya preventif dengan melakukan penyitaan terhadap senjata tajam 
yang digunakan warga tidak pada tempatnya. 


      "Saya terus berupaya mendekati kelompok-kelompok masyarakat untuk 
memberikan rasa keamanan di Tarakan. Intinya, kami meminta agar semua bisa 
menahan diri," katanya. Ditemui terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Dharu Siswanto 
membenarkan jika sejak kemarin pihaknya dan Brimob Polda Kaltim melakukan 
langkah preventif dengan melakukan penyitaan sajam. Itu dilakukan dengan tujuan 
jangan sampai salah satu kelompok masyarakat melakukan sweeping secara sepihak 
di jalan-jalan.Jika ditemukan, maka Kapolres berjanji sajam langsung disita. 
Untuk mendapati sajam ini, polisi rutin melakukan patroli di jalan-jalan dan 
lokasi-lokasi yang dianggap rawan. 


      "Supaya suasana yang sudah kondusif itu jangan diperkeruh dengan hal-hal 
yang demikian," kata Dharu.
      Dirinya juga menghimbau kepada seluruh warga di Tarakan agar jangan 
terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggungjawab yang banyak beredar saat 
ini. Meski terus melakukan penyitaan, Polres Tarakan belum dapat memastikan 
sudah berapa banyak sajam yang diamankan. "Jumlah persisnya memang belum ada. 
Untuk itu kami juga mengimbau supaya warga tidak membawa sajam tidak pada 
tempatnya," ujarnya. 
      Dikatakan Kapolres, saat ini memang ada beberapa titik lokasi yang rawan 
dan berpotensi konflik. Seperti di Kelurahan Mamburungan, Juata Permai, Pasar 
Beringin dan wilayah kota. 
      Untuk memperkuat petugas keamanan di Tarakan, saat ini Polres Tarakan 
sudah dibantu dengan adanya penambahan personel baik dari Polres Bulungan, 
Polres Nunukan, Brimob Malinau dan beberapa personel dari Polda Kaltim. 

      Meski begitu, Kapolres enggan menyebutkan berapa jumlah polisi yang 
disiagakan.
      Apakah polisi bisa memastikan Tarakan aman? "Yah, mudah-mudahanlah. Kita 
berharap saja," jawabnya. 
      Kepada warga, dirinya berpesan untuk tidak terlalu mudah mempercayai isu 
yang beredar cepat di masyarakat, baik yang didengar maupun yang melalui SMS. 
"Besar harapan kami, masyarakat bisa mencermati kondisi keamanan," ujarnya.


      Terkait pelaku pembunuhan, Kapolres mengaku sudah menahan beberapa orang 
dan sedang dilakukan klarifikasi. "Mudah-mudahan bisa segera kita ungkap. 
Karena masih mengklarifikasi, ada harapan dari kita berbagai elemen memberikan 
informasi dan secepatnya kita akan tuntaskan kasus ini dan menemukan seluruh 
pelaku," pungkasnya. 


      Kemarin, di beberapa titik masih terlihat konsentrasi massa. Siang, warga 
juga sempat mendatangi Polres Tarakan. Ada isu, 3 pelaku pembunuhan warga Juata 
ditahan di Polres.  "Mereka mau melihat tersangka," kata seorang warga. 
(dtc/tim/kpnn)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke