Milis ini kemungkinan besar lebih maju dibanding 10 tahun yang lalu, terutama 
dari publikasi sainsnya.

Tak lain tak bukan, orang dibelakang milis yang memajukan milis Proletar kita 
tercinta sampai ke titik ekstrim adalah Prof.Tawangalun dan Dr.Ndeboost sebagai 
asisten pribadinya. Mereka adalah biolog, geolog, sastrawan sekaligus 
fisikawan. Entah sudah berapa banyak teori yang tercetus mulai dari sperma 
(ternyata!) berasal dari tulang sulbi, khasiat air kencing onta, obat dari 
sayap lalat, gunung adalah pasak bumi, teori atom yang bertawaf seperti orang 
mengitari Ka'bah, lambang negara Indonesia harus diganti bulan-bintang supaya 
mendapat ridho Allah SWT dan yang terakhir sajak kesusastraan berjudul "Nabi 
Isa Anak Lonte Gatelen".

Karya yang terakhir ini merupakan sastra bernilai tinggi hasil tulisan 
Prof.Tawangalun kita yang luarbiasa itu. Tulisannya sungguh mendobrak imani 
setiap insan muslim yang pada umumnya begitu menghormati para nabi sebagai 
utusan Allah SWT. Prof.Tawangalun dengan berani menunjukan pada kita semua 
bahwa Bunda Maria (Maryam) yang dipercaya tetap perawan saat disunting oleh 
Yusuf, ternyata hanya seorang lonte gatelen. Tentu saja mengagetkan, tapi kita 
mesti yakin, karena Prof bukan orang sembarang dibalik tiap karyanya pasti ada 
kandungan hikmah dan hidayah yang dapat kita ambil. Jadi, menurut petunjuk 
Prof.Tawangalun, Nabi Isa adalah seorang anak haram. Sungguh luarbiasa! Tidak 
ada seorang pun yang berani berkata sejujur ini kecuali Prof kita tercinta!

Lihatlah, Proletar, tidak akan begitu menggairahkan tanpa kehadiran 
Prof.Tawangalun dan Dr.Ndeboost bukan?
Mengacu pada tulisan Bapak Kim Hook, sebenarnya saya kurang setuju dengan 
pembagian masyarakat Proletar menjadi "Muslim" dan "Non-Muslim". Pembagian yang 
sebenarnya adalah "Guru" dan "Murid". Sosok guru di sini sebagai suri-tauladan, 
petunjuk arah dalam kegelapan, empunya maha teori, lentera kehidupan... tak 
lain tak bukan Prof.Tawangalun dan Dr.Ndeboost sendiri. Muridnya adalah 
kita-kita ini, yang masih haus ilmu pengetahuan, yang buta akan segala bentuk 
sains, yang bodoh dan selalu mempertanyakan setiap bentuk kejadian, sehingga 
kerap kali memerlukan tuntunan orang-orang cerdas seperti Prof.Tawangalun dan 
Dr.Ndeboost.

Demikianlah keadaan masyarakat Proletar hari ini. Sungguh mengagumkan.
Mari kita menghaturkan sujud syukur pada Allah SWT semoga Prof.Tawangalun dan 
Dr.Ndeboost diberikan umur panjang dan kesehatan supaya tetap dapat 
menyumbangkan pengetahuan mereka pada milis Proletar tercinta ini. Amin.




--- In [email protected], "kim" <kim3h...@...> wrote:
>
> --- In [email protected], "telatbangun" <telatbangun@> wrote:
> >Masyaallooooh, semua ini gara-gara si Kim Hook. Dia nyanyi 
> >di Apakabar bilang milis proletar itu isinya ini maccam, 
> >tulisannya bagus-bagus, orangnya juga keren-keren. Tergiur, 
> >saya pun join. 
> >Ndilalah, sudah duabelas postingan masuk inbox yang nulis 
> >cuma jusfiq dan si goban. 
> >Nasib ....  nasib.
> >telatbangun
> 
> Benernya, milis ini gak ada alasan lagi buat tetap ada
> lebih dari 10 taunan. Pertama si pemilik, Arie Ganisha 
> Putra fans Hasan Basri(HB) sudah cuek dg ini milis, 
> keduanya HB sami mawon. Milis ini mirip yatim-piatu.
> 
> Tapi walopun begitu, milis ini tetap hidup dan tak pernah
> punya masalah teknis. Juga bebas dari beban, baik dari 
> biaya maupun teknis kelolaan.
> 
> Berangkali orang-orang disini menggunakan sarana yang 
> ada, walopun miskin dg ke-mutakhiran, "tak ada rotan 
> tali pun jadi". Juga dg motto: menggunakan sarana yg ada 
> sebaek mungkin ".
> 
> Bukan rahasia lagi, dimilis ini terbagi dua kubu. Ada muslim
> dan non muslim. Anggota muslim seringkali diperlukan untuk
> sbg relief, sbg perbandingan. Karna kalo smuaya pada pinter, 
> pgimana kliatan pinternya dong...
> 
> okeh ?
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke