Rfeleksi : Tak suka BUMN manja?  Bikinlah peraturan yang membatasi insentif 
diluar batas, tetapi kalau cuma kaok-kaok .. no action talk only , adalah 
bagaikan mancan ompong lemah syahwat. hehehehe

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/10/11/17045432/SBY:.Saya.Tak.Suka.BUMN.Manja


BUMN
SBY: Saya Tak Suka BUMN Manja
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Senin, 11 Oktober 2010 | 17:04 WIB
 
AP
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, BUMN harus 
memiliki kompetensi untuk mampu bersaing secara global. Menurutnya, BUMN tidak 
boleh manja meskipun pemerintah selalu berupaya memberikan keistimewaan khusus 
pada masing-masing BUMN dengan keberpihakan kebijakan dan insentif.

"Saya tak suka BUMN manja. BUMN harus juga bisa bersaing dengan swasta dan BUMN 
negara lain, harus menghasilkan profit, berikan deviden, dan bayar pajak. Tapi 
tetap harus punya public service obligation dan bisa melakukan keperintisan 
dunia usaha," ungkapnya ketika memberikan pembekalan kepada 99 peserta Program 
Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLIV di Istana Negara, Senin (11/10/2010).

Menurut SBY, BUMN yang manja sulit untuk bertumbuh dan bersaing. Oleh karena 
itu, BUMN yang ideal seharusnya menghasilkan untung, bukan dan tidak selalu 
rugi.

SBY juga sempat mengingatkan tentang makna privatisasi yang menjadi paparan 
kesimpulan seminar para peserta pendidikan Lemhanas ini.

Sebelumnya, perwakilan peserta memaparkan rekomendasi agar pemerintah meninjau 
kembali privatisasi BUMN dengan mempertimbangkan kembali industri strategis 
yang menjamin pemenuhan kebutuhan hajat hidup orang banyak.

"Hati-hati pula memahami privatisasi. Saya sendiri sangat selektif dalam 
mengizinkan privatisasi. Itu ada pro dan kontranya. Itu juga macam-macam, ada 
yang dijual ke publik, ada yang ke swasta, ada pula yang paduan. Itu membawa 
dampak positif untuk case-case tertentu. Tapi bisa juga negatif," tuturnya.

Namun, lanjut SBY, privatisasi industri berkaitan dengan kepentingan nasional 
yang vital mesti dicegah.

TERKAIT:
  a.. Menteri BUMN Belum Copot Dirut PTKA
  b.. Menteri BUMN Panggil Manajemen PT KA
  c.. Menteri BUMN Tetapkan BRI Akuisisi Bukopin
  d.. Menteri BUMN Rombak Pejabat
  e.. Presiden Sentil Gaji Direktur BUMN
  f.. GramediaShop: Motivator Tigabelas
  g.. GramediaShop: Sepuluh Perangkap Bisnis Sukses


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke