Refleksi : Masyaalloh! Rupanya Pastor Jones di Florida (USA) mempunyai banyak 
sobat di NKRI.  Tidak satu pun Al Quran  yang dibakar oleh Pastor Jones, gertak 
sambal Pastor Jones dilakukan oleh anak buahnya di NKRI yang berkopiah dan 
berjupah putih.  Tidak tanggung-tanggung, sekaligus dibakar  50 Al Quran. Apa 
kata MUI?  Apakah tidak ada yang protes ataukah lagi berteduh seperti katak di 
bawah tempurung?  

http://bingkaimerah-indonesia.blogspot.com/2010/10/lebih-dari-50-al-quran-dibakar-di.html

Lebih dari 50 Al-Quran Dibakar di Cisalada 
Bogor, Bingkai Merah - Lebih dari 50 Al-Quran dibakar di Kampung Cisalada, Desa 
Ciampea, kawasan pemukiman jama'ah Ahmadiyah. Al-Quran yang dibakar sama 
seperti Al-Quran yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Kejadian itu 
terjadi pada Jumat (3/10) sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa itu tidak mendapatkan perhatian dari media-media arus besar. Padahal 
sebelumnya, media-media arus besar memberitakan besar-besaran wacana pembakaran 
Al-Quran di Amerika. Tidak lama, wacana itu mendapat reaksi dari banyak 
kelompok Islam di dunia, termasuk di Indonesia.

Pembakaran Al-Quran merupakan bagian dari aksi penyerangan yang dilakukan 
sekitar 30 remaja ke arah Masjid At-Taufiq, pusat peribadahan jama'ah Ahmadiyah 
di Kampung Cisalada. Masjid itu pun tidak luput dari pembakaran.

Satu orang remaja yang tertangkap saat membakar Al-Quran mengaku berasal dari 
Kampung Pasar Selasa, berdekatan dengan Kampung Cisalada. Pelaku mengatakan 
disuruh oleh orang-orang dewasa di daerahnya. Menurut remaja itu, yang 
mengorganisir mereka berinisial LUK alias KOP.

Dua jam kemudian penyerangan kedua berlangsung. Sekitar 300 remaja dan dewasa 
dari beberapa kampung menyerang lebih beringas. Sekitar 32 rumah dirusak dan 
dijarah. Sebagian rumah habis dibakar. Termasuk gedung Madrasah Al-Munawaroh 
dan tempat tinggal Mubaligh. Sebelumnya, pelaku memadamkan listrik, membuat 
penerangan di kampung padam total.

Warga yang sebagian besar petani itu lari ke tengah sawah dan tanah makam saat 
terjadi penyerangan. Mereka hanya mengenakan pakaian seadanya. Harta benda 
mereka raib dijarah dan dirusak. Di dalam pelarian, mereka begitu tertekan dan 
kelelahan. Beberapa perempuan berusia lanjut pingsan. Sebagian dari meraka 
masih berada di dalam rumah dengan berlindung di bawah ranjang di tengah 
umpatan para pelaku. Pasrah dengan nasib mereka.

Penyerangan kedua terjadi karena adanya isu soal penusukan ke salah satu pelaku 
yang dituduhkan ke jama'ah Ahmadiyah saat penyerangan pertama. Hal itu dibantah 
oleh salah seorang pengurus Jama'ah Ahmadiyah Cabang Cisalada, Rahmat Ali. 
Rahmat mengatakan isu itu seakan sengaja dibuat untuk memprovokasi warga 
lainnya agar melakukan penyerangan dengan jumlah massa yang lebih banyak.

"Saat penyerangan pertama tidak ada dari jama'ah kami yang melakukan penusukan. 
Kami hanya menangkap satu remaja yang tertinggal saat membakar Al-Quran di 
dalam masjid. Itu pun langsung kami amankan untuk menghindari penganiayaan dari 
massa", tutur Rahmat.

"Isu penusukan itu justru semakin mendiskriminasi kami sebagai korban", 
lanjutnya.

Bahkan, enam warga Kampung Cisalada, termasuk seorang tokoh bernama Mubarak 
Ahmad, sempat diperiksa sewenang-wenang. Di dalam pemeriksaan, mereka 
mendapatkan perlakuan diskriminatif, intimidatif, pemaksaan agar mengaku, dan 
pelecehan terhadap agama yang mereka yakini. Mereka akhirnya dilepaskan karena 
tidak ada bukti.

Warga menyesalkan keterlambatan pengamanan dari pihak kepolisian atas kejadian 
itu. Padahal, pengurus sudah meminta pengamanan kepada pihak kepolisian 
setengah jam sebelumnya. Begitu pun setelah penyerangan pertama. Pihak 
kepolisian belum juga datang.

Modus penyerangan yang dilakukan pelaku mengarah ke aksi terorganisir. Menurut 
beberapa saksi, saat kejadian berlangsung, para pelaku memilih target rumah 
yang akan dirusak dan dibakar, menjadikan masjid sebagai sasaran utama, 
memobilisasi massa dengan bayaran uang, dan telah menyiapkan perangkat dan 
perlengkapan aksi.

Isu yang berkembang, aksi penyerangan diorganisir oleh Tim 40. Tim itu 
digerakan oleh ulama-ulama di luar Kampung CIsalada yang tidak suka kehadiran 
jama'ah Ahmadiyah. Mereka sejak dulu ditengarai melakukan beberapa upaya 
pembatasan beragama dan beribadah kepada jama'ah Ahmadiyah dengan cara 
menghasut warga dengan anggapan-anggapan buruk.

Tidak semua terhasut. ulama-ulama dan sebagian warga lain menepis hasutan itu 
dan masih bertoleransi kepada warga Ahmadiyah. Mereka ikut membantu jama'ah 
Ahmadiyah di dalam menyelesaikan persoalannya.

Atas kejadian itu banyak warga mengalami trauma, terutama anak-anak. Mereka 
yang rumahnya habis terbakar mengungsi ke rumah kerabatnya.

Basyirudin Ahmad, Ketua JAI Cabang Cisalada, mengatakan tidak akan ada serangan 
balasan kepada kelompok penyerang.

"Meski kami diperlakukan tidak adil, tetapi kami tidak akan pernah membalas 
kekerasan dengan kekerasan. Prinsip kami, Love for all. Hatred for no one, akan 
terus kami pegang", tegas Basyirudin.

Meski demikian, warga Ahmadiyah mengharapkan adanya penegakan hukum atas kasus 
itu dan jaminan kebebasan dalam beribadah. Sebab, sejak tahun 2000 orang-orang 
yang melakukan penghinaan dan perusakan berbasis agama di Kampung Cisalada 
belum pernah ditindak tegas secara hukum oleh pemerintah.

Kasus gangguan beribadah terakhir terjadi pada Juli lalu. Tiang-tiang bangunan 
Masjid Al Taufiq dipotong paksa oleh aparat pemerintah dan sekelompok orang 
beserta ancaman. Kemudian menyusul penyegelan Madrasah Al Munawaroh oleh 
pemerintah setempat.

Rentetan dari perlakukan diskriminatif yang dialami jama'ah Ahmadiyah selama 
ini di berbagai tempat di Indonesia tidak mendorong pemerintah membuat 
kebijakan khusus untuk melindungi mereka sebagaimana diamanatkan oleh 
konstitusi dan Pancasila.

Love for all. Hatred for no one, seharusnya juga diimani oleh pemerintah di 
dalam penyelenggaraan kebebasan beragama. Sehingga, dapat menjadi prinsip bagi 
semua orang di dalam kehidupan bermasyarakatnya. Kelak, kekerasan berbasis 
entitas sosial dan budaya hanya menjadi angin lalu. (bfs)



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke