Refleksi : Apa yang tidak akan punah di NKRI?
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/10/10/20/141550-bahasa-daerah-di-ambang-kepunahan
Bahasa Daerah di Ambang Kepunahan
Rabu, 20 Oktober 2010, 21:59 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional
(Kemdiknas) menilai beberapa bahasa daerah kini di ambang kepunahan. Hal ini
akan sangat mempengaruhi kekayaan ragam bahasa di tanah air.
"Beberapa bahasa daerah yang berada di ambang kepunahan, yaitu bahasa daerah
Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat dan Papua. Diperkirakan masih banyak
lagi bahasa yang di ambang kepunahan selain keempat daerah itu," ujar Kepala
Tata Usaha Pusat Bahasa dan Koordinator Internal Pusat Bahasa dan Sastra Pusat
Bahasa Kemdiknas, Yeyen Maryani, di Jakarta, Rabu (20/10).
Menurut Yeyen, kepunahan ini disebabkan masyarakat setempat yang menggunakan
bahasa daerah semakin berkurang, sementara generasi muda setempat sudah tidak
mau lagi berbicara bahasa ibu mereka dan lebih memilih menggunakan Bahasa
Indonesia ataupun asing yang lebih mudah diucapkan. ''Bahasa yang sedang
sekarat sedang kami teliti,'' jelasnya.
Berdasarkan data hingga 2008 menggambarkan keragaman bahasa. Di sekitar 80
pesen wilayah Indonesia telah teridentifikasi tidak kurang 442 bahasa daerah.
Jumlah itu akan bertambah apabila wilayah yang belum diteliti berhasil
dipetakan secara utuh.
Oleh karena itu, dengan adanya Perpres Nomor 24 Tahun 2010, Pusat Bahasa dan
pemerintah provinsi akan melakukan pembinaan dan perlindungan. Di antaranya
dengan menghidupkan kembali tradisi bahasa lisan seperti di Kalimantan Selatan
yang disebut Madihin dan Macopat di Jawa. "Ini kita lakukan sebagai amanat
Perpres No 24 tahun 2010 agar bahasa daerah dapat dilestarikan," tambahnya.
Sementara itu, serbuan bahasa asing memang makin merajalela. Khususnya di media
luar ruang, seperti billboard dan spanduk-spanduk. Dirinya juga mengkhawatirkan
sikap para pengembang yang banyak memakai bahasa asing sebagai nama bangunan.
Sebut saja Cibubur Junction yang bisa saja diindonesiakan menjadi Simpang
Cibubur. Serupa dengan kebiasaan memakai kata upload untuk unggah dan download
untuk unduh.
Guna menyambut Bulan Bahasa pada Oktober ini, Pusat Bahasa menyelenggarakan
Bulan Bahasa dan Sastra yang berisi berbagai macam acara. Antara lain sayembara
penulisan proposal penelitian, esai sastra, naskah drama, cerita rakyat, cerpen
dan puisi remaja.
Pihaknya juga akan mengadakan Parade Mural Bahasa dan Sastra di ruang publik,
pentas sastra, debat bahasa, musikalisasi puisi, duta bahasa, lomba
keterampilan bahasa oleh warga negara asing, penilaian penggunaan bahasa di
media dan juga pencanangan gerakan Aku Cinta Bahasa Indonesia. "Puncak acaranya
di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober nanti," jelasnya.
Kepala Bidang Pengkajian Bahasa dan Sastra Pusat Bahasa Kemdiknas Mujizah
menambahkan, walaupun belum maksimal namun pengutamaan bahasa Indonesia sebagai
indentitas nasional sudah menjadi kepentingan bersama. "Penyelenggaraan Bulan
Bahasa dan Sastra selain membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia,
juga untuk memelihara peran dan semangat masyarakat luas dalam menangani
masalah bahasa dan sastra," kata Muzizah.
Red: Endro Yuwanto
Sumber: kominfo-newsroom
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/