Ada dua hal yang kudu dibedakan dari omongan Wilders: 

Pertama omonganannya tentang agama Islam: ini banyak benar.

Lalu ada omongannnya tentang orang Islam migran di negeri Belanda dan Eropa, 
ini banyak salahnya, karena berdasarkan kepada xenofobi.

--- In [email protected], a.wid...@... wrote:
>
> Saya tertarik statement yg ini :
> 
> "Islam bukanlah agama semata-mata, seperti yang dipikirkan olehbanyak orang: 
> Islam terutama adalah sebuah ideologi politik. Pemahamanini bukanlah sesuatu 
> yang baru."...
> 
> Ini perlu diperhatikan dgn lebih seksama lagi, bagaimana aplikasinya dan 
> dampaknya dalam percaturan politik....
> -----Original Message-----
> From: siap murtad <islamic.invas...@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 18 Oct 2010 16:33:32 
> To: proletar milis<[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [proletar] Geertz Wilders: Berpidato di Berlin
> 
> 
> 
>                                                       Geertz Wilders: 
> Berpidato di Berlin
> 
> (Diposkan Oleh: JAAN in MyBlog pada tanggal 3 Oktober 2010)
> Â 
> Para Sahabat yang kekasih,
> Saya
>  sangat senang berada di Berlin pada hari ini. Seperti yang 
> saudara-saudara ketahui, undangan yang disampaikan kepada saya oleh 
> sahabat saya René Stadtkewitz, telah mengakibatkan ia kehilangan 
> keanggotaannya di kelompok CDU di Parlemen Berlin. Namun demikian, René 
> tidak menyerah terhadap tekanan itu. Ia tidak mengkhianati 
> keyakinan-keyakinannya. Pemecatannya tersebut telah mendorongnya untuk 
> mendirikan sebuah partai politik baru. Saya mengucapkan selamat padanya 
> dan mendoakannya agar mendapatkan semua yang terbaik. Seperti yang telah
>  saudara-saudara dengar, beberapa minggu terakhir ini saya sangat sibuk.
>  Pada awal minggu ini kami berhasil membentuk sebuah pemerintahan 
> minoritas yang terdiri dari kaum liberal dan Kristen demokrat yang akan 
> didukung oleh partai saya. Ini adalah sebuah peristiwa yang bersejarah 
> bagi negara Belanda. Saya sangat bangga karena saya juga telah membantu 
> hingga ini dapat terwujud. Pada saat ini juga konferensi partai Kristen 
> Demokrat sedang memutuskan apakah mereka akan menyetujui koalisi ini 
> atau tidak. Jika mereka menyetujuinya, kita akan dapat membangun kembali
>  negara kita, memelihara identitas nasional kita dan memberikan masa 
> depan yang lebih baik kepada anak-anak kita.
> Â 
> Walaupun
>  jadwal kegiatan saya di Belanda sangat padat, saya bersikeras untuk 
> datang ke Berlin, karena Jerman juga membutuhkan suatu pergerakan 
> politis untuk membela identitas Jerman dan untuk melawan proses 
> islamisasi terhadap Jerman. Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa 
> proses islamisasi terhadap Jerman adalah hal yang tidak terelakkan. Ia 
> menyampaikan pesan agar rakyat mempersiapkan diri menghadapi lebih 
> banyak perubahan sebagai akibat dari imigrasi. Ia menginginkan agar 
> orang-orang Jerman beradaptasi dengan situasi ini. Pemimpin Kristen 
> Demokrat mengatakan: “Mesjid-mesjid akan menjadi suatu bagian yang 
> integral dari kota-kota kita lebih dari sebelumnya”.
> Â 
> Sahabat-sahabatku,
>  kita tidak boleh menerima hal yang tidak dapat diterima sebagai sesuatu
>  yang tidak terelakkan tanpa berbuat apa-apa. Sudah menjadi kewajiban 
> kita sebagai para politisi untuk memelihara bangsa kita demi anak-anak 
> kita. Saya berharap pergerakan yang dilakukan René akan berhasil seperti
>  halnya dengan partai saya yaitu Partij voor de Vrijheid, juga seperti 
> Schweizerische Volkspartei dari Oskar Freysinger di Switzerland, juga 
> seperti Dansk Folkeparti oleh Pia Kjaersgaard di Denmark, dan 
> pergarakan-pergerakan serupa dimanapun.
> Â 
> Sahabat
>  baik saya, Pia, baru-baru ini berbicara di Swedia atas undangan 
> Sverigedemokraterna. Ia mengatakan: “Saya tidak datang untuk mencampuri 
> politik dalam negeri Swedia karena itu adalah hal yang harus 
> diperhatikan sendiri oleh rakyat Swedia. Tidak! Saya datang karena 
> walaupun ada beberapa perbedaan dalam debat Swedia; dalam banyak hal itu
>  mengingatkan saya akan debat Denmark 10-15 tahun yang lalu. Dan saya 
> datang ke Swedia karena Swedia juga diperhatikan oleh Denmark. Kami 
> tidak dapat duduk berpangku tangan dan menjadi saksi bisu terhadap 
> perkembangan politik di Swedia”.
> Â 
> Hal
>  yang sama berlaku juga bagi saya sebagai seorang Belanda yang 
> menghormati Jerman. Saya berada disini karena Jerman penting bagi 
> Belanda dan juga bagi seluruh dunia, dan karena kita tidak dapat 
> mendirikan suatu Aliansi Kebebasan Internasional tanpa rekanan Jerman 
> yang kuat.
> Â 
> Sahabat-sahabat
>  yang kekasih, esok adalah Hari Penyatuan Jerman. Besok, tepatnya 
> duapuluh tahun yang lalu, bangsa anda yang besar dipersatukan kembali 
> setelah runtuhnya ideologi Komunis yang totalitarian. Hari Penyatuan 
> Jerman adalah hari yang penting bagi seluruh Eropa. Jerman adalah negara
>  demokrasi terbesar di Eropa. Jerman adalah pusat pembangkit ekonomi 
> Eropa. Kesejahteraan dan kemakmuran Jerman adalah suatu keuntungan bagi 
> kita semua, karena kesejahteraan dan kemakmuran Jerman adalah prasyarat 
> bagi kesejahteraan dan kemakmuran Eropa.
> Â 
> Namun
>  demikian, hari ini saya ada disini, untuk mengingatkan saudara-saudara 
> akan bahaya perpecahan yang sedang mengintai. Identitas kebangsaan 
> Jerman, demokrasinya dan kemakmuran ekonominya, sedang mendapat ancaman 
> dari ideologi politis Islam. Pada tahun 1848, Karl Marx memulai 
> Manifesto Komunisnya dengan kata-kata yang terkenal: “Ada yang tengah 
> menghantui Eropa â€" hantu komunisme”. Hari ini, ada hantu lain yang 
> sedang menghantui Eropa. Itulah hantu Islam. Bahaya ini juga bersifat 
> politis. Islam bukanlah agama semata-mata, seperti yang dipikirkan oleh 
> banyak orang: Islam terutama adalah sebuah ideologi politik. Pemahaman 
> ini bukanlah sesuatu yang baru.
> Â 
> Saya
>  mengutip dari buku terlaris dan serial televisi BBC The Triumph of the 
> West yang ditulis oleh sejarawan Oxford yang terkenal J.M. Roberts pada 
> tahun 1985: “Walaupun dengan sembrono kita berbicara mengenai Islam 
> sebagai sebuah ‘agama’, kata tersebut memuat banyak kisah sejarah 
> spesial Eropa Barat. Orang Muslim terutama adalah anggota dari sebuah 
> komunitas, pengikut suatu jalan hidup tertentu, tercakup dalam sebuah 
> sistem hukum tertentu, dan bukannya seseorang yang mempunyai 
> pandangan-pandangan teologis tertentu”. Profesor dari wilayah Flander 
> yaitu Urbain Vermeulen, yang juga adalah mantan Presiden European Union 
> of Arabists and Islamicists, mengemukakan bahwa “Islam sejatinya adalah 
> sebuah sistem legal, sebuah hukum”, dan bukanlah agama.
> Â 
> Ilmuwan
>  politik Amerika Mark Alexander menulis bahwa “Salah-satu dari 
> kesalahan-kesalahan terbesar kita adalah berpikir bahwa Islam hanyalah 
> salah satu agama besar dunia. Kita tidak boleh berpikir demikian. Islam 
> adalah politik atau tidak sama sekali, tapi sudah tentu Islam adalah 
> politik dengan dimensi spiritual...yang tidak akan berhenti hingga Barat
>  (dunia non-Islam) tidak ada lagi, hingga Barat (dunia non-Islam) 
> telah...benar-benar diislamkan dengan baik”.
> Â 
> Ini
>  bukanlah semata-mata merupakan pernyataan para penentang Islam. Para 
> sarjana Islam juga mengatakan hal yang sama. Tidak ada lagi keraguan 
> mengenai natur Islam bagi mereka yang telah membaca Qur’an, Sira dan 
> Hadith. Abu Ala Maududi, pemikir Islam Pakistan yang berpengaruh pada 
> abad ke-20 menulis, dan saya mengutipnya, menekankan bahwa ini bukanlah 
> perkataan saya namun orang-orang yang yang merupakan pemimpin sarjana 
> Islam â€" “Islam bukanlah semata-mata suatu pengakuan keyakinan religius 
> [tetapi] sebuah ideologi yang revolusioner, dan jihad berkaitan dengan 
> perjuangan revolusioner itu...untuk menghancurkan semua negara dan 
> pemerintahan dimanapun di muka bumi ini, yang menentang ideologi dan 
> program Islam”.
> Â 
> Ali
>  Sina, seorang Iran yang meninggalkan Islam yang tinggal di Kanada, 
> mengemukakan bahwa ada satu aturan emas yang terletak di dalam jantung 
> setiap agama â€" yaitu agar kita memperlakukan orang lain seperti halnya 
> kita ingin diperlakukan oleh mereka. Dalam Islam, aturan ini hanya 
> berlaku bagi sesama orang beriman, tapi tidak terhadap orang kafir. Ali 
> Sina mengatakan, “Alasan mengapa saya menentang Islam bukan karena Islam
>  adalah sebuah agama, tetapi karena Islam adalah sebuah ideologi politik
>  penjajahan dan dominasi yang berkedok agama. Karena Islam tidak 
> mematuhi Aturan Emas, Islam mempesona orang-orang yang kejam”.
> Â 
> Studi
>  mendalam mengenai permulaan sejarah Islam dengan jelas menyatakan bahwa
>  tujuan Muhammad pertama-tama adalah menaklukkan kaumnya sendiri, 
> orang-orang Arab, dan menyatukan mereka di bawah pemerintahannya, dan 
> kemudian menaklukkan dan memerintah dunia. Itulah tujuan aslinya; jelas 
> sekali itu bersifat politis dan didukung oleh kekuatan militer. “Saya 
> diperintahkan untuk memerangi semua orang hingga mereka mengatakan 
> ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’”, inilah yang dikatakan oleh Muhammad. Ia
>  melakukan hal itu sesuai dengan perintah Qur’an dalam Sura 8:39 yaitu: 
> “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu 
> semata-mata untuk Allah”.
> Â 
> Berdasarkan
>  mitologi, Muhammad mendirikan Islam di Mekkah setelah Malaikat Jibril 
> mengunjunginya untuk pertama kalinya pada tahun 610. Pada 12 tahun 
> pertama Islam, ketika Islam masih bersifat religius dan tidak politis, 
> Islam tidak mengalami kesuksesan. Pada tahun 622, Muhammad pindah ke 
> Yathrib, sebuah oasis yang didiami oleh banyak orang Yahudi, dengan 
> sekelompok pengikutnya yang berjumlah 150 orang. Disana ia mendirikan 
> mesjid yang pertama dicatat oleh sejarah, mengambil alih kekuasaan 
> politik, menamai Yathrib dengan Medina, yang berarti “Kota Nabi”, dan 
> memulai karirnya sebagai pemimpin politik dan militer yang menaklukkan 
> seluruh Arabia. Dengan demikian, penanggalan Islam dimulai dengan 
> hijrah, yaitu perpindahan ke Medina â€" saat Islam menjadi sebuah 
> pergerakan politik.
> Â 
> Setelah
>  kematian Muhammad, berdasarkan perkataaan dan perbuatannya, Islam 
> mengembangkan Syariah, yang merupakan sistem legal yang membenarkan 
> pemerintahan represif atas dunia ini dengan hak ilahi â€" termasuk 
> aturan-aturan untuk jihad guna memiliki kontrol absolut atas orang-orang
>  beriman dan juga orang-orang tidak beriman. Syariah adalah hukum di 
> Arab Saudi dan Iran, dan juga di negara-negara Islam lainnya. Syariah 
> juga merupakan sentral bagi Organization of the Islamic Conference 
> (OIC), yang dalam artikel 24 dari Deklarasi Kairo Mengenai Hak Azasi 
> manusia Dalam Islam, memproklamirkan bahwa “semua hak dan kebebasan 
> harus tunduk di bawah Syariah Islam”. OIC bukanlah sebuah institusi 
> religius; tapi sebuah lembaga politik. OIC menetapkan blok voting 
> terbesar di PBB dan menulis laporan-laporan mengenai apa yang disebut 
> sebagai “Islamofobia” di negara-negara Barat yang menuduh kita melakukan
>  pelanggaran hak azasi manusia. Dalam istilah alkitabiah: mereka mencari
>  selumbar di mata kita, namun menyangkali balok di mata mereka sendiri.
> Â 
> Di
>  bawah hukum Syariah, orang-orang di daerah-daerah yang telah 
> ditaklukkan tidak mempunyai hak-hak legal, bahkan tidak mempunyai hak 
> untuk hidup dan memiliki properti, kecuali mereka memeluk Islam.
> Â 
> Sebelum
>  saya melanjutkan, untuk menghindari kesalahpahaman, saya ingin 
> menekankan bahwa saya sedang berbicara mengenai Islam, bukan mengenai 
> orang Muslim. saya selalu membuat pembedaan yang jelas antara orang 
> dengan ideologi, antara orang Muslim dan Islam. Ada banyak orang Muslim 
> yang moderat, tetapi ideologi politik Islam tidaklah moderat dan 
> mempunyai ambisi global.
> Â 
> Ideologi
>  politik ini bertujuan untuk memberlakukan hukum Islam atau Syariah 
> terhadap seluruh dunia. Cara untuk mencapai hal ini adalah melalui 
> jihad. Berita baiknya adalah jutaan orang Muslim di seluruh dunia â€" 
> termasuk di Jerman dan Belanda â€" tidak mengikuti peraturan-peraturan 
> Syariah, apalagi terlibat dalam jihad. Namun demikian, kabar buruknya, 
> mereka yang terlibat siap untuk menggunakan semua sarana yang ada untuk 
> mencapai tujuan ideologis dan revolusioner mereka.
> Â 
> Pada
>  tahun 1954, dalam esainya mengenai Komunisme dan Islam, Profesor 
> Bernard Lewis berbicara mengenai “tradisi politik Islam yang totaliter”.
>  Profesor Lewis mengatakan bahwa “Secara tradisional Islam membagi dunia
>  menjadi Rumah Islam dan Rumah Perang. Hal ini jelas sekali paralel 
> dengan pandangan Komunisme mengenai hal-hal dunia...fanatisme agresif 
> yang dimiliki orang beriman sama saja (antara kedua paham itu)”.
> Â 
> Ilmuwan
>  politik Amerika Mark Alexander menyatakan bahwa natur Islam hanya 
> mempunyai sedikit perbedaan  - dan hanya dalam detil dan bukan gaya â€" 
> dengan ideologi-ideologi totaliter yang menjijikkan seperti Sosialisme 
> Nasional dan Komunisme. Dari ketiga ideologi tersebut, ia mendaftarkan 
> beberapa karakteristik berikut ini:
> Mereka
>  menggunakan pembersihan-pembersihan politis untuk “membersihkan” 
> masyarakat dari apa yang mereka anggap sebagai hal yang tidak 
> diinginkan. Mereka
>  hanya mentolerir satu partai politik. Islam memberi ruang untuk banyak 
> partai, namun bersikeras bahwa semua partai harus bersifat islami;Â  Mereka 
> membujuk dengan paksa agar orang mengikuti jalan mereka;Â  Mereka benar-benar 
> menghancurkan pembedaan liberal antara wilayah penilaian pribadi dengan 
> kendali publik;Â  Mereka mengubah sistem pendidikan menjadi sarana untuk 
> mencapai tujuan indoktrinasi universal;Â  Mereka menetapkan 
> peraturan-peraturan untuk seni, literatur, sains dan agama;Â  Mereka menindas 
> orang-orang yang diberikan status sebagai warga negara kelas dua;Â  Mereka
>  memaksakan sebuah kerangka pikir yang berdasarkan fanatisme. 
> Penyesuaian untuk hal itu dilakukan dengan perang dan dominasi;Â  Mereka
>  suka menyiksa para lawan mereka dan memandang penghancuran yang mereka 
> lakukan sebagai tindakan sementara yang dilakukan untuk mencapai tujuan 
> dan suatu tanda kelemahan lawan;Â  Mereka memandang politik sebagai ekspresi 
> kekuasaan;  Mereka anti-Semitis.  
> Ada
>  satu lagi paralel yang mengejutkan, tetapi ini bukanlah suatu 
> karakteristik dari ketiga ideologi politik tersebut di atas, tetapi 
> milik Barat, yaitu ketidakmampuan Barat untuk melihat datangnya bahaya. 
> Prasyarat untuk memahami bahaya politik adalah kesediaan untuk melihat 
> kebenaran, walaupun hal itu tidak menyenangkan. Sayangnya, para politisi
>  modern Barat nampaknya telah kehilangan kemampuan ini. Ketidakmampuan 
> kita mengakibatkan kita menolak konklusi-konklusi logis dan historis 
> yang harus ditarik dari fakta-fakta, walaupun kita dapat, dan sudah 
> seharusnya mengetahuinya dengan lebih baik. Apa yang salah dengan orang 
> Barat modern sehingga berulangkali kita melakukan kesalahan yang sama?
> Â 
> Tidak
>  ada tempat yang lebih baik untuk merenungkan pertanyaan ini selain dari
>  disini, di Berlin, yang dulunya adalah ibukota kekaisaran jahat Nazi 
> Jerman dan yang adalah sebuah kota yang pernah dipenjarakan oleh apa 
> yang disebut sebagai Republik “Demokratik” Jerman selama lebih dari 40 
> tahun.
> Â 
> Ketika
>  para penduduk Eropa Timur menolak Komunisme pada tahun 1989, mereka 
> diinspirasikan oleh orang-orang yang menjadi oposan pemerintah seperti 
> Aleksandr Solzhenitsyn, Václav Havel, Vladimir Bukovsky, dan lain-lain, 
> yang mengatakan pada mereka bahwa setiap orang mempunyai hak, tapi juga 
> mempunyai kewajiban, untuk “hidup dalam kebenaran”. Kebebasan 
> membutuhkan kewaspadaan kekal; demikian pula dengan kebenaran. Namun 
> demikian, Solzhenitsyn menambahkan, “Kebenaran kadang terasa manis; 
> kadangkala juga pahit”. Mari kita menghadapi kebenaran yang pahit, 
> yaitu: kita telah kehilangan kemampuan kita untuk melihat bahaya dan 
> memahami kebenaran karena kita tidak lagi menghargai kebebasan.
> Â 
> Para
>  politisi dari hampir semua politisi yang ada hari ini memfasilitasi 
> islamisasi. Mereka mendukung semua sekolah Islam yang baru berdiri, bank
>  islami/syariah, pengadilan islami/syariah. Mereka memandang Islam 
> setara dengan kebudayaan kita. Islam atau kebebasan? Hal itu tidaklah 
> terlalu berarti bagi mereka. Tetapi itu penting bagi kita. Semua elit 
> universitas yang telah ada, gereja, perkumpulan-perkumpulan dagang, 
> media, politisi, mendapatkan kebebasannya dengan menempuh resiko. Mereka
>  berbicara mengenai kesetaraan, namun sangatlah mengherankan melihat 
> mereka gagal untuk melihat betapa di dalam Islam kaum wanita mempunyai 
> hak yang lebih sedikit daripada kaum pria dan orang-orang kafir 
> mempunyai hak yang lebih sedikit daripada para pemeluk Islam.
> Â 
> Apakah
>  kita akan mengulang kembali kesalahan fatal dari Republik Weimar? 
> Apakah kita tunduk kepada Islam karena komitmen kita kepada kebebasan 
> sesungguhnya telah mati? Tidak, itu tidak akan pernah terjadi. Kita 
> tidak seperti Ibu Merkel. Kita tidak menerima islamisasi sebagai sesuatu
>  yang tidak terelakkan. Kita harus tetap menjaga kebebasan agar 
> kebebasan itu tetap hidup. Dan, hingga pada tingkat dimana kita telah 
> kehilangan kebebasan kita, maka kita harus mengklaimnya kembali melalui 
> pemilu demokratis. Itulah sebabnya mengapa kita membutuhkan 
> partai-partai politik yang membela kebebasan. Untuk mendukung 
> partai-partai semacam itu, saya telah mendirikan International Freedom 
> Alliance.
> Â 
> Seperti
>  yang saudara-saudara ketahui, saya sedang diadili di Belanda. Pada hari
>  Senin, saya harus pergi lagi ke pengadilan, dan saya akan banyak 
> menghabiskan beberapa bulan ke depan disana. Saya diajukan ke pengadilan
>  karena opini saya mengenai Islam dan karena saya telah menyuarakan 
> opini-opini saya ini dalam pidato-pidato, artikel-artikel dalam dalam 
> film dokumenter yang saya buat yang berjudul Fitna. Saya senantiasa 
> hidup dalam penjagaan ketat polisi karena kaum ekstrimis Islam ingin 
> membunuh saya, dan saya diadili karena para petinggi Belanda â€" 
> kebanyakan diantara mereka adalah non Muslim â€" ingin membungkam saya.
> Â 
> Saya
>  diseret ke pengadilan karena di negara saya kebebasan tidak lagi dapat 
> dinikmati sepenuhnya. Tidak seperti Amerika, kami tidak memiliki First 
> Amandemen yang menjamin orang untuk bebas mengekspresikan opini mereka 
> dan mengadakan debat publik karena melakukan hal itu. Tidak seperti 
> Amerika, negara di Eropa, dan juga Uni Eropa, menjelaskan bagaimana 
> penduduknya â€" termasuk para politisi yang dipilih secara demokratis 
> seperti halnya saya juga â€" harus berpikir dan perkatakan apa yang 
> diijinkan untuk kami katakan.
> Â 
> Salah
>  satu hal yang tidak boleh lagi kami katakan adalah bahwa budaya kami 
> lebih superior daripada budaya lain. Ini dilihat sebagai pernyataan yang
>  diskriminatif â€" bahkan sebuah pernyataan yang mengandung kebencian. 
> Setiap hari kami diindoktrinasi, di sekolah-sekolah, dan melalui media, 
> dengan pesan bahwa semua budaya setara dan bahwa jika ada budaya yang 
> lebih buruk dari semua budaya lainnya, maka pasti itu adalah kebudayaan 
> kami. Kami dicekoki dengan perasaan bersalah dan malu akan identitas 
> kami sendiri dan apa yang menjadi milik kami. Kami didorong untuk 
> menghormati segala sesuatu, kecuali diri kami sendiri. Itulah pesan dari
>  golongan Kiri dan para pejabat pemerintah yang benar secara politik. 
> Mereka ingin agar kita merasa malu akan identitas kita sendiri sehingga 
> kita menolak untuk memperjuangkannya.
> Â 
> Obsesi
>  menghancurkan dari para elit politik dan budaya kami dengan kesalahan 
> Barat, membangkitkan pandangan Islam terhadap kita. Qur’an berkata bahwa
>  orang non Muslim adalah kuffar (bentuk jamak dari kafir), yang secara 
> harafiah berarti “orang-orang yang menolak” atau “orang-orang yang tidak
>  bersyukur”. Oleh karena itu, orang-orang kafir itu “bersalah”. Islam 
> mengajarkan bahwa dalam negara natural kita, kita semua telah dilahirkan
>  sebagai orang-orang beriman. Islam mengajarkan bahwa jika pada hari ini
>  kita bukanlah orang-orang yang beriman, maka ini adalah kesalahan kita 
> atau karena kesalahan leluhur kita. Akibatnya, kita senantiasa adalah 
> kafir â€" bersalah â€" karena baik kita maupun leluhur kita adalah 
> orang-orang yang murtad. Dan oleh karena itu, menurut beberapa orang, 
> kita layak untuk ditundukkan.
> Â 
> Kaum
>  intelektual Kiri kontemporer kita sudah buta terhadap bahaya Islam. 
> Mantan oposan Soviet Vladimir Bukowsky berpendapat bahwa setelah 
> kejatuhan Komunis, Barat gagal mengekspos orang-orang yang terkait 
> dengan paham Komunisme dengan kebijakan yang tepat, untuk memperbaiki 
> hubungan-hubungan, meredakan ketegangan internasional, hidup 
> berdampingan dengan damai. Ia mengemukakan bahwa Perang Dingin adalah 
> “Perang yang tidak pernah kita menangkan. Kita bahkan tidak pernah 
> berperang di dalamnya...banyak kali Barat terlibat dalam kebijakan untuk
>  menyenangkan blok Soviet â€" dan orang-orang yang berusaha menyenangkan 
> orang lain tidak pernah memenangkan perang”. 
> Â 
> Islam adalah Komunisme masa kini.
>  Tetapi, karena kegagalan kita untuk berterus-terang dengan Komunisme, 
> kita tidak mampu menghadapinya, terjebak seperti yang pernah kita alami 
> dengan kebiasaan lama Komunisme yaitu penipuan dan bibir dolak-dalik 
> yang biasa menghantui negara-negara Timur dan yang kini menghantui kita 
> semua. Oleh karena kegagalan ini, golongan Kiri tersebut, yang dulunya 
> menutup mata terhadap Komunisme, kini pun menutup mata terhadap Islam. 
> Mereka menggunakan argumen yang serupa untuk mendapatkan keadaan damai 
> antara dua negara yang sebelumnya saling bermusuhan, memperbaiki 
> hubungan-hubungan, dan menyenangkan pihak lain, sama seperti sebelumnya.
>  Mereka berargumen bahwa musuh kita cinta damai, sama seperti kita, 
> bahwa jika kita berusaha untuk memahami mereka, maka mereka pun akan 
> berusaha memahami kita. Bahwa ia hanya ingin dihargai dan jika kita 
> menghormatinya maka iapun akan menghormati kita. Kita bahkan mendengar 
> pengulangan mantra kuno ekuivalensi moral. Mereka terbiasa mengatakan 
> bahwa “imperialisme” Barat sama jahatnya dengan imperialisme Soviet; 
> kini mereka mengatakan bahwa “imperialisme” Barat sama jahatnya dengan 
> terorisme Islam.
> Â 
> Dalam
>  pidato saya di dekat Ground Zero di New York pada 11 September, saya 
> menekankan bahwa kita harus berhenti mengatakan “Salahkan Barat, 
> salahkan Amerika” â€" ini adalah permainan juru bicara Islam yang berusaha
>  menipu kita. Dan kita harus berhenti memainkan permainan ini pada diri 
> kita sendiri. Saya mempunyai pesan yang sama untuk anda. Adalah suatu 
> penghinaan bila mengatakan bahwa kita bersalah dan kita pantas menerima 
> apa yang terjadi pada kita. Tidak selayaknya kita menjadi orang asing di
>  tanah kita sendiri. Kita tidak boleh menerima penghinaan seperti ini. 
> Pertama-tama, peradaban Barat adalah peradaban yang paling bebas dan 
> paling jaya di bumi, itulah sebabnya mengapa banyak imigran pindah 
> kesini, dan bukannya orang-orang Barat yang pindah kesana. Dan kedua, 
> apa yang disebut sebagai kesalahan kolektif itu tidak ada sama sekali. 
> Individu-individu yang bebas adalah agen-agen moral yang bebas, dan yang
>  bertanggung-jawab atas perbuatan mereka sendiri. 
> Â 
> Saya
>  sangat senang berada di Berlin hari ini untuk menyampaikan pesan ini 
> yang adalah pesan yang sangat penting, terutama di Jerman. Apapun yang 
> terjadi di negara anda di masa lalu, generasi yang ada sekarang tidak 
> bertanggung-jawab atas hal itu. Apapun yang terjadi di masa lalu, tidak 
> dapat menjadi alasan untuk menghukum orang-orang Jerman pada masa kini. 
> Namun juga tidak dapat menjadi alasan bagi anda untuk menolak 
> memperjuangkan identitas anda sendiri. Satu-satunya tanggung-jawab anda 
> adalah untuk menghindar dari kesalahan masa lalu. Sudah menjadi tugas 
> anda untuk berdiri bersama orang-orang yang diancam oleh ideologi Islam,
>  seperti Negara Israel dan rekan-rekan seperjuangan anda yang Yahudi. 
> Republik Weimar menolak untuk memperjuangkan kebebasan dan telah 
> ditundukkan oleh ideologi totaliter, dengan konsekuensi-konsekuensi 
> menghancurkan bagi Jerman, Eropa dan dunia. Jangan gagal untuk 
> memperjuangkan kebebasan anda hari ini. 
> Â 
> Saya
>  senang berada di tengah-tengah anda sekalian hari ini karena nampaknya 
> 20 tahun setelah penyatuan Jerman kembali, generasi yang baru tidak lagi
>  merasa bersalah karena menjadi orang Jerman. Debat yang sangat intens 
> yang terjadi baru-baru ini mengenai buku terbaru Thilo Sarrazin adalah 
> sebuah indikasi akan fakta bahwa Jerman sedang berdamai dengan dirinya 
> sendiri. 
> Â 
> Saya
>  sendiri belum membaca buku Dr. Sarrazin, tetapi saya mengerti bahwa, 
> saat para pejabat pemerintah sedang berkuasa yang benar secara politis 
> hampir-hampir serempak bersikap kritis terhadap tesisnya sehingga ia 
> kehilangan pekerjaannya, sejumlah besar orang Jerman mengakui bahwa Dr. 
> Sarrazin sedang mengemukakan isu-isu yang sangat penting dan mendesak. 
> “Orang Jerman sedang menghapus dirinya sendiri”, Sarrazin mengingatkan, 
> dan ia menghimbau orang Jerman untuk menghentikan proses ini. Dampak 
> yang dahsyat dari bukunya mengindikasikan bahwa banyak orang Jerman yang
>  merasakan hal yang sama. Orang Jerman tidak ingin agar Jerman 
> dihapuskan, walaupun mereka telah ditundukkan oleh semua indoktirnasi 
> politik. Orang Jerman tidak lagi merasa malu untuk menunjukkan 
> kebanggaan nasional mereka. Â 
> Â 
> Dalam
>  masa-masa sulit ini, dimana identitas nasional kita sedang terancam, 
> kita harus berhenti merasa bersalah akan siapa diri kita. Kita bukanlah 
> orang-orang kafir, kita tidak bersalah. Sama seperti bangsa-bangsa lain,
>  orang-orang Jerman berhak untuk tetap menjadi orang Jerman. Orang 
> Jerman tidak harus menjadi orang Perancis, orang Belanda, orang Amerika,
>  ataupun orang Turki. Mereka harus tetap menjadi orang Jerman. Ketika 
> Perdana Menteri Turki Erdogan mengunjungi negara anda pada tahun 2008, 
> ia berkata kepada orang-orang Turki yang tinggal disini bahwa mereka 
> harus tetap menjadi orang Turki. Secara harafiah ia mengatakan bahwa 
> “asimilasi adalah kejahatan terhadap kemanusiaan”. Erdogan mungkin saja 
> benar jika ia berkata demikian mengenai orang-orang Turki di Turki. 
> Namun demikian, Jerman adalah negeri orang-orang Jerman. Oleh karena 
> itu, orang-orang Jerman berhak menuntut mereka yang datang untuk tinggal
>  di Jerman supaya berasimilasi; mereka berhak â€" bahkan mereka mempunyai 
> kewajiban pada anak-anak mereka â€" untuk menuntut para pendatang baru itu
>  untuk menghormati identitas bangsa Jerman dan hak orang Jerman untuk 
> memelihara identitas mereka. 
> Â 
> Kita
>  harus menyadari bahwa Islam berkembang dengan dua cara. Oleh karena 
> Islam bukanlah agama, berpaling pada Islam hanyalah sebuah fenomena 
> marjinal. Menurut sejarah, Islam berkembang baik melalui penaklukkan 
> militer atau dengan menggunakan senjata hijrah, yaitu imigrasi. Muhammad
>  menaklukkan Medina melalui imigrasi. Hijrah juga kita alami hari ini. 
> Islamisasi Eropa terus berlanjut sepanjang waktu. Tetapi Barat tidak 
> mempunyai strategi untuk menghadapi ideologi Islam, karena kaum elit 
> kita mengatakan bahwa kita harus beradaptasi dengan mereka dan bukan 
> sebaliknya. 
> Â 
> Ada
>  pelajaran yang dapat kita pelajari berkenaan dengan hal ini dari 
> Amerika, negara yang paling bebas di dunia. Orang-orang Amerika bangga 
> akan bangsa mereka, pencapaian-pencapaian dan bendera mereka. Kita juga 
> harus bangga pada bangsa kita. Amerika Serikat senantiasa merupakan 
> sebuah bangsa imigran. Presiden Amerika Serikat Theodore Roosevelt 
> mengungkapkan dengan jelas kewajiban para imigran. Inilah apa yang 
> dikatakannya: “Kita harus bersikap tegas, yaitu jika para imigran yang 
> datang kemari mempunyai niat baik untuk menjadi orang Amerika dan 
> mengasimilasikan dirinya pada kita, ia akan diperlakukan dengan 
> kesetaraan yang sama dengan orang lain...Namun ini diberlakukan pada 
> orang yang benar-benar menjadi orang Amerika, dan hanya menjadi orang 
> Amerika...Disini tidak ada pemisahan-pemisahan...Kita tidak mempunyai 
> tempat selain untuk kesetiaan semata-mata dan itu adalah kesetiaan 
> kepada bangsa Amerika”. 
> Â 
> Tidaklah
>  bergantung kepada saya untuk mendefinisikan hal-hal apa yang tercakup 
> dalam identitas nasional Jerman. Semua itu terserah kepada anda 
> sekalian. Namun demikian saya mengetahui bahwa kebudayaan Jerman, 
> seperti halnya kebudayaan negara-negara tetangganya seperti negara saya 
> sendiri, berakar dalam nilai-nilai Yudeo-Kristen dan humanisme. Semua 
> politisi yang bertanggung-jawab mempunyai kewajiban politik untuk 
> memelihara nilai-nilai ini terhadap ideologi yang mengancamnya. Jerman 
> yang penuh dengan mesjid dan para wanita yang berkerudung bukanlah 
> Jerman milik Goethe, Schiller dan Heine, Bach dan Mendelssohn. Itu akan 
> menjadi kekalahan bagi kita semua. Penting sekali bagi anda untuk 
> menghargai dan memelihara akar-akar anda sebagai sebuah bangsa. Jika 
> tidak demikian, anda tidak akan dapat mengamankan identitas anda; anda 
> akan dihapuskan sebagai sebuah bangsa, dan anda akan kehilangan 
> kebebasan anda. Dan Eropa akan kehilangan kebebasannya bersama dengan 
> anda. 
> Â 
> Sahabat-sahabatku,
>  ketika Ronald Reagan datang ke Berlin yang terpecah 23 tahun yang lalu,
>  ia mengucapakan perkataan yang bersejarah, “Mister Gorbachev, 
> runtuhkanlah dinding ini”. Presiden Reagan bukanlah orang yang ingin 
> menyenangkan orang lain, tetapi orang yang menyampaikan kebenaran karena
>  ia mengasihi kebebasan. Hari ini, kita juga harus meruntuhkan sebuah 
> dinding. Bukan dinding dari beton, tetapi dinding penyangkalan dan 
> ketidakpedulian mengenai natur Islam. The International Freedom Alliance
>  bertujuan untuk mengkoordinasi dan menstimulasi usaha-usaha ini. 
> Â 
> Oleh
>  karena kita membicarakan kebenaran, para pemilih telah memberikan 
> partai saya, yaitu Partij voor de Vrijheid, dan partai-partai lainnya 
> seperti Dansk Folkeparti dan Schweizerische Volkspartei, kuasa untuk 
> mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik, apakah itu menjadi 
> oposisi atau dalam pemerintahan atau dengan mendukung suatu pemerintahan
>  minoritas â€" seperti yang ingin kami lakukan di Belanda. Presiden Reagan
>  menunjukkan bahwa dengan menyuarakan kebenaran orang dapat mengubah 
> jalan sejarah. Ia menunjukkan bahwa tidak perlu berputus asa. Jangan 
> pernah! Kerjakan saja tugas anda. Jangan takut. Suarakan kebenaran. Bela
>  kebebasan. Bersama-sama kita dapat memelihara kebebasan, bersama-sama 
> kita harus memelihara kebebasan, dan bersama-sama, para sahabatku, kita 
> akan dapat memelihara kebebasan.
> Terima-kasih.
> Â 
> http://www.jihadwatch.org/2010/10/geert-wilders-speech-in-berlin-yesterday.html
> 
>                       
>                                       1.
>                                       Suripto on
>                                       15-10-2010 10:56:29
>                                       commented:
>                       
>                       Wow...statement yang luar dari Wilders!
> 
> Melihat aksi-aksi Muslim saat ini, peledakan bom bunuh diri, pembakaran 
> rumah-rumah dan mesjid warga Ahmadiyah, serangan-serangan teror yang tak
>  pernah surut - JELAS ISLAM ITU SEBUAH IDEOLOGI YANG SAMA DENGAN 
> KOMUNISME.
> 
> 
> 
> Inilah saatnya pemerintah dan aparat keamanan menjadikan Islam sebagai BAHAYA 
> LATENT.
> 
> Jadi jika ada yang disebut bahaya latent komunis, sekarang kita harus 
> mewaspadai BAHAYA LATENT ISLAM!
> 
> 
>               
>                       
>                       
>                                       2.
>                                       Gusty  on
>                                       13-10-2010 07:39:49
>                                       commented:
>                       
>                       Islam is the real terorist. Mereka akan 
> menguasai dunia tapi hanya sementara. Tanda-tanda yang mengarah ke sana 
> sudah mulai kelihatan sampai suatu saat Tuhan Yesus sendiri turun dari 
> surga dan memusnahkan pengikut-pengikut Iblis ini.
> 
> 
> FREE E-BOOKS
>       
>               JAWABAN 111 KONTRADIKSI ALKITAB PERJANJIAN LAMA         
>               JAWABAN 155 KONTRADIKSI ALKITAB PERJANJIAN BARU         
>               101 Penjelasan tentang TUDUHAN KONTRADIKSI dalam ALKITAB        
>         
>               Perang Suci - Oleh Abd Al Masih         
>               Secrets Behind Burqa - Oleh Rosemary Sookhdeo           
>               Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani          
>               Mutiara Dari Surga - 1          
>               The Truth About Muhammad - by Robert Spencer            
>               Tuduhan-Ahmed-Deedat-Terhadap-Alkitab oleh Zakaria Boutros      
>         
>               Islam-Reviewed-by-M-Ali-Bahasa-Indonesia                
>               The Hidden Life of Prophet Muhammad By Dr. A.A. Ahmed           
>               Rahasia-Jalan-Yang-Lurus                
>               Benarkah-Muhammad-Sempurna-Secara-Fisik oleh Ali Sina           
>               Inilah-Ismael (Here Comes Ishmael) by Faisal Malick             
>               Hidup-Dari-Ujung-Tombakku (Living by the Point of My 
> Spear)-Zaki Ameen          
>               Akar-Terror-Islam by Abul Kasem         
>               Membedah-Asal-Usul-Quran (The Origins of the Koran) by Ibnu 
> Warraq              
>               SON of HAMAS            
>               Mengapa Wanita Berpaling Kepada Islam - Rosemary Sookhdeo       
>         
>               Kerudung Yang Terkoyak          
>               Why-Im-Not-Muslim by Ibnu Waraq         
>               Achievement and Heritage of Muhammad oleh: Zaky Rawdat          
>               SEJARAH KA'BAH YG TAK PERNAH DICERITAKAN                
>               Sang-Putera-dan-Sang-Bulan oleh Curt Fletemier          
>               YAHUDI-MENGGENGGAM-DUNIA-WILLIAM-G-CARR         
>               Beriman Tanpa Takut oleh: Irshad Manji          
>               Mesias yang Dinantikan Islam oleh: Joel Richardson              
>               Siapakah Allah Ini              
>               Christ Muhammad and I oleh: Mohammed Ghazoli            
>               Kebenaran Tentang Muhammad              
>               Ismael Akan Diberkati oleh: Ahmad Agyei         
>               Ismail Saudaraku oleh: Umar Tariqas             
>               The Secret of Qur'an oleh: Don Richardson               
>               Islam diakhir Zaman oleh: Ellis Skolfield               
>               Yesus dan Muhammad oleh: Mark Gabriel PhD               
>               Islamic Invasion oleh: Robert Morey             
>               Mengapa Kami Meninggalkan Islam oleh: Susan Crimp dan Joel 
> Richardson           
>       ARTICLES
>       
>               Muslim Pop - Oleh Matt Edwards          
>               JAWABAN atas hadiah BMW dari PERTANYAAN INSAN L MOKOGINTA       
>         
>               Batalkan Hari Membakar Quran - Oleh Jochen Katz         
>               60 Juta Dollar Untuk Kepala Pendeta Boutros             
>               Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen            
>               Seperti apa Kitab Zabur dan Injil Barnabas              
>               Heboh Film Iran - Tiru film Yesus Nabi Muhammad Diperankan 
> Aktor Film           
>               Heboh Film YESUS Buatan Iran            
>               Donasi Untuk Allah Membersihkan Nurani          
>               Arsip Gambar Muhammad           
>               Wahyu Mana Yang Asli            
>               Quran Diinterview               
>               Birahi Sexual Nabi Muhammad             
>               MENGENAL ISLAM          
>               A Letter To Gaza - Oleh Nonie Darwis            
>               FQR 6 - Injil Kristus Yang Tanpa Salah          
>               Klaim Islam - Setiap Orang Dilahirkan Sebagai Muslim            
>               FQR 4 - Nama dan Atribut Kristus Dalam Quran            
>               FQR 5 - Perawan Maria - Sebuah Tanda Dari Allah - Ayatollah 
> Sejati              
>               FRQ 3 - Kehendak Tuhan Adalah Supaya Setiap Orang Bisa 
> Diselamatkan             
>               FQR 1 - Apakah Anda Tahu Tentang Hikmat Kristus         
>               FQR 2 - Orang Yang Dilahirkan Dari Roh Adalah roh               
>               Hari Semua Orang Menggambar Muhammad            
>               DAFTAR MUSLIM yang Meninggalkan Islam           
>               Pengesahan  Mutilasi di Amerika         
>               Hilal-Bin-Sahar- Dewa Bulan Sabit               
>               Islam-Bukan-Agama-bahasa-Indonesia              
>               Menyusui-Pria-Dewasa by Zakharia Boutros                
>               Keunikan-Alkitab-Dibandingkan-Kitab-Suci-Lainnya                
>               Alkitab-Atau-Alquran-Yang-Dipalsukan            
>               Muhammad-Tidak-Buta-Huruf               
>               Tipu-Muslihat-Dalam-Islam               
>               Ayat-Yang-Dipalsukan-Dlm-Quran          
>               Islam-Tidak-Bisa-Membedakan-NAJIS dan DOSA              
>               Islam-Tidak-Menyembah-Tuhan-Yang-Sama-Dengan-Tuhannya-Nabi by 
> Duladi            
>               Kebohongan-Isra-Miraj           
>               Arab-Adalah-Kota-Neraka         
>               Nabi Muhammad Birahi-Kepada-Bayi-Sodomi         
>               
> Perkawinan-Islam-dan-Penghalalan-Pelacuran-sbg-Lampr-dr-buku-kehidupan-rahasia-nabi-Muhammad
>             
>               Teror-Dari-Mulut-Muhammad-Sendiri               
>               ALEXANDER AGUNG, SI KAFIR NABI ISLAM            
>               Fenomena Murtad Dlm 20 Thn Terakhir             
>               Jibril as - Ahli Menyamar               
>               Kemana Mencari Keselamatan              
>               Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Meninggalkan Islam            
>               Tagiyya - Berbohong Ala Islam Oleh Zakaria Boutros              
>               Panggilan Dari Minaret          
>               Pemimpin Muslim UK - Islam Bukanlah Agama Damai         
>               Konflik GAZA berakar pada SYARIAH               
>               Mari, bicara Fatwa Haram                
>               Marilah kita memikirkan kembail soal Burqa!             
>               Hubungan Islam-Machiavelli              
>               Apa yang Sama yang Dimiliki Oleh para Rabbi di Harrow dengan 
> Para Rabbi di Medinah              
>               Kesalahan Lia Eden sama dengan kesalahan Nabi Muhammad          
>               Digantung di Iran Karena Murtad         
>               Pandangan Islam mengenai Neraka         
>               Anak Ketua Hamas Murtad         
>               Ibn Mas'ud, Saksi Ketidak-beresan Quran         
>               Contoh Moral Kenabian Muhammad Untuk Abad Kini          
>               Islam - Berperang Dalam Dirinya Sendiri         
>               Penjajahan Wanita Dalam Islam           
>       TESTIMONIES
>       
>               Supremasi Terang Atas Kuasa Kegelapan - Oleh Alhajji Aliyu      
>         
>               KEBOHONGAN PARA WANITA SAUDI ARABIA             
>               Kesaksian Seorang Pemurtad Yang Difatwa Hukuman Mati            
>               Kesaksian Hamran Ambrie         
>               Kesaksian Bassam                
>               Kesaksian Pertobatan seorang Irak-KETEMU-YESUS          
>               Tak-Terbuktinya-Alkitab-Telah-Dipalsukan oleh Zakaria Boutros   
>         
>               Islam-Adalah-Ajaran-Sesat by Duladi             
>               Kerudung Yang Terkoyak          
>               Arifin Zaelani - Alasan Saya Meninggalkan Islam         
>               Kesaksian Saya Meninggalkan Islam               
>               Kesaksian Dr. Mark Gabriel yang Mengejutkan             
>               Mengapa Kami Meninggalkan Islam         
>               Ali Sina - Dari Beriman Menuju Pencerahan               
>               Duladi - Mengapa Saya Benci Islam               
>               Islam Sejati            
>       QUESTION & ANSWERS
>       
>               ISLAM  BERTANYA KRISTEN MENJAWAB by Paulus M            
>               Pilih Mana - Puasa Islami Atau Puasa Kristen            
>               Apa Yang Al Quran Instruksikan Muslim Lakukan Terhadap 
> Non-Muslim               
>               Tanggapan tulisan Muhammad dalam Perjanjian Lama                
>               Hari Semua Orang Menggambar Muhammad            
>               MENGRITISI PEMIKIRAN DR YAHYA WALONI            
>               Sumber-penulisan-alquran by Zakharia Boutros            
>               Tuduhan-Ahmed-Deedat-Terhadap-Alkitab oleh Zakaria Boutros      
>         
>               Tanggapan-Terhadap-Combat-Kit-Ahmed-Deedat              
>               TIDAK ADA JALAN KEMBALI         
>               Tanggapan atas Combat-Kit2 Ahmed Deedat         
>               Seri-Pelajaran-Alkitab-Amazing-Facts            
>               Masakan Allah Kok Punya ’Anak Allah’                
>               Bagaimana Menilai Sebuah Kitabullah             
>               Tuhan Alkitab Sama Dengan Allah SWT             
>               Wahyu Terkini Jadi Pengukur Wahyu Terdahulu             
>               Injil Digugat Karena Ahmad              
>               Bukankah Alkitab Itu Korup              
>               Tuhan Sendiri Tidak Tahu Bahwa Ia Trinitas              
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke