http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010100922533014

      Minggu, 10 Oktober 2010 
     
      BURAS 
     
     
     
Kakek Puji Timnas Menghormati Tamu! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      BEGITU peluit akhir berbunyi, kakek mengacungkan empat jempol tangan dan 
kakinya memuji Tim Nasional Sepak Bola Indonesia yang memberi kemenangan 1-7 
kepada tamunya, Uruguay!

      "Itu ekspresi bangsa yang ramah menghormati tamu-dalam bahasa kita 
disebut nemui nyimah-menjamunya dengan kenangan indah yang tak terlupakan!" 
tegas kakek. "Sikap luhur itu layak jadi teladan bagi warga bangsa yang 
mengalami krisis budi pekerti dewasa ini!"

      "Tapi menjamu tamu dalam sepak bola beda dari tamu lain!" timpal cucu. 
"Dalam sepak bola justru lazim tuan rumah memberi kenangan dengan hidangan yang 
menguras keringat, sajian pedas!"

      "Cara menjamu tamu yang kau sebut lazim itu tak sesuai dengan kepribadian 
bangsa kita yang unik!" tegas kakek. "Keunikan itu membuat di antara kita yang 
telah sublim dengan nilai-nilai universal merasa kurang pas, bahkan sakit 
perut!"

      "Lantas bagaimana dengan hasil pertandingan itu yang telah membuktikan 
pembinaan sepak bola nasional gagal dalam segala hal?" kejar cucu.

      "Bukti gagal dalam segala hal itu menurut ukuran siapa?" kakek balik 
bertanya. "Kalau mereka yang secara formal berhak menilai justru menyatakan 
hasil itu tanda sukses, baru bisa disebut gagal kalau kalah 1-13, itulah yang 
resmi berlaku! Apalagi dalam sistem persepakbolaan Indonesia orang di luar PSSI 
tak berhak menilai segala hal di internal organisasi itu, tanggapan dan 
penilaian orang luar dianggap angin lalu saja oleh PSSI, seburuk apa pun 
realitas sepak bola nasional!"

      "Kalau begitu sepak bola nasional telah dijadikan milik pribadi pengurus 
PSSI, bukan lagi milik seluruh bangsa yang sejatinya merupakan stakeholder!" 
tukas cucu. "Tanpa kecuali sumber utama kekuatan sepak bola nasional itu pada 
dukungan seluruh masyarakat bangsa selaku stakeholder dimaksud!"

      "Tapi buktinya dukungan stakeholder itu lewat Kongres Sepak Bola 
Nasional, yang bahkan dibuka Presiden Yudhoyono, hasilnya tak dianggap penting 
oleh PSSI pun tak ada masalah!" timpal kakek. "Semua itu justru ada hikmahnya, 
dalam keterpurukan fatal sepak bola nasional seperti sekarang, yang terpuruk 
sesungguhnya cuma PSSI dengan internal pengurusnya, bukan seluruh masyarakat 
bangsa Indonesia! Dengan kenyataan demikian, saat bisa mengekspresikan budaya 
bangsa dalam menghormati tamu saja pun sudah layak diacungi jempol! Jangan 
terlalu harapkan sekadar ogah-ogahan formalisme segelintir orang bisa 
mewujudkan kebanggaan nasional bangsa sebesar 237 juta jiwa!"
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke