Mampukah Wayang Mencegah Terorisme?
30 Mar 2010

    * Nasional
    * Pikiran Rakyat

?

TERORISME, apa pun bentuk dan motifnya, sangatlah merugikan. Ada banyak korban 
yang jatuh. Sebagian korban kehilangan nyawa, sebagian lainnya menderita luka, 
cedera, atau trauma selama hidupnya. Tragisnya, yang menjadi korban terorisme 
adalah orang yang tak ada kaitan atau hubungan langsung dengan para teroris.

Tak hanya itu, terorisme juga memberi dampak ikutan yang luas. Rasa aman, 
nyaman, dan saling percaya di masyarakat tereduksi, bahkan mungkin 
tereliminasi. Rasa saling curiga pun bermunculan, apalagi psikologi masyarakat 
kita cenderung masih mudah untuk teradu domba. Yang lebih gawat lagi karena 
aksi terorisme biasanya merujuk pada label Islam, citra Islam pun jadi 
pertaruhan. Wajah Islam jadi penuh coreng moreng, antara kebengisan, dendam, 
dan kekerasan.Menyikapi ancaman inilah, sebagian elemen memandang perlu adanya 
sebuah gerakan menangkal penyebarluasan paham terorisme lewat kegiatan edukasi 
dengan memanfaatkan sarana budaya rakyat. Salah satunya adalah

apa yang dilakukan oleh dalang kondang Asep Sunandar Sunarya melalui gerakan 
yang diberi nama "Barisan Tolak Terorisme". Seperti dalam cerita 
kontraspionase, gawatnya ancaman terorisme sudah sampai pada kesim-
pulan perlunya sang dalang turun tangan.Kang Asep, demikian ki dalang ini akrab 
disapa, akan mengawali rangkaian kegiatan kampanye "Waspadai Terorisme, Jagalah 
Keluarga dan Lingkungan Kita" itu dengan mendalang di empat kota Jawa Barat dan 
Jawa Tengah, yakni Sukabumi, Majalengka, Tasikmalaya, dan Tegal. Sebenarnya tak 
ada yang aneh dari pertunjukan wayang golek Kang Asep. Ceritanya sama, 
mengambil babad dari epos Mahabarata atau Ramayana, dengan sedikit sempalan 
kisah keluarga Karang Tumaritis, Si Cepot, dan keluarganya.

Namun, dalam pertunjukannya kali ini, Ki Dalang akan menyelipkan pesan-pesan 
"khusus" kepada masyarakat mengenai pentingnya mewaspadai pengaruh buruk ajaran 
terorisme yang berbahaya dan merusak, terutama kepada anak Dalam menjalankan 
"misinya", Kang Asep akan berkolaborasi dengan dalang lain, yakni Ki En-thus 
Susmono asal Tegal yang dijuluki sebagai "dalang edan" karena setiap 
pertunjukannya sebagai dalang wayang kulit, Ki Enthus selalu menampilkan kreasi 
yang unik, nyeleneh, bahkan gila.Saat ditemui wartawan di rumahnya di Padepokan 
Giri Hana 3 Desa Jelekong, Kec. Baleendah, Kab. Bandung, Sabtu (27/3), Kang 
Asep menyatakan sangat mendukung gerakan tersebut. Hal itu karena ia melihat 
adanya keprihatinan terhadap situasi yang berkaitan dengan aksi terorisme.

"Kita ini seperti diadu domba saja sesama bangsa sendiri. Jika hal itu 
dibiarkan, pasti akan menambah keruh suasana. Rakyat jadi kian sengsara. 
Makanya, saya sangat mendukung penuh gerakan semacam ini," kata Asep.
Sebuah upaya menarik sekaligus juga berpotensi memancing kontroversi. Cukup 
bijakkah persoalan terorisme yang merupakan komoditas politik level tinggi 
disodorkan kepada rakyat yang sebenarnya lebih siap dengan suguhan lain yang 
lebih dekat dengan kebutuhan mereka? Bisakah Kang Asep sebagai dalang dengan 
wayang goleknya mencegah terorisme? (Muhtar Ibnu Thalab/"PR")-




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke