Kesadaran... +++
Pak Leonardo Rimba penjaga gawang milis Spiritual-Indonesia mungkin terinspiratif oleh Sidharta Buddha, bahwa kesadaran manusia adalah yang terpenting. Masalahnya Pak Leonardo Rimba itu termasuk orang yang beruntung, bisa kuliah di Amerika, demikian juga Sidharta, dia adalah anak raja, tentu dua pencerah ini secara historys kecukupan gizi. Masalahnya adalah bagaimana kalau kaum sudra dan paria disuruh sadar? Lha makanannya saja tiwul, minumnya air kendil, tentu detak jantungnya lemah, lha masalahnya kesadaran itu berkaitan dengan kekuatan jantung memompa, kesadaran juga berkaitan penuh dengan kognisi manusia/pemahaman manusia dalam mempelajari segala hal. Jadi ide pak Leonardo Rimba dan Sidharta Buddha, termasuk Karl Marx yang selalu bilang tentang pentingnya kesadaran itu benar.... tapi masalahnya bagaimana caranya sadar? Lha kalau anda memberi kuliah di depan orang pingsan, dimana frekuensi otaknya turun dan juga supply darah ke otaknya berkurang akibat detak jantung menurun, maka ya anda seperti bicara dengan tembok... Untuk itu... Harus dimengerti mekanisme-nya terlebih dahulu agar sabda para pencerah ini sampai... Kami, kaum materialisme dialektik, tidak hanya mengerti tentang pentingnya kesadaran, tapi juga mengerti bagaimana kesadaran secara fisikal dibangkitkan dan juga dipelihara, ini semua berkaitan dengan fisik, kesadaran adalah buah/hasil mekanisme kerja organik yang bernama otak. Pada prinsipnya, stimulant-stimulant seperti rokok, teh,coklat, kopi, ataupun stimulant kelas berat seperti methylphenidate, modafinil, atau amphetamine cara kerja utamanya adalah memompa darah/supply ke otak lebih banyak, dari situlah otak mendapatkan energi lebih banyak sehingga meningkatkan kemampuan kognisi. Disini sekali lagi permasalahan utamanya berada di kaum proletar, karena mereka tidak terbiasa dengan kecukupan vitamine dan gizi. Untuk itulah kaum proletar kalau mau maju maka mengerti prioritas, dan untuk itulah ketercukupan gizi merupakan hal penting dan membentuk struktur tubuh yang bisa diturunkan (perlu evidence lebih lanjut apabila kita investasi materi biologis maka kodenya bisa terbawa oleh DNA kepada keturunan kita) *** Sub Judul: Pentingnya kesadaran Saat ini saya bisa saja bicara banyak tentang materialisme dialektik, yang prinsip/hakekat kerjanya yalah akibat cara kerja materi yang bergerak dan berinteraksi, dan akibat jumlah materinya banyak,.maka terjadi kombinasi unik di alam semesta yang berurutan/sequensial sebab mengakibatkan sebab berikutnya. Ada prinsip utama juga disini, bahwasanya hukum alam yang paling abadi adalah perubahan materi itu sendiri, sedangkan gravitasi bumi juga disebutkan melemah dalam ukuran kecil, artinya saat ini tidak akan terasa akibat dari pelemahan gravitasi bumi, namun dalam skala waktu yang panjang maka akibat perubahan gravitasi bumi, segala hal yang ada di bumi juga akan mengalami perubahan. Disini artinya, saya ulangi, sains tidak akan mampu memahami alam raya, ini semua akibat alam raya sendiri yang bergerak dan berdialektika.... ketika alam raya berada dalam komposisi variabel x, sains sedang menyelidikinya dan mengetahuinya, namun di sisi lain alam raya bergerak lagi di variabel y, dimana variabel y menegasikan hasil temuan sains di posisi variabel x. Inilah pentingnya mengetahui hukum dialektis atau hukum pergerakan materi, karena kita akan sadar bahwa obyek alam raya sendiri bergerak dan berdialektika, sehingga manusia sebagai bagian dari alam raya hanya akan melakukan adaptasi dan mengikuti sistem dari hasil dialektika alam raya. Artinya, obyek penelitian yang dilakukan oleh manusia sendiri, yaitu alam raya juga bergerak dan berubah (bumi secara geografis juga mengalami pergerakan, semisal lokasi pulau jawa 10000 tahun yang lalu tidak sama dengan letak saat ini, atau mengalami pergeseran), sehingga disini kita hanya bisa memahaminya dengan suatu pola pikir dialektika yang diperkenalkan oleh filsuf genius GW Hegel. Yang bisa dilakukan manusia adalah mencatat dari sudut kecil perspektive alam raya, dan catatan ini akan menjadi suatu history saja, misal hukum newton juga tidak berlaku di quantum mekanik saat ini, demikian juga saat ini saya masih bisa mencatat bahwa saya bisa melihat bulan per oktober 2010, sedemikian juga saya masih bisa melihat tetek Rin Sakuragi yang putingnya agak kemerahan per awal oktober 2010 (bener nggak sih tetek Rin Sakuragi masih agak kemerahan???) Namun tetek Rin Sakuragi akan mengalami perubahan, 5 tahun lagi mungkin tetek Rin Sakuragi sudah hitam nggak karu-karuan, jadi catatan saya per oktober 2010 terhadap tetek Rin Sakuragi dan alam raya hanya akan menjadi history saja. Namun dari history-history/catatan-catatan ini manusia masa depan akan bisa belajar sejarah, dan terutama hukum dialektika/perubahan/gerak. Tidak ada gerak ...maka tidak ada perubahan... apabila setiap materi berhenti bergerak, maka kerja alam raya berhenti dan tidak ada fenomena alam yang akan terjadi... apabila setiap materi bergerak dengan cara yang sama, maka fenomena alam juga akan muncul dengan cara yang sama, dan tentunya monoton. namun sayangnya, ternyata dalam kenyataanya adalah materi bergerak dengan cara/dialektika yang tidak sama, sehingga fenomena alam-pun juga muncul berbeda-beda akibat dari sebab sekuensial/urutan gerak materi yang berbeda. Saat ini... Saya masih bisa mengidentifikasi gerak alam raya, karena mungkin kesadaran saya lagi bagus.... bagaimana kalau nanti saya mau mati akibat sakit panu? Bagaimana apabila panu mengakibatkan pompa jantung ke otak melemah? akibat melemahnya pompa jantung ke otak maka kesadaran menurun, dan mulailah halusinasi, dan memory-memory takhyul yang masuk waktu kecil bangkit. Jadi jauh hari saya menulis, bahwa karena adanya kesadaran, maka saya memahami gerak alam raya yang merupakan gerak materi/zat/fisik yang berdialektika. Namun kalau kesadaran saya menurun, maka saya bisa cerita lain lagi, tentang syaiton ni rojim misalnya, ini akibat saya terkena halusinasi. Jadi saya tidak akan galak-galak seperti Richard Dawkins yang menyatakan dirinya sebagai atheis kuat. Coba saja Richard Dawkins kalau frekuensi otaknya menurun pasti juga akan melengsong/meleset logikanya...:-) Jadi, karena saat ini saya sadar, maka saya bisa berlogika cukup kuat, tapi kekuatan logika saya juga karena kesadaran, kesadaran saya karena kerja organ materi/fisik biologis tubuh saya, untuk itu ya sebisa mungkin saya rawat tubuh fisik saya agar kesadarannya stabil, dari kesadaran stabil maka bisa memelihara berpikir logika yang juga stabil. Jadi jauh hari atau per oktober 2010, saya juga menyatakan bahwasanya saya merupakan seorang atheis tipe kuat, seorang materialisme dialektik tipe kuat, karena kesehatan masih bagus. Namun suatu hari bisa/memungkinkan menjadi lain. Nah....jadi daripada kejadiannya kecele belakangan, ngomong atheis kuat tapi kagak ngerti sebabnya, maka jauh hari saya bilang, saya menjadi atheis kuat akibat adanya kesadaran alam/fisik/materi, tapi ini tidak menjamin akan bisa berlangsung terus...karena saya membaca mekanisme kerja fungsi otak, apabila saya kehilangan kesadaran ya akibatnya saya bisa bicara takhyul. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
