http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010101602123116

      Sabtu, 16 Oktober 2010 
     

      BURAS 
     
     
     

Belajar dari Cile, Pemimpin Berjiwa Kemanusiaan!


       
      "KEHARUAN menyekap dunia mengiringi sukses penyelamatan 33 petambang yang 
terjebak di kedalaman 700 meter di bawah permukaan tanah selama 69 hari di 
Cile!" ujar Umar. "Salut mengalir dari segala penjuru ke Presiden Sebastian 
Pinera, yang sejak awal bertekad menolong warganya yang terkurung tambang 
runtuh itu dengan segala usaha yang bisa dilakukan manusia!"

      "Ia koordinasikan semua usaha, dari memastikan para petambang masih 
hidup, mengirim pangan dan obat, hingga operasi penyelamatan yang dramatis itu, 
dengan hari demi hari dan tahap demi tahap ia dan istri selalu hadir di 
lokasi!" sambut Amir. "Sikap tanggung jawabnya terhadap keselamatan jiwa 
warganya yang seserius itu membuat rakyat negeri-negeri lain ikut hanyut dalam 
rasa bangga telah mendapatkan seorang pemimpin yang didambakan-paling tidak 
sebagai penawar rasa kecewa dari pemimpin negerinya! Betapa, dengan adanya 
'contoh hidup' pemimpin ideal sebagai pembanding pemimpin negerinya, rakyat 
bisa mendapat jawaban sebab-akibat penderitaannya!"

      "Uniknya, Pinera juga sebenarnya masih dikelilingi menteri seperti di 
'negeri lain'!" tegas Umar. "Setelah tambang runtuh 5 Agustus dan 6 Agustus 
Pinera bertekad menolong petambang yang terkurung, 12 Agustus Menteri 
Pertambangan Laurence Golborne mengatakan tipis harapan menemukan para 
petambang itu hidup-hidup! Kalau presiden lain mendengar itu cepat memakai 
logikanya, orang tertimbun tanah longsor satu meter saja tewas, apalagi di 
perut bumi sedalam 700 meter! Tapi Pinera justru memerintahkan untuk meneruskan 
pembuatan tiga terowongan secara simultan menjangkau lokasi penambang! 
Terbukti, di hari ke-17 (22 Agustus) lewat salah satu terowongan didapat 
kepastian 33 petambang masih hidup!"

      "Maka itu, untuk menghargai jiwa warga, tak peduli berapa orang, seberapa 
dalam terjebak di bawah tanah, Pinera memberi pelajaran kepada para pemimpin!" 
timpal Amir. "Konon lagi nasib korban bencana di permukaan tanah, bukan apa 
penyebab dan siapa yang harus bertanggung jawab didahulukan, melainkan 
pertolongan kepada para korban yang harus disegerakan-tanpa mencari bandingan 
bencana dahsyat lainnya, kalau kurang dahsyat tak diprioritaskan!"

      "Terakhir soal biaya penyelamatan, tak membatasi harga nyawa manusia!" 
tegas Umar. "Pinera menyelamatkan 33 petambang dengan biaya sekitar Rp19 
miliar! Bukan besar anggaran yang dilihat dunia, melainkan segala usaha yang 
bisa dilakukan manusia demi kemanusiaan itu!" ***

      H. Bambang Eka Wijaya
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke