Geertz Wilders: 
Berpidato di Berlin

(Diposkan Oleh: JAAN in MyBlog pada tanggal 3 Oktober 2010)
 
Para Sahabat yang kekasih,
Saya
 sangat senang berada di Berlin pada hari ini. Seperti yang 
saudara-saudara ketahui, undangan yang disampaikan kepada saya oleh 
sahabat saya René Stadtkewitz, telah mengakibatkan ia kehilangan 
keanggotaannya di kelompok CDU di Parlemen Berlin. Namun demikian, René 
tidak menyerah terhadap tekanan itu. Ia tidak mengkhianati 
keyakinan-keyakinannya. Pemecatannya tersebut telah mendorongnya untuk 
mendirikan sebuah partai politik baru. Saya mengucapkan selamat padanya 
dan mendoakannya agar mendapatkan semua yang terbaik. Seperti yang telah
 saudara-saudara dengar, beberapa minggu terakhir ini saya sangat sibuk.
 Pada awal minggu ini kami berhasil membentuk sebuah pemerintahan 
minoritas yang terdiri dari kaum liberal dan Kristen demokrat yang akan 
didukung oleh partai saya. Ini adalah sebuah peristiwa yang bersejarah 
bagi negara Belanda. Saya sangat bangga karena saya juga telah membantu 
hingga ini dapat terwujud. Pada saat ini juga konferensi partai Kristen 
Demokrat sedang memutuskan apakah mereka akan menyetujui koalisi ini 
atau tidak. Jika mereka menyetujuinya, kita akan dapat membangun kembali
 negara kita, memelihara identitas nasional kita dan memberikan masa 
depan yang lebih baik kepada anak-anak kita.
 
Walaupun
 jadwal kegiatan saya di Belanda sangat padat, saya bersikeras untuk 
datang ke Berlin, karena Jerman juga membutuhkan suatu pergerakan 
politis untuk membela identitas Jerman dan untuk melawan proses 
islamisasi terhadap Jerman. Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa 
proses islamisasi terhadap Jerman adalah hal yang tidak terelakkan. Ia 
menyampaikan pesan agar rakyat mempersiapkan diri menghadapi lebih 
banyak perubahan sebagai akibat dari imigrasi. Ia menginginkan agar 
orang-orang Jerman beradaptasi dengan situasi ini. Pemimpin Kristen 
Demokrat mengatakan: “Mesjid-mesjid akan menjadi suatu bagian yang 
integral dari kota-kota kita lebih dari sebelumnya”.
 
Sahabat-sahabatku,
 kita tidak boleh menerima hal yang tidak dapat diterima sebagai sesuatu
 yang tidak terelakkan tanpa berbuat apa-apa. Sudah menjadi kewajiban 
kita sebagai para politisi untuk memelihara bangsa kita demi anak-anak 
kita. Saya berharap pergerakan yang dilakukan René akan berhasil seperti
 halnya dengan partai saya yaitu Partij voor de Vrijheid, juga seperti 
Schweizerische Volkspartei dari Oskar Freysinger di Switzerland, juga 
seperti Dansk Folkeparti oleh Pia Kjaersgaard di Denmark, dan 
pergarakan-pergerakan serupa dimanapun.
 
Sahabat
 baik saya, Pia, baru-baru ini berbicara di Swedia atas undangan 
Sverigedemokraterna. Ia mengatakan: “Saya tidak datang untuk mencampuri 
politik dalam negeri Swedia karena itu adalah hal yang harus 
diperhatikan sendiri oleh rakyat Swedia. Tidak! Saya datang karena 
walaupun ada beberapa perbedaan dalam debat Swedia; dalam banyak hal itu
 mengingatkan saya akan debat Denmark 10-15 tahun yang lalu. Dan saya 
datang ke Swedia karena Swedia juga diperhatikan oleh Denmark. Kami 
tidak dapat duduk berpangku tangan dan menjadi saksi bisu terhadap 
perkembangan politik di Swedia”.
 
Hal
 yang sama berlaku juga bagi saya sebagai seorang Belanda yang 
menghormati Jerman. Saya berada disini karena Jerman penting bagi 
Belanda dan juga bagi seluruh dunia, dan karena kita tidak dapat 
mendirikan suatu Aliansi Kebebasan Internasional tanpa rekanan Jerman 
yang kuat.
 
Sahabat-sahabat
 yang kekasih, esok adalah Hari Penyatuan Jerman. Besok, tepatnya 
duapuluh tahun yang lalu, bangsa anda yang besar dipersatukan kembali 
setelah runtuhnya ideologi Komunis yang totalitarian. Hari Penyatuan 
Jerman adalah hari yang penting bagi seluruh Eropa. Jerman adalah negara
 demokrasi terbesar di Eropa. Jerman adalah pusat pembangkit ekonomi 
Eropa. Kesejahteraan dan kemakmuran Jerman adalah suatu keuntungan bagi 
kita semua, karena kesejahteraan dan kemakmuran Jerman adalah prasyarat 
bagi kesejahteraan dan kemakmuran Eropa.
 
Namun
 demikian, hari ini saya ada disini, untuk mengingatkan saudara-saudara 
akan bahaya perpecahan yang sedang mengintai. Identitas kebangsaan 
Jerman, demokrasinya dan kemakmuran ekonominya, sedang mendapat ancaman 
dari ideologi politis Islam. Pada tahun 1848, Karl Marx memulai 
Manifesto Komunisnya dengan kata-kata yang terkenal: “Ada yang tengah 
menghantui Eropa – hantu komunisme”. Hari ini, ada hantu lain yang 
sedang menghantui Eropa. Itulah hantu Islam. Bahaya ini juga bersifat 
politis. Islam bukanlah agama semata-mata, seperti yang dipikirkan oleh 
banyak orang: Islam terutama adalah sebuah ideologi politik. Pemahaman 
ini bukanlah sesuatu yang baru.
 
Saya
 mengutip dari buku terlaris dan serial televisi BBC The Triumph of the 
West yang ditulis oleh sejarawan Oxford yang terkenal J.M. Roberts pada 
tahun 1985: “Walaupun dengan sembrono kita berbicara mengenai Islam 
sebagai sebuah ‘agama’, kata tersebut memuat banyak kisah sejarah 
spesial Eropa Barat. Orang Muslim terutama adalah anggota dari sebuah 
komunitas, pengikut suatu jalan hidup tertentu, tercakup dalam sebuah 
sistem hukum tertentu, dan bukannya seseorang yang mempunyai 
pandangan-pandangan teologis tertentu”. Profesor dari wilayah Flander 
yaitu Urbain Vermeulen, yang juga adalah mantan Presiden European Union 
of Arabists and Islamicists, mengemukakan bahwa “Islam sejatinya adalah 
sebuah sistem legal, sebuah hukum”, dan bukanlah agama.
 
Ilmuwan
 politik Amerika Mark Alexander menulis bahwa “Salah-satu dari 
kesalahan-kesalahan terbesar kita adalah berpikir bahwa Islam hanyalah 
salah satu agama besar dunia. Kita tidak boleh berpikir demikian. Islam 
adalah politik atau tidak sama sekali, tapi sudah tentu Islam adalah 
politik dengan dimensi spiritual...yang tidak akan berhenti hingga Barat
 (dunia non-Islam) tidak ada lagi, hingga Barat (dunia non-Islam) 
telah...benar-benar diislamkan dengan baik”.
 
Ini
 bukanlah semata-mata merupakan pernyataan para penentang Islam. Para 
sarjana Islam juga mengatakan hal yang sama. Tidak ada lagi keraguan 
mengenai natur Islam bagi mereka yang telah membaca Qur’an, Sira dan 
Hadith. Abu Ala Maududi, pemikir Islam Pakistan yang berpengaruh pada 
abad ke-20 menulis, dan saya mengutipnya, menekankan bahwa ini bukanlah 
perkataan saya namun orang-orang yang yang merupakan pemimpin sarjana 
Islam – “Islam bukanlah semata-mata suatu pengakuan keyakinan religius 
[tetapi] sebuah ideologi yang revolusioner, dan jihad berkaitan dengan 
perjuangan revolusioner itu...untuk menghancurkan semua negara dan 
pemerintahan dimanapun di muka bumi ini, yang menentang ideologi dan 
program Islam”.
 
Ali
 Sina, seorang Iran yang meninggalkan Islam yang tinggal di Kanada, 
mengemukakan bahwa ada satu aturan emas yang terletak di dalam jantung 
setiap agama – yaitu agar kita memperlakukan orang lain seperti halnya 
kita ingin diperlakukan oleh mereka. Dalam Islam, aturan ini hanya 
berlaku bagi sesama orang beriman, tapi tidak terhadap orang kafir. Ali 
Sina mengatakan, “Alasan mengapa saya menentang Islam bukan karena Islam
 adalah sebuah agama, tetapi karena Islam adalah sebuah ideologi politik
 penjajahan dan dominasi yang berkedok agama. Karena Islam tidak 
mematuhi Aturan Emas, Islam mempesona orang-orang yang kejam”.
 
Studi
 mendalam mengenai permulaan sejarah Islam dengan jelas menyatakan bahwa
 tujuan Muhammad pertama-tama adalah menaklukkan kaumnya sendiri, 
orang-orang Arab, dan menyatukan mereka di bawah pemerintahannya, dan 
kemudian menaklukkan dan memerintah dunia. Itulah tujuan aslinya; jelas 
sekali itu bersifat politis dan didukung oleh kekuatan militer. “Saya 
diperintahkan untuk memerangi semua orang hingga mereka mengatakan 
‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”, inilah yang dikatakan oleh Muhammad. Ia
 melakukan hal itu sesuai dengan perintah Qur’an dalam Sura 8:39 yaitu: 
“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu 
semata-mata untuk Allah”.
 
Berdasarkan
 mitologi, Muhammad mendirikan Islam di Mekkah setelah Malaikat Jibril 
mengunjunginya untuk pertama kalinya pada tahun 610. Pada 12 tahun 
pertama Islam, ketika Islam masih bersifat religius dan tidak politis, 
Islam tidak mengalami kesuksesan. Pada tahun 622, Muhammad pindah ke 
Yathrib, sebuah oasis yang didiami oleh banyak orang Yahudi, dengan 
sekelompok pengikutnya yang berjumlah 150 orang. Disana ia mendirikan 
mesjid yang pertama dicatat oleh sejarah, mengambil alih kekuasaan 
politik, menamai Yathrib dengan Medina, yang berarti “Kota Nabi”, dan 
memulai karirnya sebagai pemimpin politik dan militer yang menaklukkan 
seluruh Arabia. Dengan demikian, penanggalan Islam dimulai dengan 
hijrah, yaitu perpindahan ke Medina – saat Islam menjadi sebuah 
pergerakan politik.
 
Setelah
 kematian Muhammad, berdasarkan perkataaan dan perbuatannya, Islam 
mengembangkan Syariah, yang merupakan sistem legal yang membenarkan 
pemerintahan represif atas dunia ini dengan hak ilahi – termasuk 
aturan-aturan untuk jihad guna memiliki kontrol absolut atas orang-orang
 beriman dan juga orang-orang tidak beriman. Syariah adalah hukum di 
Arab Saudi dan Iran, dan juga di negara-negara Islam lainnya. Syariah 
juga merupakan sentral bagi Organization of the Islamic Conference 
(OIC), yang dalam artikel 24 dari Deklarasi Kairo Mengenai Hak Azasi 
manusia Dalam Islam, memproklamirkan bahwa “semua hak dan kebebasan 
harus tunduk di bawah Syariah Islam”. OIC bukanlah sebuah institusi 
religius; tapi sebuah lembaga politik. OIC menetapkan blok voting 
terbesar di PBB dan menulis laporan-laporan mengenai apa yang disebut 
sebagai “Islamofobia” di negara-negara Barat yang menuduh kita melakukan
 pelanggaran hak azasi manusia. Dalam istilah alkitabiah: mereka mencari
 selumbar di mata kita, namun menyangkali balok di mata mereka sendiri.
 
Di
 bawah hukum Syariah, orang-orang di daerah-daerah yang telah 
ditaklukkan tidak mempunyai hak-hak legal, bahkan tidak mempunyai hak 
untuk hidup dan memiliki properti, kecuali mereka memeluk Islam.
 
Sebelum
 saya melanjutkan, untuk menghindari kesalahpahaman, saya ingin 
menekankan bahwa saya sedang berbicara mengenai Islam, bukan mengenai 
orang Muslim. saya selalu membuat pembedaan yang jelas antara orang 
dengan ideologi, antara orang Muslim dan Islam. Ada banyak orang Muslim 
yang moderat, tetapi ideologi politik Islam tidaklah moderat dan 
mempunyai ambisi global.
 
Ideologi
 politik ini bertujuan untuk memberlakukan hukum Islam atau Syariah 
terhadap seluruh dunia. Cara untuk mencapai hal ini adalah melalui 
jihad. Berita baiknya adalah jutaan orang Muslim di seluruh dunia – 
termasuk di Jerman dan Belanda – tidak mengikuti peraturan-peraturan 
Syariah, apalagi terlibat dalam jihad. Namun demikian, kabar buruknya, 
mereka yang terlibat siap untuk menggunakan semua sarana yang ada untuk 
mencapai tujuan ideologis dan revolusioner mereka.
 
Pada
 tahun 1954, dalam esainya mengenai Komunisme dan Islam, Profesor 
Bernard Lewis berbicara mengenai “tradisi politik Islam yang totaliter”.
 Profesor Lewis mengatakan bahwa “Secara tradisional Islam membagi dunia
 menjadi Rumah Islam dan Rumah Perang. Hal ini jelas sekali paralel 
dengan pandangan Komunisme mengenai hal-hal dunia...fanatisme agresif 
yang dimiliki orang beriman sama saja (antara kedua paham itu)”.
 
Ilmuwan
 politik Amerika Mark Alexander menyatakan bahwa natur Islam hanya 
mempunyai sedikit perbedaan  - dan hanya dalam detil dan bukan gaya – 
dengan ideologi-ideologi totaliter yang menjijikkan seperti Sosialisme 
Nasional dan Komunisme. Dari ketiga ideologi tersebut, ia mendaftarkan 
beberapa karakteristik berikut ini:
Mereka
 menggunakan pembersihan-pembersihan politis untuk “membersihkan” 
masyarakat dari apa yang mereka anggap sebagai hal yang tidak 
diinginkan. Mereka
 hanya mentolerir satu partai politik. Islam memberi ruang untuk banyak 
partai, namun bersikeras bahwa semua partai harus bersifat islami;  Mereka 
membujuk dengan paksa agar orang mengikuti jalan mereka;  Mereka benar-benar 
menghancurkan pembedaan liberal antara wilayah penilaian pribadi dengan kendali 
publik;  Mereka mengubah sistem pendidikan menjadi sarana untuk mencapai tujuan 
indoktrinasi universal;  Mereka menetapkan peraturan-peraturan untuk seni, 
literatur, sains dan agama;  Mereka menindas orang-orang yang diberikan status 
sebagai warga negara kelas dua;  Mereka
 memaksakan sebuah kerangka pikir yang berdasarkan fanatisme. 
Penyesuaian untuk hal itu dilakukan dengan perang dan dominasi;  Mereka
 suka menyiksa para lawan mereka dan memandang penghancuran yang mereka 
lakukan sebagai tindakan sementara yang dilakukan untuk mencapai tujuan 
dan suatu tanda kelemahan lawan;  Mereka memandang politik sebagai ekspresi 
kekuasaan;  Mereka anti-Semitis.  
Ada
 satu lagi paralel yang mengejutkan, tetapi ini bukanlah suatu 
karakteristik dari ketiga ideologi politik tersebut di atas, tetapi 
milik Barat, yaitu ketidakmampuan Barat untuk melihat datangnya bahaya. 
Prasyarat untuk memahami bahaya politik adalah kesediaan untuk melihat 
kebenaran, walaupun hal itu tidak menyenangkan. Sayangnya, para politisi
 modern Barat nampaknya telah kehilangan kemampuan ini. Ketidakmampuan 
kita mengakibatkan kita menolak konklusi-konklusi logis dan historis 
yang harus ditarik dari fakta-fakta, walaupun kita dapat, dan sudah 
seharusnya mengetahuinya dengan lebih baik. Apa yang salah dengan orang 
Barat modern sehingga berulangkali kita melakukan kesalahan yang sama?
 
Tidak
 ada tempat yang lebih baik untuk merenungkan pertanyaan ini selain dari
 disini, di Berlin, yang dulunya adalah ibukota kekaisaran jahat Nazi 
Jerman dan yang adalah sebuah kota yang pernah dipenjarakan oleh apa 
yang disebut sebagai Republik “Demokratik” Jerman selama lebih dari 40 
tahun.
 
Ketika
 para penduduk Eropa Timur menolak Komunisme pada tahun 1989, mereka 
diinspirasikan oleh orang-orang yang menjadi oposan pemerintah seperti 
Aleksandr Solzhenitsyn, Václav Havel, Vladimir Bukovsky, dan lain-lain, 
yang mengatakan pada mereka bahwa setiap orang mempunyai hak, tapi juga 
mempunyai kewajiban, untuk “hidup dalam kebenaran”. Kebebasan 
membutuhkan kewaspadaan kekal; demikian pula dengan kebenaran. Namun 
demikian, Solzhenitsyn menambahkan, “Kebenaran kadang terasa manis; 
kadangkala juga pahit”. Mari kita menghadapi kebenaran yang pahit, 
yaitu: kita telah kehilangan kemampuan kita untuk melihat bahaya dan 
memahami kebenaran karena kita tidak lagi menghargai kebebasan.
 
Para
 politisi dari hampir semua politisi yang ada hari ini memfasilitasi 
islamisasi. Mereka mendukung semua sekolah Islam yang baru berdiri, bank
 islami/syariah, pengadilan islami/syariah. Mereka memandang Islam 
setara dengan kebudayaan kita. Islam atau kebebasan? Hal itu tidaklah 
terlalu berarti bagi mereka. Tetapi itu penting bagi kita. Semua elit 
universitas yang telah ada, gereja, perkumpulan-perkumpulan dagang, 
media, politisi, mendapatkan kebebasannya dengan menempuh resiko. Mereka
 berbicara mengenai kesetaraan, namun sangatlah mengherankan melihat 
mereka gagal untuk melihat betapa di dalam Islam kaum wanita mempunyai 
hak yang lebih sedikit daripada kaum pria dan orang-orang kafir 
mempunyai hak yang lebih sedikit daripada para pemeluk Islam.
 
Apakah
 kita akan mengulang kembali kesalahan fatal dari Republik Weimar? 
Apakah kita tunduk kepada Islam karena komitmen kita kepada kebebasan 
sesungguhnya telah mati? Tidak, itu tidak akan pernah terjadi. Kita 
tidak seperti Ibu Merkel. Kita tidak menerima islamisasi sebagai sesuatu
 yang tidak terelakkan. Kita harus tetap menjaga kebebasan agar 
kebebasan itu tetap hidup. Dan, hingga pada tingkat dimana kita telah 
kehilangan kebebasan kita, maka kita harus mengklaimnya kembali melalui 
pemilu demokratis. Itulah sebabnya mengapa kita membutuhkan 
partai-partai politik yang membela kebebasan. Untuk mendukung 
partai-partai semacam itu, saya telah mendirikan International Freedom 
Alliance.
 
Seperti
 yang saudara-saudara ketahui, saya sedang diadili di Belanda. Pada hari
 Senin, saya harus pergi lagi ke pengadilan, dan saya akan banyak 
menghabiskan beberapa bulan ke depan disana. Saya diajukan ke pengadilan
 karena opini saya mengenai Islam dan karena saya telah menyuarakan 
opini-opini saya ini dalam pidato-pidato, artikel-artikel dalam dalam 
film dokumenter yang saya buat yang berjudul Fitna. Saya senantiasa 
hidup dalam penjagaan ketat polisi karena kaum ekstrimis Islam ingin 
membunuh saya, dan saya diadili karena para petinggi Belanda – 
kebanyakan diantara mereka adalah non Muslim – ingin membungkam saya.
 
Saya
 diseret ke pengadilan karena di negara saya kebebasan tidak lagi dapat 
dinikmati sepenuhnya. Tidak seperti Amerika, kami tidak memiliki First 
Amandemen yang menjamin orang untuk bebas mengekspresikan opini mereka 
dan mengadakan debat publik karena melakukan hal itu. Tidak seperti 
Amerika, negara di Eropa, dan juga Uni Eropa, menjelaskan bagaimana 
penduduknya – termasuk para politisi yang dipilih secara demokratis 
seperti halnya saya juga – harus berpikir dan perkatakan apa yang 
diijinkan untuk kami katakan.
 
Salah
 satu hal yang tidak boleh lagi kami katakan adalah bahwa budaya kami 
lebih superior daripada budaya lain. Ini dilihat sebagai pernyataan yang
 diskriminatif – bahkan sebuah pernyataan yang mengandung kebencian. 
Setiap hari kami diindoktrinasi, di sekolah-sekolah, dan melalui media, 
dengan pesan bahwa semua budaya setara dan bahwa jika ada budaya yang 
lebih buruk dari semua budaya lainnya, maka pasti itu adalah kebudayaan 
kami. Kami dicekoki dengan perasaan bersalah dan malu akan identitas 
kami sendiri dan apa yang menjadi milik kami. Kami didorong untuk 
menghormati segala sesuatu, kecuali diri kami sendiri. Itulah pesan dari
 golongan Kiri dan para pejabat pemerintah yang benar secara politik. 
Mereka ingin agar kita merasa malu akan identitas kita sendiri sehingga 
kita menolak untuk memperjuangkannya.
 
Obsesi
 menghancurkan dari para elit politik dan budaya kami dengan kesalahan 
Barat, membangkitkan pandangan Islam terhadap kita. Qur’an berkata bahwa
 orang non Muslim adalah kuffar (bentuk jamak dari kafir), yang secara 
harafiah berarti “orang-orang yang menolak” atau “orang-orang yang tidak
 bersyukur”. Oleh karena itu, orang-orang kafir itu “bersalah”. Islam 
mengajarkan bahwa dalam negara natural kita, kita semua telah dilahirkan
 sebagai orang-orang beriman. Islam mengajarkan bahwa jika pada hari ini
 kita bukanlah orang-orang yang beriman, maka ini adalah kesalahan kita 
atau karena kesalahan leluhur kita. Akibatnya, kita senantiasa adalah 
kafir – bersalah – karena baik kita maupun leluhur kita adalah 
orang-orang yang murtad. Dan oleh karena itu, menurut beberapa orang, 
kita layak untuk ditundukkan.
 
Kaum
 intelektual Kiri kontemporer kita sudah buta terhadap bahaya Islam. 
Mantan oposan Soviet Vladimir Bukowsky berpendapat bahwa setelah 
kejatuhan Komunis, Barat gagal mengekspos orang-orang yang terkait 
dengan paham Komunisme dengan kebijakan yang tepat, untuk memperbaiki 
hubungan-hubungan, meredakan ketegangan internasional, hidup 
berdampingan dengan damai. Ia mengemukakan bahwa Perang Dingin adalah 
“Perang yang tidak pernah kita menangkan. Kita bahkan tidak pernah 
berperang di dalamnya...banyak kali Barat terlibat dalam kebijakan untuk
 menyenangkan blok Soviet – dan orang-orang yang berusaha menyenangkan 
orang lain tidak pernah memenangkan perang”. 
 
Islam adalah Komunisme masa kini.
 Tetapi, karena kegagalan kita untuk berterus-terang dengan Komunisme, 
kita tidak mampu menghadapinya, terjebak seperti yang pernah kita alami 
dengan kebiasaan lama Komunisme yaitu penipuan dan bibir dolak-dalik 
yang biasa menghantui negara-negara Timur dan yang kini menghantui kita 
semua. Oleh karena kegagalan ini, golongan Kiri tersebut, yang dulunya 
menutup mata terhadap Komunisme, kini pun menutup mata terhadap Islam. 
Mereka menggunakan argumen yang serupa untuk mendapatkan keadaan damai 
antara dua negara yang sebelumnya saling bermusuhan, memperbaiki 
hubungan-hubungan, dan menyenangkan pihak lain, sama seperti sebelumnya.
 Mereka berargumen bahwa musuh kita cinta damai, sama seperti kita, 
bahwa jika kita berusaha untuk memahami mereka, maka mereka pun akan 
berusaha memahami kita. Bahwa ia hanya ingin dihargai dan jika kita 
menghormatinya maka iapun akan menghormati kita. Kita bahkan mendengar 
pengulangan mantra kuno ekuivalensi moral. Mereka terbiasa mengatakan 
bahwa “imperialisme” Barat sama jahatnya dengan imperialisme Soviet; 
kini mereka mengatakan bahwa “imperialisme” Barat sama jahatnya dengan 
terorisme Islam.
 
Dalam
 pidato saya di dekat Ground Zero di New York pada 11 September, saya 
menekankan bahwa kita harus berhenti mengatakan “Salahkan Barat, 
salahkan Amerika” – ini adalah permainan juru bicara Islam yang berusaha
 menipu kita. Dan kita harus berhenti memainkan permainan ini pada diri 
kita sendiri. Saya mempunyai pesan yang sama untuk anda. Adalah suatu 
penghinaan bila mengatakan bahwa kita bersalah dan kita pantas menerima 
apa yang terjadi pada kita. Tidak selayaknya kita menjadi orang asing di
 tanah kita sendiri. Kita tidak boleh menerima penghinaan seperti ini. 
Pertama-tama, peradaban Barat adalah peradaban yang paling bebas dan 
paling jaya di bumi, itulah sebabnya mengapa banyak imigran pindah 
kesini, dan bukannya orang-orang Barat yang pindah kesana. Dan kedua, 
apa yang disebut sebagai kesalahan kolektif itu tidak ada sama sekali. 
Individu-individu yang bebas adalah agen-agen moral yang bebas, dan yang
 bertanggung-jawab atas perbuatan mereka sendiri. 
 
Saya
 sangat senang berada di Berlin hari ini untuk menyampaikan pesan ini 
yang adalah pesan yang sangat penting, terutama di Jerman. Apapun yang 
terjadi di negara anda di masa lalu, generasi yang ada sekarang tidak 
bertanggung-jawab atas hal itu. Apapun yang terjadi di masa lalu, tidak 
dapat menjadi alasan untuk menghukum orang-orang Jerman pada masa kini. 
Namun juga tidak dapat menjadi alasan bagi anda untuk menolak 
memperjuangkan identitas anda sendiri. Satu-satunya tanggung-jawab anda 
adalah untuk menghindar dari kesalahan masa lalu. Sudah menjadi tugas 
anda untuk berdiri bersama orang-orang yang diancam oleh ideologi Islam,
 seperti Negara Israel dan rekan-rekan seperjuangan anda yang Yahudi. 
Republik Weimar menolak untuk memperjuangkan kebebasan dan telah 
ditundukkan oleh ideologi totaliter, dengan konsekuensi-konsekuensi 
menghancurkan bagi Jerman, Eropa dan dunia. Jangan gagal untuk 
memperjuangkan kebebasan anda hari ini. 
 
Saya
 senang berada di tengah-tengah anda sekalian hari ini karena nampaknya 
20 tahun setelah penyatuan Jerman kembali, generasi yang baru tidak lagi
 merasa bersalah karena menjadi orang Jerman. Debat yang sangat intens 
yang terjadi baru-baru ini mengenai buku terbaru Thilo Sarrazin adalah 
sebuah indikasi akan fakta bahwa Jerman sedang berdamai dengan dirinya 
sendiri. 
 
Saya
 sendiri belum membaca buku Dr. Sarrazin, tetapi saya mengerti bahwa, 
saat para pejabat pemerintah sedang berkuasa yang benar secara politis 
hampir-hampir serempak bersikap kritis terhadap tesisnya sehingga ia 
kehilangan pekerjaannya, sejumlah besar orang Jerman mengakui bahwa Dr. 
Sarrazin sedang mengemukakan isu-isu yang sangat penting dan mendesak. 
“Orang Jerman sedang menghapus dirinya sendiri”, Sarrazin mengingatkan, 
dan ia menghimbau orang Jerman untuk menghentikan proses ini. Dampak 
yang dahsyat dari bukunya mengindikasikan bahwa banyak orang Jerman yang
 merasakan hal yang sama. Orang Jerman tidak ingin agar Jerman 
dihapuskan, walaupun mereka telah ditundukkan oleh semua indoktirnasi 
politik. Orang Jerman tidak lagi merasa malu untuk menunjukkan 
kebanggaan nasional mereka.  
 
Dalam
 masa-masa sulit ini, dimana identitas nasional kita sedang terancam, 
kita harus berhenti merasa bersalah akan siapa diri kita. Kita bukanlah 
orang-orang kafir, kita tidak bersalah. Sama seperti bangsa-bangsa lain,
 orang-orang Jerman berhak untuk tetap menjadi orang Jerman. Orang 
Jerman tidak harus menjadi orang Perancis, orang Belanda, orang Amerika,
 ataupun orang Turki. Mereka harus tetap menjadi orang Jerman. Ketika 
Perdana Menteri Turki Erdogan mengunjungi negara anda pada tahun 2008, 
ia berkata kepada orang-orang Turki yang tinggal disini bahwa mereka 
harus tetap menjadi orang Turki. Secara harafiah ia mengatakan bahwa 
“asimilasi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan”. Erdogan mungkin saja 
benar jika ia berkata demikian mengenai orang-orang Turki di Turki. 
Namun demikian, Jerman adalah negeri orang-orang Jerman. Oleh karena 
itu, orang-orang Jerman berhak menuntut mereka yang datang untuk tinggal
 di Jerman supaya berasimilasi; mereka berhak – bahkan mereka mempunyai 
kewajiban pada anak-anak mereka – untuk menuntut para pendatang baru itu
 untuk menghormati identitas bangsa Jerman dan hak orang Jerman untuk 
memelihara identitas mereka. 
 
Kita
 harus menyadari bahwa Islam berkembang dengan dua cara. Oleh karena 
Islam bukanlah agama, berpaling pada Islam hanyalah sebuah fenomena 
marjinal. Menurut sejarah, Islam berkembang baik melalui penaklukkan 
militer atau dengan menggunakan senjata hijrah, yaitu imigrasi. Muhammad
 menaklukkan Medina melalui imigrasi. Hijrah juga kita alami hari ini. 
Islamisasi Eropa terus berlanjut sepanjang waktu. Tetapi Barat tidak 
mempunyai strategi untuk menghadapi ideologi Islam, karena kaum elit 
kita mengatakan bahwa kita harus beradaptasi dengan mereka dan bukan 
sebaliknya. 
 
Ada
 pelajaran yang dapat kita pelajari berkenaan dengan hal ini dari 
Amerika, negara yang paling bebas di dunia. Orang-orang Amerika bangga 
akan bangsa mereka, pencapaian-pencapaian dan bendera mereka. Kita juga 
harus bangga pada bangsa kita. Amerika Serikat senantiasa merupakan 
sebuah bangsa imigran. Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt 
mengungkapkan dengan jelas kewajiban para imigran. Inilah apa yang 
dikatakannya: “Kita harus bersikap tegas, yaitu jika para imigran yang 
datang kemari mempunyai niat baik untuk menjadi orang Amerika dan 
mengasimilasikan dirinya pada kita, ia akan diperlakukan dengan 
kesetaraan yang sama dengan orang lain...Namun ini diberlakukan pada 
orang yang benar-benar menjadi orang Amerika, dan hanya menjadi orang 
Amerika...Disini tidak ada pemisahan-pemisahan...Kita tidak mempunyai 
tempat selain untuk kesetiaan semata-mata dan itu adalah kesetiaan 
kepada bangsa Amerika”. 
 
Tidaklah
 bergantung kepada saya untuk mendefinisikan hal-hal apa yang tercakup 
dalam identitas nasional Jerman. Semua itu terserah kepada anda 
sekalian. Namun demikian saya mengetahui bahwa kebudayaan Jerman, 
seperti halnya kebudayaan negara-negara tetangganya seperti negara saya 
sendiri, berakar dalam nilai-nilai Yudeo-Kristen dan humanisme. Semua 
politisi yang bertanggung-jawab mempunyai kewajiban politik untuk 
memelihara nilai-nilai ini terhadap ideologi yang mengancamnya. Jerman 
yang penuh dengan mesjid dan para wanita yang berkerudung bukanlah 
Jerman milik Goethe, Schiller dan Heine, Bach dan Mendelssohn. Itu akan 
menjadi kekalahan bagi kita semua. Penting sekali bagi anda untuk 
menghargai dan memelihara akar-akar anda sebagai sebuah bangsa. Jika 
tidak demikian, anda tidak akan dapat mengamankan identitas anda; anda 
akan dihapuskan sebagai sebuah bangsa, dan anda akan kehilangan 
kebebasan anda. Dan Eropa akan kehilangan kebebasannya bersama dengan 
anda. 
 
Sahabat-sahabatku,
 ketika Ronald Reagan datang ke Berlin yang terpecah 23 tahun yang lalu,
 ia mengucapakan perkataan yang bersejarah, “Mister Gorbachev, 
runtuhkanlah dinding ini”. Presiden Reagan bukanlah orang yang ingin 
menyenangkan orang lain, tetapi orang yang menyampaikan kebenaran karena
 ia mengasihi kebebasan. Hari ini, kita juga harus meruntuhkan sebuah 
dinding. Bukan dinding dari beton, tetapi dinding penyangkalan dan 
ketidakpedulian mengenai natur Islam. The International Freedom Alliance
 bertujuan untuk mengkoordinasi dan menstimulasi usaha-usaha ini. 
 
Oleh
 karena kita membicarakan kebenaran, para pemilih telah memberikan 
partai saya, yaitu Partij voor de Vrijheid, dan partai-partai lainnya 
seperti Dansk Folkeparti dan Schweizerische Volkspartei, kuasa untuk 
mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik, apakah itu menjadi 
oposisi atau dalam pemerintahan atau dengan mendukung suatu pemerintahan
 minoritas – seperti yang ingin kami lakukan di Belanda. Presiden Reagan
 menunjukkan bahwa dengan menyuarakan kebenaran orang dapat mengubah 
jalan sejarah. Ia menunjukkan bahwa tidak perlu berputus asa. Jangan 
pernah! Kerjakan saja tugas anda. Jangan takut. Suarakan kebenaran. Bela
 kebebasan. Bersama-sama kita dapat memelihara kebebasan, bersama-sama 
kita harus memelihara kebebasan, dan bersama-sama, para sahabatku, kita 
akan dapat memelihara kebebasan.
Terima-kasih.
 
http://www.jihadwatch.org/2010/10/geert-wilders-speech-in-berlin-yesterday.html

                        
                                        1.
                                        Suripto on
                                        15-10-2010 10:56:29
                                        commented:
                        
                        Wow...statement yang luar dari Wilders!

Melihat aksi-aksi Muslim saat ini, peledakan bom bunuh diri, pembakaran 
rumah-rumah dan mesjid warga Ahmadiyah, serangan-serangan teror yang tak
 pernah surut - JELAS ISLAM ITU SEBUAH IDEOLOGI YANG SAMA DENGAN 
KOMUNISME.



Inilah saatnya pemerintah dan aparat keamanan menjadikan Islam sebagai BAHAYA 
LATENT.

Jadi jika ada yang disebut bahaya latent komunis, sekarang kita harus 
mewaspadai BAHAYA LATENT ISLAM!


                
                        
                        
                                        2.
                                        Gusty  on
                                        13-10-2010 07:39:49
                                        commented:
                        
                        Islam is the real terorist. Mereka akan 
menguasai dunia tapi hanya sementara. Tanda-tanda yang mengarah ke sana 
sudah mulai kelihatan sampai suatu saat Tuhan Yesus sendiri turun dari 
surga dan memusnahkan pengikut-pengikut Iblis ini.


FREE E-BOOKS
        
                JAWABAN 111 KONTRADIKSI ALKITAB PERJANJIAN LAMA         
                JAWABAN 155 KONTRADIKSI ALKITAB PERJANJIAN BARU         
                101 Penjelasan tentang TUDUHAN KONTRADIKSI dalam ALKITAB        
        
                Perang Suci - Oleh Abd Al Masih         
                Secrets Behind Burqa - Oleh Rosemary Sookhdeo           
                Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani          
                Mutiara Dari Surga - 1          
                The Truth About Muhammad - by Robert Spencer            
                Tuduhan-Ahmed-Deedat-Terhadap-Alkitab oleh Zakaria Boutros      
        
                Islam-Reviewed-by-M-Ali-Bahasa-Indonesia                
                The Hidden Life of Prophet Muhammad By Dr. A.A. Ahmed           
                Rahasia-Jalan-Yang-Lurus                
                Benarkah-Muhammad-Sempurna-Secara-Fisik oleh Ali Sina           
                Inilah-Ismael (Here Comes Ishmael) by Faisal Malick             
                Hidup-Dari-Ujung-Tombakku (Living by the Point of My 
Spear)-Zaki Ameen          
                Akar-Terror-Islam by Abul Kasem         
                Membedah-Asal-Usul-Quran (The Origins of the Koran) by Ibnu 
Warraq              
                SON of HAMAS            
                Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam - Rosemary Sookhdeo       
        
                Kerudung Yang Terkoyak          
                Why-Im-Not-Muslim by Ibnu Waraq         
                Achievement and Heritage of Muhammad oleh: Zaky Rawdat          
                SEJARAH KA'BAH YG TAK PERNAH DICERITAKAN                
                Sang-Putera-dan-Sang-Bulan oleh Curt Fletemier          
                YAHUDI-MENGGENGGAM-DUNIA-WILLIAM-G-CARR         
                Beriman Tanpa Takut oleh: Irshad Manji          
                Mesias yang Dinantikan Islam oleh: Joel Richardson              
                Siapakah Allah Ini              
                Christ Muhammad and I oleh: Mohammed Ghazoli            
                Kebenaran Tentang Muhammad              
                Ismael Akan Diberkati oleh: Ahmad Agyei         
                Ismail Saudaraku oleh: Umar Tariqas             
                The Secret of Qur'an oleh: Don Richardson               
                Islam diakhir Zaman oleh: Ellis Skolfield               
                Yesus dan Muhammad oleh: Mark Gabriel PhD               
                Islamic Invasion oleh: Robert Morey             
                Mengapa Kami Meninggalkan Islam oleh: Susan Crimp dan Joel 
Richardson           
        ARTICLES
        
                Muslim Pop - Oleh Matt Edwards          
                JAWABAN atas hadiah BMW dari PERTANYAAN INSAN L MOKOGINTA       
        
                Batalkan Hari Membakar Quran - Oleh Jochen Katz         
                60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros             
                Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen            
                Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas              
                Heboh Film Iran - Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan 
Aktor Film           
                Heboh Film YESUS Buatan Iran            
                Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani          
                Arsip Gambar Muhammad           
                Wahyu Mana Yang Asli            
                Quran Diinterview               
                Birahi Sexual Nabi Muhammad             
                MENGENAL ISLAM          
                A Letter To Gaza - Oleh Nonie Darwis            
                FQR 6 - Injil Kristus Yang Tanpa Salah          
                Klaim Islam - Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim            
                FQR 4 - Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran            
                FQR 5 - Perawan Maria - Sebuah Tanda Dari Allah - Ayatollah 
Sejati              
                FRQ 3 - Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa 
Diselamatkan             
                FQR 1 - Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus         
                FQR 2 - Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh               
                Hari Semua Orang Menggambar Muhammad            
                DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam           
                Pengesahan  Mutilasi di Amerika         
                Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit               
                Islam-Bukan-Agama-bahasa-Indonesia              
                Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros                
                Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya                
                Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan            
                Muhammad-Tidak-Buta-Huruf               
                Tipu-Muslihat-Dalam-Islam               
                Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran          
                Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA              
                Islam-Tidak-Menyembah-Tuhan-Yang-Sama-Dengan-Tuhannya-Nabi by 
Duladi            
                Kebohongan-Isra-Miraj           
                Arab-Adalah-Kota-Neraka         
                Nabi Muhammad Birahi-Kepada-Bayi-Sodomi         
                
Perkawinan-Islam-dan-Penghalalan-Pelacuran-sbg-Lampr-dr-buku-kehidupan-rahasia-nabi-Muhammad
            
                Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri               
                ALEXANDER AGUNG, SI KAFIR NABI ISLAM            
                Fenomena Murtad Dlm 20 Thn Terakhir             
                Jibril as - Ahli Menyamar               
                Kemana Mencari Keselamatan              
                Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam            
                Tagiyya - Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros              
                Panggilan Dari Minaret          
                Pemimpin Muslim UK - Islam Bukanlah Agama Damai         
                Konflik GAZA berakar pada SYARIAH               
                Mari, bicara Fatwa Haram                
                Marilah kita memikirkan kembail soal Burqa!             
                Hubungan Islam-Machiavelli              
                Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan 
Para Rabbi di Medinah              
                Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad          
                Digantung di Iran Karena Murtad         
                Pandangan Islam mengenai Neraka         
                Anak Ketua Hamas Murtad         
                Ibn Mas'ud, Saksi Ketidak-beresan Quran         
                Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini          
                Islam - Berperang Dalam Dirinya Sendiri         
                Penjajahan Wanita Dalam Islam           
        TESTIMONIES
        
                Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan - Oleh Alhajji Aliyu      
        
                KEBOHONGAN PARA WANITA SAUDI ARABIA             
                Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati            
                Kesaksian Hamran Ambrie         
                Kesaksian Bassam                
                Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS          
                Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros   
        
                Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi             
                Kerudung Yang Terkoyak          
                Arifin Zaelani - Alasan Saya Meninggalkan Islam         
                Kesaksian Saya Meninggalkan Islam               
                Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan             
                Mengapa Kami Meninggalkan Islam         
                Ali Sina - Dari Beriman Menuju Pencerahan               
                Duladi - Mengapa Saya Benci Islam               
                Islam Sejati            
        QUESTION & ANSWERS
        
                ISLAM  BERTANYA KRISTEN MENJAWAB by Paulus M            
                Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen            
                Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap 
Non-Muslim               
                Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama                
                Hari Semua Orang Menggambar Muhammad            
                MENGRITISI PEMIKIRAN DR YAHYA WALONI            
                Sumber-penulisan-alquran by Zakharia Boutros            
                Tuduhan-Ahmed-Deedat-Terhadap-Alkitab oleh Zakaria Boutros      
        
                Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat              
                TIDAK ADA JALAN KEMBALI         
                Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat         
                Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts            
                Masakan Allah Kok Punya ’Anak Allah’            
                Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah             
                Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT             
                Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu             
                Injil Digugat Karena Ahmad              
                Bukankah Alkitab Itu Korup              
                Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas              




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke