Refleksi : Kalau politik dan sistem pendidikan negara tidak adekwat dan merata untuk penduduk, maka tentu saja banyak penduduk buta huruf. Sudah 65 tahun disebut merdeka, masih saja tidak sedikit penduduk yang buta huruf berarti perbaikan mutu kehidupan bagi penduduk [rakyat] berada di horison.
http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/mendiknas-jangan-ada-pendatang-baru-buta-aksara/ Senin, 11 Oktober 2010 13:38 Mendiknas: Jangan Ada Pendatang Baru Buta Aksara OLEH: SOFYAN ASNAWIE Balikpapan - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengingatkan agara jangan sampai ada pendatang baru penyandang buta aksara di Indonesia. Bangsa Indonesia berkewajiban menghentikan pendatang baru buta aksara tersebut. Hal itu ditegaskan Mendiknas pada puncak peringatan Hari Aksara Internasional ke-45 di Balikpapan, Kalimantan Timur, di Sport and Convention Centre Balikpapan, Minggu (10/10) malam. Mendiknas mengatakan, kebutaaksaraan di Indonesia mencapai 8,7 juta. Provinsi Jawa Timur merupakan daerah terbanyak jumlah warga buta aksaranya."Saya berharap pemerintah Jawa Timur dapat membebaskan warganya dari buta aksara," katanya. Pendataan yang dilakukan di perkotaan dan kabupaten tidaklah cukup, namun juga harus dilakukan hingga ke desa, ke setiap pelosok, rumah, by name by address. Dia menekankan, jika selama ini buta aksara banyak ditemukan pada penduduk di atas 15 tahun, maka jangan sampai ada buta aksara di bawah 12 tahun. "Itu yang dimaksud pendatang baru buta aksara," katanya. Anugerah Aksara Pada peringatan tersebut, Mendiknas juga memberikan Anugerah Aksara pada 19 kepala daerah, karena mempunyai peranan penting dalam menyukseskan pelaksanaan program penghapusan buta aksara dan program pendidikan nonfornal. Penerima anugerah tersebut di antaranya Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi, untuk tingkat utama, dan Gubernur Kalimantan Timur H Awang Farouk Ishak MM pada tingkat madya. Tiga gubernur lainnya masing-masing memperoleh penghargaan tingkat pratama, yaitu H Syahril Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Selatan Cornelis, Gubernur Kalimantan Barat, dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahulu.Tiga dari 14 bupati/wali kota yang menerima anugrah aksara utama antara lain Bupati Karawang H Dadang Muchtar, Bupati Cianjur H Tjetjep Muchtar Soleh, dan Bupati Klaten Sunarna. Lima tutor pendidikan keaksaraan penerima penghargaan juara I, II, dan III yaitu Noviardi dari Sumber, Lilik Zainiyah S Pd dari Jawa Timur, Nurul Islamiati S Pd dari NTB, dan Harapan I, II, dan III yaitu Iga Darmayanti SE dari Bali, Erlina Neni Indriyani SPdI dari Jambi, dan Dini Murbarani dari Jawa Tengah. Enam wartawan penerima penghargaan yaitu Sutawi dari Malang Pos, Hardjanto MS Wawasan Minggu, Fikriadi SPd Radar Lombok, Burhanuddin Bella harian Republika, Mulya Achdami Harian Terbit, dan Nawawi Abdul Manan Tabloid Pendidikan Pena. n [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
