http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=20448
Sabtu, 16 Oktober 2010
POLITIK
Pengamat: Reshuffle Harus Dilakukan
JAKARTA (LampostOnline): Reshuffle yang dilakukan Presiden SBY sebelumnya
dinilai terlalu kental alasan politis. Padahal seharusnya reshuffle yang
dilakukan harus didasarkan pada kinerja para pembantu presiden yang ada di
kabinet.
Demikian disampaikan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi dalam acara
diskusi polemik 'Setahun SBY-Boediono' di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya,
Jakarta Pusat, Sabtu (16-10).
Burhanuddin berpendapat, perombakan kabinet memang sudah seharusnya
dilakukan oleh SBY di masa setahun pemerintahannya ini. Kabinet yang ada saat
ini cenderung didominasi oleh koalisi politik yang terlalu tambun dan tidak
sehat.
"Koalisi yang tambun ini tidak sehat, banyak manuver politik yang justru
membuat SBY tersandera. Lakukan perombakan total, supaya menjadi lebih
ramping," tuturnya.
Selain itu, Burhanuddin melihat karakter antara Presiden SBY dengan Wakil
Presiden Boediono dianggap relatif sama. Burhanuddin membandingkan saat SBY
masih bersama Jusuf Kalla, dikatakannya karakter JK seperti 'pedal gas' dan SBY
seperti 'pedal rem' yang matang. Keduanya disebut sebagai perpaduan yang unik.
Lain halnya dengan Boediono, karakter keduanya dinilai relatif sama,
sama-sama seperti 'pedal rem'. Saat memilih menteri, SBY seharusnya memilih
menteri-menteri yang berkarakter 'pedal gas'.
"Tapi yang sekarang cenderung cari aman. Kalau ibarat mobil tidak jalan.
Netral tidak jalan-jalan. Setahun pertama dianggap terlalu ngambang dalam
mengambil keputusan, seharusnya diantisipasi," jelasnya.
Selain itu, Burhanuddin juga menyebut bahwa evaluasi terhadap pemerintah
banyak negatif, banyak yang tidak puas. Jika ini dibiarkan, bisa menimbulkan
instabilitas baru dalam pemerintahan.
Burhanuddin menilai, reshuffle yang cenderung didominasi oleh alasan
politis, sudah seharusnya tidak dilakukan. Kali ini, SBY harus benar-benar
mendasarkan pada basis kinerja masing-masing menteri.
"Menurut saya, itu (reshuffle) harus dilakukan. Namun harus didasarkan
pada identifikasi persoalan kabinet. Jangan ke persoalan lama, reshuffle karena
politik, harusnya lebih ke kinerja," tegasnya. DTC/L-1
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/