Terungkap, Biang Insiden Penusukan Jemaat HKBP Adalah HKBP Sendiri

http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/09/17/10110/terungkap-biang-insiden-penusukan-jemaat-hkbp-adalah-sendiri/


JAKARTA (voa-islam.com) – Biang keladi insiden penusukan jemaat gereja ilegal 
HKBP Pondok Timur Indah Bekasi adalah provokasi jemaat HKBP sendiri. Demikian 
pernyataan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI), Munarman SH 
dalam pertemuan bertema "Dialog Terbuka Mencari Solusi HKBP" di Hotel Marcopolo 
Menteng Jakarta Pusat (Kamis, 16/9/2010).

Selain itu, Munarman juga mengklarifikasi berbagai berita media massa dengan 
mengungkapkan 7 fakta di balik insiden 12 September itu. Inilah klarifikasi 
atas insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP Pondok Indah Bekasi:

1. Dua puluh tahun, umat Islam Bekasi telah menunjukkan ketinggian sikap 
toleransi dan kebesaran jiwa terhadap Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) 
dengan membiarkan jemaat HKBP melakukan kebaktian setiap Minggu di rumah 
tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya, Ciketing, Bekasi Jawa Barat.

Dalam kurun waktu dua puluh tahun tersebut, umat Islam Bekasi tidak pernah 
keberatan, apalagi usil dan mengganggu ibadah Jemaat HKBP di tempat tersebut. 
Selama dua puluh tahun, umat Islam Bekasi tetap tidak protes dengan adanya 
Jemaat HKBP yang datang dari luar perumahan, bahkan luar Bekasi, ke tempat 
tersebut.

…Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga 
sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap 
kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak tatanan kehidupan 
bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum…
Namun, setelah dua puluh tahun, seiring dengan makin banyaknya Jemaat HKBP yang 
datang ke tempat tersebut dari berbagai daerah, maka Jemaat HKBP mulai tidak 
terkendali. Bahkan Jemaat HKBP mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak 
menghargai warga sekitar yang mayoritas muslim, seenaknya menutup jalan 
perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa, merusak 
tatanan kehidupan bertetangga, menciptakan berbagai problem sosial dan hukum. 
Puncaknya, HKBP ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai gereja liar.

Setelah dua puluh tahun, umat Islam Bekasi, khususnya warga perumahan Pondok 
Timur Indah Bekasi, mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat 
HKBP yang semakin hari semakin arogan, bahkan nekad memanipulasi perizinan 
warga sekitar untuk gereja liar mereka.

Sekali pun kesal, kecewa dan marah, umat Islam Bekasi tetap patuh hukum dan 
taat undang-undang. Gereja liar HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui 
koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya gereja liar tersebut disegel oleh 
Pemkot Bekasi. Tapi HKBP tetap ngotot dengan gereja liarnya, bahkan solusi yang 
diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ke tempat lain secara sah dan legal 
pun ditolak.

…Warga mulai gerah dan merasa terganggu dengan pola tingkah Jemaat HKBP yang 
semakin hari semakin arogan, bahkan nekad memanipulasi perizinan warga sekitar 
untuk gereja liar mereka…
2. HKBP menebar fitnah bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan 
mengganggu rumah ibadah mereka. Lalu secara demonstratif jemaat HKBP setiap 
Minggu keliling melakukan konvoi ritual liar dengan berjalan kaki, dari gereja 
liar yang telah disegel ke lapangan terbuka dalam perumahan di depan batang 
hidung warga muslim Ciketing, dengan menyanyikan lagu-lagu gereja, tanpa 
mempedulikan perasaan dan kehormatan warga muslim di sana.

Akhirnya, terjadi insiden bentrokan antara HKBP dengan warga muslim Ciketing 
pada Minggu 8 Agustus 2010, tiga hari sebelum Ramadhan 1431 H. Dalam insiden 
tersebut, dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan pistol dan menembakkannya.

…HKBP menebar fitnah bahwa umat Islam Bekasi melarang mereka beribadah dan 
mengganggu rumah ibadah mereka. Dua pendeta HKBP sempat mengeluarkan pistol dan 
menembakkannya …
3. Di saat umat Islam Bekasi masih dalam suasana Idul Fitri, pada Minggu 12 
September 2010 M, Pendeta dan ratusan Jemaat HKBP kembali melakukan provokasi 
dengan menggelar konvoi ritual liar sebagaimana yang dulu sering mereka 
lakukan. Sehingga, terjadilah insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 
aktivis Islam warga Bekasi yang berpapasan saat konvoi. Peristiwa tersebut 
didramatisir oleh HKBP sebagai penghadangan dan penusukan pendeta.

Media pun memelintir berita peristiwa tersebut, sehingga terjadi penyesatan 
opini. akhirnya, banyak anggota masyarakat menjadi korban media, termasuk 
Presiden sekali pun.

4. Peristiwa Minggu 12 Septembar 2010 M, bukan perencanaan tapi insiden, bukan 
penghadangan tapi perkelahian, bukan penusukan tapi tertusuk, karena 9 warga 
Bekasi yang dituduh sebagai pelaku adalah pemuda Muslim yang sedang lewat 
berpapasan dengan konvoi ritual liar yang dilakukan 200 HKBP bersama beberapa 
pendetanya di lingkungan perkampungan warga muslim Ciketing. Lalu terjadi 
perkelahian, saling pukul, saling serang, saling tusuk dan saling terluka.

Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di rumah sakit dibesuk pejabat tinggi, 
mendapat perhatian khusus Presiden, Menteri dan DPR RI, namun siapa peduli 
dengan warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit? Bahkan salah 
seorang dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di 
sebuah Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP.

…Pendeta dan jemaat HKBP yang dirawat di rumah sakit dibesuk pejabat tinggi, 
mendapat perhatian khusus Presiden, Menteri dan DPR, namun siapa peduli dengan 
warga Bekasi yang juga terluka dan dirawat di Rumah Sakit? Bahkan salah seorang 
dari 9 warga Bekasi tersebut, justru ditangkap saat sedang dirawat di sebuah 
Rumah Sakit akibat luka sabetan senjata tajam HKBP…
Karena itu, mari gunakan logika sehat: Jika peristiwa tersebut perencanaan, 
mana mungkin 9 pemuda Muslim melakukannya secara terang-terangan dengan busana 
muslim dan identitas terbuka! Jika peristiwa tersebut penghadangan, mana 
mungkin 9 orang menghadang 200 orang, apa tidak sebaliknya?! Jika peristiwa 
tersebut penusukan, mana mungkin 9 pemuda Muslim lebam-lebam, luka, patah 
tangan, bahkan ada yang tertusuk juga !

5. Soal penonaktifan Ketua FPI Bekasi Raya oleh DPP-FPI bukan karena melakukan 
kesalahan, tapi untuk melancarkan roda organisasi FPI Bekasi Raya yang teramat 
berat tantangannya, sekaligus meringankan beban tugas sang ketua yang sedang 
menghadapi ujian berat dalam menghadapi tuduhan dan proses hukum. Jadi, putusan 
tersebut sudah tepat.

6. Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak 
kepolisian, sudah dengan gagah langsung menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya 
secara sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses 
hukum bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau 
tidak ada di lokasi kejadian. Bandingkan dengan sikap pengecut Pemred Playboy 
Erwin Arnada yang melarikan diri dari vonis dua tahun penjara yang sudah 
ditetapkan Mahkamah Agung sejak 29 Juli 2009.

…Ketua FPI Bekasi Raya, baru disebut-sebut namanya saja oleh pihak kepolisian, 
sudah dengan gagah langsung menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya secara 
sukarela didampingi DPP-FPI untuk diperiksa. Dan siap menjalani proses hukum 
bila dinilai bertanggung-jawab dalam insiden Bekasi, walau pun beliau tidak ada 
di lokasi kejadian…
7. Bagi segenap pengurus, anggota, aktivis, laskar dan simpatisan FPI dari 
Pusat hingga ke Daerah, bahwa Ketua FPI Bekasi Raya adalah pejuang bukan 
pecundang. Beliau tidak ada di lokasi kejadian saat peristiwa. Beliau hanya 
kirim SMS ajakan kepada umat Islam untuk membela warga Ciketing beberapa hari 
sebelum peristiwa, tapi dituduh sebagai provokator, sedang Para Pendeta HKBP 
yang mengajak, membawa dan memimpin massa Kristen serta memprovokasi warga 
muslim dengan konvoi ritual liar, tak satu pun yang  diperiksa.

Senada itu, Sekretaris Presidium Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), H Shalih 
Mangara Sitompul menjelaskan bahwa insiden penusukan jemaat gereja ilegal HKBP 
Bekasi itu murni dipicu oleh sikap angkuh gereja HKBP yang membangkang terhadap 
peraturan pemerintah yang telah disepakati oleh semua instisusi agama di 
Indonesia.

"Akar masalah yang terjadi di Ciketing adalah ketidakpatuhan pihak HKBP 
terhadap aturan pemerintah yang telah ditetapkan," tegas Shalih yang juga Kuasa 
Hukum 10 tersangka penusukan jemaat HKBP.



Ingkar Janji, HKBP Tidak Fair!
Sayangnya, acara yang dimaksudkan dapat mencari solusi atas insiden penusukan 
jemaat gereja ilegal HKBP itu tak dihadiri oleh pihak HKBP Bekasi. Hanya ada 
dua kubu yang hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu pihak umat Islam Ciketing 
diwakili oleh Sekretaris Presidium Kongres Umat Islam Bekasi (KUIB), H Shalih 
Mangara Sitompul, sementara pihak FPI – yang dituduh ikut bertanggung jawab 
atas peristiwa 12 September– diwakili oleh Munarman SH.

Padahal, menurut Koordinator Nasional Gerakan Peduli Pluralisme, Demian 
Dematra, acara tersebut sebenarnya diprakarsai oleh HKBP sendiri untuk 
berdialog dengan umat Islam. Namun sampai acara berakhir, perwakilan dari HKBP 
tak ada yang hadir tanpa alasan yang jelas.

"Sangat disayangkan mereka tidak ada yang hadir, padahal kita sudah 
merencanakan membuat rekomendasi untuk masalah ini," kata Demian yang juga 
menjadi host pada acara tersebut.

…Sayangnya, acara yang dimaksudkan dapat mencari solusi atas insiden penusukan 
jemaat gereja ilegal HKBP itu tak dihadiri oleh pihak HKBP. Padahal acara 
tersebut sebenarnya diprakarsai oleh HKBP sendiri …
Ketidakhadiran HKBP tidak diketahui dengan jelas alasannya, padahal menurut 
Demian, dia sudah berkali-kali mengkonfirmasi pihak HKBP untuk menyempatkan 
waktu pada acara yang mereka usulkan sendiri tersebut.

"Saya sudah berulang kali mengkonfirmasi mereka, tapi saya tidak tahu alasan 
mereka apa, mengapa tidak bisa hadir? Padahal acara ini usulan dari mereka 
untuk menyelesaikan masalah ini," ungkap pria berambut gondrong tersebut. 
[adrian, aa, taz]




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke